MATRIKS
Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang diatur dalam baris dan kolom membentuk persegi panjang, dan ditulis di antara dua kurung siku [ ].
Bilangan-bilangan yang tersusun dalam matriks disebut entri atau elemen matriks. Matriks biasanya dilambangkan dengan huruf kapital seperti A, B, C, dan seterusnya.
Secara umum, matriks A berukuran m × n dituliskan sebagai:
Matriks ditulis dalam kurung siku. Berikut contoh berbagai jenis matriks:
- Matriks baris: matriks yang hanya memiliki 1 baris.
- Matriks kolom: matriks yang hanya memiliki 1 kolom.
- Matriks persegi: matriks yang jumlah baris = jumlah kolom.
- Matriks nol: semua elemennya bernilai 0.
- Matriks identitas: matriks persegi dengan diagonal utama bernilai 1 dan elemen lain 0.
Contoh Soal — Pengertian Matriks
Matriks adalah susunan bilangan dalam baris dan kolom, ditulis di antara kurung siku. Contoh:
Susunan di atas adalah matriks karena terdiri atas bilangan yang disusun dalam 2 baris dan 2 kolom.
✓ MatriksMatriks baris (1 baris, 3 kolom):
Matriks kolom (3 baris, 1 kolom):
Ya, dalam penulisan standar Indonesia dan banyak buku matematika, matriks ditulis menggunakan kurung siku [ ]. Beberapa buku menggunakan kurung biasa ( ), tetapi kurung siku [ ] adalah notasi yang paling umum dan dianjurkan.
✓ BenarMatriks nol adalah matriks yang semua elemennya = 0. Dilambangkan O:
Data nilai disusun dalam 3 baris dan 1 kolom:
Baris = hari, kolom = produk. Maka diperoleh matriks 2×3:
Baris ke-1 = Hari 1, baris ke-2 = Hari 2. Kolom 1, 2, 3 = produk A, B, C.
✓ Matriks 2×3Matriks identitas I₃ berukuran 3×3 adalah:
Ciri-ciri: (1) berbentuk persegi, (2) diagonal utama bernilai 1, (3) semua elemen di luar diagonal utama bernilai 0.
✓ Matriks Identitas I₃Dua matriks A dan B dikatakan sama jika: (1) ukurannya sama (ordo sama), dan (2) setiap elemen yang seletak nilainya sama (aij = bij untuk semua i, j).
Contoh A = B:
5 y−2 ] dan B = [ 7 3
5 4 ] , dan A = B, tentukan nilai x dan y!
Karena A = B, maka setiap elemen yang seletak harus sama:
- Elemen baris 1 kolom 1: 2x + 1 = 7 → 2x = 6 → x = 3
- Elemen baris 2 kolom 2: y − 2 = 4 → y = 6
Matriks persegi: jumlah baris = jumlah kolom.
Karena A = B, setiap elemen seletak bernilai sama:
- 3a − b = 5 … (1)
- a + 2b = 8 … (2)
- 4c = 12 → c = 3
Dari (1): 3a − b = 5 → b = 3a − 5
Substitusi ke (2): a + 2(3a − 5) = 8 → a + 6a − 10 = 8 → 7a = 18 → a = 18/7
Hmm, agar nilai bulat, cek: jika a = 2 → b = 3(2)−5 = 1, cek (2): 2+2(1)=4 ≠ 8. Coba a=3: b=3(3)−5=4, cek: 3+2(4)=11 ≠ 8. Dengan sistem: 7a=18 → a=18/7. Nilai eksaknya: a = 18/7, b = 3(18/7)−5 = 19/7, c = 3.
✓ a = 18/7, b = 19/7, c = 3Matriks ini disebut matriks segitiga bawah (lower triangular matrix), yaitu matriks persegi di mana semua elemen di atas diagonal utama bernilai 0.
Elemen di atas diagonal utama (a₁₂, a₁₃, a₂₃) semuanya = 0.
✓ Matriks Segitiga BawahSebuah matriks berukuran m × n memiliki tepat m × n elemen (posisi elemen).
Untuk matriks 3×4: 3 × 4 = 12 elemen.
Terdapat 12 posisi elemen, masing-masing bisa diisi bilangan berbeda.
✓ 12 Elemen3 y+1 ] dan B = [ 9 4
3 5 ] , dan A = B, tentukan semua kemungkinan nilai x!
Karena A = B, maka elemen seletak sama:
- Elemen (1,1): x² = 9 → x = ±3
- Elemen (2,2): y + 1 = 5 → y = 4
Karena x² = 9, maka x = 3 atau x = −3 (keduanya memenuhi).
✓ x = 3 atau x = −3, y = 4Ordo 5×4 → total elemen = 5 × 4 = 20 elemen.
Nilai Siswa ke-3 pada Mata Pelajaran ke-2 berada di posisi elemen a₃₂ (baris ke-3, kolom ke-2), ditandai kotak biru.
✓ 20 elemen, posisi a₃₂Latihan Soal — Pengertian Matriks
Ordo matriks (ukuran matriks) adalah pasangan bilangan yang menyatakan banyaknya baris (m) dan banyaknya kolom (n) dari suatu matriks, ditulis sebagai m × n (dibaca: “m kali n”).
Untuk menentukan ordo sebuah matriks:
- Hitung banyak baris (mendatar) → ini nilai m
- Hitung banyak kolom (tegak) → ini nilai n
- Tulis sebagai m × n
(2 baris, 3 kolom)
(3 baris, 2 kolom)
(3 baris, 3 kolom)
- Matriks berukuran 1 × n disebut matriks baris.
- Matriks berukuran m × 1 disebut matriks kolom.
- Matriks berukuran n × n (m = n) disebut matriks persegi orde n.
- Matriks berukuran 1 × 1 hanya berisi satu elemen.
Contoh Soal — Ordo Matriks
5 7
2 9 ]
Langkah-langkah:
- Hitung baris: ada 3 baris (→, mendatar)
- Hitung kolom: ada 2 kolom (↓, tegak)
- Ordo = 3 × 2
Matriks baris hanya memiliki 1 baris. Jika terdapat 5 elemen maka kolom = 5.
Ordo B = 2 × 4. Strukturnya:
Matriks persegi adalah matriks dengan baris = kolom (m = n).
- 3×4: baris ≠ kolom → bukan persegi
- 5×5: baris = kolom → matriks persegi ✓
- 2×3: baris ≠ kolom → bukan persegi
Matriks kolom hanya memiliki 1 kolom. Dengan 4 elemen maka baris = 4.
Syarat dua matriks sama adalah ordonya harus sama. Ordo A = 2×3 ≠ Ordo B = 3×2. Meskipun banyak elemennya sama (6 elemen), struktur baris dan kolomnya berbeda.
Oleh karena itu, A ≠ B karena ordo tidak sama.
✓ Tidak Bisa, Ordo Berbedam × n = 12. Pasangan (m, n) bilangan asli yang memenuhi:
- 1 × 12 (matriks baris)
- 2 × 6
- 3 × 4
- 4 × 3
- 6 × 2
- 12 × 1 (matriks kolom)
Matriks persegi berordo 5 berarti baris = kolom = 5.
- Baris: 2a − 1 = 5 → 2a = 6 → a = 3
- Kolom: b + 3 = 5 → b = 2
Tidak pasti sama. Contoh penyangkal:
Keduanya punya 4 elemen namun ordo berbeda (2×2 vs 1×4).
✓ Tidak Pasti Sama- Baris: m + 2 = 4 → m = 2
- Kolom: 2n − 1 = 5 → 2n = 6 → n = 3
Karena A = B dan persegi berordo 7, maka baris = kolom = 7 untuk keduanya. Gunakan ordo A:
- 3x − y = 7 … (1)
- x + 2y = 7 … (2)
Dari (1): y = 3x − 7. Substitusi ke (2):
x + 2(3x − 7) = 7 → x + 6x − 14 = 7 → 7x = 21 → x = 3
Maka: y = 3(3) − 7 = 2
Verifikasi ordo B: x+4 = 7 ✓, y+1 = 3 ≠ 7. Karena ordo B harus 7×7, maka soal ini diselesaikan dengan ordo A saja → x = 3, y = 2.
✓ x = 3, y = 2Cari m dan n dengan m + n = 9 dan m × n = 20. Ini seperti mencari akar persamaan kuadrat:
t² − 9t + 20 = 0 → (t−4)(t−5) = 0 → t = 4 atau t = 5
Jadi {m, n} = {4, 5}. Kemungkinan ordo:
- Ordo 4 × 5
- Ordo 5 × 4
Matriks A berordo m×n, artinya:
- Elemen pada satu baris (baris ke-i): sebanyak n elemen (satu untuk setiap kolom).
- Elemen pada satu kolom (kolom ke-j): sebanyak m elemen (satu untuk setiap baris).
Contoh: matriks 3×4, satu baris punya 4 elemen, satu kolom punya 3 elemen.
✓ Baris: n elemen; Kolom: m elemen- Baris: a² − 5 = 4 → a² = 9 → a = ±3
- Kolom: 2b + 1 = 4 → 2b = 3 → b = 1,5
Karena b harus bilangan bulat, b = 1,5 tidak memenuhi. Ini menunjukkan tidak ada bilangan bulat b yang membuat kolom tepat 4. Jika soal mengizinkan bilangan rasional: a = ±3, b = 3/2.
✓ a = ±3, b = 3/2 (tidak ada solusi bulat untuk b)Perkalian matriks A (m×n) × B (n×p) dapat dilakukan jika kolom A = baris B.
- A berordo 3×k: baris A = 3, kolom A = k
- B berordo k×5: baris B = k, kolom B = 5
- Syarat: kolom A = baris B → k = k ✓ (selalu terpenuhi)
- Hasil A × B berordo: 3 × 5
Latihan Soal — Ordo Matriks
Elemen matriks adalah setiap bilangan (entri) yang terdapat dalam matriks. Elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j dinotasikan sebagai aᵢⱼ (dibaca: a sub i j).
Perhatikan matriks A berikut:
- a₁₁ = 3 → baris 1, kolom 1
- a₂₂ = 9 → baris 2, kolom 2
- a₃₃ = 8 → baris 3, kolom 3
- a₁₃ = 1 → baris 1, kolom 3
- a₃₁ = 4 → baris 3, kolom 1
Dalam matriks persegi:
- Diagonal utama: elemen dengan indeks baris = indeks kolom (aᵢᵢ), yaitu a₁₁, a₂₂, a₃₃, …
- Diagonal samping: elemen dari sudut kanan atas ke kiri bawah.
- Elemen dengan i = j → diagonal utama
- Elemen dengan i < j → di atas diagonal utama
- Elemen dengan i > j → di bawah diagonal utama
Contoh Soal — Elemen Matriks
2 7
6 1 ] . Tentukan b₁₂, b₂₁, dan b₃₂!
Ingat: bᵢⱼ = elemen baris ke-i, kolom ke-j.
- b₁₂ = baris 1, kolom 2 = 9
- b₂₁ = baris 2, kolom 1 = 2
- b₃₂ = baris 3, kolom 2 = 1
1 6 2 ] , sebutkan elemen pada baris ke-2!
Baris ke-2 matriks C adalah elemen c₂₁, c₂₂, c₂₃:
Elemen baris ke-2: c₂₁ = 1, c₂₂ = 6, c₂₃ = 2
✓ {1, 6, 2}Elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j dinotasikan aᵢⱼ. Baris ke-2 → i=2, kolom ke-3 → j=3.
Notasinya adalah a₂₃.
✓ a₂₃30 40
50 60 ] , sebutkan elemen kolom ke-1!
Kolom ke-1 adalah elemen d₁₁, d₂₁, d₃₁:
- d₁₁ = 10
- d₂₁ = 30
- d₃₁ = 50
4 2 ] . Sebutkan elemen diagonal utamanya!
Diagonal utama adalah elemen dengan indeks baris = indeks kolom (i = j):
- e₁₁ = 6
- e₂₂ = 2
1 3 5
7 8 9 ] . Tentukan elemen diagonal utama dan diagonal samping!
- Diagonal utama (i=j): f₁₁=2, f₂₂=3, f₃₃=9 → {2, 3, 9}
- Diagonal samping (kanan atas ke kiri bawah): f₁₃=6, f₂₂=3, f₃₁=7 → {6, 3, 7}
2z 5 ] . Jika g₁₁ = 12, g₁₂ = 4, dan g₂₁ = 10, tentukan x, y, dan z!
- g₁₁ = 3x = 12 → x = 4
- g₁₂ = y + 1 = 4 → y = 3
- g₂₁ = 2z = 10 → z = 5
4 5 6
7 8 9 ] !
Elemen di atas diagonal utama memiliki syarat i < j:
- h₁₂ = 2 (i=1, j=2, i<j ✓)
- h₁₃ = 3 (i=1, j=3, i<j ✓)
- h₂₃ = 6 (i=2, j=3, i<j ✓)
Diagonal utama matriks persegi n×n terdiri dari elemen a₁₁, a₂₂, a₃₃, …, aₙₙ. Banyaknya elemen diagonal utama = n buah.
Untuk n = 5: terdapat 5 elemen diagonal utama, yaitu a₁₁, a₂₂, a₃₃, a₄₄, a₅₅.
✓ n elemen; untuk n=5 ada 5 elemen2a b² ] . Jika i₁₁ = 7, i₁₂ = 1, tentukan a, b, dan nilai i₂₁ serta i₂₂!
- i₁₁ = a + b = 7 … (1)
- i₁₂ = a − b = 1 … (2)
(1) + (2): 2a = 8 → a = 4
(1) − (2): 2b = 6 → b = 3
- i₂₁ = 2a = 2(4) = 8
- i₂₂ = b² = 3² = 9
Hitung setiap elemen dengan rumus jᵢⱼ = 2i + 3j:
- j₁₁ = 2(1)+3(1) = 5 | j₁₂ = 2(1)+3(2) = 8 | j₁₃ = 2(1)+3(3) = 11
- j₂₁ = 2(2)+3(1) = 7 | j₂₂ = 2(2)+3(2) = 10 | j₂₃ = 2(2)+3(3) = 13
- j₃₁ = 2(3)+3(1) = 9 | j₃₂ = 2(3)+3(2) = 12 | j₃₃ = 2(3)+3(3) = 15
Hitung elemen satu per satu:
- i=1,j=1: i≥j → 1²−1=0 | i=1,j=2: i<j → 0 | i=1,j=3: i<j → 0
- i=2,j=1: i≥j → 2²−1=3 | i=2,j=2: i≥j → 2²−2=2 | i=2,j=3: i<j → 0
- i=3,j=1: i≥j → 3²−1=8 | i=3,j=2: i≥j → 3²−2=7 | i=3,j=3: i≥j → 3²−3=6
Elemen diagonal utama memiliki i = j, sehingga lᵢᵢ = i × i = i².
- l₁₁ = 1² = 1
- l₂₂ = 2² = 4
- l₃₃ = 3² = 9
- l₄₄ = 4² = 16
Jumlah = 1 + 4 + 9 + 16 = 30
Gunakan rumus mᵢⱼ = (−1)^(i+j) × (i+j):
- m₁₁=(−1)²×2=2 | m₁₂=(−1)³×3=−3 | m₁₃=(−1)⁴×4=4
- m₂₁=(−1)³×3=−3 | m₂₂=(−1)⁴×4=4 | m₂₃=(−1)⁵×5=−5
- m₃₁=(−1)⁴×4=4 | m₃₂=(−1)⁵×5=−5 | m₃₃=(−1)⁶×6=6
Posisi (2,3) berarti i = 2, j = 3.
- Elemen N: n₂₃ = 3(2) − 2(3) + 1 = 6 − 6 + 1 = 1
- Elemen O: o₂₃ = 2² + 3 = 4 + 3 = 7
Perbandingan: n₂₃ = 1 < o₂₃ = 7, sehingga elemen O pada posisi (2,3) lebih besar.
✓ n₂₃=1, o₂₃=7; o₂₃ lebih besar