Pertidaksamaan Nilai Mutlak

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Pertidaksamaan Bentuk Nilai Mutlak (Modulus)

Materi lengkap disertai contoh soal dan latihan

A. Pengertian Nilai Mutlak

Nilai mutlak (modulus) dari suatu bilangan real x ditulis |x|, didefinisikan sebagai jarak bilangan tersebut dari nol pada garis bilangan. Karena jarak selalu bernilai non-negatif, maka |x| β‰₯ 0 untuk setiap bilangan real x.

Definisi Nilai Mutlak

|x| = x,   jika x β‰₯ 0

|x| = βˆ’x,   jika x < 0

πŸ” Kegiatan: Mengamati

Amatilah garis bilangan berikut dan perhatikan nilai mutlak beberapa bilangan:

βˆ’3 βˆ’2 βˆ’1 0 1 2 3 |βˆ’2| = 2 |2| = 2

Dari pengamatan: |βˆ’2| = 2 dan |2| = 2. Keduanya berjarak 2 dari nol.

B. Sifat-Sifat Pertidaksamaan Nilai Mutlak

Pertidaksamaan nilai mutlak adalah pertidaksamaan yang memuat bentuk nilai mutlak. Berikut sifat-sifat utama yang digunakan untuk menyelesaikan pertidaksamaan nilai mutlak:

Sifat 1: Bentuk |f(x)| < a  (dengan a > 0)

|f(x)| < a   ⟺   βˆ’a < f(x) < a

Artinya: Nilai f(x) berada di antara βˆ’a dan a.

βˆ’a a Himpunan Penyelesaian

Sifat 2: Bentuk |f(x)| ≀ a  (dengan a > 0)

|f(x)| ≀ a   ⟺   βˆ’a ≀ f(x) ≀ a

Sama seperti Sifat 1 tetapi termasuk batasnya (titik solid).

βˆ’a a

Sifat 3: Bentuk |f(x)| > a  (dengan a > 0)

|f(x)| > a   ⟺   f(x) < βˆ’a   atau   f(x) > a

Artinya: Nilai f(x) berada di luar interval (βˆ’a, a).

βˆ’a a HP HP

Sifat 4: Bentuk |f(x)| β‰₯ a  (dengan a > 0)

|f(x)| β‰₯ a   ⟺   f(x) ≀ βˆ’a   atau   f(x) β‰₯ a

Sifat 5: Bentuk |f(x)| < |g(x)|

|f(x)| < |g(x)|   ⟺   [f(x)]Β² < [g(x)]Β²

⟺   [f(x)]Β² βˆ’ [g(x)]Β² < 0

⟺   [f(x) βˆ’ g(x)][f(x) + g(x)] < 0

❓ Kegiatan: Menanya

Setelah mengamati sifat-sifat di atas, tanyakan pada dirimu:

  1. Mengapa pada |f(x)| < a, nilai a harus positif?
  2. Apa yang terjadi jika a = 0 atau a < 0?
  3. Bagaimana perbedaan penyelesaian antara tanda “<” dan “>” pada pertidaksamaan nilai mutlak?
  4. Kapan kita menggunakan metode kuadrat (Sifat 5)?

Jawaban singkat:

  • Jika a < 0: |f(x)| < a tidak memiliki penyelesaian (karena nilai mutlak selalu β‰₯ 0).
  • Jika a < 0: |f(x)| > a selalu benar untuk semua x real.
  • Tanda “<” menghasilkan irisan (penyelesaian di antara), tanda “>” menghasilkan gabungan (penyelesaian di luar).
  • Metode kuadrat digunakan ketika kedua ruas memuat nilai mutlak.

C. Langkah-Langkah Penyelesaian

πŸ’‘ Kegiatan: Menalar

Mari kita nalar langkah-langkah sistematis menyelesaikan pertidaksamaan nilai mutlak:

Langkah untuk |f(x)| < a atau |f(x)| ≀ a

  1. Pastikan a > 0 (jika tidak, analisis khusus).
  2. Ubah menjadi: βˆ’a < f(x) < a (atau dengan ≀).
  3. Selesaikan pertidaksamaan ganda tersebut.
  4. Tulis himpunan penyelesaian dalam notasi himpunan atau interval.

Langkah untuk |f(x)| > a atau |f(x)| β‰₯ a

  1. Pastikan a > 0.
  2. Ubah menjadi dua pertidaksamaan: f(x) < βˆ’a ATAU f(x) > a.
  3. Selesaikan masing-masing pertidaksamaan.
  4. Gabungkan kedua penyelesaian (union).

Langkah untuk |f(x)| < |g(x)|

  1. Kuadratkan kedua ruas: [f(x)]Β² < [g(x)]Β².
  2. Pindahkan ke satu ruas: [f(x)]Β² βˆ’ [g(x)]Β² < 0.
  3. Faktorkan: [f(x) βˆ’ g(x)][f(x) + g(x)] < 0.
  4. Gunakan garis bilangan atau tabel tanda untuk menentukan interval penyelesaian.

✏️ Kegiatan: Mencoba

Sekarang, mari kita coba terapkan langkah-langkah di atas melalui contoh soal berikut!

D. Contoh Soal dan Pembahasan

πŸ“— Contoh Soal Tingkat Mudah

Contoh 1

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x| < 4

Lihat Pembahasan

Gunakan Sifat 1: |x| < a ⟺ βˆ’a < x < a

|x| < 4 ⟺ βˆ’4 < x < 4

HP = {x | βˆ’4 < x < 4} = (βˆ’4, 4)

Contoh 2

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x| β‰₯ 3

Lihat Pembahasan

Gunakan Sifat 4: |x| β‰₯ a ⟺ x ≀ βˆ’a atau x β‰₯ a

|x| β‰₯ 3 ⟺ x ≀ βˆ’3 atau x β‰₯ 3

HP = {x | x ≀ βˆ’3 atau x β‰₯ 3} = (βˆ’βˆž, βˆ’3] βˆͺ [3, ∞)

Contoh 3

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x βˆ’ 1| < 5

Lihat Pembahasan

|x βˆ’ 1| < 5 ⟺ βˆ’5 < x βˆ’ 1 < 5

Tambahkan 1 ke semua ruas:

βˆ’5 + 1 < x < 5 + 1

βˆ’4 < x < 6

HP = {x | βˆ’4 < x < 6} = (βˆ’4, 6)

Contoh 4

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x + 2| ≀ 3

Lihat Pembahasan

|x + 2| ≀ 3 ⟺ βˆ’3 ≀ x + 2 ≀ 3

Kurangi 2 ke semua ruas:

βˆ’3 βˆ’ 2 ≀ x ≀ 3 βˆ’ 2

βˆ’5 ≀ x ≀ 1

HP = {x | βˆ’5 ≀ x ≀ 1} = [βˆ’5, 1]

Contoh 5

Tentukan himpunan penyelesaian dari |2x| > 6

Lihat Pembahasan

|2x| > 6 ⟺ 2x < βˆ’6 atau 2x > 6

Bagi dengan 2:

x < βˆ’3 atau x > 3

HP = {x | x < βˆ’3 atau x > 3} = (βˆ’βˆž, βˆ’3) βˆͺ (3, ∞)

πŸ“™ Contoh Soal Tingkat Sedang

Contoh 6

Tentukan himpunan penyelesaian dari |2x βˆ’ 3| < 7

Lihat Pembahasan

|2x βˆ’ 3| < 7 ⟺ βˆ’7 < 2x βˆ’ 3 < 7

Tambah 3: βˆ’7 + 3 < 2x < 7 + 3

βˆ’4 < 2x < 10

Bagi 2: βˆ’2 < x < 5

HP = (βˆ’2, 5)

Contoh 7

Tentukan himpunan penyelesaian dari |3x + 1| β‰₯ 8

Lihat Pembahasan

|3x + 1| β‰₯ 8 ⟺ 3x + 1 ≀ βˆ’8 atau 3x + 1 β‰₯ 8

Kasus 1: 3x + 1 ≀ βˆ’8 β†’ 3x ≀ βˆ’9 β†’ x ≀ βˆ’3

Kasus 2: 3x + 1 β‰₯ 8 β†’ 3x β‰₯ 7 β†’ x β‰₯ 7/3

HP = (βˆ’βˆž, βˆ’3] βˆͺ [7/3, ∞)

Contoh 8

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x βˆ’ 4| > 2x + 1

Lihat Pembahasan

Gunakan definisi nilai mutlak. Titik kritis: x βˆ’ 4 = 0 β†’ x = 4

Kasus 1: x β‰₯ 4 β†’ |x βˆ’ 4| = x βˆ’ 4

x βˆ’ 4 > 2x + 1 β†’ βˆ’5 > x β†’ x < βˆ’5

Irisan dengan x β‰₯ 4: Tidak ada penyelesaian (βˆ…)

Kasus 2: x < 4 β†’ |x βˆ’ 4| = βˆ’(x βˆ’ 4) = 4 βˆ’ x

4 βˆ’ x > 2x + 1 β†’ 3 > 3x β†’ x < 1

Irisan dengan x < 4: x < 1

HP = (βˆ’βˆž, 1)

Contoh 9

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x + 3| < |2x βˆ’ 1|

Lihat Pembahasan

Kuadratkan kedua ruas (sah karena kedua ruas non-negatif):

(x + 3)Β² < (2x βˆ’ 1)Β²

(x + 3)Β² βˆ’ (2x βˆ’ 1)Β² < 0

Faktorkan: [(x + 3) βˆ’ (2x βˆ’ 1)][(x + 3) + (2x βˆ’ 1)] < 0

[x + 3 βˆ’ 2x + 1][x + 3 + 2x βˆ’ 1] < 0

(βˆ’x + 4)(3x + 2) < 0

atau (4 βˆ’ x)(3x + 2) < 0

Titik kritis: x = 4 dan x = βˆ’2/3

Interval (4 βˆ’ x) (3x + 2) Hasil
x < βˆ’2/3 + βˆ’ βˆ’ βœ“
βˆ’2/3 < x < 4 + + +
x > 4 βˆ’ + βˆ’ βœ“

HP = (βˆ’βˆž, βˆ’2/3) βˆͺ (4, ∞)

Contoh 10

Tentukan himpunan penyelesaian dari 2|x βˆ’ 1| + 3 ≀ 11

Lihat Pembahasan

Isolasi nilai mutlak terlebih dahulu:

2|x βˆ’ 1| + 3 ≀ 11

2|x βˆ’ 1| ≀ 8

|x βˆ’ 1| ≀ 4

Gunakan sifat: βˆ’4 ≀ x βˆ’ 1 ≀ 4

Tambah 1: βˆ’3 ≀ x ≀ 5

HP = [βˆ’3, 5]

πŸ“• Contoh Soal Tingkat Sulit

Contoh 11

Tentukan himpunan penyelesaian dari |xΒ² βˆ’ 5x + 4| < 2

Lihat Pembahasan

|xΒ² βˆ’ 5x + 4| < 2 ⟺ βˆ’2 < xΒ² βˆ’ 5x + 4 < 2

Bagian kiri: xΒ² βˆ’ 5x + 4 > βˆ’2

xΒ² βˆ’ 5x + 6 > 0

(x βˆ’ 2)(x βˆ’ 3) > 0

Penyelesaian: x < 2 atau x > 3 … (i)

Bagian kanan: xΒ² βˆ’ 5x + 4 < 2

xΒ² βˆ’ 5x + 2 < 0

Akar: x = (5 Β± √(25βˆ’8))/2 = (5 Β± √17)/2

x₁ = (5 βˆ’ √17)/2 β‰ˆ 0,44 dan xβ‚‚ = (5 + √17)/2 β‰ˆ 4,56

Penyelesaian: (5 βˆ’ √17)/2 < x < (5 + √17)/2 … (ii)

HP = (i) ∩ (ii):

HP = ((5 βˆ’ √17)/2, 2) βˆͺ (3, (5 + √17)/2)

Contoh 12

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x βˆ’ 2| + |x + 1| < 5

Lihat Pembahasan

Titik kritis: x = 2 dan x = βˆ’1. Bagi menjadi 3 interval:

Kasus 1: x < βˆ’1

|xβˆ’2| = 2βˆ’x, |x+1| = βˆ’xβˆ’1

(2βˆ’x) + (βˆ’xβˆ’1) < 5 β†’ 1 βˆ’ 2x < 5 β†’ βˆ’2x < 4 β†’ x > βˆ’2

Irisan dengan x < βˆ’1: βˆ’2 < x < βˆ’1

Kasus 2: βˆ’1 ≀ x < 2

|xβˆ’2| = 2βˆ’x, |x+1| = x+1

(2βˆ’x) + (x+1) < 5 β†’ 3 < 5 βœ“ (selalu benar)

Semua x di [βˆ’1, 2) memenuhi.

Kasus 3: x β‰₯ 2

|xβˆ’2| = xβˆ’2, |x+1| = x+1

(xβˆ’2) + (x+1) < 5 β†’ 2x βˆ’ 1 < 5 β†’ x < 3

Irisan dengan x β‰₯ 2: 2 ≀ x < 3

Gabungan:

HP = (βˆ’2, βˆ’1) βˆͺ [βˆ’1, 2) βˆͺ [2, 3) = (βˆ’2, 3)

Contoh 13

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x + 1| / |x βˆ’ 2| < 2, dengan x β‰  2

Lihat Pembahasan

Karena |x βˆ’ 2| > 0 (β‰  0), kalikan kedua ruas:

|x + 1| < 2|x βˆ’ 2|

Kuadratkan: (x + 1)Β² < 4(x βˆ’ 2)Β²

(x + 1)Β² βˆ’ 4(x βˆ’ 2)Β² < 0

Ekspansi: (xΒ² + 2x + 1) βˆ’ 4(xΒ² βˆ’ 4x + 4) < 0

xΒ² + 2x + 1 βˆ’ 4xΒ² + 16x βˆ’ 16 < 0

βˆ’3xΒ² + 18x βˆ’ 15 < 0

Kalikan (βˆ’1), tanda balik: 3xΒ² βˆ’ 18x + 15 > 0

Bagi 3: xΒ² βˆ’ 6x + 5 > 0

(x βˆ’ 1)(x βˆ’ 5) > 0

Penyelesaian: x < 1 atau x > 5

Ingat syarat x β‰  2 (sudah tercakup karena 2 ∈ (1, 5) yang bukan solusi).

HP = (βˆ’βˆž, 1) βˆͺ (5, ∞)

Contoh 14

Tentukan himpunan penyelesaian dari |xΒ² βˆ’ 4| β‰₯ |3x|

Lihat Pembahasan

Kuadratkan: (xΒ² βˆ’ 4)Β² β‰₯ (3x)Β²

(xΒ² βˆ’ 4)Β² βˆ’ 9xΒ² β‰₯ 0

[(xΒ² βˆ’ 4) βˆ’ 3x][(xΒ² βˆ’ 4) + 3x] β‰₯ 0

(xΒ² βˆ’ 3x βˆ’ 4)(xΒ² + 3x βˆ’ 4) β‰₯ 0

Faktorkan masing-masing:

xΒ² βˆ’ 3x βˆ’ 4 = (x βˆ’ 4)(x + 1)

xΒ² + 3x βˆ’ 4 = (x + 4)(x βˆ’ 1)

Jadi: (x βˆ’ 4)(x + 1)(x + 4)(x βˆ’ 1) β‰₯ 0

Titik kritis: βˆ’4, βˆ’1, 1, 4

Interval Tanda
x < βˆ’4 + βœ“
βˆ’4 < x < βˆ’1 βˆ’
βˆ’1 < x < 1 + βœ“
1 < x < 4 βˆ’
x > 4 + βœ“

Termasuk titik kritis (karena β‰₯).

HP = (βˆ’βˆž, βˆ’4] βˆͺ [βˆ’1, 1] βˆͺ [4, ∞)

Contoh 15

Tentukan himpunan penyelesaian dari |x βˆ’ 1| + |x βˆ’ 3| ≀ |2x βˆ’ 6|

Lihat Pembahasan

Titik kritis: x = 1, x = 3. Perhatikan |2x βˆ’ 6| = 2|x βˆ’ 3|.

Pertidaksamaan menjadi: |x βˆ’ 1| + |x βˆ’ 3| ≀ 2|x βˆ’ 3|

|x βˆ’ 1| ≀ |x βˆ’ 3|

Kuadratkan: (x βˆ’ 1)Β² ≀ (x βˆ’ 3)Β²

xΒ² βˆ’ 2x + 1 ≀ xΒ² βˆ’ 6x + 9

4x ≀ 8

x ≀ 2

HP = (βˆ’βˆž, 2]

πŸ“’ Kegiatan: Mengkomunikasikan

Setelah mempelajari contoh-contoh di atas, komunikasikan pemahamanmu:

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri perbedaan penyelesaian |f(x)| < a dan |f(x)| > a.
  2. Buat rangkuman langkah-langkah penyelesaian dalam bentuk peta konsep.
  3. Diskusikan dengan temanmu: kapan metode definisi (kasus per kasus) lebih efisien dibanding metode kuadrat?
  4. Presentasikan satu contoh soal sulit beserta pembahasannya di depan kelas.

E. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Tuliskan himpunan penyelesaian dalam notasi interval.

πŸ“— Latihan Tingkat Mudah

  1. Tentukan HP dari |x| ≀ 5
  2. Tentukan HP dari |x + 4| < 2
  3. Tentukan HP dari |x βˆ’ 3| > 1
  4. Tentukan HP dari |2x| ≀ 10
  5. Tentukan HP dari |x βˆ’ 5| β‰₯ 4

πŸ“™ Latihan Tingkat Sedang

  1. Tentukan HP dari |3x βˆ’ 2| < 10
  2. Tentukan HP dari |4x + 5| β‰₯ 7
  3. Tentukan HP dari 3|x βˆ’ 2| βˆ’ 5 < 7
  4. Tentukan HP dari |x + 2| < |3x βˆ’ 4|
  5. Tentukan HP dari |x βˆ’ 1| > 2x βˆ’ 3

πŸ“• Latihan Tingkat Sulit

  1. Tentukan HP dari |xΒ² βˆ’ 3x βˆ’ 4| ≀ 6
  2. Tentukan HP dari |x + 2| + |x βˆ’ 4| < 8
  3. Tentukan HP dari |x + 1| / |x βˆ’ 3| β‰₯ 1, x β‰  3
  4. Tentukan HP dari |xΒ² βˆ’ 9| > |4x|
  5. Tentukan HP dari |x βˆ’ 2| + |x + 3| ≀ |2x + 4|

F. Ringkasan

Bentuk Ekuivalen dengan Tipe HP
|f(x)| < a βˆ’a < f(x) < a Irisan (interval tunggal)
|f(x)| ≀ a βˆ’a ≀ f(x) ≀ a Irisan (interval tunggal)
|f(x)| > a f(x) < βˆ’a atau f(x) > a Gabungan (dua interval)
|f(x)| β‰₯ a f(x) ≀ βˆ’a atau f(x) β‰₯ a Gabungan (dua interval)
|f(x)| < |g(x)| [f(x)βˆ’g(x)][f(x)+g(x)] < 0 Metode tabel tanda

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page