Transpos Matriks

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Transpos Matriks

📘 Materi: Transpos Matriks

🔍 Mengamati

Perhatikan matriks berikut:

Matriks A berorde 2×3:

1 2 3
4 5 6

Sekarang perhatikan matriks berikut yang berorde 3×2:

1 4
2 5
3 6

Amati bahwa baris pertama matriks A (1, 2, 3) menjadi kolom pertama pada matriks kedua, dan baris kedua matriks A (4, 5, 6) menjadi kolom kedua. Proses mengubah baris menjadi kolom inilah yang disebut transpos matriks.

❓ Menanya
  • Apa yang dimaksud dengan transpos suatu matriks?
  • Bagaimana cara menentukan transpos dari suatu matriks?
  • Bagaimana ordo matriks berubah setelah ditranspos?
  • Apa sifat-sifat transpos matriks?
💡 Menalar

Definisi Transpos Matriks

Transpos dari matriks A (ditulis AT atau A’) adalah matriks yang diperoleh dengan mengubah setiap baris matriks A menjadi kolom, atau setiap kolom menjadi baris.

Jika A = [aij] berorde m × n, maka AT = [aji] berorde n × m.

Cara Menentukan Transpos

Langkah-langkah menentukan transpos matriks:

  1. Tuliskan baris ke-1 dari matriks asal menjadi kolom ke-1 pada matriks transpos.
  2. Tuliskan baris ke-2 dari matriks asal menjadi kolom ke-2 pada matriks transpos.
  3. Lanjutkan hingga semua baris telah diubah menjadi kolom.
  4. Ordo matriks berubah: jika matriks asal berorde m × n, maka transposnya berorde n × m.

Contoh Ilustrasi:

Jika A =

a b
c d
e f

maka AT =

a c e
b d f

Ordo berubah dari 3×2 menjadi 2×3.

Sifat-Sifat Transpos Matriks

  1. (AT)T = A — Transpos dari transpos suatu matriks sama dengan matriks semula.
  2. (A + B)T = AT + BT — Transpos dari penjumlahan dua matriks sama dengan penjumlahan transpos masing-masing.
  3. (kA)T = k·AT — Transpos dari perkalian skalar sama dengan skalar dikali transpos matriks.
  4. (A·B)T = BT·AT — Transpos dari perkalian dua matriks sama dengan perkalian transpos dalam urutan terbalik.

Matriks Simetris dan Matriks Antisimetris

Matriks Simetris: Matriks persegi A disebut simetris jika AT = A.

Contoh:

1 3
3 5

Ditranspos tetap sama, karena a12 = a21 = 3.

Matriks Antisimetris (Skew-Symmetric): Matriks persegi A disebut antisimetris jika AT = −A.

Contoh:

0 2
−2 0

Ditranspos menjadi negatifnya. Elemen diagonal utama selalu 0.

🧪 Mencoba

Cobalah tentukan transpos dari matriks-matriks berikut secara mandiri:

1. B =

7 8 9
10 11 12

2. C =

2
5
8

3. D =

1 0 −3
4 −2 6
7 8 9
📢 Mengkomunikasikan

Setelah memahami konsep transpos matriks, diskusikan dengan teman:

  • Jelaskan dengan kata-katamu sendiri apa itu transpos matriks.
  • Berikan contoh matriks dan transposnya, lalu jelaskan prosesnya.
  • Buktikan salah satu sifat transpos menggunakan matriks berordo 2×2.

📝 Contoh Soal dan Pembahasan

🟢 Contoh Soal Mudah (1–5)

Soal 1:

Tentukan transpos dari matriks A berikut:

3 7
1 4
Lihat Pembahasan

Untuk menentukan AT, kita ubah baris menjadi kolom:

Baris 1 dari A: (3, 7) → menjadi kolom 1 pada AT

Baris 2 dari A: (1, 4) → menjadi kolom 2 pada AT

AT =

3 1
7 4

Soal 2:

Tentukan transpos dari matriks B =

5 2 8
1 6 3
Lihat Pembahasan

B berorde 2×3, maka BT berorde 3×2.

Baris 1: (5, 2, 8) → kolom 1

Baris 2: (1, 6, 3) → kolom 2

BT =

5 1
2 6
8 3

Soal 3:

Tentukan transpos dari matriks C =

4
9
2
Lihat Pembahasan

C berorde 3×1 (matriks kolom), maka CT berorde 1×3 (matriks baris).

CT =

4 9 2

Soal 4:

Diketahui D =

1 0
0 1

Tentukan DT. Apakah D matriks simetris?

Lihat Pembahasan

DT =

1 0
0 1

DT = D, sehingga D adalah matriks simetris. (D juga merupakan matriks identitas.)

Soal 5:

Tentukan transpos dari matriks E = [6 −2 5] (matriks baris 1×3).

Lihat Pembahasan

E berorde 1×3 (matriks baris), maka ET berorde 3×1 (matriks kolom).

ET =

6
−2
5

🟡 Contoh Soal Sedang (6–10)

Soal 6:

Diketahui A =

2 −1 3
4 0 5
−2 7 1

Tentukan AT dan verifikasi bahwa (AT)T = A.

Lihat Pembahasan

Baris 1: (2, −1, 3) → kolom 1
Baris 2: (4, 0, 5) → kolom 2
Baris 3: (−2, 7, 1) → kolom 3

AT =

2 4 −2
−1 0 7
3 5 1

Transpos AT lagi: baris AT menjadi kolom → kembali ke A semula. Terbukti (AT)T = A. ✓

Soal 7:

Diketahui A =

1 3
2 4

dan B =

5 −1
0 2

Buktikan bahwa (A + B)T = AT + BT.

Lihat Pembahasan

Langkah 1: Hitung A + B

A + B =

6 2
2 6

Langkah 2: (A + B)T

6 2
2 6

Langkah 3: AT + BT

1 2
3 4
+
5 0
−1 2
=
6 2
2 6

Kedua hasil sama. Terbukti (A + B)T = AT + BT. ✓

Soal 8:

Diketahui k = 3 dan A =

2 −1
4 0

Buktikan bahwa (kA)T = k·AT.

Lihat Pembahasan

Ruas kiri: kA = 3A =

6 −3
12 0

(kA)T =

6 12
−3 0

Ruas kanan: AT =

2 4
−1 0

k·AT = 3 ×

6 12
−3 0

Kedua ruas sama. Terbukti. ✓

Soal 9:

Diketahui matriks P =

x 4
−3 y

Jika P adalah matriks simetris, tentukan nilai x dan y.

Lihat Pembahasan

Matriks simetris berarti PT = P.

PT =

x −3
4 y

Agar PT = P, maka elemen yang bersesuaian harus sama:

Posisi (1,2): −3 = 4? → Ini kontradiksi.

Koreksi: Agar P simetris, syaratnya a12 = a21, yaitu 4 = −3, yang tidak mungkin.

Kesimpulan: Tidak ada nilai x dan y yang membuat P simetris dengan elemen off-diagonal 4 dan −3. Matriks P tidak bisa menjadi simetris.

(Catatan: Soal ini melatih pemahaman bahwa tidak semua matriks bisa simetris. Nilai x dan y bebas karena berada di diagonal, namun syarat utama a12 = a21 tidak terpenuhi.)

Soal 10:

Diketahui matriks Q =

0 a
−5 0

Jika Q adalah matriks antisimetris, tentukan nilai a.

Lihat Pembahasan

Matriks antisimetris berarti QT = −Q.

QT =

0 −5
a 0

−Q =

0 −a
5 0

Dari QT = −Q:

Posisi (1,2): −5 = −a → a = 5

Posisi (2,1): a = 5 ✓ (konsisten)

Jadi a = 5.

🔴 Contoh Soal Sulit (11–15)

Soal 11:

Diketahui A =

1 2
3 4

dan B =

2 0
1 5

Buktikan bahwa (A·B)T = BT·AT.

Lihat Pembahasan

Langkah 1: Hitung A·B

AB11 = 1(2)+2(1) = 4

AB12 = 1(0)+2(5) = 10

AB21 = 3(2)+4(1) = 10

AB22 = 3(0)+4(5) = 20

A·B =

4 10
10 20

Langkah 2: (A·B)T

4 10
10 20

Langkah 3: Hitung BT·AT

BT =

2 1
0 5
,

AT =

1 3
2 4

BT·AT:

(1,1): 2(1)+1(2) = 4

(1,2): 2(3)+1(4) = 10

(2,1): 0(1)+5(2) = 10

(2,2): 0(3)+5(4) = 20

BT·AT =

4 10
10 20

Kedua hasil sama. Terbukti (A·B)T = BT·AT. ✓

Soal 12:

Diketahui matriks M =

a 2 −1
b 3 c
4 d 5

Jika M adalah matriks simetris, tentukan nilai a, b, c, dan d.

Lihat Pembahasan

Matriks simetris: MT = M, artinya mij = mji untuk semua i, j.

Dari posisi (1,2) dan (2,1): 2 = b → b = 2

Dari posisi (1,3) dan (3,1): −1 = 4 → Kontradiksi!

Tunggu — mari periksa ulang. Posisi (1,3) = −1, posisi (3,1) = 4. Agar simetris: −1 harus sama dengan 4, yang tidak mungkin.

Koreksi soal: Agar soal konsisten, seharusnya elemen (3,1) = −1 juga. Maka anggap M =

a 2 −1
b 3 c
−1 d 5

Maka:

m12 = m21: 2 = b → b = 2

m13 = m31: −1 = −1 ✓

m23 = m32: c = d

Elemen diagonal (a, 3, 5) bebas.

Jawaban: b = 2, a bebas, c = d (nilainya sama).

Soal 13:

Buktikan bahwa untuk sebarang matriks persegi A, matriks A + AT selalu simetris.

Lihat Pembahasan

Bukti:

Misalkan S = A + AT.

Kita perlu buktikan ST = S.

ST = (A + AT)T

= AT + (AT)T   (sifat transpos penjumlahan)

= AT + A   (sifat transpos ganda)

= A + AT   (sifat komutatif penjumlahan matriks)

= S

Karena ST = S, maka A + AT selalu simetris. ∎

Soal 14:

Buktikan bahwa untuk sebarang matriks persegi A, matriks A − AT selalu antisimetris.

Lihat Pembahasan

Bukti:

Misalkan K = A − AT.

Kita perlu buktikan KT = −K.

KT = (A − AT)T

= AT − (AT)T

= AT − A

= −(A − AT)

= −K

Karena KT = −K, maka A − AT selalu antisimetris. ∎

Soal 15:

Diketahui A =

3 1
−2 4

Nyatakan A sebagai jumlah matriks simetris dan matriks antisimetris.

Lihat Pembahasan

Setiap matriks persegi dapat ditulis sebagai: A = ½(A + AT) + ½(A − AT)

Langkah 1: Hitung AT

AT =

3 −2
1 4

Langkah 2: Bagian simetris S = ½(A + AT)

A + AT =

6 −1
−1 8

S = ½(A + AT) =

3 −½
−½ 4

Langkah 3: Bagian antisimetris K = ½(A − AT)

A − AT =

0 3
−3 0

K = ½(A − AT) =

0 3/2
−3/2 0

Verifikasi: S + K =

3 −½ + 3/2
−½ + (−3/2) 4
=
3 1
−2 4
= A ✓

✏️ Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri tanpa melihat pembahasan.

🟢 Latihan Mudah (1–5)

1.

Tentukan transpos dari matriks:

5 −3
2 7

2.

Tentukan transpos dari matriks:

1 4 7
2 5 8

3.

Tentukan transpos dari matriks kolom:

−1
3
6
0

4.

Tentukan transpos dari matriks:

9 0 −2

5.

Diketahui A =

4 4
4 4

Tentukan AT. Apakah A simetris?

🟡 Latihan Sedang (6–10)

6.

Diketahui A =

1 −2 3
0 4 −1
5 2 6

Tentukan AT dan verifikasi (AT)T = A.

7.

Diketahui P =

2 1
3 −1

dan Q =

0 4
−2 5

Buktikan (P + Q)T = PT + QT.

8.

Diketahui k = −2 dan R =

3 −1
5 2

Buktikan (kR)T = k·RT.

9.

Diketahui matriks:

0 x −3
−7 0 y
3 4 0

Jika matriks tersebut antisimetris, tentukan x dan y.

10.

Diketahui matriks:

5 a
b −2

Jika matriks tersebut simetris, tentukan hubungan a dan b.

🔴 Latihan Sulit (11–15)

11.

Diketahui A =

2 1
0 3

dan B =

1 −1
4 2

Buktikan bahwa (A·B)T = BT·AT.

12.

Diketahui A =

4 −1
3 2

Nyatakan A sebagai jumlah matriks simetris dan matriks antisimetris.

13.

Buktikan bahwa jika A dan B adalah matriks simetris dengan ordo sama, maka A + B juga simetris.

14.

Diketahui A =

1 2 3
0 −1 4

dan B =

2 −1
0 3
1 5

Hitung (A·B)T dan BT·AT, lalu verifikasi kesamaannya.

15.

Buktikan bahwa untuk matriks persegi A, matriks A·AT selalu simetris.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page