Transformasi Regangan dalam Arah Sumbu X dan Sumbu Y

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Transformasi Regangan dalam Arah Sumbu X dan Sumbu Y

Materi Transformasi Geometri

1. Pengertian Transformasi Regangan

Kegiatan: Mengamati

Perhatikan ilustrasi berikut. Sebuah titik P(x, y) mengalami regangan sehingga menjadi titik P'(x’, y’). Perhatikan bagaimana koordinat titik berubah setelah diregangkan.

x y O P(x, y) P'(kx, y) P”(x, ky) Regangan arah X Regangan arah Y

Kegiatan: Menanya

  • Apa yang dimaksud dengan transformasi regangan?
  • Bagaimana perbedaan regangan arah sumbu X dan arah sumbu Y?
  • Apa pengaruh faktor skala k terhadap bentuk objek geometri?
  • Bagaimana rumus matriks transformasi regangan?

Kegiatan: Menalar

Transformasi Regangan (Stretching) adalah suatu transformasi yang mengubah jarak suatu titik terhadap sumbu koordinat tertentu dengan faktor skala k (k > 0, k ≠ 1).

Terdapat dua jenis regangan:

  • Regangan arah sumbu X dengan faktor skala k: mengubah koordinat x menjadi kx, sedangkan koordinat y tetap.
  • Regangan arah sumbu Y dengan faktor skala k: mengubah koordinat y menjadi ky, sedangkan koordinat x tetap.

Catatan penting:

  • Jika k > 1, objek akan meregang (menjauhi sumbu).
  • Jika 0 < k < 1, objek akan menyusut (mendekati sumbu).
  • Regangan berbeda dengan dilatasi. Dilatasi memperbesar/memperkecil ke segala arah, sedangkan regangan hanya ke satu arah.

2. Regangan dalam Arah Sumbu X

Regangan dalam arah sumbu X dengan faktor skala k mengubah titik P(x, y) menjadi P'(x’, y’) dengan aturan:

P(x, y) → P'(kx, y)

atau dalam notasi matriks:

x’ y’ = k0 01 x y

Penjelasan:

  • Koordinat x dikalikan dengan faktor skala k.
  • Koordinat y tetap tidak berubah.
  • Titik-titik pada sumbu Y (x = 0) tidak berubah posisinya.
  • Matriks transformasinya adalah k001

Ilustrasi Regangan Arah Sumbu X (k = 2)

x y O 1 2 3 4 5 6 1 2 3 Asli Hasil (k=2) (1,2) (3,2) (2,2) (6,2) Bangun asli Hasil regangan

Kegiatan: Mencoba

Tentukan bayangan titik-titik berikut oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 3:

  1. A(2, 5) → A'(… , …)
  2. B(-1, 4) → B'(… , …)
  3. C(0, 7) → C'(… , …)

Jawaban: A'(6, 5), B'(-3, 4), C'(0, 7)

3. Regangan dalam Arah Sumbu Y

Regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor skala k mengubah titik P(x, y) menjadi P'(x’, y’) dengan aturan:

P(x, y) → P'(x, ky)

atau dalam notasi matriks:

x’ y’ = 10 0k x y

Penjelasan:

  • Koordinat x tetap tidak berubah.
  • Koordinat y dikalikan dengan faktor skala k.
  • Titik-titik pada sumbu X (y = 0) tidak berubah posisinya.
  • Matriks transformasinya adalah 100k

Ilustrasi Regangan Arah Sumbu Y (k = 2)

x y O 1 2 3 4 1 2 3 4 5 Asli Hasil (k=2) (1,2) (1,4) Bangun asli Hasil regangan

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Diskusikan dengan teman sekelompokmu:

  1. Jelaskan perbedaan antara regangan arah sumbu X dan regangan arah sumbu Y dengan kata-katamu sendiri.
  2. Berikan contoh penerapan regangan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya: memperlebar foto hanya ke samping).
  3. Apa yang terjadi pada luas bangun datar jika dikenai regangan dengan faktor k? Buktikan dengan contoh!

Tabel Perbandingan Regangan Arah Sumbu X dan Sumbu Y

Aspek Regangan Arah Sumbu X Regangan Arah Sumbu Y
Rumus P(x, y) → P'(kx, y) P(x, y) → P'(x, ky)
Koordinat yang berubah Koordinat x Koordinat y
Koordinat yang tetap Koordinat y Koordinat x
Titik yang tidak berubah Titik pada sumbu Y Titik pada sumbu X
Matriks Transformasi k001 100k
Efek pada bangun Melebar/menyempit horizontal Memanjang/memendek vertikal
Perubahan luas Luas × k Luas × k

4. Contoh Soal dan Pembahasan

Mudah Contoh Soal Tingkat Mudah

Contoh 1

Tentukan bayangan titik A(3, 4) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor skala k = 2.

Pembahasan

Diketahui: A(3, 4), regangan arah sumbu X, k = 2

Rumus: P(x, y) → P'(kx, y)

Penyelesaian:

A(3, 4) → A'(2×3, 4) = A'(6, 4)

Jadi, bayangan titik A adalah A'(6, 4).

Contoh 2

Tentukan bayangan titik B(5, -2) oleh regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor skala k = 3.

Pembahasan

Diketahui: B(5, -2), regangan arah sumbu Y, k = 3

Rumus: P(x, y) → P'(x, ky)

Penyelesaian:

B(5, -2) → B'(5, 3×(-2)) = B'(5, -6)

Jadi, bayangan titik B adalah B'(5, -6).

Contoh 3

Tentukan bayangan titik C(-4, 6) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor skala k = ½.

Pembahasan

Diketahui: C(-4, 6), regangan arah sumbu X, k = ½

Rumus: P(x, y) → P'(kx, y)

Penyelesaian:

C(-4, 6) → C'(½×(-4), 6) = C'(-2, 6)

Jadi, bayangan titik C adalah C'(-2, 6).

Contoh 4

Tentukan bayangan titik D(0, 8) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor skala k = 5.

Pembahasan

Diketahui: D(0, 8), regangan arah sumbu X, k = 5

Rumus: P(x, y) → P'(kx, y)

Penyelesaian:

D(0, 8) → D'(5×0, 8) = D'(0, 8)

Catatan: Karena x = 0 (titik pada sumbu Y), titik tidak berubah posisi.

Jadi, bayangan titik D adalah D'(0, 8) (tetap).

Contoh 5

Tentukan bayangan titik E(7, 0) oleh regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor skala k = 4.

Pembahasan

Diketahui: E(7, 0), regangan arah sumbu Y, k = 4

Rumus: P(x, y) → P'(x, ky)

Penyelesaian:

E(7, 0) → E'(7, 4×0) = E'(7, 0)

Catatan: Karena y = 0 (titik pada sumbu X), titik tidak berubah posisi pada regangan arah Y.

Jadi, bayangan titik E adalah E'(7, 0) (tetap).

Sedang Contoh Soal Tingkat Sedang

Contoh 6

Segitiga ABC dengan A(1, 2), B(4, 2), dan C(1, 5) dikenai regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 3. Tentukan koordinat bayangan segitiga tersebut dan luas bayangan.

Pembahasan

Diketahui: A(1, 2), B(4, 2), C(1, 5), regangan arah sumbu X, k = 3

Rumus: P(x, y) → P'(kx, y) = P'(3x, y)

Penyelesaian:

A(1, 2) → A'(3×1, 2) = A'(3, 2)

B(4, 2) → B'(3×4, 2) = B'(12, 2)

C(1, 5) → C'(3×1, 5) = C'(3, 5)

Luas asli:

Alas = |4 – 1| = 3, Tinggi = |5 – 2| = 3

Luas = ½ × 3 × 3 = 4,5 satuan luas

Luas bayangan:

Alas baru = |12 – 3| = 9, Tinggi baru = |5 – 2| = 3

Luas = ½ × 9 × 3 = 13,5 satuan luas

Atau: Luas bayangan = k × Luas asli = 3 × 4,5 = 13,5

Jadi, bayangan segitiga: A'(3, 2), B'(12, 2), C'(3, 5) dengan luas 13,5 satuan luas.

Contoh 7

Garis y = 2x + 3 dikenai regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor k = 4. Tentukan persamaan bayangan garis tersebut.

Pembahasan

Diketahui: y = 2x + 3, regangan arah sumbu Y, k = 4

Rumus: P(x, y) → P'(x, ky) → P'(x, 4y)

Penyelesaian:

Misalkan titik bayangan P'(x’, y’), maka:

x’ = x → x = x’

y’ = 4y → y = y’/4

Substitusi ke persamaan asli y = 2x + 3:

y’/4 = 2x’ + 3

y’ = 4(2x’ + 3)

y’ = 8x’ + 12

Jadi, persamaan bayangan garis adalah y = 8x + 12.

Contoh 8

Garis 3x + 2y = 6 dikenai regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 2. Tentukan persamaan bayangan garis tersebut.

Pembahasan

Diketahui: 3x + 2y = 6, regangan arah sumbu X, k = 2

Rumus: P(x, y) → P'(2x, y)

Penyelesaian:

Misalkan titik bayangan P'(x’, y’), maka:

x’ = 2x → x = x’/2

y’ = y → y = y’

Substitusi ke persamaan asli 3x + 2y = 6:

3(x’/2) + 2y’ = 6

3x’/2 + 2y’ = 6

3x’ + 4y’ = 12

Jadi, persamaan bayangan garis adalah 3x + 4y = 12.

Contoh 9

Tentukan bayangan titik P(6, -3) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = ⅓ dilanjutkan regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor k = 2.

Pembahasan

Diketahui: P(6, -3), regangan arah X (k₁ = ⅓), lalu regangan arah Y (k₂ = 2)

Penyelesaian:

Langkah 1: Regangan arah sumbu X, k₁ = ⅓

P(6, -3) → P₁(⅓×6, -3) = P₁(2, -3)

Langkah 2: Regangan arah sumbu Y, k₂ = 2

P₁(2, -3) → P'(2, 2×(-3)) = P'(2, -6)

Jadi, bayangan akhir titik P adalah P'(2, -6).

Contoh 10

Persegi ABCD dengan A(0, 0), B(2, 0), C(2, 2), D(0, 2) dikenai regangan arah sumbu Y dengan faktor k = 3. Tentukan bayangan dan perbandingan luas asli terhadap bayangan.

Pembahasan

Diketahui: A(0,0), B(2,0), C(2,2), D(0,2), regangan arah Y, k = 3

Rumus: P(x, y) → P'(x, 3y)

Penyelesaian:

A(0, 0) → A'(0, 0)

B(2, 0) → B'(2, 0)

C(2, 2) → C'(2, 6)

D(0, 2) → D'(0, 6)

Luas asli (persegi): 2 × 2 = 4 satuan luas

Luas bayangan (persegi panjang): 2 × 6 = 12 satuan luas

Perbandingan: Luas asli : Luas bayangan = 4 : 12 = 1 : 3 = 1 : k

Jadi, bayangan: A'(0,0), B'(2,0), C'(2,6), D'(0,6). Perbandingan luas = 1 : 3.

Sulit Contoh Soal Tingkat Sulit

Contoh 11

Parabola y = x² – 4x + 3 dikenai regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 2. Tentukan persamaan bayangan parabola tersebut.

Pembahasan

Diketahui: y = x² – 4x + 3, regangan arah sumbu X, k = 2

Rumus: P(x, y) → P'(2x, y)

Penyelesaian:

Misalkan P'(x’, y’), maka:

x’ = 2x → x = x’/2

y’ = y → y = y’

Substitusi ke persamaan asli:

y’ = (x’/2)² – 4(x’/2) + 3

y’ = x’²/4 – 2x’ + 3

Jadi, persamaan bayangan adalah y = x²/4 – 2x + 3 atau y = ¼x² – 2x + 3.

Contoh 12

Lingkaran x² + y² = 9 dikenai regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor k = 2. Tentukan persamaan bayangan kurva dan sebutkan jenis kurva bayangannya.

Pembahasan

Diketahui: x² + y² = 9, regangan arah sumbu Y, k = 2

Rumus: P(x, y) → P'(x, 2y)

Penyelesaian:

Misalkan P'(x’, y’), maka:

x’ = x → x = x’

y’ = 2y → y = y’/2

Substitusi ke persamaan asli:

(x’)² + (y’/2)² = 9

x’² + y’²/4 = 9

x²/9 + y²/36 = 1

Ini adalah persamaan elips dengan a² = 9 dan b² = 36 (sumbu mayor vertikal).

Jadi, bayangan kurva adalah x²/9 + y²/36 = 1 (elips).

Contoh 13

Tentukan matriks transformasi gabungan dari regangan arah sumbu X dengan faktor k₁ = 3 dilanjutkan regangan arah sumbu Y dengan faktor k₂ = 2. Kemudian tentukan bayangan titik P(4, -1) oleh transformasi gabungan tersebut.

Pembahasan

Diketahui: Regangan X (k₁=3) lalu regangan Y (k₂=2), titik P(4, -1)

Penyelesaian:

Matriks regangan arah X (k₁=3):

M₁ = 3001

Matriks regangan arah Y (k₂=2):

M₂ = 1002

Matriks gabungan: M = M₂ × M₁ (transformasi kedua × transformasi pertama)

M = 1002 3001 = 3002

Bayangan P(4, -1):

x’y’ = 3002 4-1 = 12-2

Jadi, matriks gabungan = 3002 dan bayangan P'(12, -2).

Contoh 14

Kurva y = sin(x) dikenai regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 2 dan regangan arah sumbu Y dengan faktor k = 3. Tentukan persamaan bayangan kurva tersebut.

Pembahasan

Diketahui: y = sin(x), regangan X (k=2), regangan Y (k=3)

Penyelesaian:

Transformasi gabungan: P(x,y) → P'(2x, 3y)

Maka: x’ = 2x → x = x’/2

y’ = 3y → y = y’/3

Substitusi ke y = sin(x):

y’/3 = sin(x’/2)

y’ = 3 sin(x’/2)

Catatan: Regangan X memperbesar periode (dari 2π menjadi 4π) dan regangan Y memperbesar amplitudo (dari 1 menjadi 3).

Jadi, persamaan bayangan adalah y = 3 sin(x/2).

Contoh 15

Diketahui bayangan titik A oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k adalah A'(12, -5), dan bayangan titik A oleh regangan arah sumbu Y dengan faktor yang sama k adalah A”(4, -15). Tentukan koordinat titik A dan nilai k.

Pembahasan

Diketahui:

Regangan arah X: A(x, y) → A'(kx, y) = A'(12, -5)

Regangan arah Y: A(x, y) → A”(x, ky) = A”(4, -15)

Penyelesaian:

Dari regangan arah X: kx = 12 dan y = -5

Dari regangan arah Y: x = 4 dan ky = -15

Dari persamaan kedua: x = 4

Substitusi ke kx = 12: k(4) = 12 → k = 3

Verifikasi: ky = -15 → 3(-5) = -15 ✓

Jadi, titik A(4, -5) dan k = 3.

5. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Gunakan rumus yang telah dipelajari.

Mudah Latihan Tingkat Mudah

  1. Tentukan bayangan titik P(4, 7) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor skala k = 2.
  2. Tentukan bayangan titik Q(-3, 5) oleh regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor skala k = 4.
  3. Tentukan bayangan titik R(8, -1) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor skala k = ½.
  4. Tentukan bayangan titik S(0, -6) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor skala k = 7.
  5. Tentukan bayangan titik T(10, 0) oleh regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor skala k = 5.

Sedang Latihan Tingkat Sedang

  1. Segitiga PQR dengan P(2, 1), Q(6, 1), R(2, 4) dikenai regangan arah sumbu X dengan faktor k = 2. Tentukan koordinat bayangan dan luas bayangan segitiga.
  2. Garis y = 3x – 2 dikenai regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor k = 2. Tentukan persamaan bayangan garis tersebut.
  3. Garis 2x + 5y = 10 dikenai regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 3. Tentukan persamaan bayangan garis tersebut.
  4. Tentukan bayangan titik M(-6, 8) oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = ⅔ dilanjutkan regangan arah sumbu Y dengan faktor k = ¼.
  5. Persegi panjang dengan titik sudut A(1, 1), B(5, 1), C(5, 3), D(1, 3) dikenai regangan arah sumbu Y dengan faktor k = 2. Tentukan bayangan dan perbandingan luas.

Sulit Latihan Tingkat Sulit

  1. Parabola y = x² + 2x – 3 dikenai regangan dalam arah sumbu Y dengan faktor k = 2. Tentukan persamaan bayangan kurva.
  2. Lingkaran x² + y² = 16 dikenai regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 3. Tentukan persamaan bayangan kurva dan sebutkan jenis kurvanya.
  3. Tentukan matriks transformasi gabungan dari regangan arah sumbu Y dengan faktor k₁ = 4 dilanjutkan regangan arah sumbu X dengan faktor k₂ = ½. Kemudian tentukan bayangan titik A(-2, 5) oleh transformasi gabungan.
  4. Diketahui bayangan titik B oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k adalah B'(15, 4), dan bayangan titik B oleh regangan arah sumbu Y dengan faktor yang sama k adalah B”(3, 20). Tentukan koordinat titik B dan nilai k.
  5. Kurva y = x³ – 3x dikenai regangan arah sumbu X dengan faktor k = 3 dan regangan arah sumbu Y dengan faktor k = 9. Tentukan persamaan bayangan kurva dan tunjukkan bahwa kurva bayangan memiliki bentuk serupa dengan kurva aslinya.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page