Matematika SMA/MA/SMK/MAK
Tafsiran Geometri untuk Determinan Suatu Matriks Transformasi
Pendahuluan
Determinan suatu matriks transformasi memiliki makna geometri yang sangat penting. Determinan menunjukkan faktor perubahan luas (dalam 2D) atau volume (dalam 3D) dari suatu daerah ketika daerah tersebut mengalami transformasi linear.
Jika suatu matriks transformasi (abcd) diterapkan pada suatu daerah, maka:
Luas bayangan = |det(M)| Γ Luas asal
dengan det(M) = ad β bc
Tanda determinan juga memiliki makna:
- det(M) > 0: Orientasi daerah dipertahankan
- det(M) < 0: Orientasi daerah dibalik (seperti cermin)
- det(M) = 0: Daerah diratakan menjadi garis atau titik (luas = 0)
- |det(M)| > 1: Daerah diperbesar
- |det(M)| < 1: Daerah diperkecil
- |det(M)| = 1: Luas daerah tetap
π Kegiatan: Mengamati
Perhatikan persegi satuan dengan titik-titik sudut O(0,0), A(1,0), B(1,1), C(0,1). Luas persegi ini = 1 satuan luas.
Jika transformasi menggunakan matriks (2102), maka:
det(M) = (2)(2) β (1)(0) = 4
Luas bayangan = |4| Γ 1 = 4 satuan luas
Amati bahwa determinan = 4 berarti luas daerah menjadi 4 kali lipat dari luas asal.
β Kegiatan: Menanya
Setelah mengamati, coba ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Mengapa nilai mutlak determinan menyatakan faktor perubahan luas?
- Apa yang terjadi secara geometri jika determinan bernilai negatif?
- Bagaimana jika determinan bernilai 0? Apa bentuk bayangannya?
- Apakah rumus ini berlaku untuk semua bentuk daerah, bukan hanya persegi?
- Bagaimana hubungan determinan dengan transformasi berupa rotasi dan refleksi?
Materi Inti
1. Definisi dan Rumus
Diberikan matriks transformasi:
M = (abcd)
det(M) = ad β bc
Jika daerah D memiliki luas L, maka setelah ditransformasi oleh M, luas bayangan D’ adalah:
Luas D’ = |det(M)| Γ L
2. Tafsiran Geometri Berdasarkan Nilai Determinan
| Nilai det(M) | Tafsiran Geometri | Contoh Transformasi |
|---|---|---|
| det(M) = 1 | Luas tetap, orientasi tetap | Rotasi, geser (shear) |
| det(M) = β1 | Luas tetap, orientasi terbalik | Refleksi (pencerminan) |
| |det(M)| > 1 | Luas diperbesar | Dilatasi dengan k > 1 |
| 0 < |det(M)| < 1 | Luas diperkecil | Dilatasi dengan 0 < k < 1 |
| det(M) = 0 | Daerah menjadi garis/titik (singular) | Proyeksi ke garis |
3. Determinan pada Transformasi Khusus
a. Rotasi sebesar ΞΈ
Matriks rotasi: (cos ΞΈβsin ΞΈsin ΞΈcos ΞΈ)
det = cosΒ²ΞΈ + sinΒ²ΞΈ = 1
β Rotasi selalu mempertahankan luas dan orientasi.
b. Refleksi terhadap sumbu-x
Matriks refleksi: (100β1)
det = (1)(β1) β (0)(0) = β1
β Refleksi mempertahankan luas tetapi membalik orientasi.
c. Dilatasi dengan faktor k
Matriks dilatasi: (k00k)
det = kΒ²
β Luas menjadi kΒ² kali luas asal. Jika k = 2, luas menjadi 4 kali lipat.
d. Komposisi Dua Transformasi
Jika daerah ditransformasi oleh Mβ kemudian Mβ, maka matriks komposisi = Mβ Γ Mβ, dan:
det(Mβ Γ Mβ) = det(Mβ) Γ det(Mβ)
β Faktor perubahan luas pada komposisi = perkalian faktor masing-masing.
π‘ Kegiatan: Menalar
Dari materi di atas, kita dapat menyimpulkan:
- Mengapa determinan = faktor luas? Karena vektor basis (10) dan (01) membentuk persegi satuan (luas 1). Setelah transformasi, keduanya menjadi kolom-kolom matriks. Luas jajaran genjang yang dibentuk oleh dua vektor kolom tersebut = |det(M)|.
- Tanda negatif menunjukkan bahwa urutan titik (berlawanan jarum jam menjadi searah jarum jam) berubah β ini terjadi pada pencerminan.
- Determinan nol berarti kedua kolom matriks segaris (linearly dependent), sehingga seluruh bidang “diratakan” menjadi garis.
- Rumus berlaku untuk semua bentuk daerah, bukan hanya persegi, karena setiap daerah dapat diaproksimasi oleh persegi-persegi kecil.
π§ͺ Kegiatan: Mencoba
Coba lakukan aktivitas berikut:
- Gambar persegi satuan dengan titik sudut O(0,0), A(1,0), B(1,1), C(0,1).
- Terapkan matriks (3102) pada setiap titik sudut.
- Gambar bayangan yang terbentuk dan hitung luasnya menggunakan rumus jaring (shoelace formula).
- Bandingkan luas bayangan dengan |det(M)| Γ luas asal.
- Ulangi untuk matriks (1224). Apa yang terjadi? (Petunjuk: det = 0)
π’ Kegiatan: Mengkomunikasikan
Tuliskan dan presentasikan kesimpulan Anda:
- Jelaskan dengan kata-kata sendiri apa makna geometri dari determinan.
- Berikan contoh transformasi dengan det > 0, det < 0, dan det = 0, beserta gambar sketsanya.
- Jelaskan mengapa rotasi selalu memiliki determinan 1.
- Diskusikan dengan teman: “Apakah mungkin ada transformasi yang memperbesar luas tetapi membalik orientasi?”
Contoh Soal dan Pembahasan
Tingkat Mudah
Contoh 1:
Diketahui matriks transformasi M = (2003). Sebuah persegi memiliki luas 5 satuan luas. Tentukan luas bayangan persegi tersebut!
Lihat Pembahasan
Langkah 1: Hitung determinan M
det(M) = (2)(3) β (0)(0) = 6
Langkah 2: Hitung luas bayangan
Luas bayangan = |det(M)| Γ Luas asal = |6| Γ 5 = 30 satuan luas
Tafsiran: Daerah diperbesar 6 kali, orientasi tetap (det > 0).
Contoh 2:
Matriks refleksi terhadap sumbu-y adalah M = (β1001). Sebuah segitiga memiliki luas 12 satuan luas. Tentukan luas bayangan segitiga tersebut!
Lihat Pembahasan
det(M) = (β1)(1) β (0)(0) = β1
Luas bayangan = |β1| Γ 12 = 12 satuan luas
Tafsiran: Luas tetap (|det| = 1), tetapi orientasi terbalik karena det < 0.
Contoh 3:
Matriks dilatasi dengan faktor 3 adalah M = (3003). Tentukan perbandingan luas bayangan terhadap luas asal!
Lihat Pembahasan
det(M) = (3)(3) β (0)(0) = 9
Perbandingan = |det(M)| = 9
Artinya luas bayangan = 9 Γ luas asal (diperbesar 9 kali).
Contoh 4:
Diketahui M = (1001) (matriks identitas). Jika luas daerah asal adalah 7 satuan luas, berapa luas bayangannya?
Lihat Pembahasan
det(M) = (1)(1) β (0)(0) = 1
Luas bayangan = |1| Γ 7 = 7 satuan luas
Tafsiran: Matriks identitas tidak mengubah daerah sama sekali.
Contoh 5:
Matriks M = (4000) diterapkan pada persegi satuan. Tentukan luas bayangan dan jelaskan bentuknya!
Lihat Pembahasan
det(M) = (4)(0) β (0)(0) = 0
Luas bayangan = |0| Γ 1 = 0 satuan luas
Tafsiran: Determinan nol berarti daerah “diratakan”. Semua titik dipetakan ke sumbu-x (menjadi ruas garis), sehingga luasnya 0.
Tingkat Sedang
Contoh 6:
Segitiga dengan titik sudut A(0,0), B(4,0), C(0,3) ditransformasi oleh M = (21β13). Tentukan luas bayangan segitiga tersebut!
Lihat Pembahasan
Langkah 1: Hitung luas segitiga asal
Luas = Β½ Γ alas Γ tinggi = Β½ Γ 4 Γ 3 = 6 satuan luas
Langkah 2: Hitung det(M)
det(M) = (2)(3) β (1)(β1) = 6 + 1 = 7
Langkah 3: Hitung luas bayangan
Luas bayangan = |7| Γ 6 = 42 satuan luas
Contoh 7:
Sebuah daerah dengan luas 10 satuan luas ditransformasi oleh Mβ = (2001) kemudian Mβ = (1003). Tentukan luas bayangan akhir!
Lihat Pembahasan
det(Mβ) = (2)(1) β (0)(0) = 2
det(Mβ) = (1)(3) β (0)(0) = 3
det(Mβ Γ Mβ) = det(Mβ) Γ det(Mβ) = 3 Γ 2 = 6
Luas bayangan = |6| Γ 10 = 60 satuan luas
Contoh 8:
Luas bayangan suatu daerah setelah ditransformasi oleh M = (a213) adalah 20 satuan luas. Jika luas daerah asal 4 satuan luas, tentukan nilai a!
Lihat Pembahasan
Luas bayangan = |det(M)| Γ Luas asal
20 = |det(M)| Γ 4
|det(M)| = 5
det(M) = 3a β 2
|3a β 2| = 5
3a β 2 = 5 atau 3a β 2 = β5
a = 7/3 atau a = β1
Nilai a = 7/3 atau a = β1
Contoh 9:
Matriks rotasi 45Β° adalah M = (Β½β2βΒ½β2Β½β2Β½β2). Verifikasi bahwa determinannya = 1 dan tentukan luas bayangan lingkaran dengan luas Ο!
Lihat Pembahasan
det(M) = (Β½β2)(Β½β2) β (βΒ½β2)(Β½β2)
= Β½ β (βΒ½) = Β½ + Β½ = 1 β
Luas bayangan = |1| Γ Ο = Ο satuan luas
Tafsiran: Rotasi mempertahankan luas, lingkaran tetap menjadi lingkaran dengan luas sama.
Contoh 10:
Persegi dengan titik sudut (0,0), (2,0), (2,2), (0,2) ditransformasi oleh matriks geser (shear) M = (1301). Tentukan luas bayangan dan jelaskan bentuknya!
Lihat Pembahasan
Luas persegi asal = 2 Γ 2 = 4 satuan luas
det(M) = (1)(1) β (3)(0) = 1
Luas bayangan = |1| Γ 4 = 4 satuan luas
Tafsiran: Meskipun bentuk berubah dari persegi menjadi jajar genjang (karena geser/shear), luasnya tetap sama karena |det| = 1.
Tingkat Sulit
Contoh 11:
Daerah yang dibatasi oleh xΒ² + yΒ² β€ 4 (lingkaran berjari-jari 2) ditransformasi oleh M = (3124). Tentukan luas bayangan daerah tersebut!
Lihat Pembahasan
Langkah 1: Luas lingkaran asal = ΟrΒ² = Ο(2Β²) = 4Ο
Langkah 2: det(M) = (3)(4) β (1)(2) = 12 β 2 = 10
Langkah 3: Luas bayangan = |10| Γ 4Ο = 40Ο satuan luas
Catatan: Bayangan lingkaran akan menjadi elips, tetapi luasnya tetap dihitung dengan rumus |det| Γ luas asal.
Contoh 12:
Suatu daerah ditransformasi berturut-turut oleh Mβ = (2β131), kemudian Mβ = (12β13), kemudian Mβ = (β1001). Jika luas asal 2 satuan luas, tentukan luas bayangan akhir!
Lihat Pembahasan
det(Mβ) = (2)(1) β (β1)(3) = 2 + 3 = 5
det(Mβ) = (1)(3) β (2)(β1) = 3 + 2 = 5
det(Mβ) = (β1)(1) β (0)(0) = β1
det(komposisi) = det(Mβ) Γ det(Mβ) Γ det(Mβ) = (β1)(5)(5) = β25
Luas bayangan = |β25| Γ 2 = 50 satuan luas
Orientasi terbalik karena det < 0 (akibat refleksi Mβ).
Contoh 13:
Tentukan semua nilai k agar transformasi oleh M = (k+1kkβ1k+2) menghasilkan luas bayangan = 3 kali luas asal!
Lihat Pembahasan
Syarat: |det(M)| = 3
det(M) = (k+1)(k+2) β k(kβ1)
= kΒ² + 3k + 2 β kΒ² + k
= 4k + 2
|4k + 2| = 3
4k + 2 = 3 β k = 1/4
4k + 2 = β3 β k = β5/4
k = 1/4 atau k = β5/4
Contoh 14:
Segitiga ABC dengan A(1,2), B(4,1), C(3,5) ditransformasi oleh M = (β231β4). Tentukan luas bayangan segitiga dan jelaskan apakah orientasi berubah!
Lihat Pembahasan
Langkah 1: Hitung luas segitiga asal dengan rumus shoelace
Luas = Β½|xβ(yββyβ) + xβ(yββyβ) + xβ(yββyβ)|
= Β½|1(1β5) + 4(5β2) + 3(2β1)|
= Β½|β4 + 12 + 3|
= Β½ Γ 11 = 5,5 satuan luas
Langkah 2: det(M) = (β2)(β4) β (3)(1) = 8 β 3 = 5
Langkah 3: Luas bayangan = |5| Γ 5,5 = 27,5 satuan luas
Orientasi tetap karena det(M) = 5 > 0.
Contoh 15:
Matriks M = (abcd) memenuhi: det(M) = β6, dan M diterapkan pada daerah berbentuk trapesium dengan luas 8 satuan luas. Kemudian bayangan tersebut ditransformasi lagi oleh matriks N dengan det(N) = Β½. Tentukan luas bayangan akhir dan jelaskan perubahan orientasi yang terjadi!
Lihat Pembahasan
Transformasi pertama (oleh M):
Luas setelah M = |β6| Γ 8 = 48 satuan luas
Orientasi terbalik (det < 0)
Transformasi kedua (oleh N):
Luas setelah N = |Β½| Γ 48 = 24 satuan luas
det(N) > 0, sehingga orientasi dari langkah sebelumnya dipertahankan
Atau secara keseluruhan:
det(N Γ M) = det(N) Γ det(M) = (Β½)(β6) = β3
Luas akhir = |β3| Γ 8 = 24 satuan luas
Orientasi akhir: terbalik (karena det komposisi = β3 < 0).
Latihan Soal
Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan terlebih dahulu!
Tingkat Mudah
1. Tentukan determinan matriks M = (5002) dan tentukan luas bayangan jika luas asal = 3 satuan luas.
2. Matriks M = (β100β1) adalah matriks rotasi 180Β°. Tentukan luas bayangan dari daerah yang memiliki luas 15 satuan luas!
3. Matriks M = (Β½00Β½) adalah dilatasi dengan faktor Β½. Sebuah lingkaran memiliki luas 36Ο. Tentukan luas bayangannya!
4. Tentukan det(M) untuk matriks M = (3612) dan jelaskan apa yang terjadi secara geometri pada daerah yang ditransformasi!
5. Matriks M = (0β110) adalah rotasi 90Β°. Verifikasi det(M) = 1 dan tentukan luas bayangan persegi dengan sisi 4!
Tingkat Sedang
6. Segitiga dengan titik sudut P(0,0), Q(6,0), R(0,4) ditransformasi oleh M = (1231). Tentukan luas bayangan segitiga tersebut!
7. Luas bayangan suatu daerah setelah ditransformasi oleh M = (2m14) adalah 35 satuan luas. Jika luas daerah asal 5 satuan luas, tentukan nilai m!
8. Daerah ditransformasi oleh Mβ = (3002) kemudian Mβ = (β1001). Jika luas asal 7 satuan luas, tentukan luas bayangan akhir dan jelaskan perubahan orientasi!
9. Matriks M = (1k01) adalah matriks geser. Untuk semua nilai k, tentukan det(M) dan jelaskan makna geometrinya!
10. Persegi ABCD dengan A(0,0), B(3,0), C(3,3), D(0,3) ditransformasi oleh M = (2β112). Tentukan luas bayangan dan nyatakan apakah orientasi berubah!
Tingkat Sulit
11. Tentukan semua nilai p agar matriks M = (p+2pβ1pp+3) menghasilkan bayangan dengan luas = 2 kali luas asal!
12. Daerah elips dengan luas 6Ο ditransformasi berturut-turut oleh tiga matriks: Mβ dengan det = 3, Mβ dengan det = β2, dan Mβ dengan det = 4. Tentukan luas bayangan akhir dan jelaskan orientasi akhir!
13. Segitiga PQR dengan P(2,1), Q(5,3), R(1,6) ditransformasi oleh M = (β324β1). Tentukan luas bayangan segitiga dan koordinat titik-titik bayangan!
14. Matriks M = (abcd) memenuhi det(M) = k. Jika M diterapkan n kali berturut-turut pada suatu daerah, buktikan bahwa luas bayangan akhir = |k|βΏ Γ luas asal! Kemudian tentukan luas bayangan jika k = 2, n = 4, dan luas asal = 3.
15. Daerah D memiliki luas L. Daerah D ditransformasi oleh M = (cos 60Β°βsin 60Β°sin 60Β°cos 60Β°) kemudian oleh N = (3003) kemudian oleh P = (100β1). Tentukan luas bayangan akhir dalam L dan jelaskan transformasi keseluruhan!
Rangkuman
- Determinan matriks transformasi menyatakan faktor perubahan luas daerah.
- Luas bayangan = |det(M)| Γ Luas asal
- det > 0 β orientasi tetap; det < 0 β orientasi terbalik; det = 0 β daerah menjadi garis/titik.
- Rotasi selalu memiliki det = 1, refleksi memiliki det = β1.
- Dilatasi faktor k memiliki det = kΒ², sehingga luas menjadi kΒ² kali.
- Pada komposisi: det(MβMβ) = det(Mβ) Γ det(Mβ).