Implikasi – Logika Matematika

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Implikasi

Materi Lengkap, Contoh Soal & Latihan

MATERI

πŸ” Mengamati

A. Pengertian Implikasi

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut:

  1. “Jika hari hujan, maka jalanan basah.”
  2. “Jika 2 + 3 = 5, maka 5 adalah bilangan ganjil.”
  3. “Jika seseorang rajin belajar, maka ia akan lulus ujian.”

Pernyataan-pernyataan di atas memiliki pola yang sama, yaitu menghubungkan dua pernyataan dengan kata “jika … maka …”. Dalam logika matematika, pernyataan seperti ini disebut Implikasi.

πŸ“Œ Definisi Implikasi

Implikasi adalah pernyataan majemuk yang dibentuk dari dua pernyataan p dan q yang dihubungkan dengan kata hubung “jika … maka …”.

Notasi: p β†’ q

Dibaca: “Jika p maka q

  • p disebut anteseden (sebab/hipotesis)
  • q disebut konsekuen (akibat/kesimpulan)

Simbol implikasi:

p β†’ q

Simbol “β†’” dibaca “maka” atau “implikasi”

❓ Menanya

B. Kapan Implikasi Bernilai Benar atau Salah?

Pertanyaan penting: Kapan pernyataan “jika p maka q” bernilai benar dan kapan bernilai salah?

Aturannya sederhana:

⚠️ Aturan Utama:

Implikasi p β†’ q bernilai SALAH hanya jika:

p bernilai BENAR dan q bernilai SALAH

Selain itu, implikasi selalu bernilai BENAR.

Analogi: Jika seseorang berjanji “Jika hujan, saya bawa payung”, maka janji itu hanya dilanggar (salah) ketika memang hujan tetapi dia tidak bawa payung.

🧠 Menalar

C. Tabel Kebenaran Implikasi

Berdasarkan aturan di atas, kita dapat menyusun tabel kebenaran implikasi secara lengkap:

p q p β†’ q
B (Benar) B (Benar) B (Benar)
B (Benar) S (Salah) S (Salah)
S (Salah) B (Benar) B (Benar)
S (Salah) S (Salah) B (Benar)

πŸ”‘ Cara Mengingat:

  • Implikasi hanya SALAH pada satu kondisi: p Benar, q Salah (baris ke-2).
  • Jika p salah, maka apapun nilai q, implikasi selalu BENAR (baris 3 & 4).
  • Ingat: “Dari yang salah, apapun bisa dibenarkan.”
🧠 Menalar

D. Pernyataan yang Berkaitan dengan Implikasi

Dari implikasi p β†’ q, kita dapat membentuk tiga pernyataan baru:

Nama Notasi Keterangan
Implikasi p β†’ q Jika p maka q
Konvers q β†’ p Jika q maka p
Invers ~p β†’ ~q Jika bukan p maka bukan q
Kontraposisi ~q β†’ ~p Jika bukan q maka bukan p

πŸ“Œ Sifat Penting:

  • Implikasi ekuivalen (setara nilainya) dengan kontraposisi.
  • Konvers ekuivalen dengan invers.
  • Implikasi TIDAK selalu ekuivalen dengan konvers-nya.

Contoh:

Implikasi: “Jika hujan, maka jalanan basah.” (p β†’ q)

  • Konvers: “Jika jalanan basah, maka hujan.” (q β†’ p)
  • Invers: “Jika tidak hujan, maka jalanan tidak basah.” (~p β†’ ~q)
  • Kontraposisi: “Jika jalanan tidak basah, maka tidak hujan.” (~q β†’ ~p)
πŸ§ͺ Mencoba

E. Negasi Implikasi

Negasi (ingkaran) dari implikasi memiliki rumus khusus:

~(p β†’ q) ≑ p ∧ ~q

Negasi dari “jika p maka q” adalah “p dan bukan q”

Contoh:

Pernyataan: “Jika Ani rajin belajar, maka Ani lulus ujian.”

Negasi: “Ani rajin belajar dan Ani tidak lulus ujian.”

Pembuktian dengan tabel kebenaran:

p q p β†’ q ~(p β†’ q) ~q p ∧ ~q
B B B S S S
B S S B B B
S B B S S S
S S B S B S

Kolom ~(p β†’ q) dan p ∧ ~q nilainya sama β†’ terbukti ekuivalen.

πŸ“£ Mengkomunikasikan

F. Ekuivalensi Implikasi dengan Disjungsi

Implikasi dapat dinyatakan dalam bentuk disjungsi:

p β†’ q ≑ ~p ∨ q

“Jika p maka q” setara dengan “bukan p atau q”

Ini sangat berguna untuk menyederhanakan atau mengubah bentuk pernyataan logika.

p q ~p ~p ∨ q p β†’ q
B B S B B
B S S S S
S B B B B
S S B B B

Kolom ~p ∨ q dan p β†’ q nilainya sama di setiap baris β†’ terbukti ekuivalen.

πŸ“‹ Ringkasan Rumus Implikasi

Keterangan Rumus/Notasi
Implikasi p β†’ q
Konvers q β†’ p
Invers ~p β†’ ~q
Kontraposisi ~q β†’ ~p
Negasi Implikasi ~(p β†’ q) ≑ p ∧ ~q
Ekuivalensi dengan Disjungsi p β†’ q ≑ ~p ∨ q
Implikasi SALAH jika p Benar dan q Salah

CONTOH SOAL & PEMBAHASAN

🟒 Tingkat Mudah

Contoh 1:

Diketahui p: “2 + 3 = 5” (Benar) dan q: “5 adalah bilangan prima” (Benar). Tentukan nilai kebenaran p β†’ q.

Pembahasan

p bernilai Benar, q bernilai Benar.

Berdasarkan tabel kebenaran: Jika p = B dan q = B, maka p β†’ q = B (Benar).

Contoh 2:

Diketahui p: “4 > 2” (Benar) dan q: “3 + 1 = 6” (Salah). Tentukan nilai kebenaran p β†’ q.

Pembahasan

p bernilai Benar, q bernilai Salah.

Berdasarkan tabel kebenaran: Jika p = B dan q = S, maka p β†’ q = S (Salah).

Ingat: Ini satu-satunya kondisi yang membuat implikasi salah.

Contoh 3:

Diketahui p: “1 + 1 = 3” (Salah) dan q: “Bumi itu bulat” (Benar). Tentukan nilai kebenaran p β†’ q.

Pembahasan

p bernilai Salah, q bernilai Benar.

Jika p = S, maka apapun nilai q, implikasi selalu B (Benar).

Contoh 4:

Tentukan konvers dari pernyataan: “Jika x bilangan genap, maka x habis dibagi 2.”

Pembahasan

Implikasi: p β†’ q, yaitu “Jika x bilangan genap, maka x habis dibagi 2.”

Konvers: q β†’ p, yaitu “Jika x habis dibagi 2, maka x bilangan genap.”

Contoh 5:

Tentukan negasi dari pernyataan: “Jika hari cerah, maka kami pergi piknik.”

Pembahasan

Rumus: ~(p β†’ q) ≑ p ∧ ~q

p: “Hari cerah”, q: “Kami pergi piknik”

Negasi: “Hari cerah dan kami tidak pergi piknik.”

🟑 Tingkat Sedang

Contoh 6:

Tentukan kontraposisi dari: “Jika suatu bilangan habis dibagi 6, maka bilangan itu habis dibagi 3.” Apakah kontraposisi tersebut bernilai benar?

Pembahasan

Implikasi: p β†’ q

p: “bilangan habis dibagi 6”, q: “bilangan habis dibagi 3”

Kontraposisi (~q β†’ ~p): “Jika suatu bilangan tidak habis dibagi 3, maka bilangan itu tidak habis dibagi 6.”

Karena implikasi asli bernilai benar (setiap kelipatan 6 pasti kelipatan 3), maka kontraposisinya juga Benar (keduanya ekuivalen).

Contoh 7:

Diketahui pernyataan: “Jika xΒ² = 9, maka x = 3.” Tentukan nilai kebenaran pernyataan tersebut.

Pembahasan

p: “xΒ² = 9” β†’ Benar (ada nilai x yang memenuhi)

q: “x = 3” β†’ Tidak selalu benar, karena x juga bisa = -3.

Karena terdapat kasus p Benar (x = -3 memenuhi xΒ² = 9) tetapi q Salah (x β‰  3), maka implikasi Salah.

Contoh 8:

Nyatakan implikasi berikut dalam bentuk disjungsi: “Jika n > 5, maka n > 3.”

Pembahasan

Rumus: p β†’ q ≑ ~p ∨ q

p: “n > 5”, ~p: “n ≀ 5”, q: “n > 3”

Bentuk disjungsi: “n ≀ 5 atau n > 3”

Ini selalu benar (tautologi), karena setiap bilangan pasti memenuhi salah satu.

Contoh 9:

Tentukan invers dari: “Jika segitiga sama sisi, maka ketiga sisinya sama panjang.” Apakah invers tersebut bernilai benar?

Pembahasan

Implikasi: p β†’ q

Invers (~p β†’ ~q): “Jika segitiga bukan sama sisi, maka ketiga sisinya tidak sama panjang.”

Ini Benar, karena jika segitiga bukan sama sisi maka memang tidak semua sisinya sama panjang (definisi).

Catatan: Invers ekuivalen dengan konvers. Konversnya (“Jika ketiga sisi sama panjang, maka segitiga sama sisi”) juga Benar.

Contoh 10:

Buatlah tabel kebenaran untuk (p β†’ q) ∧ (q β†’ p) dan tunjukkan bahwa ini setara dengan biimplikasi.

Pembahasan
p q pβ†’q qβ†’p (pβ†’q)∧(qβ†’p) p↔q
B B B B B B
B S S B S S
S B B S S S
S S B B B B

Kolom (pβ†’q)∧(qβ†’p) dan p↔q nilainya sama β†’ terbukti ekuivalen.

Jadi: (p β†’ q) ∧ (q β†’ p) ≑ p ↔ q

πŸ”΄ Tingkat Sulit

Contoh 11:

Buktikan bahwa (p β†’ q) ∧ (p β†’ r) ≑ p β†’ (q ∧ r) menggunakan tabel kebenaran.

Pembahasan
p q r pβ†’q pβ†’r (pβ†’q)∧(pβ†’r) q∧r pβ†’(q∧r)
B B B B B B B B
B B S B S S S S
B S B S B S S S
B S S S S S S S
S B B B B B B B
S B S B B B S B
S S B B B B S B
S S S B B B S B

Kolom ke-6 dan ke-8 nilainya sama di setiap baris β†’ terbukti ekuivalen.

Contoh 12:

Diketahui pernyataan: “Jika xΒ² βˆ’ 5x + 6 = 0, maka x = 2.” Tentukan nilai kebenaran implikasi, konvers, invers, dan kontraposisinya.

Pembahasan

Faktorisasi: xΒ² βˆ’ 5x + 6 = (xβˆ’2)(xβˆ’3) = 0, sehingga x = 2 atau x = 3.

Implikasi (p β†’ q): “Jika xΒ²βˆ’5x+6=0, maka x=2.”

Ambil x=3: p Benar (3Β²βˆ’5(3)+6=0) tetapi q Salah (3β‰ 2). Jadi implikasi Salah.

Konvers (q β†’ p): “Jika x=2, maka xΒ²βˆ’5x+6=0.”

Jika x=2: 4βˆ’10+6=0 βœ“. Jadi konvers Benar.

Invers (~p β†’ ~q): “Jika xΒ²βˆ’5x+6β‰ 0, maka xβ‰ 2.”

Invers ekuivalen dengan konvers β†’ Benar.

Kontraposisi (~q β†’ ~p): “Jika xβ‰ 2, maka xΒ²βˆ’5x+6β‰ 0.”

Ambil x=3: 3β‰ 2 (benar) tetapi 9βˆ’15+6=0 (salah). Kontraposisi Salah.

(Perhatikan: Implikasi dan kontraposisi sama-sama Salah, konvers dan invers sama-sama Benar.)

Contoh 13:

Tentukan nilai kebenaran: [(p β†’ q) ∧ p] β†’ q. Apakah ini tautologi?

Pembahasan

Ini adalah hukum Modus Ponens. Kita buktikan dengan tabel:

p q pβ†’q (pβ†’q)∧p [(pβ†’q)∧p]β†’q
B B B B B
B S S S B
S B B S B
S S B S B

Kolom terakhir selalu Benar β†’ Tautologi (terbukti).

Ini membuktikan bahwa Modus Ponens adalah penarikan kesimpulan yang sah.

Contoh 14:

Sederhanakan: ~(p β†’ q) ∨ (p β†’ q) dan tentukan apakah hasilnya tautologi, kontradiksi, atau kontingensi.

Pembahasan

Misalkan r = p β†’ q

Maka ekspresi menjadi: ~r ∨ r

Berdasarkan hukum logika: ~r ∨ r selalu Benar (Hukum Tertium Non Datur / Excluded Middle)

Jadi: ~(p β†’ q) ∨ (p β†’ q) adalah Tautologi.

Verifikasi: Untuk sembarang proposisi A, berlaku ~A ∨ A ≑ T (benar).

Contoh 15:

Diketahui premis-premis berikut:
Premis 1: p β†’ q
Premis 2: q β†’ r
Premis 3: ~r
Tentukan kesimpulan yang sah dan jelaskan aturan penarikan kesimpulan yang digunakan.

Pembahasan

Langkah 1: Dari Premis 2 (q β†’ r) dan Premis 3 (~r), gunakan Modus Tollens:

q β†’ r, ~r ∴ ~q

Langkah 2: Dari Premis 1 (p β†’ q) dan hasil Langkah 1 (~q), gunakan Modus Tollens lagi:

p β†’ q, ~q ∴ ~p

Kesimpulan: ~p (bukan p)

Alternatif: Dari Premis 1 dan 2, gunakan Silogisme Hipotetik: p β†’ q, q β†’ r ∴ p β†’ r. Lalu dari p β†’ r dan ~r, gunakan Modus Tollens β†’ ~p.

LATIHAN SOAL

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan contoh soal di atas.

🟒 Tingkat Mudah

1.

Diketahui p: “6 adalah bilangan genap” (Benar) dan q: “6 > 4” (Benar). Tentukan nilai kebenaran p β†’ q.

2.

Diketahui p: “5 > 10” (Salah) dan q: “2 + 2 = 5” (Salah). Tentukan nilai kebenaran p β†’ q.

3.

Tentukan konvers dari: “Jika suatu bilangan habis dibagi 4, maka bilangan itu genap.”

4.

Tentukan negasi dari: “Jika Budi lulus ujian, maka Budi mendapat hadiah.”

5.

Nyatakan implikasi berikut dalam bentuk disjungsi: “Jika x = 3, maka x + 2 = 5.”

🟑 Tingkat Sedang

6.

Tentukan kontraposisi dari: “Jika suatu bilangan habis dibagi 10, maka bilangan itu habis dibagi 5.” Apakah kontraposisi tersebut benar?

7.

Diketahui: “Jika xΒ² = 16, maka x = 4.” Tentukan nilai kebenaran implikasi dan konversnya.

8.

Tentukan invers dari: “Jika suatu segitiga siku-siku, maka berlaku teorema Pythagoras.” Tentukan pula nilai kebenarannya.

9.

Buktikan dengan tabel kebenaran bahwa p β†’ q ≑ ~p ∨ q.

10.

Tentukan nilai kebenaran pernyataan: “Jika 7 bilangan prima, maka 7 bilangan ganjil.” Kemudian tentukan negasinya dan nilai kebenaran negasi tersebut.

πŸ”΄ Tingkat Sulit

11.

Buktikan bahwa [(p β†’ q) ∧ ~q] β†’ ~p adalah tautologi (Modus Tollens).

12.

Diketahui premis: (1) p β†’ q, (2) q β†’ r, (3) p. Tentukan kesimpulan yang sah dan sebutkan aturan yang digunakan pada setiap langkah.

13.

Tentukan apakah (p β†’ q) β†’ [(p ∧ r) β†’ (q ∧ r)] merupakan tautologi, kontradiksi, atau kontingensi. Buktikan!

14.

Sederhanakan ~(~p β†’ q) ∨ (p ∧ q) menggunakan hukum-hukum logika dan tentukan jenis pernyataan majemuknya.

15.

Diketahui:
Premis 1: ~p β†’ q
Premis 2: q β†’ (r ∧ s)
Premis 3: ~r
Tentukan kesimpulan yang sah. Tuliskan setiap langkah beserta aturan penarikan kesimpulan yang digunakan.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page