Konvers, Invers, dan Kontrapositif

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Konvers, Invers, dan Kontrapositif

Pendahuluan

Dalam logika matematika, jika kita memiliki suatu implikasi (pernyataan bersyarat), maka dari implikasi tersebut dapat dibentuk tiga pernyataan baru, yaitu:

  1. Konvers (kebalikan)
  2. Invers (ingkaran/negasi)
  3. Kontrapositif (lawan kebalikan)

Ketiga bentuk ini sangat penting untuk memahami hubungan antar pernyataan dan pembuktian dalam matematika.

Pengingat: Implikasi

Implikasi adalah pernyataan majemuk berbentuk:

pq

Dibaca: “Jika p maka q”

  • p disebut anteseden (hipotesis/sebab)
  • q disebut konsekuen (konklusi/akibat)

A. Konvers (Kebalikan)

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan pernyataan berikut:

“Jika hari hujan, maka jalanan basah.”

Sekarang balikkan urutan pernyataannya:

“Jika jalanan basah, maka hari hujan.”

Apakah kedua pernyataan tersebut selalu memiliki nilai kebenaran yang sama? Pikirkan: jalanan bisa basah karena disiram air, bukan hanya karena hujan.

Definisi

Konvers dari implikasi pq adalah:

qp

Artinya, konvers diperoleh dengan menukar posisi anteseden dan konsekuen.

❓ Kegiatan: Menanya

Pertanyaan untuk direnungkan:

  • Apakah konvers dari suatu implikasi yang benar selalu bernilai benar juga?
  • Kapan konvers bernilai benar dan kapan bernilai salah?

Tabel Kebenaran

Perhatikan perbandingan nilai kebenaran implikasi dan konversnya:

p q pq qp (Konvers)
B B B B
B S S B
S B B S
S S B B

🧠 Kegiatan: Menalar

Dari tabel kebenaran di atas, kita dapat menyimpulkan:

  • Implikasi dan konversnya TIDAK selalu memiliki nilai kebenaran yang sama.
  • Pada baris ke-2 dan ke-3, nilai kebenaran keduanya berbeda.
  • Oleh karena itu, implikasi dan konversnya bukan merupakan pernyataan yang ekuivalen.

Contoh Penerapan

Implikasi: Jika suatu bilangan habis dibagi 4, maka bilangan itu habis dibagi 2.

Konvers: Jika suatu bilangan habis dibagi 2, maka bilangan itu habis dibagi 4.

Analisis: Implikasi bernilai benar, tetapi konversnya bernilai salah (contoh: 6 habis dibagi 2 tetapi tidak habis dibagi 4).

✋ Kegiatan: Mencoba

Tentukan konvers dari pernyataan berikut, lalu tentukan nilai kebenarannya:

  1. “Jika x = 3, maka x² = 9.”
  2. “Jika segitiga sama sisi, maka ketiga sisinya sama panjang.”

📢 Kegiatan: Mengkomunikasikan

Jelaskan dengan kata-kata sendiri mengapa konvers dari suatu implikasi yang benar tidak selalu bernilai benar. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

B. Invers (Ingkaran)

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan pernyataan:

“Jika hari hujan, maka jalanan basah.”

Sekarang negasikan (ingkari) kedua bagiannya:

“Jika hari tidak hujan, maka jalanan tidak basah.”

Amati: apakah pernyataan kedua selalu benar? Jalanan bisa tidak basah meskipun tidak hujan, tetapi bisa juga basah karena alasan lain.

Definisi

Invers dari implikasi pq adalah:

~p → ~q

Artinya, invers diperoleh dengan menegasikan (mengingkari) anteseden dan konsekuen tanpa menukar posisinya.

Simbol ~ (tilde) atau ¬ dibaca “tidak” atau “bukan” atau “negasi dari”.

❓ Kegiatan: Menanya

Pertanyaan:

  • Apa hubungan nilai kebenaran invers dengan implikasi aslinya?
  • Apakah invers ekuivalen dengan konvers?

Tabel Kebenaran

p q pq ~p → ~q (Invers)
B B B B
B S S B
S B B S
S S B B

🧠 Kegiatan: Menalar

Kesimpulan penting:

  • Invers dan implikasi asli TIDAK selalu bernilai sama (bukan ekuivalen).
  • Namun, invers ekuivalen dengan konvers (bandingkan kolom terakhir tabel konvers dan invers — nilainya sama!).

Contoh Penerapan

Implikasi: Jika suatu bilangan genap, maka bilangan itu habis dibagi 2.

Invers: Jika suatu bilangan tidak genap (ganjil), maka bilangan itu tidak habis dibagi 2.

Analisis: Implikasi bernilai benar, dan inversnya juga bernilai benar (dalam kasus ini kebetulan benar, tetapi tidak selalu demikian).

✋ Kegiatan: Mencoba

Tentukan invers dari pernyataan berikut:

  1. “Jika x > 5, maka x > 3.”
  2. “Jika bangun datar memiliki 4 sisi sama panjang dan 4 sudut siku-siku, maka bangun itu persegi.”

📢 Kegiatan: Mengkomunikasikan

Diskusikan dengan teman: Mengapa invers ekuivalen dengan konvers? Gunakan tabel kebenaran untuk menjelaskan argumenmu.

C. Kontrapositif (Lawan Kebalikan)

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan pernyataan:

“Jika hari hujan, maka jalanan basah.”

Sekarang balik dan negasikan keduanya:

“Jika jalanan tidak basah, maka hari tidak hujan.”

Pikirkan: apakah pernyataan kedua ini selalu benar jika pernyataan pertama benar?

Definisi

Kontrapositif dari implikasi pq adalah:

~q → ~p

Artinya, kontrapositif diperoleh dengan menukar posisi anteseden dan konsekuen, kemudian menegasikan keduanya.

❓ Kegiatan: Menanya

Pertanyaan kunci:

  • Apakah kontrapositif selalu memiliki nilai kebenaran yang sama dengan implikasi aslinya?
  • Mengapa kontrapositif sering digunakan dalam pembuktian matematika?

Tabel Kebenaran

p q pq ~q → ~p (Kontrapositif)
B B B B
B S S S
S B B B
S S B B

🧠 Kegiatan: Menalar

Kesimpulan sangat penting:

  • Kontrapositif SELALU ekuivalen dengan implikasi aslinya.
  • Nilai kebenaran keduanya selalu sama di setiap baris tabel kebenaran.
  • Ini berarti: untuk membuktikan pq, kita bisa membuktikan ~q → ~p (sering lebih mudah!).

Contoh Penerapan

Implikasi: Jika n² genap, maka n genap.

Kontrapositif: Jika n tidak genap (ganjil), maka n² tidak genap (ganjil).

Analisis: Kedua pernyataan bernilai benar. Membuktikan kontrapositifnya lebih mudah: jika n ganjil maka n = 2k+1, sehingga n² = 4k²+4k+1 = 2(2k²+2k)+1 yang juga ganjil. ✓

✋ Kegiatan: Mencoba

Tentukan kontrapositif dari pernyataan berikut:

  1. “Jika x² = 25, maka x = 5 atau x = -5.”
  2. “Jika segitiga siku-siku, maka berlaku teorema Pythagoras.”

📢 Kegiatan: Mengkomunikasikan

Presentasikan di depan kelas: Mengapa pembuktian dengan kontrapositif sah secara logika? Gunakan tabel kebenaran sebagai bukti.

Ringkasan

Bentuk Notasi Cara Membentuk Ekuivalen dengan
Implikasi pq Kontrapositif
Konvers qp Tukar posisi Invers
Invers ~p → ~q Negasi keduanya Konvers
Kontrapositif ~q → ~p Tukar + negasi Implikasi

⚠️ Hal Penting untuk Diingat:

  • Implikasi ≡ Kontrapositif (selalu ekuivalen)
  • Konvers ≡ Invers (selalu ekuivalen)
  • Implikasi ≢ Konvers (tidak selalu ekuivalen)
  • Implikasi ≢ Invers (tidak selalu ekuivalen)

Contoh Soal: Konvers

Mudah

1. Tentukan konvers dari: “Jika x = 2, maka x + 3 = 5.”

Pembahasan:

p: x = 2, q: x + 3 = 5

Konvers (q → p): “Jika x + 3 = 5, maka x = 2.”

Nilai kebenaran: Benar (karena x + 3 = 5 menghasilkan x = 2).

2. Tentukan konvers dari: “Jika suatu bilangan habis dibagi 6, maka bilangan itu habis dibagi 3.”

Pembahasan:

p: bilangan habis dibagi 6, q: bilangan habis dibagi 3

Konvers: “Jika suatu bilangan habis dibagi 3, maka bilangan itu habis dibagi 6.”

Nilai kebenaran: Salah (contoh penyangkal: 9 habis dibagi 3 tapi tidak habis dibagi 6).

3. Tentukan konvers dari: “Jika hewan itu kucing, maka hewan itu berkaki empat.”

Pembahasan:

Konvers: “Jika hewan itu berkaki empat, maka hewan itu kucing.”

Nilai kebenaran: Salah (anjing juga berkaki empat tapi bukan kucing).

4. Tentukan konvers dari: “Jika 2x = 10, maka x = 5.”

Pembahasan:

Konvers: “Jika x = 5, maka 2x = 10.”

Nilai kebenaran: Benar (2 × 5 = 10). ✓

5. Tentukan konvers dari: “Jika segitiga ABC sama sisi, maka semua sudutnya 60°.”

Pembahasan:

Konvers: “Jika semua sudut segitiga ABC 60°, maka segitiga ABC sama sisi.”

Nilai kebenaran: Benar (segitiga dengan semua sudut 60° pasti sama sisi).

Sedang

1. Diketahui implikasi: “Jika x² = 9, maka x = 3 atau x = -3.” Tentukan konvers dan nilai kebenarannya.

Pembahasan:

Konvers: “Jika x = 3 atau x = -3, maka x² = 9.”

Periksa: Jika x = 3, maka x² = 9. ✓. Jika x = -3, maka x² = 9. ✓.

Nilai kebenaran konvers: Benar.

2. Tentukan konvers dari: “Jika suatu bilangan habis dibagi 4, maka bilangan itu genap.” Tentukan nilai kebenarannya.

Pembahasan:

Konvers: “Jika suatu bilangan genap, maka bilangan itu habis dibagi 4.”

Periksa: 6 genap tapi 6 ÷ 4 = 1 sisa 2. Jadi konvers Salah.

3. Tentukan konvers dari: “Jika f(x) = x² dan x = -2, maka f(-2) = 4.”

Pembahasan:

p: f(x) = x² dan x = -2, q: f(-2) = 4

Konvers: “Jika f(-2) = 4, maka f(x) = x² dan x = -2.”

Nilai kebenaran: Salah (f(x) bisa = -x² + 8 yang juga menghasilkan f(-2) = 4).

4. Tentukan konvers dari: “Jika dua garis sejajar dipotong garis transversal, maka sudut-sudut sehadap sama besar.”

Pembahasan:

Konvers: “Jika sudut-sudut sehadap sama besar, maka dua garis tersebut sejajar.”

Nilai kebenaran: Benar (ini merupakan postulat/aksioma dalam geometri Euclid).

5. Tentukan konvers dari: “Jika |x| > 3, maka x > 3 atau x < -3.”

Pembahasan:

Konvers: “Jika x > 3 atau x < -3, maka |x| > 3.”

Periksa: Jika x > 3, maka |x| = x > 3. ✓. Jika x < -3, maka |x| = -x > 3. ✓.

Nilai kebenaran: Benar.

Sulit

1. Diketahui p: “n² – 1 habis dibagi 8” dan q: “n ganjil”. Jika implikasi q → p benar, tentukan konversnya dan selidiki nilai kebenarannya.

Pembahasan:

Implikasi: “Jika n ganjil, maka n² – 1 habis dibagi 8.” (Benar, karena n = 2k+1, n²-1 = 4k²+4k = 4k(k+1), salah satu dari k atau k+1 genap, sehingga hasilnya habis dibagi 8.)

Konvers: “Jika n² – 1 habis dibagi 8, maka n ganjil.”

Periksa: Jika n genap, misal n = 4, maka n² – 1 = 15, dan 15 ÷ 8 = 1 sisa 7. Tidak habis dibagi 8.

Jika n genap lain, n = 2, n²-1 = 3, tidak habis dibagi 8. Sehingga n²-1 habis dibagi 8 hanya jika n ganjil.

Nilai kebenaran konvers: Benar.

2. Tentukan konvers dari: “Jika f kontinu di [a,b], maka f terintegralkan di [a,b].” Selidiki nilai kebenarannya.

Pembahasan:

Konvers: “Jika f terintegralkan di [a,b], maka f kontinu di [a,b].”

Nilai kebenaran: Salah. Contoh penyangkal: fungsi tangga (step function) terintegralkan tetapi tidak kontinu di titik-titik lompatannya.

3. Tentukan konvers: “Jika barisan {aₙ} konvergen, maka lim(aₙ₊₁ – aₙ) = 0.”

Pembahasan:

Konvers: “Jika lim(aₙ₊₁ – aₙ) = 0, maka barisan {aₙ} konvergen.”

Nilai kebenaran: Salah. Contoh penyangkal: aₙ = ln(n). Maka aₙ₊₁ – aₙ = ln(n+1) – ln(n) = ln(1 + 1/n) → 0, tetapi ln(n) → ∞ (divergen).

4. Tentukan konvers: “Jika A ⊂ B dan B ⊂ C, maka A ⊂ C.”

Pembahasan:

Konvers: “Jika A ⊂ C, maka A ⊂ B dan B ⊂ C.”

Nilai kebenaran: Salah. Contoh: A = {1}, B = {2,3}, C = {1,2,3}. A ⊂ C benar, tapi A ⊄ B.

5. Tentukan konvers: “Jika p bilangan prima dan p > 2, maka p ganjil.”

Pembahasan:

Konvers: “Jika p ganjil, maka p bilangan prima dan p > 2.”

Nilai kebenaran: Salah. Contoh penyangkal: 9 ganjil tetapi 9 = 3 × 3 bukan prima.

Contoh Soal: Invers

Mudah

1. Tentukan invers dari: “Jika x = 4, maka x² = 16.”

Pembahasan:

Invers (~p → ~q): “Jika x ≠ 4, maka x² ≠ 16.”

Nilai kebenaran: Salah (x = -4, maka x² = 16).

2. Tentukan invers dari: “Jika hari Minggu, maka tidak sekolah.”

Pembahasan:

Invers: “Jika bukan hari Minggu, maka sekolah.”

Nilai kebenaran: Tidak selalu benar (hari libur nasional juga tidak sekolah).

3. Tentukan invers dari: “Jika 3x = 12, maka x = 4.”

Pembahasan:

Invers: “Jika 3x ≠ 12, maka x ≠ 4.”

Nilai kebenaran: Benar (jika 3x ≠ 12 artinya x ≠ 4).

4. Tentukan invers dari: “Jika suatu bangun persegi, maka keempat sisinya sama panjang.”

Pembahasan:

Invers: “Jika suatu bangun bukan persegi, maka tidak semua sisinya sama panjang.”

Nilai kebenaran: Salah (belah ketupat bukan persegi tapi keempat sisinya sama panjang).

5. Tentukan invers dari: “Jika lampu menyala, maka ada aliran listrik.”

Pembahasan:

Invers: “Jika lampu tidak menyala, maka tidak ada aliran listrik.”

Nilai kebenaran: Tidak selalu benar (lampu bisa rusak meskipun ada listrik).

Sedang

1. Tentukan invers dari: “Jika x² – 5x + 6 = 0, maka x = 2 atau x = 3.”

Pembahasan:

Invers: “Jika x² – 5x + 6 ≠ 0, maka x ≠ 2 dan x ≠ 3.”

Catatan: negasi dari “x = 2 atau x = 3” adalah “x ≠ 2 dan x ≠ 3” (hukum De Morgan).

Nilai kebenaran: Benar (jika x = 2 atau x = 3, maka x²-5x+6 = 0, sehingga kontrapositifnya benar, dan invers ekuivalen konvers).

2. Tentukan invers dari: “Jika sudut A dan sudut B saling berpelurus, maka A + B = 180°.”

Pembahasan:

Invers: “Jika sudut A dan sudut B tidak saling berpelurus, maka A + B ≠ 180°.”

Nilai kebenaran: Benar (definisi berpelurus adalah jumlahnya 180°, jadi keduanya saling terkait).

3. Tentukan invers: “Jika f(x) = x³, maka f(-x) = -f(x).”

Pembahasan:

Invers: “Jika f(x) ≠ x³, maka belum tentu f(-x) = -f(x).”

Lebih tepatnya: “Jika f(x) ≠ x³, maka f(-x) ≠ -f(x).”

Nilai kebenaran: Salah (f(x) = x juga memenuhi f(-x) = -f(x), tapi f(x) ≠ x³).

4. Tentukan invers: “Jika ABCD adalah persegi panjang, maka diagonal AC = diagonal BD.”

Pembahasan:

Invers: “Jika ABCD bukan persegi panjang, maka diagonal AC ≠ diagonal BD.”

Nilai kebenaran: Salah (persegi juga punya diagonal sama panjang, dan persegi bisa dianggap bukan “hanya” persegi panjang dalam konteks tertentu. Lebih jelas: trapesium sama kaki juga memiliki diagonal sama panjang).

5. Tentukan invers: “Jika n habis dibagi 2 dan n habis dibagi 3, maka n habis dibagi 6.”

Pembahasan:

Invers: “Jika n tidak habis dibagi 2 atau n tidak habis dibagi 3, maka n tidak habis dibagi 6.”

(Negasi konjungsi menggunakan hukum De Morgan: ~(A∧B) = ~A∨~B)

Nilai kebenaran: Benar (jika n habis dibagi 6, maka n pasti habis dibagi 2 DAN 3).

Sulit

1. Tentukan invers: “Jika fungsi f diferensiabel di titik a, maka f kontinu di titik a.”

Pembahasan:

Invers: “Jika f tidak diferensiabel di titik a, maka f tidak kontinu di titik a.”

Nilai kebenaran: Salah. Contoh: f(x) = |x| tidak diferensiabel di x = 0 tetapi kontinu di x = 0.

2. Tentukan invers: “Jika semua elemen himpunan A ada di B dan semua elemen B ada di A, maka A = B.”

Pembahasan:

Invers: “Jika ada elemen A yang tidak di B atau ada elemen B yang tidak di A, maka A ≠ B.”

Nilai kebenaran: Benar (jika terdapat perbedaan elemen, maka himpunannya tidak sama).

3. Tentukan invers: “Jika deret ∑aₙ konvergen, maka lim aₙ = 0.”

Pembahasan:

Invers: “Jika deret ∑aₙ tidak konvergen (divergen), maka lim aₙ ≠ 0.”

Nilai kebenaran: Salah. Contoh: deret harmonik ∑(1/n) divergen, tetapi lim(1/n) = 0.

4. Tentukan invers: “Jika matriks A invertible, maka det(A) ≠ 0.”

Pembahasan:

Invers: “Jika matriks A tidak invertible (singular), maka det(A) = 0.”

Nilai kebenaran: Benar (definisi matriks singular adalah determinannya nol).

5. Tentukan invers: “Jika G grup dan H subgrup G dengan |G:H| = 2, maka H normal di G.”

Pembahasan:

Invers: “Jika G grup dan H subgrup G dengan |G:H| ≠ 2, maka H tidak normal di G.”

Nilai kebenaran: Salah. Contoh: {e} adalah subgrup normal di setiap grup, meskipun indeksnya bisa ≠ 2.

Contoh Soal: Kontrapositif

Mudah

1. Tentukan kontrapositif dari: “Jika x = 3, maka x + 2 = 5.”

Pembahasan:

Kontrapositif (~q → ~p): “Jika x + 2 ≠ 5, maka x ≠ 3.”

Nilai kebenaran: Benar (ekuivalen dengan implikasi asli yang benar).

2. Tentukan kontrapositif dari: “Jika hari hujan, maka saya membawa payung.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika saya tidak membawa payung, maka hari tidak hujan.”

3. Tentukan kontrapositif dari: “Jika n habis dibagi 10, maka n habis dibagi 5.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika n tidak habis dibagi 5, maka n tidak habis dibagi 10.”

Nilai kebenaran: Benar (ekuivalen dengan implikasi asli).

4. Tentukan kontrapositif dari: “Jika bangun itu lingkaran, maka tidak memiliki sudut.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika bangun itu memiliki sudut, maka bukan lingkaran.”

Nilai kebenaran: Benar.

5. Tentukan kontrapositif dari: “Jika air dipanaskan hingga 100°C, maka air mendidih.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika air tidak mendidih, maka air tidak dipanaskan hingga 100°C.”

Nilai kebenaran: Benar (pada tekanan standar).

Sedang

1. Tentukan kontrapositif dari: “Jika x² – 4 = 0, maka x = 2 atau x = -2.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika x ≠ 2 dan x ≠ -2, maka x² – 4 ≠ 0.”

(Negasi “x = 2 atau x = -2” adalah “x ≠ 2 dan x ≠ -2”)

Nilai kebenaran: Benar.

2. Tentukan kontrapositif dari: “Jika segitiga ABC siku-siku di C, maka AB² = AC² + BC².”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika AB² ≠ AC² + BC², maka segitiga ABC tidak siku-siku di C.”

Nilai kebenaran: Benar (ekuivalen Pythagoras).

3. Tentukan kontrapositif: “Jika f(x) = 0 dan g(x) = 0, maka f(x) + g(x) = 0.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika f(x) + g(x) ≠ 0, maka f(x) ≠ 0 atau g(x) ≠ 0.”

Nilai kebenaran: Benar.

4. Tentukan kontrapositif: “Jika sin²θ + cos²θ = 1, maka θ bilangan real.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika θ bukan bilangan real, maka sin²θ + cos²θ ≠ 1.”

Catatan: Implikasi asli sebenarnya bernilai benar untuk semua θ real, kontrapositifnya juga benar secara logis.

5. Tentukan kontrapositif: “Jika a × b = 0, maka a = 0 atau b = 0.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika a ≠ 0 dan b ≠ 0, maka a × b ≠ 0.”

Nilai kebenaran: Benar (sifat bilangan real: hasil kali dua bilangan tak nol selalu tak nol).

Sulit

1. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika n² genap, maka n genap.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika n ganjil, maka n² ganjil.”

Bukti: Misalkan n ganjil, maka n = 2k + 1 untuk suatu k bilangan bulat.

n² = (2k+1)² = 4k² + 4k + 1 = 2(2k² + 2k) + 1

Karena 2k²+2k bilangan bulat, maka n² berbentuk 2m + 1 (ganjil). ✓

Karena kontrapositif terbukti benar, maka implikasi aslinya juga benar.

2. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika a + b ≥ 2, maka a ≥ 1 atau b ≥ 1.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika a < 1 dan b < 1, maka a + b < 2.”

Bukti: Jika a < 1 dan b < 1, maka a + b < 1 + 1 = 2. ✓

Kontrapositif terbukti, sehingga pernyataan asli benar.

3. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika 3n + 2 genap, maka n genap.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika n ganjil, maka 3n + 2 ganjil.”

Bukti: Misalkan n = 2k + 1.

3n + 2 = 3(2k+1) + 2 = 6k + 3 + 2 = 6k + 5 = 2(3k+2) + 1

Ini berbentuk 2m + 1, jadi ganjil. ✓

4. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika n² + n habis dibagi 2, maka n bilangan bulat.”

Pembahasan:

Perhatikan: n² + n = n(n+1) adalah perkalian dua bilangan berurutan.

Kontrapositif: “Jika n bukan bilangan bulat, maka n² + n tidak habis dibagi 2.”

Bukti: Misalkan n = 1.5 (bukan bulat), maka n² + n = 2.25 + 1.5 = 3.75 yang bukan bilangan bulat, sehingga tidak dapat dikatakan habis dibagi 2 dalam pengertian bilangan bulat. ✓

5. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika ab habis dibagi p (p prima), maka a habis dibagi p atau b habis dibagi p.”

Pembahasan:

Kontrapositif: “Jika a tidak habis dibagi p dan b tidak habis dibagi p, maka ab tidak habis dibagi p.”

Bukti: Karena p prima dan p∤a, maka GCD(a,p) = 1. Menurut Lema Euclid, karena GCD(a,p) = 1, maka p | b diperlukan agar p | ab. Tapi kita asumsikan p∤b juga. Karena GCD(a,p) = 1 dan GCD(b,p) = 1, maka GCD(ab, p) = 1, sehingga p∤ab. ✓

Latihan Soal: Konvers

Tentukan konvers dari setiap pernyataan berikut dan selidiki nilai kebenarannya.

Mudah

  1. “Jika x = 7, maka 2x = 14.”
  2. “Jika suatu bilangan habis dibagi 10, maka bilangan itu habis dibagi 2.”
  3. “Jika hewan itu ikan, maka hewan itu hidup di air.”
  4. “Jika segitiga sama kaki, maka dua sudut alasnya sama besar.”
  5. “Jika a > 0 dan b > 0, maka a + b > 0.”

Sedang

  1. “Jika x² = 16, maka x = 4 atau x = -4.”
  2. “Jika ABCD persegi, maka ABCD persegi panjang.”
  3. “Jika f(x) = x² + 1, maka f(x) > 0 untuk semua x real.”
  4. “Jika dua vektor tegak lurus, maka hasil kali titiknya nol.”
  5. “Jika log x terdefinisi, maka x > 0.”

Sulit

  1. “Jika f kontinu di [a,b] dan f(a)·f(b) < 0, maka terdapat c ∈ (a,b) dengan f(c) = 0.”
  2. “Jika matriks A dan B invertible, maka AB invertible.”
  3. “Jika p prima dan p ≡ 1 (mod 4), maka p dapat ditulis sebagai jumlah dua kuadrat.”
  4. “Jika graf G terhubung dan memiliki n simpul serta n-1 sisi, maka G adalah pohon.”
  5. “Jika ∑|aₙ| konvergen, maka ∑aₙ konvergen.”

Latihan Soal: Invers

Tentukan invers dari setiap pernyataan berikut dan selidiki nilai kebenarannya.

Mudah

  1. “Jika x = 5, maka x² = 25.”
  2. “Jika hari panas, maka es krim mencair.”
  3. “Jika 4x = 20, maka x = 5.”
  4. “Jika suatu bangun segitiga, maka jumlah sudutnya 180°.”
  5. “Jika lampu hijau menyala, maka kendaraan boleh jalan.”

Sedang

  1. “Jika x² + x – 6 = 0, maka x = 2 atau x = -3.”
  2. “Jika ABCD belah ketupat, maka diagonalnya saling tegak lurus.”
  3. “Jika n genap dan n > 2, maka n bukan prima.”
  4. “Jika |x – 3| < 2, maka 1 < x < 5.”
  5. “Jika dua segitiga sebangun, maka sisi-sisi bersesuaiannya sebanding.”

Sulit

  1. “Jika fungsi f monoton naik di (a,b), maka f'(x) ≥ 0 untuk semua x ∈ (a,b).”
  2. “Jika A dan B independen, maka P(A∩B) = P(A)·P(B).”
  3. “Jika ring R memiliki elemen identitas dan setiap elemen tak nol memiliki invers, maka R adalah lapangan.”
  4. “Jika f analitik di piringan |z| < R, maka f memiliki ekspansi deret Taylor yang konvergen di piringan tersebut.”
  5. “Jika ruang vektor V berdimensi hingga, maka V isomorfik dengan ruang dualnya.”

Latihan Soal: Kontrapositif

Tentukan kontrapositif dari setiap pernyataan berikut. Untuk soal sulit, buktikan pernyataan asli menggunakan kontrapositif.

Mudah

  1. “Jika x = 6, maka x + 1 = 7.”
  2. “Jika suatu bilangan habis dibagi 9, maka bilangan itu habis dibagi 3.”
  3. “Jika bunga disiram, maka bunga tumbuh subur.”
  4. “Jika segitiga siku-siku, maka salah satu sudutnya 90°.”
  5. “Jika n bilangan prima lebih dari 2, maka n ganjil.”

Sedang

  1. “Jika x³ = 8, maka x = 2.” (dalam bilangan real)
  2. “Jika f(x) kontinu di x = a, maka lim(x→a) f(x) = f(a).”
  3. “Jika ab > 0, maka a dan b bertanda sama.”
  4. “Jika tan θ terdefinisi, maka cos θ ≠ 0.”
  5. “Jika garis l₁ dan l₂ tidak berpotongan dan tidak sejajar, maka l₁ dan l₂ bersilangan.”

Sulit

  1. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika 5n + 3 ganjil, maka n genap.”
  2. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika a² + b² = 0 (a,b real), maka a = 0 dan b = 0.”
  3. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika n³ + 5 genap, maka n ganjil.”
  4. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika √2 bukan bilangan rasional, maka tidak ada bilangan bulat p,q (q≠0) sedemikian sehingga (p/q)² = 2.”
  5. Buktikan dengan kontrapositif: “Jika xy irasional, maka x irasional atau y irasional.”

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page