Transformasi Regangan dalam Arah Sumbu X

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Transformasi Regangan dalam Arah Sumbu X

Materi Transformasi Geometri

πŸ“š Materi: Regangan dalam Arah Sumbu X

A. Pengertian Regangan dalam Arah Sumbu X

Regangan (dilatasi directional/stretch) dalam arah sumbu X adalah suatu transformasi geometri yang mengubah posisi setiap titik dengan cara mengalikan koordinat x dengan suatu faktor regangan k, sedangkan koordinat y tetap.

Secara sederhana, regangan arah sumbu X akan “menarik” atau “menekan” suatu bangun secara horizontal (mendatar), tanpa mengubah posisi vertikalnya.

Rumus Regangan dalam Arah Sumbu X:

Jika titik P(x, y) diregangkan dalam arah sumbu X dengan faktor k, maka bayangannya adalah:

P'(kx, y)

Dalam notasi matriks:

P’ = βŽ›βŽ k 0 0 1 ⎞⎠ βŽ›βŽ x y ⎞⎠ = βŽ›βŽ kx y ⎞⎠

B. Sifat-sifat Regangan Arah Sumbu X

Nilai k Efek Transformasi Keterangan
k > 1 Peregangan (menjauhi sumbu Y) Bangun melebar ke arah horizontal
0 < k < 1 Penyusutan (mendekati sumbu Y) Bangun menyempit ke arah horizontal
k = 1 Identitas (tidak berubah) Bangun tetap pada posisi semula
k < 0 Regangan + Pencerminan Bangun melebar/menyusut dan tercermin terhadap sumbu Y

C. Ilustrasi Grafik

Perhatikan ilustrasi berikut. Titik A(2, 3) diregangkan dengan faktor k = 3 dalam arah sumbu X menjadi A'(6, 3).

x y O 2 4 6 8 1 2 3 A(2, 3) A'(6, 3) k = 3 (regangan)

D. Kegiatan Pembelajaran (Pendekatan Saintifik)

πŸ” 1. Mengamati

Perhatikan persegi dengan titik sudut A(1, 0), B(3, 0), C(3, 2), D(1, 2).

Jika persegi tersebut diregangkan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 2, amati apa yang terjadi:

  • A(1, 0) β†’ A'(2, 0)
  • B(3, 0) β†’ B'(6, 0)
  • C(3, 2) β†’ C'(6, 2)
  • D(1, 2) β†’ D'(2, 2)

Perhatikan: Lebar semula = 2 satuan, lebar setelah regangan = 4 satuan. Tinggi tetap = 2 satuan. Persegi berubah menjadi persegi panjang!

❓ 2. Menanya

  • Mengapa koordinat y tidak berubah pada regangan arah sumbu X?
  • Apa yang terjadi jika faktor regangan bernilai antara 0 dan 1?
  • Apakah titik pada sumbu Y akan berubah posisinya?
  • Bagaimana bentuk bangun berubah jika k negatif?

πŸ’‘ 3. Menalar

Dari pengamatan di atas, kita dapat menyimpulkan:

  • Regangan arah sumbu X hanya mengubah koordinat x, yaitu dikalikan faktor k.
  • Titik-titik pada sumbu Y (x = 0) tidak berubah posisi karena k Γ— 0 = 0. Sumbu Y merupakan garis invarian.
  • Jika k > 1, semua titik bergerak menjauhi sumbu Y (bangun melebar).
  • Jika 0 < k < 1, semua titik bergerak mendekati sumbu Y (bangun menyusut).
  • Luas bangun berubah menjadi |k| kali luas semula.

πŸ§ͺ 4. Mencoba

Cobalah tentukan bayangan titik-titik berikut dengan regangan arah sumbu X, faktor k = 3:

  1. P(1, 4) β†’ P'(… , …)
  2. Q(-2, 5) β†’ Q'(… , …)
  3. R(0, 7) β†’ R'(… , …)

Jawaban:

  1. P'(3, 4)
  2. Q'(-6, 5)
  3. R'(0, 7) β€” titik pada sumbu Y tetap!

πŸ“’ 5. Mengkomunikasikan

Berdasarkan kegiatan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

Regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k mentransformasikan setiap titik P(x, y) menjadi P'(kx, y).

Matriks transformasinya: k   0
0   1

Sumbu Y adalah garis invarian (titik-titik di sumbu Y tidak berpindah).

E. Regangan Arah Sumbu X pada Kurva

Jika kurva y = f(x) diregangkan dalam arah sumbu X dengan faktor k, maka persamaan bayangan kurva diperoleh dengan mengganti x dengan x/k.

Bayangan kurva y = f(x):

y = f(x/k)

Penjelasan: Jika P'(x’, y’) adalah bayangan P(x, y), maka x’ = kx sehingga x = x’/k. Substitusi ke persamaan kurva: y’ = f(x’/k). Ganti notasi x’, y’ menjadi x, y: y = f(x/k).

✏️ Contoh Soal dan Pembahasan

🟒 Tingkat Mudah

Contoh 1

Tentukan bayangan titik A(4, 5) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 2.

Pembahasan

Rumus: P(x, y) β†’ P'(kx, y)

A(4, 5) β†’ A'(2Γ—4, 5) = A'(8, 5)

Jawaban: A'(8, 5)

Contoh 2

Tentukan bayangan titik B(-3, 2) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 4.

Pembahasan

B(-3, 2) β†’ B'(4Γ—(-3), 2) = B'(-12, 2)

Jawaban: B'(-12, 2)

Contoh 3

Tentukan bayangan titik C(6, -1) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 1/2.

Pembahasan

C(6, -1) β†’ C'((1/2)Γ—6, -1) = C'(3, -1)

Karena k = 1/2 (antara 0 dan 1), maka titik mendekati sumbu Y (penyusutan).

Jawaban: C'(3, -1)

Contoh 4

Tentukan bayangan titik D(0, 7) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 5.

Pembahasan

D(0, 7) β†’ D'(5Γ—0, 7) = D'(0, 7)

Titik D terletak pada sumbu Y (x = 0), sehingga tidak berpindah. Sumbu Y adalah garis invarian.

Jawaban: D'(0, 7)

Contoh 5

Tentukan bayangan titik E(10, -4) oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 1/5.

Pembahasan

E(10, -4) β†’ E'((1/5)Γ—10, -4) = E'(2, -4)

Jawaban: E'(2, -4)

🟑 Tingkat Sedang

Contoh 6

Tentukan bayangan garis y = 2x + 3 oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 2.

Pembahasan

Untuk kurva y = f(x), bayangan regangan arah sumbu X faktor k adalah y = f(x/k).

f(x) = 2x + 3, k = 2

Bayangan: y = f(x/2) = 2(x/2) + 3 = x + 3

Jawaban: y = x + 3

Contoh 7

Tentukan bayangan kurva y = xΒ² oleh regangan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 3.

Pembahasan

f(x) = xΒ², k = 3

Bayangan: y = f(x/3) = (x/3)Β² = xΒ²/9

Jawaban: y = xΒ²/9

Contoh 8

Segitiga PQR dengan P(2, 1), Q(4, 1), R(3, 4) diregangkan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 2. Tentukan bayangan segitiga dan luas bayangannya.

Pembahasan

P(2,1) β†’ P'(4, 1)

Q(4,1) β†’ Q'(8, 1)

R(3,4) β†’ R'(6, 4)

Luas segitiga semula: alas = |4-2| = 2, tinggi = |4-1| = 3, Luas = Β½Γ—2Γ—3 = 3 satuanΒ²

Luas bayangan = |k| Γ— Luas semula = 2 Γ— 3 = 6 satuanΒ²

Verifikasi: alas bayangan = |8-4| = 4, tinggi = |4-1| = 3, Luas = Β½Γ—4Γ—3 = 6 βœ“

Jawaban: P'(4,1), Q'(8,1), R'(6,4); Luas = 6 satuanΒ²

Contoh 9

Tentukan bayangan kurva y = √x oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 4.

Pembahasan

f(x) = √x, k = 4

Bayangan: y = f(x/4) = √(x/4) = (√x)/2 = ½√x

Jawaban: y = ½√x

Contoh 10

Titik A'(12, 5) merupakan bayangan titik A oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 3. Tentukan koordinat titik A.

Pembahasan

Jika A(x, y) β†’ A'(kx, y), maka:

kx = 12, y = 5

3x = 12, sehingga x = 4

Jawaban: A(4, 5)

πŸ”΄ Tingkat Sulit

Contoh 11

Tentukan bayangan lingkaran xΒ² + yΒ² = 16 oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 2.

Pembahasan

Ganti x dengan x/k = x/2:

(x/2)Β² + yΒ² = 16

xΒ²/4 + yΒ² = 16

Bagi kedua ruas dengan 16:

xΒ²/64 + yΒ²/16 = 1

Ini adalah persamaan elips dengan a = 8 dan b = 4.

Jawaban: xΒ²/64 + yΒ²/16 = 1 (elips)

Contoh 12

Kurva y = 2xΒ² – 4x + 1 diregangkan dalam arah sumbu X dengan faktor k = 1/2. Tentukan persamaan bayangan kurva.

Pembahasan

f(x) = 2xΒ² – 4x + 1, k = 1/2

Ganti x dengan x/k = x/(1/2) = 2x:

y = 2(2x)Β² – 4(2x) + 1

y = 2(4xΒ²) – 8x + 1

y = 8xΒ² – 8x + 1

Jawaban: y = 8xΒ² – 8x + 1

Contoh 13

Tentukan nilai k jika bayangan titik A(3, 2) oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k terletak pada garis 2x – 3y = 6.

Pembahasan

A(3, 2) β†’ A'(3k, 2)

A’ terletak pada 2x – 3y = 6:

2(3k) – 3(2) = 6

6k – 6 = 6

6k = 12

k = 2

Jawaban: k = 2

Contoh 14

Persegi panjang ABCD dengan A(1, 1), B(4, 1), C(4, 3), D(1, 3) diregangkan dalam arah sumbu X sehingga luasnya menjadi 3 kali luas semula. Tentukan faktor regangan k (k > 0) dan koordinat bayangan tiap titik sudut.

Pembahasan

Luas semula: panjang = 3, lebar = 2, Luas = 6

Luas bayangan = 3 Γ— 6 = 18

Pada regangan arah sumbu X, luas bayangan = |k| Γ— luas semula

|k| Γ— 6 = 18 β†’ |k| = 3, karena k > 0 maka k = 3

Bayangan titik sudut:

A(1,1) β†’ A'(3, 1)

B(4,1) β†’ B'(12, 1)

C(4,3) β†’ C'(12, 3)

D(1,3) β†’ D'(3, 3)

Jawaban: k = 3; A'(3,1), B'(12,1), C'(12,3), D'(3,3)

Contoh 15

Kurva y = sin(x) diregangkan dalam arah sumbu X dengan faktor k = Ο€/2. Tentukan persamaan bayangan kurva dan periodenya.

Pembahasan

f(x) = sin(x), k = Ο€/2

Bayangan: y = f(x/k) = sin(x/(Ο€/2)) = sin(2x/Ο€)

Periode fungsi asal: T = 2Ο€

Periode bayangan: T’ = k Γ— T = (Ο€/2) Γ— 2Ο€ = π²

Atau dari rumus: periode sin(2x/Ο€) = 2Ο€/(2/Ο€) = 2Ο€ Γ— Ο€/2 = π²

Jawaban: y = sin(2x/Ο€), periode = π²

πŸ“ Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan!

🟒 Tingkat Mudah

1. Tentukan bayangan titik P(5, 3) oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 3.

2. Tentukan bayangan titik Q(-4, 6) oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 2.

3. Tentukan bayangan titik R(8, -2) oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 1/4.

4. Tentukan bayangan titik S(0, 9) oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 7.

5. Tentukan bayangan titik T(-6, -3) oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 1/3.

🟑 Tingkat Sedang

6. Tentukan bayangan garis y = 3x – 6 oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 3.

7. Tentukan bayangan kurva y = xΒ² + 2x oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 2.

8. Titik A'(15, -2) adalah bayangan titik A oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 5. Tentukan koordinat A.

9. Segitiga dengan titik sudut A(1, 0), B(3, 0), C(2, 4) diregangkan arah sumbu X dengan faktor k = 3. Tentukan luas bayangan segitiga.

10. Tentukan bayangan kurva y = 1/x oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 4.

πŸ”΄ Tingkat Sulit

11. Tentukan bayangan lingkaran xΒ² + yΒ² = 9 oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k = 3. Sebutkan jenis kurva bayangannya.

12. Kurva y = xΒ³ – 3x diregangkan arah sumbu X dengan faktor k = 1/2. Tentukan persamaan bayangan kurva.

13. Tentukan nilai k (k > 0) jika bayangan titik B(2, -1) oleh regangan arah sumbu X dengan faktor k terletak pada lingkaran xΒ² + yΒ² = 17.

14. Elips xΒ²/9 + yΒ²/4 = 1 diregangkan arah sumbu X dengan faktor k = 2. Tentukan persamaan bayangan elips dan panjang sumbu mayornya.

15. Kurva y = cos(2x) diregangkan arah sumbu X dengan faktor k = 3. Tentukan persamaan bayangan kurva dan periodenya.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page