Persamaan Transformasi Dilatasi pada Bidang

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Persamaan Transformasi Dilatasi pada Bidang

Transformasi Geometri

1. Pengertian Dilatasi

Kegiatan: Mengamati

Perhatikan sebuah foto yang diperbesar atau diperkecil. Bentuk foto tetap sama, tetapi ukurannya berubah. Inilah konsep dasar dilatasi — suatu transformasi yang mengubah ukuran objek tanpa mengubah bentuknya.

Dilatasi (perkalian) adalah suatu transformasi geometri yang mengubah ukuran (memperbesar atau memperkecil) suatu bangun dengan faktor skala tertentu terhadap suatu titik pusat, tanpa mengubah bentuk bangun tersebut.

Dilatasi ditentukan oleh dua unsur utama:

  • Pusat dilatasi — titik tetap yang menjadi acuan perbesaran/perkecilan
  • Faktor skala (k) — bilangan yang menentukan seberapa besar perubahan ukuran

Notasi Dilatasi:

D[P, k]

dengan P = pusat dilatasi dan k = faktor skala

Kegiatan: Menanya

Apa yang terjadi jika faktor skala k > 1? Apa yang terjadi jika 0 < k < 1? Bagaimana jika k bernilai negatif?

Nilai k Efek pada Bangun
k > 1 Bangun diperbesar
k = 1 Bangun tetap (tidak berubah)
0 < k < 1 Bangun diperkecil
k = −1 Bangun dicerminkan terhadap pusat (sama ukuran)
k < −1 Bangun diperbesar dan dicerminkan
−1 < k < 0 Bangun diperkecil dan dicerminkan

Ilustrasi: Dilatasi segitiga dengan pusat O dan k = 2

2. Rumus Persamaan Transformasi Dilatasi

Kegiatan: Menalar

Dari pengamatan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa setiap titik pada bangun akan bergerak menjauhi atau mendekati pusat dilatasi sesuai faktor skala. Mari kita turunkan rumusnya secara sistematis.

Misalkan titik A(x, y) didilatasi dengan pusat P(a, b) dan faktor skala k, maka bayangan titik A yaitu A'(x’, y’) dapat ditentukan dengan rumus:

Rumus Umum Dilatasi D[P(a,b), k]:

x’ = k(x − a) + a

y’ = k(y − b) + b

atau dapat ditulis:

x’ = kx − ka + a = kx + a(1 − k)

y’ = ky − kb + b = ky + b(1 − k)

Dalam bentuk matriks, dilatasi dapat ditulis sebagai:

Bentuk Matriks Dilatasi D[O(0,0), k]:

⎛x’⎞ = ⎛k 0⎞ ⎛x⎞
⎝y’⎠   ⎝0 k⎠ ⎝y⎠

3. Dilatasi dengan Pusat O(0,0)

Kegiatan: Mencoba

Coba tentukan bayangan titik A(3, 2) jika didilatasi terhadap pusat O(0,0) dengan faktor skala k = 2. Gunakan rumus yang sudah dipelajari!

Jika pusat dilatasi di titik asal O(0,0), maka a = 0 dan b = 0. Rumus menjadi lebih sederhana:

Dilatasi D[O(0,0), k]:

A(x, y) → A'(kx, ky)

atau: x’ = kx dan y’ = ky

Contoh Cepat:

Titik B(4, −3) didilatasi dengan D[O(0,0), 3]

x’ = 3 × 4 = 12

y’ = 3 × (−3) = −9

Bayangan: B'(12, −9)

Ilustrasi: Dilatasi D[O(0,0), 2] pada titik A(2,1) → A'(4,2)

4. Dilatasi dengan Pusat P(a,b)

Jika pusat dilatasi bukan di titik asal, misalnya di P(a, b), maka kita menggunakan rumus umum:

Dilatasi D[P(a,b), k]:

A(x, y) → A'(k(x−a)+a, k(y−b)+b)

Langkah-langkah menentukan bayangan:

  1. Tentukan pusat dilatasi P(a,b) dan faktor skala k
  2. Hitung x’ = k(x − a) + a
  3. Hitung y’ = k(y − b) + b
  4. Tuliskan bayangan A'(x’, y’)

Contoh Cepat:

Titik C(5, 3) didilatasi dengan D[P(1, 2), 3]

x’ = 3(5 − 1) + 1 = 3(4) + 1 = 12 + 1 = 13

y’ = 3(3 − 2) + 2 = 3(1) + 2 = 3 + 2 = 5

Bayangan: C'(13, 5)

Ilustrasi: Dilatasi D[P(1,1), 2] pada titik A(3,2) → A'(5,3)

5. Persamaan Kurva Hasil Dilatasi

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Setelah memahami bayangan titik, sekarang kita pelajari cara menentukan persamaan kurva (garis, parabola, lingkaran, dll.) setelah dilatasi. Diskusikan dengan teman: bagaimana caranya?

Untuk menentukan persamaan kurva hasil dilatasi, kita menggunakan metode substitusi invers. Langkahnya:

Langkah menentukan persamaan kurva hasil dilatasi:

  1. Dari rumus dilatasi, nyatakan x dan y dalam x’ dan y’ (invers):
       Untuk D[O(0,0), k]: x = x’/k dan y = y’/k
       Untuk D[P(a,b), k]: x = (x’−a)/k + a dan y = (y’−b)/k + b
  2. Substitusikan x dan y ke persamaan kurva asal
  3. Sederhanakan, lalu ganti x’ dengan x dan y’ dengan y

Invers Dilatasi D[O(0,0), k]:

x = x’/k    dan    y = y’/k

Invers Dilatasi D[P(a,b), k]:

x = (x’−a)/k + a    dan    y = (y’−b)/k + b

Contoh:

Tentukan bayangan garis y = 2x + 1 oleh dilatasi D[O(0,0), 3].

Penyelesaian:

Invers: x = x’/3 dan y = y’/3

Substitusi ke y = 2x + 1:

   y’/3 = 2(x’/3) + 1

   y’/3 = 2x’/3 + 1

   y’ = 2x’ + 3

Ganti x’ → x dan y’ → y:

Bayangan: y = 2x + 3

6. Contoh Soal dan Pembahasan

Tingkat Mudah

Mudah

Soal 1: Tentukan bayangan titik A(2, 5) oleh dilatasi D[O(0,0), 4].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Diketahui: A(2, 5), pusat O(0,0), k = 4

Rumus D[O(0,0), k]: A(x,y) → A'(kx, ky)

x’ = 4 × 2 = 8

y’ = 4 × 5 = 20

Bayangan: A'(8, 20)

Mudah

Soal 2: Tentukan bayangan titik B(−3, 6) oleh dilatasi D[O(0,0), 2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Diketahui: B(−3, 6), pusat O(0,0), k = 2

x’ = 2 × (−3) = −6

y’ = 2 × 6 = 12

Bayangan: B'(−6, 12)

Mudah

Soal 3: Tentukan bayangan titik C(8, −4) oleh dilatasi D[O(0,0), 1/2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Diketahui: C(8, −4), pusat O(0,0), k = 1/2

x’ = (1/2) × 8 = 4

y’ = (1/2) × (−4) = −2

Bayangan: C'(4, −2)

Mudah

Soal 4: Tentukan bayangan titik D(1, 3) oleh dilatasi D[P(2, 1), 3].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Diketahui: D(1, 3), pusat P(2, 1), k = 3

x’ = 3(1 − 2) + 2 = 3(−1) + 2 = −3 + 2 = −1

y’ = 3(3 − 1) + 1 = 3(2) + 1 = 6 + 1 = 7

Bayangan: D'(−1, 7)

Mudah

Soal 5: Tentukan bayangan titik E(0, 4) oleh dilatasi D[O(0,0), −2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Diketahui: E(0, 4), pusat O(0,0), k = −2

x’ = (−2) × 0 = 0

y’ = (−2) × 4 = −8

Bayangan: E'(0, −8)

Tingkat Sedang

Sedang

Soal 1: Tentukan bayangan garis y = 3x − 2 oleh dilatasi D[O(0,0), 2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Invers D[O(0,0), 2]: x = x’/2 dan y = y’/2

Substitusi ke y = 3x − 2:

   y’/2 = 3(x’/2) − 2

   y’/2 = 3x’/2 − 2

   y’ = 3x’ − 4

Ganti x’ → x, y’ → y:

Bayangan: y = 3x − 4

Sedang

Soal 2: Tentukan bayangan garis 2x + y = 6 oleh dilatasi D[O(0,0), 3].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Invers: x = x’/3, y = y’/3

Substitusi ke 2x + y = 6:

   2(x’/3) + y’/3 = 6

   2x’/3 + y’/3 = 6

Kalikan kedua ruas dengan 3:

   2x’ + y’ = 18

Ganti x’ → x, y’ → y:

Bayangan: 2x + y = 18

Sedang

Soal 3: Tentukan bayangan parabola y = x² oleh dilatasi D[O(0,0), 2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Invers: x = x’/2, y = y’/2

Substitusi ke y = x²:

   y’/2 = (x’/2)²

   y’/2 = x’²/4

   y’ = x’²/2

Ganti x’ → x, y’ → y:

Bayangan: y = x²/2 atau y = ½x²

Sedang

Soal 4: Tentukan bayangan titik A(4, −2) oleh dilatasi D[P(1, 3), 2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Diketahui: A(4, −2), pusat P(1, 3), k = 2

x’ = 2(4 − 1) + 1 = 2(3) + 1 = 6 + 1 = 7

y’ = 2(−2 − 3) + 3 = 2(−5) + 3 = −10 + 3 = −7

Bayangan: A'(7, −7)

Sedang

Soal 5: Tentukan bayangan lingkaran x² + y² = 9 oleh dilatasi D[O(0,0), 3].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Invers: x = x’/3, y = y’/3

Substitusi ke x² + y² = 9:

   (x’/3)² + (y’/3)² = 9

   x’²/9 + y’²/9 = 9

   x’² + y’² = 81

Ganti x’ → x, y’ → y:

Bayangan: x² + y² = 81

Catatan: Jari-jari awal = 3, setelah dilatasi k=3 menjadi jari-jari = 9. Cek: 9² = 81 ✓

Tingkat Sulit

Sulit

Soal 1: Tentukan bayangan kurva y = x² − 4x + 3 oleh dilatasi D[P(1, 0), 2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Pusat P(1, 0), k = 2

Invers D[P(a,b), k]: x = (x’−a)/k + a, y = (y’−b)/k + b

x = (x’−1)/2 + 1 = (x’−1+2)/2 = (x’+1)/2

y = (y’−0)/2 + 0 = y’/2

Substitusi ke y = x² − 4x + 3:

   y’/2 = [(x’+1)/2]² − 4[(x’+1)/2] + 3

   y’/2 = (x’+1)²/4 − 4(x’+1)/2 + 3

   y’/2 = (x’²+2x’+1)/4 − (4x’+4)/2 + 3

Kalikan semua dengan 4:

   2y’ = x’²+2x’+1 − 2(4x’+4) + 12

   2y’ = x’²+2x’+1 − 8x’−8 + 12

   2y’ = x’² − 6x’ + 5

   y’ = (x’² − 6x’ + 5)/2

Ganti x’ → x, y’ → y:

Bayangan: y = (x² − 6x + 5)/2

Sulit

Soal 2: Tentukan bayangan lingkaran (x−2)² + (y−3)² = 4 oleh dilatasi D[P(2, 3), 3].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Pusat dilatasi P(2, 3), k = 3

Invers: x = (x’−2)/3 + 2 = (x’−2+6)/3 = (x’+4)/3

y = (y’−3)/3 + 3 = (y’−3+9)/3 = (y’+6)/3

Substitusi ke (x−2)² + (y−3)² = 4:

   [(x’+4)/3 − 2]² + [(y’+6)/3 − 3]² = 4

   [(x’+4−6)/3]² + [(y’+6−9)/3]² = 4

   [(x’−2)/3]² + [(y’−3)/3]² = 4

   (x’−2)²/9 + (y’−3)²/9 = 4

   (x’−2)² + (y’−3)² = 36

Ganti x’ → x, y’ → y:

Bayangan: (x−2)² + (y−3)² = 36

Catatan: Pusat lingkaran (2,3) = pusat dilatasi, sehingga pusat tetap. Jari-jari: 2 × 3 = 6, dan 6² = 36 ✓

Sulit

Soal 3: Tentukan bayangan garis y = 2x + 1 oleh dilatasi D[P(1, 3), 2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Pusat P(1, 3), k = 2

Invers: x = (x’−1)/2 + 1 = (x’+1)/2

y = (y’−3)/2 + 3 = (y’+3)/2

Substitusi ke y = 2x + 1:

   (y’+3)/2 = 2 × (x’+1)/2 + 1

   (y’+3)/2 = (x’+1) + 1

   (y’+3)/2 = x’ + 2

   y’ + 3 = 2x’ + 4

   y’ = 2x’ + 1

Ganti x’ → x, y’ → y:

Bayangan: y = 2x + 1

Catatan: Garis tetap! Ini terjadi karena pusat dilatasi P(1,3) terletak pada garis y = 2x + 1 (cek: 2(1)+1 = 3 ✓). Garis yang melalui pusat dilatasi akan menjadi dirinya sendiri.

Sulit

Soal 4: Segitiga ABC dengan A(1,1), B(4,1), C(1,5) didilatasi oleh D[P(2,2), −2]. Tentukan luas segitiga bayangan A’B’C’.

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Pusat P(2, 2), k = −2

Bayangan A(1,1):

x’ = −2(1−2)+2 = −2(−1)+2 = 2+2 = 4

y’ = −2(1−2)+2 = −2(−1)+2 = 2+2 = 4

A'(4, 4)

Bayangan B(4,1):

x’ = −2(4−2)+2 = −2(2)+2 = −4+2 = −2

y’ = −2(1−2)+2 = −2(−1)+2 = 2+2 = 4

B'(−2, 4)

Bayangan C(1,5):

x’ = −2(1−2)+2 = 2+2 = 4

y’ = −2(5−2)+2 = −2(3)+2 = −6+2 = −4

C'(4, −4)

Luas segitiga asal:

Alas = |4−1| = 3, Tinggi = |5−1| = 4

Luas = ½ × 3 × 4 = 6

Luas bayangan:

Luas bayangan = |k|² × Luas asal = |−2|² × 6 = 4 × 6 = 24 satuan luas

Sulit

Soal 5: Tentukan bayangan kurva y = (x−1)/(x+2) oleh dilatasi D[O(0,0), 2].

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Invers D[O(0,0), 2]: x = x’/2, y = y’/2

Substitusi ke y = (x−1)/(x+2):

   y’/2 = (x’/2 − 1)/(x’/2 + 2)

   y’/2 = [(x’−2)/2] / [(x’+4)/2]

   y’/2 = (x’−2)/(x’+4)

   y’ = 2(x’−2)/(x’+4)

Ganti x’ → x, y’ → y:

Bayangan: y = 2(x−2)/(x+4)

7. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Selamat mengerjakan!

Tingkat Mudah

Mudah

1. Tentukan bayangan titik (5, −3) oleh dilatasi D[O(0,0), 4].

Mudah

2. Tentukan bayangan titik (−6, 8) oleh dilatasi D[O(0,0), 1/2].

Mudah

3. Tentukan bayangan titik (0, −7) oleh dilatasi D[O(0,0), −3].

Mudah

4. Tentukan bayangan titik (3, 2) oleh dilatasi D[P(1, 1), 2].

Mudah

5. Tentukan bayangan titik (−1, 4) oleh dilatasi D[P(0, 2), 3].

Tingkat Sedang

Sedang

1. Tentukan bayangan garis y = 4x − 1 oleh dilatasi D[O(0,0), 3].

Sedang

2. Tentukan bayangan garis x + 2y = 8 oleh dilatasi D[O(0,0), 4].

Sedang

3. Tentukan bayangan parabola y = x² + 1 oleh dilatasi D[O(0,0), 2].

Sedang

4. Tentukan bayangan lingkaran x² + y² = 16 oleh dilatasi D[O(0,0), 1/2].

Sedang

5. Tentukan bayangan titik A(3, −1) dan B(5, 2) oleh D[P(1, 1), −2], kemudian hitung panjang A’B’.

Tingkat Sulit

Sulit

1. Tentukan bayangan kurva y = x² + 2x − 3 oleh dilatasi D[P(−1, 0), 2].

Sulit

2. Tentukan bayangan lingkaran (x−3)² + (y+1)² = 25 oleh dilatasi D[P(3, −1), 2].

Sulit

3. Persegi ABCD dengan A(0,0), B(4,0), C(4,4), D(0,4) didilatasi oleh D[P(2,2), −3]. Tentukan luas bayangan persegi tersebut.

Sulit

4. Tentukan bayangan kurva y = √x oleh dilatasi D[O(0,0), 4].

Sulit

5. Garis y = mx + c melalui titik (2,5) dan bayangannya oleh D[O(0,0), 3] melalui titik (9, 18). Tentukan nilai m dan c.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page