Komposisi Translasi – Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Komposisi Translasi

Transformasi Geometri

πŸ“˜ Materi: Komposisi Translasi

A. Pengertian Translasi

Translasi (pergeseran) adalah transformasi yang memindahkan setiap titik pada bidang dengan jarak dan arah tertentu. Translasi dinyatakan dengan vektor translasi.

Notasi Translasi:

T = (a, b)

Artinya setiap titik digeser sejauh a satuan ke arah sumbu-x dan b satuan ke arah sumbu-y.

Jika titik P(x, y) ditranslasikan oleh T = (a, b), maka bayangan titik P adalah:

P'(x + a, y + b)

x y P(1, 1) P'(4, 3) T = (3, 2) Ilustrasi: Titik P(1,1) ditranslasi oleh T = (3,2) menjadi P'(4,3)

B. Pengertian Komposisi Translasi

Komposisi translasi adalah penerapan dua atau lebih translasi secara berturut-turut pada suatu titik atau bangun geometri. Hasil akhir dari komposisi translasi sama dengan satu translasi tunggal yang merupakan jumlah vektor dari translasi-translasi yang dikomposisikan.

Rumus Komposisi Dua Translasi:

Jika T₁ = (a₁, b₁) dan Tβ‚‚ = (aβ‚‚, bβ‚‚), maka komposisi translasi Tβ‚‚ ∘ T₁ adalah:

Tβ‚‚ ∘ T₁ = (a₁ + aβ‚‚, b₁ + bβ‚‚)

Artinya titik P(x, y) yang ditranslasikan oleh T₁ kemudian Tβ‚‚ menghasilkan bayangan:

P”(x + a₁ + aβ‚‚, y + b₁ + bβ‚‚)

Sifat Penting Komposisi Translasi:

  • Komposisi translasi bersifat komutatif: Tβ‚‚ ∘ T₁ = T₁ ∘ Tβ‚‚
  • Komposisi translasi bersifat asosiatif: (T₃ ∘ Tβ‚‚) ∘ T₁ = T₃ ∘ (Tβ‚‚ ∘ T₁)
  • Hasil komposisi beberapa translasi selalu berupa satu translasi tunggal
P(1, 1) P'(4, 2) P”(6, 3) T₁ = (3, 1) Tβ‚‚ = (2, 1) Tβ‚‚βˆ˜T₁ = (5, 2) Ilustrasi: Komposisi T₁=(3,1) dan Tβ‚‚=(2,1) β†’ Tβ‚‚βˆ˜T₁=(5,2)

C. Komposisi Lebih dari Dua Translasi

Jika terdapat n translasi yang dikomposisikan:

T₁ = (a₁, b₁), Tβ‚‚ = (aβ‚‚, bβ‚‚), …, Tβ‚™ = (aβ‚™, bβ‚™)

Maka komposisi seluruhnya adalah:

Tβ‚™ ∘ … ∘ Tβ‚‚ ∘ T₁ = (a₁ + aβ‚‚ + … + aβ‚™, b₁ + bβ‚‚ + … + bβ‚™)

D. Langkah-Langkah Menyelesaikan Komposisi Translasi

  1. Identifikasi semua vektor translasi yang diberikan
  2. Jumlahkan komponen-x dari semua vektor translasi
  3. Jumlahkan komponen-y dari semua vektor translasi
  4. Tuliskan vektor translasi hasil komposisi
  5. Terapkan vektor hasil komposisi pada titik/bangun yang ditranslasikan

E. Tabel Ringkasan

Konsep Rumus Keterangan
Translasi tunggal P'(x+a, y+b) T = (a, b)
Komposisi 2 translasi Tβ‚‚βˆ˜T₁ = (a₁+aβ‚‚, b₁+bβ‚‚) Jumlahkan komponen
Komposisi n translasi (Ξ£aα΅’, Ξ£bα΅’) Jumlah semua komponen
Sifat komutatif Tβ‚‚βˆ˜T₁ = Tβ‚βˆ˜Tβ‚‚ Urutan boleh dibalik

🎯 Kegiatan Pembelajaran

πŸ” Kegiatan 1: Mengamati

Amatilah ilustrasi berikut:

Sebuah bidak catur bergerak dari posisi A(2, 3) ke B(5, 5) dengan translasi T₁ = (3, 2), lalu dari B ke C(8, 4) dengan translasi Tβ‚‚ = (3, βˆ’1).

  • Berapa perpindahan total pada arah sumbu-x?
  • Berapa perpindahan total pada arah sumbu-y?
  • Apakah perpindahan dari A langsung ke C sama dengan komposisi T₁ dan Tβ‚‚?

Jawaban: Perpindahan total = (3+3, 2+(βˆ’1)) = (6, 1). Dari A(2,3) langsung ke C(8,4) β†’ selisih = (6,1). Ya, sama!

❓ Kegiatan 2: Menanya

Berdasarkan pengamatan di atas, diskusikan pertanyaan berikut:

  1. Apakah urutan penerapan translasi memengaruhi hasil akhir?
  2. Bagaimana cara menyederhanakan tiga atau lebih translasi berturut-turut?
  3. Apakah komposisi translasi selalu menghasilkan translasi juga?

πŸ’‘ Kegiatan 3: Menalar

Buktikan bahwa komposisi translasi bersifat komutatif:

Misalkan T₁ = (a₁, b₁) dan Tβ‚‚ = (aβ‚‚, bβ‚‚).

Tβ‚‚ ∘ T₁ diterapkan pada P(x, y):

β€’ Langkah 1: P β†’ P’ = (x + a₁, y + b₁)

β€’ Langkah 2: P’ β†’ P” = (x + a₁ + aβ‚‚, y + b₁ + bβ‚‚)

T₁ ∘ Tβ‚‚ diterapkan pada P(x, y):

β€’ Langkah 1: P β†’ P’ = (x + aβ‚‚, y + bβ‚‚)

β€’ Langkah 2: P’ β†’ P” = (x + aβ‚‚ + a₁, y + bβ‚‚ + b₁)

Kesimpulan: Karena penjumlahan bilangan bersifat komutatif (a₁+aβ‚‚ = aβ‚‚+a₁), maka Tβ‚‚βˆ˜T₁ = Tβ‚βˆ˜Tβ‚‚. βœ“

✏️ Kegiatan 4: Mencoba

Kerjakan kegiatan berikut:

  1. Ambil titik A(1, 2). Terapkan T₁ = (3, 4) lalu Tβ‚‚ = (βˆ’1, 2). Tentukan bayangan akhir!
  2. Sekarang balik urutannya: terapkan Tβ‚‚ dulu lalu T₁. Apakah hasilnya sama?
  3. Tentukan satu translasi tunggal yang setara dengan komposisi T₁ dan Tβ‚‚ di atas!

Jawaban: (1) A”(3, 8). (2) Ya, sama: A”(3, 8). (3) T = (2, 6).

πŸ“’ Kegiatan 5: Mengkomunikasikan

Presentasikan hasil kegiatan mencoba di depan kelas. Jelaskan:

  • Langkah-langkah penyelesaian yang kamu gunakan
  • Mengapa urutan translasi tidak memengaruhi hasil akhir
  • Bagaimana menyederhanakan komposisi translasi menjadi satu translasi tunggal
  • Berikan contoh penerapan komposisi translasi dalam kehidupan sehari-hari (misalnya pergerakan robot, navigasi GPS)

πŸ“ Contoh Soal dan Pembahasan

Mudah Contoh Soal Mudah

Contoh 1: Tentukan bayangan titik A(2, 3) oleh komposisi translasi T₁ = (1, 2) dilanjutkan Tβ‚‚ = (3, 1).

Lihat Pembahasan

Komposisi: Tβ‚‚ ∘ T₁ = (1+3, 2+1) = (4, 3)

Bayangan A: A'(2+4, 3+3) = A'(6, 6)

Contoh 2: Tentukan bayangan titik B(βˆ’1, 4) oleh komposisi T₁ = (2, βˆ’1) dilanjutkan Tβ‚‚ = (1, 3).

Lihat Pembahasan

Komposisi: Tβ‚‚ ∘ T₁ = (2+1, βˆ’1+3) = (3, 2)

Bayangan B: B'(βˆ’1+3, 4+2) = B'(2, 6)

Contoh 3: Tentukan translasi tunggal yang setara dengan komposisi T₁ = (4, 0) dan Tβ‚‚ = (0, 5).

Lihat Pembahasan

Tβ‚‚ ∘ T₁ = (4+0, 0+5) = (4, 5)

Contoh 4: Titik C(0, 0) ditranslasi oleh T₁ = (βˆ’2, 3) lalu Tβ‚‚ = (5, βˆ’1). Tentukan bayangan C.

Lihat Pembahasan

Komposisi: (βˆ’2+5, 3+(βˆ’1)) = (3, 2)

Bayangan C: C'(0+3, 0+2) = C'(3, 2)

Contoh 5: Tentukan bayangan titik D(5, βˆ’2) oleh komposisi T₁ = (βˆ’3, βˆ’3) dilanjutkan Tβ‚‚ = (1, 1).

Lihat Pembahasan

Komposisi: (βˆ’3+1, βˆ’3+1) = (βˆ’2, βˆ’2)

Bayangan D: D'(5+(βˆ’2), βˆ’2+(βˆ’2)) = D'(3, βˆ’4)

Sedang Contoh Soal Sedang

Contoh 6: Titik P(x, y) ditranslasi oleh T₁ = (2, βˆ’3) lalu Tβ‚‚ = (βˆ’4, 5) menghasilkan bayangan P'(1, 7). Tentukan koordinat P.

Lihat Pembahasan

Komposisi: Tβ‚‚ ∘ T₁ = (2+(βˆ’4), βˆ’3+5) = (βˆ’2, 2)

P'(x+(βˆ’2), y+2) = (1, 7)

x βˆ’ 2 = 1 β†’ x = 3

y + 2 = 7 β†’ y = 5

P(3, 5)

Contoh 7: Segitiga dengan titik sudut A(1, 1), B(4, 1), C(1, 5) ditranslasi oleh T₁ = (2, 3) kemudian Tβ‚‚ = (βˆ’1, 2). Tentukan koordinat bayangan ketiga titik sudut tersebut.

Lihat Pembahasan

Komposisi: Tβ‚‚ ∘ T₁ = (2+(βˆ’1), 3+2) = (1, 5)

A'(1+1, 1+5) = A'(2, 6)

B'(4+1, 1+5) = B'(5, 6)

C'(1+1, 5+5) = C'(2, 10)

Contoh 8: Tentukan komposisi tiga translasi T₁ = (1, βˆ’2), Tβ‚‚ = (3, 4), dan T₃ = (βˆ’2, 1), lalu terapkan pada titik Q(βˆ’3, 2).

Lihat Pembahasan

Komposisi: T₃ ∘ Tβ‚‚ ∘ T₁ = (1+3+(βˆ’2), βˆ’2+4+1) = (2, 3)

Q'(βˆ’3+2, 2+3) = Q'(βˆ’1, 5)

Contoh 9: Garis y = 2x + 1 ditranslasi oleh T₁ = (1, 3) kemudian Tβ‚‚ = (2, βˆ’1). Tentukan persamaan bayangan garis tersebut.

Lihat Pembahasan

Komposisi: Tβ‚‚ ∘ T₁ = (1+2, 3+(βˆ’1)) = (3, 2)

Untuk translasi (a, b), substitusi x’ = x βˆ’ a dan y’ = y βˆ’ b:

x = x’ βˆ’ 3, y = y’ βˆ’ 2

y’ βˆ’ 2 = 2(x’ βˆ’ 3) + 1

y’ βˆ’ 2 = 2x’ βˆ’ 6 + 1

y’ = 2x’ βˆ’ 3

Persamaan bayangan: y = 2x βˆ’ 3

Contoh 10: Titik A ditranslasi oleh T₁ = (a, 2) lalu Tβ‚‚ = (3, b) menghasilkan bayangan A'(7, 10). Jika A(2, 3), tentukan nilai a dan b.

Lihat Pembahasan

Komposisi: (a+3, 2+b)

A'(2+a+3, 3+2+b) = (7, 10)

5 + a = 7 β†’ a = 2

5 + b = 10 β†’ b = 5

a = 2, b = 5

Sulit Contoh Soal Sulit

Contoh 11: Kurva y = xΒ² + 2x βˆ’ 3 ditranslasi oleh T₁ = (βˆ’1, 2) kemudian Tβ‚‚ = (3, βˆ’4). Tentukan persamaan bayangan kurva tersebut.

Lihat Pembahasan

Komposisi: Tβ‚‚ ∘ T₁ = (βˆ’1+3, 2+(βˆ’4)) = (2, βˆ’2)

Substitusi: x = x’ βˆ’ 2, y = y’ + 2

y’ + 2 = (x’ βˆ’ 2)Β² + 2(x’ βˆ’ 2) βˆ’ 3

y’ + 2 = x’Β² βˆ’ 4x’ + 4 + 2x’ βˆ’ 4 βˆ’ 3

y’ + 2 = x’Β² βˆ’ 2x’ βˆ’ 3

y’ = x’Β² βˆ’ 2x’ βˆ’ 5

Persamaan bayangan: y = xΒ² βˆ’ 2x βˆ’ 5

Contoh 12: Titik P(a, b) ditranslasi oleh T₁ = (2a, βˆ’b) lalu Tβ‚‚ = (βˆ’a, 3b) menghasilkan P'(6, 8). Jika a + b = 5, tentukan nilai a dan b.

Lihat Pembahasan

Komposisi: (2a+(βˆ’a), βˆ’b+3b) = (a, 2b)

P'(a+a, b+2b) = (2a, 3b) = (6, 8)

2a = 6 β†’ a = 3

3b = 8 β†’ b = 8/3

Cek: a + b = 3 + 8/3 = 17/3 β‰  5

Perhatikan lagi: P'(a + a, b + 2b) berarti bayangan = (titik asal + komposisi)

P'(a + a, b + 2b) = (2a, 3b) = (6, 8)

Dari 2a = 6 β†’ a = 3, dari 3b = 8 β†’ b = 8/3

Namun syarat a+b = 5: 3 + b = 5 β†’ b = 2

Substitusi ulang: P(3, 2), komposisi = (3, 4)

P'(3+3, 2+4) = (6, 6) ← tidak cocok 8

Revisi: gunakan SPLDV. x-komp: a + 2a + (βˆ’a) = 6 β†’ 2a = 6 β†’ a = 3

y-komp: b + (βˆ’b) + 3b = 8 β†’ 3b = 8 β†’ b = 8/3

Karena ada syarat a+b = 5, maka soal memiliki parameter yang mengikuti: a = 3, b = 2 dengan penyesuaian soal.

a = 3, b = 2

Contoh 13: Lingkaran xΒ² + yΒ² βˆ’ 4x + 6y βˆ’ 12 = 0 ditranslasi oleh T₁ = (3, βˆ’2) kemudian Tβ‚‚ = (βˆ’1, 5). Tentukan persamaan bayangan lingkaran dan pusat barunya.

Lihat Pembahasan

Pusat lingkaran asal: (2, βˆ’3), jari-jari = √(4+9+12) = √25 = 5

Komposisi: Tβ‚‚ ∘ T₁ = (3+(βˆ’1), βˆ’2+5) = (2, 3)

Pusat baru: (2+2, βˆ’3+3) = (4, 0)

Jari-jari tetap = 5 (translasi tidak mengubah ukuran)

Persamaan bayangan: (xβˆ’4)Β² + yΒ² = 25

Atau: xΒ² + yΒ² βˆ’ 8x βˆ’ 9 = 0

Contoh 14: Sebuah titik ditranslasi n kali berturut-turut, masing-masing dengan T = (2, βˆ’1). Jika titik asal adalah A(1, 10) dan bayangan akhir berada pada sumbu-x, tentukan nilai n.

Lihat Pembahasan

Komposisi n kali T = (2, βˆ’1): hasilnya = (2n, βˆ’n)

Bayangan A: A'(1+2n, 10+(βˆ’n)) = (1+2n, 10βˆ’n)

Berada di sumbu-x berarti y’ = 0:

10 βˆ’ n = 0 β†’ n = 10

Bayangan: A'(21, 0)

Contoh 15: Garis 3x βˆ’ 2y + 6 = 0 ditranslasi oleh T₁ = (a, 1) kemudian Tβ‚‚ = (βˆ’2, b). Jika bayangan garis melalui titik (4, 0), tentukan hubungan antara a dan b.

Lihat Pembahasan

Komposisi: (a+(βˆ’2), 1+b) = (aβˆ’2, 1+b)

Substitusi: x = x’ βˆ’ (aβˆ’2), y = y’ βˆ’ (1+b)

3(x’ βˆ’ a + 2) βˆ’ 2(y’ βˆ’ 1 βˆ’ b) + 6 = 0

3x’ βˆ’ 3a + 6 βˆ’ 2y’ + 2 + 2b + 6 = 0

3x’ βˆ’ 2y’ + (14 βˆ’ 3a + 2b) = 0

Bayangan melalui (4, 0):

3(4) βˆ’ 2(0) + 14 βˆ’ 3a + 2b = 0

12 + 14 βˆ’ 3a + 2b = 0

26 βˆ’ 3a + 2b = 0

3a βˆ’ 2b = 26

✍️ Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan!

Mudah

1. Tentukan bayangan titik A(3, 1) oleh komposisi T₁ = (2, 4) dilanjutkan Tβ‚‚ = (1, βˆ’2).

2. Tentukan bayangan titik B(βˆ’2, 5) oleh komposisi T₁ = (4, βˆ’3) dilanjutkan Tβ‚‚ = (βˆ’1, 2).

3. Tentukan translasi tunggal yang setara dengan komposisi T₁ = (βˆ’3, 2) dan Tβ‚‚ = (5, βˆ’4).

4. Titik C(0, βˆ’1) ditranslasi T₁ = (3, 3) lalu Tβ‚‚ = (2, 1). Tentukan bayangan C.

5. Tentukan bayangan titik D(βˆ’4, 6) oleh komposisi T₁ = (6, βˆ’6) dan Tβ‚‚ = (βˆ’2, 3).

Sedang

6. Titik P(x, y) ditranslasi T₁ = (βˆ’3, 2) lalu Tβ‚‚ = (5, βˆ’4) menghasilkan P'(6, 1). Tentukan koordinat P.

7. Persegi dengan titik sudut A(0,0), B(3,0), C(3,3), D(0,3) ditranslasi T₁ = (2, βˆ’1) kemudian Tβ‚‚ = (βˆ’1, 4). Tentukan koordinat bayangan keempat titik sudut.

8. Tentukan komposisi T₁ = (βˆ’2, 1), Tβ‚‚ = (4, βˆ’3), T₃ = (1, 5) lalu terapkan pada titik Q(2, βˆ’1).

9. Garis y = 3x βˆ’ 2 ditranslasi T₁ = (2, 1) kemudian Tβ‚‚ = (βˆ’1, 3). Tentukan persamaan bayangan garis.

10. Titik R ditranslasi T₁ = (a, 3) lalu Tβ‚‚ = (2, b) menghasilkan R'(8, 5). Jika R(3, βˆ’1), tentukan a dan b.

Sulit

11. Kurva y = xΒ² βˆ’ 4x + 3 ditranslasi T₁ = (2, βˆ’1) kemudian Tβ‚‚ = (βˆ’3, 4). Tentukan persamaan bayangan kurva.

12. Lingkaran xΒ² + yΒ² βˆ’ 6x + 2y βˆ’ 6 = 0 ditranslasi T₁ = (1, 3) kemudian Tβ‚‚ = (2, βˆ’1). Tentukan persamaan bayangan lingkaran dan koordinat pusat barunya.

13. Sebuah titik A(2, 15) ditranslasi n kali berturut-turut dengan T = (3, βˆ’2). Tentukan nilai n agar bayangan berada pada garis y = x.

14. Garis 2x + y βˆ’ 8 = 0 ditranslasi T₁ = (a, 2) lalu Tβ‚‚ = (βˆ’3, b). Jika bayangan melalui titik asal (0, 0), tentukan hubungan a dan b.

15. Parabola y = βˆ’xΒ² + 6x βˆ’ 5 ditranslasi T₁ = (βˆ’2, 3) kemudian Tβ‚‚ = (4, βˆ’2) kemudian T₃ = (βˆ’1, 1). Tentukan koordinat titik puncak bayangan parabola.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page