Pernahkah Anda membayangkan bagaimana komputer memproses grafis yang rumit atau bagaimana data besar diatur dengan rapi? Jawabannya ada pada matriks. Dalam edisi epres math kali ini, kita akan menjelajahi dunia matriks—mulai dari dasar-dasar operasionalnya hingga rahasia di balik determinan dan invers yang sering menjadi tantangan di bangku sekolah.
Matriks
Materi Lengkap · Contoh Soal · Latihan
Pengertian Matriks
Apa itu Matriks?
Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang diatur dalam baris dan kolom dan ditulis di antara dua kurung siku [ ]. Bilangan-bilangan yang tersusun itu disebut elemen atau entri matriks.
Matriks biasanya dilambangkan dengan huruf kapital, misalnya A, B, C, dst.
Contoh umum bentuk matriks:
Matriks A berordo 2×3:
Matriks ditulis dengan notasi A = [aij], di mana i menyatakan nomor baris dan j menyatakan nomor kolom.
Contoh Soal — Pengertian Matriks
Tentukan apakah susunan bilangan berikut merupakan matriks:
Sebutkan berapa banyak bilangan yang terdapat dalam matriks:
Tuliskan matriks B yang menyatakan data: baris pertama [8, 9] dan baris kedua [2, 5].
Di antara berikut ini, manakah yang merupakan representasi matriks yang benar?
(a) Bilangan yang ditulis berjajar tanpa kurung
(b) Bilangan dalam kurung siku tersusun baris-kolom
(c) Bilangan dalam kurung biasa ( )
Sebuah matriks memiliki 2 baris dan 4 kolom. Berapa banyak elemen yang dimiliki matriks tersebut?
Diketahui nilai ulangan 3 siswa untuk 3 mata pelajaran sebagai berikut:
Matematika: 80, 75, 90 | IPA: 70, 85, 80 | Bahasa: 90, 80, 75
Nyatakan data ini dalam bentuk matriks, dengan baris = mata pelajaran dan kolom = siswa.
Jika A adalah matriks berukuran m × n dan B adalah matriks berukuran p × q, dengan m = 3, n = 4, p = 2, q = 5 — berapa total elemen jika A dan B digabungkan?
Diberikan matriks:
Suatu data disajikan: harga barang A = Rp5.000, B = Rp8.000, C = Rp3.000. Nyatakan dalam matriks baris (1×3).
Diketahui matriks C memiliki elemen-elemen: 5, −3, 0, 7, −1, 4 tersusun dalam 2 baris dan 3 kolom. Tuliskan matriks tersebut.
Matriks A = [aij] berukuran 3×3 didefinisikan oleh aij = 2i − j. Tuliskan semua elemen matriks A.
a₁₁=2(1)−1=1, a₁₂=2(1)−2=0, a₁₃=2(1)−3=−1
a₂₁=2(2)−1=3, a₂₂=2(2)−2=2, a₂₃=2(2)−3=1
a₃₁=2(3)−1=5, a₃₂=2(3)−2=4, a₃₃=2(3)−3=3
Matriks B = [bij] berukuran 3×3 dengan bij = i² + j. Tuliskan matriks B.
b₁₁=1+1=2, b₁₂=1+2=3, b₁₃=1+3=4
b₂₁=4+1=5, b₂₂=4+2=6, b₂₃=4+3=7
b₃₁=9+1=10, b₃₂=9+2=11, b₃₃=9+3=12
Suatu matriks C berukuran 4×4 dengan aturan: cij = 0 jika i ≠ j, dan cij = i jika i = j. Tuliskan matriks C.
Matriks D = [dij] berukuran 2×4 didefinisikan dij = (−1)^(i+j) · (i · j). Tuliskan semua elemen D.
d₁₁=(−1)²·(1)=1, d₁₂=(−1)³·(2)=−2, d₁₃=(−1)⁴·(3)=3, d₁₄=(−1)⁵·(4)=−4
d₂₁=(−1)³·(2)=−2, d₂₂=(−1)⁴·(4)=4, d₂₃=(−1)⁵·(6)=−6, d₂₄=(−1)⁶·(8)=8
Diketahui aij = i/(i + j) untuk matriks berukuran 3×2. Tentukan semua elemen matriks tersebut dalam bentuk pecahan.
a₁₁=1/2, a₁₂=1/3
a₂₁=2/3, a₂₂=2/4=1/2
a₃₁=3/4, a₃₂=3/5
Latihan Soal — Pengertian Matriks
Sebutkan pengertian matriks dengan kata-kata sendiri dan berikan 1 contoh matriks berukuran 2×2!
Berapa banyak elemen yang dimiliki matriks berukuran 3×4?
Tuliskan data berikut dalam bentuk matriks (1 baris, 4 kolom): 10, 20, 30, 40.
Apakah [5] merupakan matriks? Jelaskan!
Sebuah matriks memiliki 5 baris dan 3 kolom. Berapa total elemennya?
Data penjualan toko: Senin = 120, Selasa = 95, Rabu = 110, Kamis = 130, Jumat = 105. Nyatakan dalam matriks kolom (5×1).
Matriks P berukuran 3×3 dan matriks Q berukuran 2×4. Berapakah selisih jumlah elemen P dan Q?
Susun bilangan −2, 0, 4, 6, −1, 3 menjadi matriks berordo 3×2.
Apabila matriks M memiliki m baris dan n kolom serta M memiliki 24 elemen, sebutkan dua kemungkinan nilai m dan n!
Tentukan elemen pada baris ke-3, kolom ke-2 dari matriks berikut:
Buatlah matriks A berukuran 3×3 dengan aturan aij = 3i + 2j − 1.
Matriks B berukuran 3×3 dengan bij = i² − j². Tentukan semua elemennya.
Matriks C berukuran 2×3 dengan cij = (−1)^i · j². Tentukan semua elemennya.
Jika sebuah matriks persegi A berukuran n×n memiliki 64 elemen, tentukan nilai n!
Matriks D berukuran 4×4 didefinisikan dij = max(i, j). Tuliskan semua elemen matriks D. (max(a,b) = nilai terbesar antara a dan b)
Ordo Matriks
Pengertian Ordo
Ordo matriks (atau ukuran matriks) menyatakan banyaknya baris dan banyaknya kolom yang dimiliki suatu matriks.
Ketentuan penting:
- Angka pertama (m) selalu menyatakan banyak baris.
- Angka kedua (n) selalu menyatakan banyak kolom.
- Jumlah elemen matriks = m × n.
- Jika m = n, matriks disebut matriks persegi berordo n.
Contoh: Matriks berikut berordo 3 × 2 (3 baris, 2 kolom):
Contoh Soal — Ordo Matriks
Tentukan ordo matriks berikut:
Tentukan ordo matriks:
Matriks K berordo 4 × 5. Berapa banyak elemen matriks K?
Tentukan ordo matriks:
Apakah matriks berordo 3 × 3 adalah matriks persegi? Jelaskan!
Matriks A berordo (p+1) × (q−2). Jika A memiliki 3 baris dan 4 kolom, tentukan nilai p dan q.
Sebuah matriks memiliki 18 elemen. Sebutkan semua kemungkinan ordo matriks tersebut!
Matriks P berordo (2x−1) × 3. Jika P adalah matriks persegi berordo 3, tentukan nilai x!
Matriks Q berordo m × n dengan syarat m + n = 7 dan banyak elemen = 12. Tentukan nilai m dan n!
Berikan contoh matriks berordo 3 × 2 yang seluruh elemennya merupakan bilangan prima!
Matriks A berordo (a²−5) × (b+3). Jika A adalah matriks persegi berordo 4, tentukan nilai a dan b (dengan a, b bilangan asli)!
Diketahui matriks B berordo (3x−2) × (y+1). Jika banyak elemen B = 20 dan banyak baris > banyak kolom, tentukan semua kemungkinan nilai x dan y (bilangan asli)!
• Jika (10,2): 3x−2=10→x=4✓; y+1=2→y=1✓
• Jika (20,1): 3x−2=20→x=22/3 ✗
Jadi: x = 4, y = 1 (ordo 10×2).
Matriks A berordo m×n. Diketahui m² + n² = 25 dan m · n = 12 (m, n bilangan asli). Tentukan ordo A!
Banyak matriks berbeda berordo 2×2 yang dapat dibentuk dari angka {1, 2, 3, 4} (masing-masing tepat sekali) adalah… Tentukan banyaknya!
Matriks A berordo m×n dengan elemen aij = i + j. Jumlah semua elemen A = 60, dengan m = 3. Tentukan n!
Latihan Soal — Ordo Matriks
Tentukan ordo matriks:
Matriks berordo 5×2 memiliki berapa elemen?
Matriks persegi berordo 4 memiliki berapa baris dan berapa kolom?
Tentukan ordo dari matriks:
Apakah matriks berordo 2×3 sama dengan matriks berordo 3×2? Jelaskan!
Matriks R berordo (2k+1) × (k−1). Jika R memiliki 3 baris, tentukan nilai k dan banyak kolom R!
Sebutkan semua kemungkinan ordo matriks yang memiliki tepat 36 elemen!
Matriks S berordo m×n. Jika m + n = 9 dan jumlah elemen S = 20, tentukan m dan n!
Matriks T persegi dengan jumlah elemen = 49. Tentukan ordo T!
Matriks U berordo (3a−2) × (2b+1). Jika U berordo 4×5, tentukan nilai a dan b!
Matriks A berordo m×n. Diketahui m² − n² = 5 dan m − n = 1 (m, n bilangan asli). Tentukan ordo A!
Matriks B berordo (p²−4) × (p+2). Untuk nilai p berapa (bilangan asli, p>2) matriks B merupakan matriks persegi?
Ada berapa matriks berbeda berordo 2×2 yang dapat dibentuk menggunakan angka dari himpunan {0, 1} (pengulangan diizinkan)?
Matriks A berordo 4×n dengan aij = i − j. Jika jumlah semua elemen A = −12, tentukan nilai n!
Matriks persegi A berordo n. Jika jumlah elemen pada baris ke-i adalah (n·i), dan total jumlah semua elemen = 60, tentukan nilai n!
Elemen Matriks
Notasi dan Cara Membaca Elemen
Elemen matriks adalah setiap bilangan yang terdapat di dalam matriks. Elemen matriks dinotasikan dengan aij, di mana:
- i = nomor baris tempat elemen berada
- j = nomor kolom tempat elemen berada
Contoh untuk matriks A berordo 3×3:
Elemen diagonal utama adalah elemen-elemen dengan i = j, yaitu a₁₁, a₂₂, a₃₃, …
Contoh Soal — Elemen Matriks
Diketahui:
Dari matriks di atas, tentukan a₁₂ + a₃₁!
Sebutkan elemen-elemen diagonal utama dari matriks:
Matriks B =
Pada matriks C =
Diketahui matriks A =
Matriks B = [bij] berordo 3×3 dengan bij = 2i + j − 3. Tentukan elemen b₂₃!
Diketahui aij = i² − j untuk matriks 3×3. Tentukan jumlah elemen diagonal utama!
Jika aij = 3i − 2j, tentukan elemen mana yang bernilai nol untuk matriks 4×4!
Matriks A =
Matriks A = [aij] berordo 4×4 dengan aij = i·j. Hitung jumlah semua elemen matriks A!
Matriks A = [aij] berordo 3×3 dengan aij = (i+j)². Tentukan a11 + a13 + a31 + a33!
Diketahui aij = (2i−j)/(i+j) untuk matriks 2×3. Tentukan elemen mana yang paling besar!
Matriks A berordo 3×3 dengan aij = i·j − (i+j). Tentukan jumlah elemen diagonal utama dan diagonal sekunder!
Diagonal sekunder: a₁₃=3−4=−1, a₂₂=0, a₃₁=3−4=−1. Jumlah=−2.
Total = 2+(−2) = 0.
Matriks A = [aij] berordo 4×4 dengan aij = |i − j|. Tentukan jumlah semua elemen yang ada di atas diagonal utama!
Latihan Soal — Elemen Matriks
Dari matriks
Sebutkan semua elemen diagonal utama dari matriks berordo 4×4 yang elemen-elemennya adalah bilangan 1 s/d 16 berurutan (baris demi baris).
Matriks C =
Apakah aij selalu sama dengan aji? Jelaskan dan berikan contoh!
Matriks D =
Matriks A = [aij] berordo 3×3 dengan aij = 2i − 3j + 1. Tentukan a₂₂ dan a₃₁!
Diketahui aij = i² + 2j. Hitung jumlah elemen diagonal utama matriks 3×3!
Matriks B = [bij] dengan bij = 3i + j. Tentukan posisi elemen yang nilainya 10!
Matriks A =
Diketahui aij = (i−j)². Berapa banyak elemen yang bernilai 0 pada matriks 4×4?
Matriks A = [aij] berordo 5×5 dengan aij = i·j. Hitung jumlah seluruh elemen pada baris ke-3!
Matriks B berordo 4×4 dengan bij = (i+j)² − ij. Tentukan jumlah elemen diagonal utama!
Matriks A = [aij] berordo 3×3 dengan aij = sin(90°·i·j). Tentukan semua elemen dan hitung total jumlahnya!
Matriks A berordo 4×4 dengan aij = floor(i/j) (pembulatan ke bawah). Hitung jumlah semua elemen diagonal utama!
Matriks C = [cij] berordo n×n. Jika cij = 1 untuk semua i,j, buktikan bahwa jumlah semua elemen = n²!
Jenis-Jenis Matriks
Berbagai Jenis Matriks
Matriks memiliki berbagai jenis berdasarkan bentuk dan sifat elemen-elemennya:
- Matriks Baris: berordo 1×n (hanya memiliki 1 baris)
- Matriks Kolom: berordo m×1 (hanya memiliki 1 kolom)
- Matriks Persegi: m = n (banyak baris = banyak kolom)
- Matriks Nol: semua elemen bernilai 0, ditulis O
- Matriks Diagonal: matriks persegi dengan semua elemen di luar diagonal utama = 0, sedangkan minimal satu elemen diagonal utama ≠ 0
- Matriks Identitas: matriks diagonal dengan semua elemen diagonal utama = 1, ditulis I
- Matriks Segitiga Atas: elemen di bawah diagonal utama semua = 0
- Matriks Segitiga Bawah: elemen di atas diagonal utama semua = 0
- Matriks Simetris: A = Aᵀ, artinya aij = aji
Contoh Soal — Jenis-Jenis Matriks
Tentukan jenis matriks berikut:
Tentukan jenis matriks:
Tentukan jenis matriks:
Tentukan jenis matriks:
Tentukan jenis matriks:
Tentukan apakah matriks berikut simetris:
Tentukan jenis matriks:
Tentukan jenis matriks:
Lengkapi matriks berikut agar menjadi matriks simetris:
Matriks A adalah matriks identitas I₃. Berapa nilai a₁₁ + a₁₂ + a₁₃ + a₂₁ + a₂₂ + a₂₃ + a₃₁ + a₃₂ + a₃₃?
Matriks A adalah matriks simetris berordo 3×3. Jika a₁₂=2x+1, a₂₁=x+5, tentukan nilai x!
Buktikan bahwa matriks B = A·Aᵀ selalu simetris untuk sembarang matriks A!
Matriks A berordo 3×3 adalah matriks segitiga atas dengan aij = i+j untuk i≤j, dan 0 untuk i>j. Tuliskan matriks A!
Matriks A dan B keduanya simetris berordo n×n. Apakah A+B juga simetris? Buktikan!
Diketahui matriks A berordo 4×4 adalah matriks diagonal dengan elemen diagonal utama: d₁, d₂, d₃, d₄. Jika d₁ + d₂ + d₃ + d₄ = 20 dan d₁·d₂·d₃·d₄ = 16, serta dᵢ = 2 untuk semua i kecuali satu, tentukan nilai keempat dᵢ!
Latihan Soal — Jenis-Jenis Matriks
Identifikasi jenis matriks berikut dan berikan alasannya:
Tuliskan contoh matriks nol berordo 2×4!
Apakah setiap matriks identitas juga merupakan matriks diagonal? Jelaskan!
Identifikasi jenis matriks:
Tuliskan contoh matriks segitiga bawah berordo 3×3!
Periksa apakah matriks berikut simetris:
Matriks A simetris berordo 3×3. Jika a₁₃ = 3p−2 dan a₃₁ = p+4, tentukan nilai p!
Lengkapi nilai a, b, c agar matriks berikut menjadi matriks segitiga atas:
Matriks diagonal D berordo 3×3 dengan elemen diagonal 2, 5, dan 8. Tuliskan matriks D!
Berikan contoh matriks yang sekaligus merupakan matriks segitiga atas DAN segitiga bawah!
Matriks A simetris berordo 3×3 dengan aij = (xi + yj) untuk i≤j. Jika a₁₂ = 5 dan a₁₃ = 7, tentukan x, y, dan tuliskan seluruh matriks A!
Buktikan bahwa jika A matriks segitiga atas, maka Aᵀ adalah matriks segitiga bawah!
Diketahui A dan B matriks segitiga atas berordo n×n. Apakah A·B juga segitiga atas? Buktikan atau berikan contoh penyangkal!
Matriks A antisimetris berarti Aᵀ = −A. Berikan contoh matriks antisimetris berordo 3×3 dan tentukan nilai elemen-elemen diagonalnya!
Tunjukkan bahwa setiap matriks persegi dapat dituliskan sebagai jumlah matriks simetris dan matriks antisimetris!
Kesamaan Dua Matriks
Syarat Dua Matriks Dikatakan Sama
(1) A dan B memiliki ordo yang sama, dan
(2) Setiap elemen yang bersesuaian bernilai sama, yaitu aij = bij untuk setiap i dan j.
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka A ≠ B.
Contoh:
Namun:
Contoh Soal — Kesamaan Dua Matriks
Apakah kedua matriks berikut sama?
Apakah A =
Jika
Jika
Apakah 2×2 matriks A dengan semua elemen = 0 sama dengan matriks nol O2×2?
Diketahui:
Diketahui A = B:
Diketahui:
Diketahui:
Jika A = B dengan
Diketahui A = B:
Diketahui A = B:
Matriks A dan B keduanya berordo 2×2. Jika A = B dan elemen-elemen A adalah p, 2p, 3p, 4p dan jumlah semua elemen B = 20, tentukan nilai p!
Diketahui:
Diketahui A = C, B = C, apakah A = B? Buktikan!
Latihan Soal — Kesamaan Dua Matriks
Apakah dua matriks ini sama?
Jika
Sebutkan dua syarat agar matriks A = matriks B!
Apakah benar bahwa
Jika
Tentukan nilai a, b, c, d jika:
Jika A = B:
Diketahui:
Matriks A = B dengan:
Jika A = B dan nilai semua elemen A merupakan bilangan positif:
Diketahui A = B:
Diketahui A = B:
Jika A = B dan A =
Diketahui A = B = C, dengan C =
Matriks A berordo 2×2 dengan elemen aij = pi + qj dan matriks B berordo 2×2 dengan bij = 2i + 3j. Jika A = B, tentukan nilai p dan q!
📐 MATRIKS
Penjumlahan Matriks • Pengurangan Matriks • Perkalian Skalar dengan Matriks
1. Penjumlahan Matriks
Materi
Dua matriks dapat dijumlahkan jika dan hanya jika keduanya memiliki ordo yang sama (jumlah baris dan kolom yang sama).
Jika A dan B adalah matriks berordo m × n, maka:
Artinya: setiap elemen dijumlahkan dengan elemen yang berposisi sama.
Sifat-sifat penjumlahan matriks:
- Komutatif: A + B = B + A
- Asosiatif: (A + B) + C = A + (B + C)
- Elemen netral: A + O = A (O = matriks nol)
A + B = [
2a + 4 = 10 ⇒ a = 3
b + 1 + 3 = 8 ⇒ b = 4
c − 2 + 5 = 9 ⇒ c = 6
3d + 2 = 11 ⇒ d = 3
Sedang
Sulit
2. Pengurangan Matriks
Materi
Seperti penjumlahan, pengurangan matriks hanya bisa dilakukan jika kedua matriks memiliki ordo yang sama.
Artinya: setiap elemen dikurangkan dengan elemen yang berposisi sama.
Sifat pengurangan matriks:
- A − B ≠ B − A (tidak komutatif)
- A − O = A
- A − A = O (matriks nol)
- A − B = A + (−B), di mana −B adalah negatif dari B
Sedang
Sulit
3. Perkalian Skalar dengan Matriks
Materi
Perkalian skalar adalah perkalian bilangan real k (disebut skalar) dengan semua elemen matriks.
Artinya: kalikan bilangan k dengan setiap elemen matriks A.
Sifat-sifat perkalian skalar:
- k(A + B) = kA + kB (distributif terhadap penjumlahan)
- (k + m)A = kA + mA (distributif terhadap penjumlahan skalar)
- k(mA) = (km)A (asosiatif)
- 1 ⋅ A = A
- 0 ⋅ A = O (matriks nol)
- (−1) ⋅ A = −A (negatif matriks)
Sedang
Sulit
Matriks
Matematika SMK · Kelas XI | MGMP Matematika SMK Blora
Perkalian Dua Matriks
📌 Materi
Perkalian dua matriks A × B dapat dilakukan jika banyak kolom A = banyak baris B. Jika A berukuran m×n dan B berukuran n×p, maka hasil perkaliannya berukuran m×p.
Rumus elemen hasil: Elemen pada baris ke-i, kolom ke-j dari AB adalah:
Artinya, setiap elemen diperoleh dari perkalian baris A dengan kolom B lalu dijumlahkan.
Sifat-sifat perkalian matriks:
- Pada umumnya tidak komutatif: AB ≠ BA
- Asosiatif: (AB)C = A(BC)
- Distributif: A(B+C) = AB + AC
Perkalian Dua Matriks
| 1 | 2 |
| 3 | 4 |
| 1 | 0 |
| 0 | 1 |
| 1 | 2 |
| 3 | 4 |
| 2 | 1 |
| 3 |
| 4 |
| 1 | 0 |
| 0 | 2 |
| 3 | 0 |
| 0 | 1 |
| 3 | 0 |
| 0 | 2 |
| 2 | 0 |
| 0 | 3 |
| 1 |
| 1 |
| 2·1 + 0·1 |
| 0·1 + 3·1 |
| 2 |
| 3 |
| 1 | 2 |
| 2 | 0 |
| 1 | 3 |
| 1 | 2 |
| 3 | 4 |
| 2 | 0 |
| 1 | 3 |
| 1·2+2·1 | 1·0+2·3 |
| 3·2+4·1 | 3·0+4·3 |
| 4 | 6 |
| 10 | 12 |
| 2 | -1 |
| 0 | 3 |
| 1 | 2 |
| -1 | 4 |
| 2+1 | 4−4 |
| 0−3 | 0+12 |
| 3 | 0 |
| −3 | 12 |
| 1 | 2 | 3 |
| 1 |
| 2 |
| 3 |
| 3 | 1 |
| −2 | 4 |
| 2 | −1 |
| 0 | 5 |
| 6 | 2 |
| −4 | 22 |
| 1 | 1 |
| 1 | 1 |
| 2 | 2 |
| 2 | 2 |
| 2 | 1 |
| −1 | 3 |
| 1 | 2 |
| 4 | −1 |
| 6 | 3 |
| 11 | −5 |
| 0 | 7 |
| 9 | 1 |
| 2 | 1 |
| 3 | 2 |
| 5 |
| 8 |
| 2 |
| 1 |
| 1 | 2 |
| 0 | 1 |
| 1 | 4 |
| 0 | 1 |
| 1 | 6 |
| 0 | 1 |
| a | 2 |
| 1 | b |
| 3 | 0 |
| 1 | 2 |
| 5 | 4 |
| 4 | 6 |
| 1 | 2 |
| 1 | 0 |
| 2 | 1 |
| 1 |
| 3 |
Perkalian Dua Matriks
| 3 | 0 |
| 0 | 2 |
| 1 | 0 |
| 0 | 1 |
| 1 | 3 |
| 2 |
| 1 |
| 4 | 0 |
| 0 | 5 |
| 1 |
| 1 |
| 2 | 1 |
| 0 | 1 |
| 1 | 0 |
| 2 | 0 |
| 0 | 3 |
| 2 | 3 |
| 1 | 4 |
| 1 | −1 |
| 2 | 0 |
| 1 | 2 | 0 |
| 3 |
| −1 |
| 2 |
| 1 | 1 |
| 0 | 1 |
| 3 | −1 |
| 2 | 5 |
| 1 | 0 |
| 0 | 1 |
| 3 | 1 |
| 2 | 1 |
| 7 |
| 5 |
| a | 1 |
| 0 | b |
| 2 | 3 |
| 0 | 1 |
| 4 | 7 |
| 0 | 3 |
| 0 | 1 |
| −1 | 0 |
| 1 | 2 |
| 2 | 0 |
| 1 | 3 |
| 1 |
| 2 |
Determinan Matriks Ordo 2×2
📌 Materi
Determinan matriks persegi ordo 2×2 adalah sebuah nilai skalar yang diperoleh dari matriks tersebut. Untuk matriks:
Determinan A ditulis det(A) atau |A|, dengan rumus:
Keterangan:
- a dan d adalah elemen diagonal utama (atas-kiri ke bawah-kanan)
- b dan c adalah elemen diagonal sekunder (atas-kanan ke bawah-kiri)
Penting: Jika det(A) = 0, maka matriks A disebut singular dan tidak memiliki invers.
Determinan 2×2
| 3 | 1 |
| 2 | 4 |
| 5 | 2 |
| 3 | 1 |
| 6 | 0 |
| 0 | 4 |
| 2 | 2 |
| 2 | 2 |
| −3 | 1 |
| 2 | −4 |
| x | 3 |
| 2 | x |
| 2k | 3 |
| k | 6 |
| 3 | a |
| 1 | 3 |
| 1 | 2 |
| 3 | 4 |
| 2 | 4 |
| 6 | 8 |
| p+1 | 2 |
| 3 | p |
| 1 | 2 |
| 3 | 4 |
| 2 | 0 |
| 1 | 3 |
| 4 | 6 |
| 10 | 12 |
| 3 | 2 |
| t | 4 |
| a | b |
| c | d |
| 1 | 0 |
| 0 | 1 |
Determinan 2×2
| 4 | 2 |
| 1 | 3 |
| 7 | 0 |
| 0 | 5 |
| −2 | 3 |
| 1 | −4 |
| 3 | 6 |
| 1 | 2 |
| 10 | 4 |
| 5 | 3 |
| x | 4 |
| 2 | x |
| 4 | m |
| 1 | 3 |
| 1 | 2 |
| 0 | 1 |
| 2 | −1 |
| 1 | 3 |
| k−1 | 3 |
| 2 | k |
| 3 | 1 |
| 2 | 4 |
| −1 | 2 |
| 3 | 0 |
Determinan Matriks Ordo 3×3
📌 Materi
Determinan matriks 3×3 dapat dihitung dengan dua metode utama:
1. Metode Sarrus: Kalikan elemen-elemen sepanjang tiga diagonal ke kanan (positif) lalu kurangi tiga diagonal ke kiri (negatif).
2. Metode Ekspansi Kofaktor (Laplace): Ekspansikan sepanjang baris atau kolom tertentu. Misalnya, ekspansi baris 1:
di mana M₁₁, M₁₂, M₁₃ adalah minor yang bersesuaian (determinan matriks 2×2 setelah baris dan kolom elemen dihapus).
Determinan 3×3
| 1 | 0 | 0 |
| 0 | 2 | 0 |
| 0 | 0 | 3 |
| 2 | 0 | 0 |
| 1 | 3 | 0 |
| 4 | 2 | 5 |
| 1 | 2 | 3 |
| 0 | 1 | 0 |
| 0 | 0 | 1 |
| 2 | 1 | 0 |
| 0 | 3 | 0 |
| 0 | 0 | 4 |
| 1 | 2 | 3 |
| 4 | 5 | 6 |
| 7 | 8 | 9 |
| 2 | -1 | 3 |
| 1 | 4 | -2 |
| 0 | 2 | 1 |
| 3 | 0 | 2 |
| 1 | 5 | 0 |
| 4 | 2 | 1 |
| x | 1 | 0 |
| 2 | x | 1 |
| 0 | 2 | x |
| 1 | −1 | 2 |
| 3 | 0 | 1 |
| −2 | 1 | 4 |
| k | 2 | 1 |
| 1 | k | 0 |
| 2 | 1 | k |
| 1 | 2 | 3 |
| 0 | 4 | 5 |
| 1 | 0 | 6 |
| 1 | 0 | 1 |
| 2 | 4 | 0 |
| 3 | 5 | 6 |
| 2 | 3 | −1 |
| 1 | −2 | 4 |
| 3 | 1 | 2 |
Determinan 3×3
| 4 | 0 | 0 |
| 0 | 3 | 0 |
| 0 | 0 | 2 |
| 1 | 0 | 0 |
| 3 | 5 | 0 |
| 2 | 4 | 6 |
| 2 | 1 | 0 |
| 0 | 3 | 1 |
| 0 | 0 | 5 |
| 2 | 4 | 6 |
| 1 | 2 | 3 |
| 0 | 1 | 0 |
| 3 | 0 | 0 |
| 0 | 3 | 0 |
| 0 | 0 | 3 |
| 2 | 1 | 3 |
| 0 | −1 | 2 |
| 3 | 2 | 1 |
| 1 | 2 | −1 |
| 3 | 1 | 4 |
| 2 | −3 | 0 |
| p | 1 | 0 |
| 0 | p | 1 |
| 1 | 0 | p |
| 4 | −2 | 1 |
| 0 | 3 | −1 |
| 2 | 1 | 5 |
| m | 2 | 1 |
| 1 | m | 2 |
| 2 | 1 | m |
| 1 | 0 | 0 |
| 0 | 2 | 0 |
| 0 | 0 | 3 |
| 2 | 1 | 0 |
| 0 | 1 | 3 |
| 1 | 0 | 1 |
| a | b | c |
| b | c | a |
| c | a | b |
Invers Matriks Ordo 2×2
📌 Materi
Invers matriks A, ditulis A⁻¹, adalah matriks yang memenuhi: A · A⁻¹ = A⁻¹ · A = I, di mana I adalah matriks identitas.
Syarat: Matriks A hanya memiliki invers jika det(A) ≠ 0 (tidak singular).
Untuk matriks A = [
], rumus inversnya adalah:a b c d
Langkah-langkah:
- Hitung det(A) = ad − bc
- Tukar posisi a dan d (diagonal utama)
- Ubah tanda b dan c menjadi −b dan −c
- Kalikan setiap elemen dengan 1/det(A)
Invers Matriks 2×2
| 2 | 1 |
| 1 | 1 |
| 1 | −1 |
| −1 | 2 |
| 3 | 0 |
| 0 | 2 |
| 2 | 0 |
| 0 | 3 |
| 1/3 | 0 |
| 0 | 1/2 |
| 4 | 3 |
| 3 | 2 |
| 2 | −3 |
| −3 | 4 |
| −2 | 3 |
| 3 | −4 |
| 1 | 0 |
| 0 | 1 |
| 1 | 0 |
| 0 | 1 |
| 5 | 2 |
| 2 | 1 |
| 1 | −2 |
| −2 | 5 |
| 3 | 5 |
| 1 | 2 |
| 2 | −5 |
| −1 | 3 |
| 1 | 0 |
| 0 | 1 |
| 2 | 3 |
| 1 | 2 |
| 2 | −3 |
| −1 | 2 |
| 2·7−3·4 |
| −1·7+2·4 |
| 2 |
| 1 |
| −3 | 2 |
| 4 | −1 |
| −1 | −2 |
| −4 | −3 |
| 1/5 | 2/5 |
| 4/5 | 3/5 |
| 2 | k |
| 1 | 3 |
| 2 | 1 |
| 1 | 1 |
| 1 | 2 |
| 0 | 1 |
| 1 | −1 |
| −1 | 2 |
| 1 | −2 |
| 0 | 1 |
| 3 | −4 |
| −1 | 2 |
| 3 | −1 |
| 1 | 2 |
| 2 | 1 |
| −1 | 3 |
| 17 |
| 16 |
| a | a+1 |
| a−1 | a |
| 2 | 3 |
| 1 | 4 |
| 8 | 5 |
| 5 | 3 |
| 4 | −3 |
| −1 | 2 |
| 17 | 11 |
| 2 | 1 |
| 3 | −2 |
| −1 | 1 |
| 1 | 2 |
| 1 | 3 |
Invers Matriks 2×2
| 3 | 1 |
| 2 | 1 |
| 5 | 0 |
| 0 | 4 |
| 1 | 3 |
| 0 | 1 |
| 4 | 2 |
| 2 | 1 |
| 7 | 3 |
| 2 | 1 |
| −2 | 5 |
| 1 | −3 |
| 3 | t |
| 1 | 2 |
| 2 | 1 |
| 1 | 1 |
| a | b |
| c | d |
| 2 | −1 |
| −3 | 2 |
| 2 | 1 |
| 3 | 2 |
| 1 | 1 |
| 0 | 1 |
| 3 | 4 |
| 5 | 7 |
Penerapan Matriks
📌 Materi
Matriks memiliki banyak penerapan dalam kehidupan nyata dan matematika terapan, antara lain:
- Sistem Persamaan Linear (SPL): Ditulis dalam bentuk Ax = b dan diselesaikan menggunakan invers matriks atau metode eliminasi.
- Transformasi Geometri: Pencerminan, rotasi, dan dilatasi dinyatakan sebagai perkalian matriks.
- Jaringan/Graf: Matriks adjacency merepresentasikan hubungan antar simpul.
- Ekonomi & Bisnis: Model input-output Leontief menggunakan persamaan matriks (I−A)x = d.
- Kriptografi sederhana: Enkripsi pesan menggunakan perkalian matriks kunci.
Penyelesaian SPL dengan Matriks:
Penerapan Matriks
| 3 | 2 |
| 5000 |
| 8000 |
| 1 | 1 |
| 1 | −1 |
| −1 | −1 |
| −1 | 1 |
| 3 |
| 2 |
| 0 | −1 |
| 1 | 0 |
| 0 | −1 |
| 1 | 0 |
| 3 |
| 2 |
| −2 |
| 3 |
| 1 | 0 |
| 0 | −1 |
| 1 | 0 |
| 0 | −1 |
| 4 |
| −3 |
| 4 |
| 3 |
| 10 | 5 |
| 8 | 12 |
| 20000 |
| 15000 |
| 275000 |
| 340000 |
| 3 | 2 |
| 5 | −1 |
| −1 | −2 |
| −5 | 3 |
| 2 |
| 5 |
| 0,2 | 0,3 |
| 0,1 | 0,4 |
| 40 |
| 60 |
| 0,8 | −0,3 |
| −0,1 | 0,6 |
| 80 |
| 115,6 |
| −1 | 0 |
| 0 | −1 |
| −1 | 0 |
| 0 | −1 |
| 2 |
| 3 |
| −2 |
| −3 |
| 3 | 2 |
| 1 | 4 |
| 2000 |
| 5000 |
| 16000 |
| 22000 |
| 3 | 0 |
| 0 | 3 |
| 0,3 | 0,2 |
| 0,4 | 0,1 |
| 100 |
| 80 |
| 0,7 | −0,2 |
| −0,4 | 0,9 |
| 0,9 | 0,2 |
| 0,4 | 0,7 |
| 192,7 |
| 174,5 |
| 3 | 1 |
| 2 | 1 |
| 8 |
| 9 |
| 33 |
| 25 |
| 33 |
| 25 |
| 8 |
| 9 |
| 0 | 1 |
| 1 | 0 |
| 0 | 1 |
| −1 | 0 |
| 0 | 1 |
| −1 | 0 |
| 0 | 1 |
| 1 | 0 |
| 1 | 0 |
| 0 | −1 |
| 3 |
| 1 |
| 3 |
| −1 |
| 2 | 1 |
| 1 | 3 |
| 3 | −1 |
| −1 | 2 |
| 90 |
| 70 |
| 18 |
| 14 |
| 0 | 1 | 1 |
| 1 | 0 | 1 |
| 1 | 1 | 0 |
| 2 | 1 | 1 |
| 1 | 2 | 1 |
| 1 | 1 | 2 |
Penerapan Matriks
| −1 | 0 |
| 0 | 1 |
| 0 | −1 |
| 1 | 0 |
| 2 | 0 |
| 0 | 2 |
| 10 | 5 | 8 |
| 6 | 12 | 4 |
| 20 |
| 15 |
| 30 |
| 0,1 | 0,4 |
| 0,2 | 0,3 |
| 50 |
| 30 |