Vektor Satuan pada Bidang

Vektor Satuan pada Bidang

Materi Matematika — Vektor di Bidang (ℝ²)

1. Pengertian Vektor Satuan

👁 Mengamati

Perhatikan ilustrasi berikut. Bayangkan sebuah vektor sebagai anak panah yang memiliki panjang (besar) dan arah. Vektor satuan adalah vektor istimewa yang panjangnya tepat 1 satuan.

|ê| = 1 |𝐯| ≠ 1 Vektor Satuan Vektor Biasa
❓ Menanya

Pertanyaan kunci:

  • Apa yang dimaksud dengan vektor satuan?
  • Bagaimana cara mengetahui apakah suatu vektor merupakan vektor satuan?
🧠 Menalar

Definisi:

Vektor satuan adalah vektor yang memiliki panjang (magnitudo) = 1.

Jika vektor 𝐚 memiliki panjang |𝐚| = 1, maka 𝐚 disebut vektor satuan.

Notasi vektor satuan: â (dibaca: “a-topi” atau “a-hat”).

Untuk vektor 𝐚 = (a₁, a₂) di bidang ℝ², panjangnya:

|𝐚| = √(a₁² + a₂²)

Vektor 𝐚 adalah vektor satuan jika dan hanya jika:

√(a₁² + a₂²) = 1  atau  a₁² + a₂² = 1
🔬 Mencoba

Coba periksa: Apakah vektor berikut merupakan vektor satuan?

Vektor |𝐯| Vektor Satuan?
(1, 0) √(1+0) = 1 ✅ Ya
(0, 1) √(0+1) = 1 ✅ Ya
(3, 4) √(9+16) = 5 ❌ Tidak
(³⁄₅, ⁴⁄₅) √(⁹⁄₂₅+¹⁶⁄₂₅) = 1 ✅ Ya
(½√2, ½√2) √(½+½) = 1 ✅ Ya
📢 Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Vektor satuan adalah vektor dengan panjang tepat 1 satuan. Untuk memeriksa apakah suatu vektor adalah vektor satuan, hitung panjangnya menggunakan rumus |𝐚| = √(a₁² + a₂²). Jika hasilnya 1, maka vektor tersebut adalah vektor satuan.

2. Vektor Satuan Standar (𝐢̂ dan 𝐣̂)

👁 Mengamati

Pada bidang ℝ², terdapat dua vektor satuan yang sangat penting dan menjadi dasar bagi semua vektor lainnya. Kedua vektor ini disebut vektor satuan standar.

x y O 𝐢̂ (1,0) 𝐣̂ (0,1) 1 2 1 2
🧠 Menalar

Vektor Satuan Standar pada Bidang ℝ²:

Simbol Komponen Arah Panjang
𝐢̂ (1, 0) Sumbu-x positif → 1
𝐣̂ (0, 1) Sumbu-y positif ↑ 1

Sifat-sifat penting:

  • 𝐢̂ tegak lurus terhadap 𝐣̂
  • |𝐢̂| = |𝐣̂| = 1
  • Setiap vektor pada bidang dapat ditulis sebagai kombinasi linear dari 𝐢̂ dan 𝐣̂

Penulisan vektor menggunakan vektor satuan standar:

𝐚 = (a₁, a₂) = a𝐢̂ + a𝐣̂
🔬 Mencoba

Latihan konversi:

Bentuk Komponen Bentuk Vektor Satuan
(3, 4) 3𝐢̂ + 4𝐣̂
(−2, 5) −2𝐢̂ + 5𝐣̂
(0, −7) −7𝐣̂
(6, 0) 6𝐢̂
📢 Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Vektor satuan standar 𝐢̂ = (1,0) dan 𝐣̂ = (0,1) adalah dasar untuk menyatakan setiap vektor di bidang. Vektor 𝐚 = (a₁, a₂) dapat ditulis sebagai a𝐢̂ + a𝐣̂.

3. Menentukan Vektor Satuan dari Suatu Vektor

👁 Mengamati

Setiap vektor yang bukan vektor nol dapat “dinormalisasi” menjadi vektor satuan. Proses ini menghasilkan vektor baru yang searah dengan vektor asli tetapi panjangnya tepat 1.

𝐚 = (3, 4), |𝐚| = 5 â, |â| = 1 O
❓ Menanya

Pertanyaan kunci: Bagaimana cara mengubah vektor sembarang menjadi vektor satuan yang searah?

🧠 Menalar

Rumus Vektor Satuan:

â = 𝐚|𝐚| = 1|𝐚| · 𝐚

Jika 𝐚 = (a₁, a₂), maka:

â = (a₁, a₂)√(a₁² + a₂²) = (a√(a₁²+a₂²), a√(a₁²+a₂²))

Langkah-langkah menentukan vektor satuan:

  1. Hitung panjang vektor: |𝐚| = √(a₁² + a₂²)
  2. Bagi setiap komponen dengan panjang: â = (a₁/|𝐚|, a₂/|𝐚|)
  3. Verifikasi: Pastikan |â| = 1

⚠ Catatan Penting:

  • Vektor nol 𝟎 = (0,0) tidak memiliki vektor satuan karena panjangnya 0 (tidak bisa membagi dengan 0).
  • Vektor satuan â memiliki arah yang sama dengan vektor asli 𝐚.
🔬 Mencoba

Contoh langkah demi langkah:

Tentukan vektor satuan dari 𝐚 = (3, 4)

Langkah 1: |𝐚| = √(3² + 4²) = √(9 + 16) = √25 = 5

Langkah 2: â = (3/5, 4/5) = (0,6 ; 0,8)

Langkah 3 (Verifikasi): |â| = √(0,6² + 0,8²) = √(0,36 + 0,64) = √1 = 1 ✅

Dalam vektor satuan standar: â = ³⁄₅ 𝐢̂ + ⁴⁄₅ 𝐣̂

📢 Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Untuk menentukan vektor satuan dari vektor 𝐚, bagi vektor tersebut dengan panjangnya: â = 𝐚/|𝐚|. Vektor satuan searah dengan vektor asli dan memiliki panjang 1.

4. Representasi Vektor dalam Vektor Satuan

👁 Mengamati

Setiap vektor pada bidang dapat dinyatakan secara unik sebagai kombinasi linear dari vektor satuan standar.

x y 3𝐢̂ 4𝐣̂ 𝐚 = 3𝐢̂ + 4𝐣̂ (3, 4) O
🧠 Menalar

Representasi Vektor:

𝐚 = (a₁, a₂) = a₁𝐢̂ + a₂𝐣̂

dimana:

  • a₁ = komponen-x (proyeksi pada sumbu-x)
  • a₂ = komponen-y (proyeksi pada sumbu-y)
  • a₁𝐢̂ = komponen vektor arah-x
  • a₂𝐣̂ = komponen vektor arah-y

Operasi vektor dalam bentuk vektor satuan:

Penjumlahan:

(a₁𝐢̂ + a₂𝐣̂) + (b₁𝐢̂ + b₂𝐣̂) = (a₁+b₁)𝐢̂ + (a₂+b₂)𝐣̂

Perkalian Skalar:

k(a₁𝐢̂ + a₂𝐣̂) = ka₁𝐢̂ + ka₂𝐣̂

Panjang:

|a₁𝐢̂ + a₂𝐣̂| = √(a₁² + a₂²)

📢 Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Setiap vektor di bidang adalah jumlah dari komponen-x (kelipatan 𝐢̂) dan komponen-y (kelipatan 𝐣̂). Bentuk ini memudahkan operasi vektor karena kita cukup mengoperasikan komponen yang bersesuaian.

5. Aplikasi Vektor Satuan pada Bidang

👁 Mengamati

Vektor satuan sangat berguna dalam berbagai konteks, terutama saat kita perlu mengetahui arah tanpa mempedulikan besar. Berikut beberapa aplikasinya:

🧠 Menalar

a) Vektor Satuan dengan Sudut Arah

Vektor satuan yang membuat sudut θ terhadap sumbu-x positif:

ê = (cos θ)𝐢̂ + (sin θ)𝐣̂ = (cos θ, sin θ)

Verifikasi: |ê| = √(cos²θ + sin²θ) = √1 = 1 ✅

θ cos θ sin θ ê (cos θ, sin θ)

b) Menentukan Arah Vektor

Vektor satuan menunjukkan arah murni dari suatu vektor. Setiap vektor dapat ditulis sebagai:

𝐚 = |𝐚| · â

artinya: vektor = panjang × arah

Sudut θ cos θ sin θ Vektor Satuan ê
1 0 (1, 0) = 𝐢̂
30° ½√3 ½ (½√3, ½)
45° ½√2 ½√2 (½√2, ½√2)
60° ½ ½√3 (½, ½√3)
90° 0 1 (0, 1) = 𝐣̂
📢 Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Vektor satuan dengan sudut θ ditulis ê = (cos θ, sin θ). Setiap vektor dapat didekomposisi menjadi 𝐚 = |𝐚| · â, yaitu perkalian antara panjang dan arahnya.

📝 Contoh Soal & Pembahasan

Mudah Contoh Soal Tingkat Mudah

1. Tentukan vektor satuan dari vektor 𝐚 = (3, 4)!

Pembahasan:

|𝐚| = √(3² + 4²) = √(9 + 16) = √25 = 5

â = 𝐚/|𝐚| = (3/5, 4/5) = (0,6 ; 0,8)

Dalam vektor satuan standar: â = ³⁄₅ 𝐢̂ + ⁴⁄₅ 𝐣̂

Verifikasi: |â| = √(0,36 + 0,64) = √1 = 1 ✅

2. Nyatakan vektor 𝐛 = (−2, 5) dalam bentuk vektor satuan standar!

Pembahasan:

𝐛 = (−2, 5) = −2𝐢̂ + 5𝐣̂

Jadi 𝐛 = −2𝐢̂ + 5𝐣̂

3. Apakah vektor 𝐜 = (⁴⁄₅, ³⁄₅) merupakan vektor satuan?

Pembahasan:

|𝐜| = √((⁴⁄₅)² + (³⁄₅)²) = √(¹⁶⁄₂₅ + ⁹⁄₂₅) = √(²⁵⁄₂₅) = √1 = 1

Karena |𝐜| = 1, maka 𝐜 adalah vektor satuan. ✅

4. Tentukan panjang vektor 𝐝 = 5𝐢̂ − 12𝐣̂!

Pembahasan:

𝐝 = (5, −12)

|𝐝| = √(5² + (−12)²) = √(25 + 144) = √169 = 13

Jadi |𝐝| = 13

5. Tentukan vektor satuan yang searah dengan sumbu-y negatif!

Pembahasan:

Arah sumbu-y negatif = (0, −1)

|𝐯| = √(0² + (−1)²) = √1 = 1

Vektor ini sudah merupakan vektor satuan: ê = −𝐣̂ = (0, −1)

Sedang Contoh Soal Tingkat Sedang

1. Tentukan vektor satuan dari 𝐚 = (1, −√3), lalu nyatakan dalam bentuk 𝐢̂ dan 𝐣̂!

Pembahasan:

|𝐚| = √(1² + (−√3)²) = √(1 + 3) = √4 = 2

â = (1/2, −√3/2) = ½𝐢̂ − (√3/2)𝐣̂

Verifikasi: |â| = √((½)² + (√3/2)²) = √(¼ + ¾) = √1 = 1 ✅

2. Tentukan vektor satuan yang membuat sudut 120° terhadap sumbu-x positif!

Pembahasan:

ê = (cos 120°, sin 120°)

cos 120° = −½, sin 120° = ½√3

ê = (−½, ½√3) = −½𝐢̂ + (½√3)𝐣̂

Verifikasi: |ê| = √(¼ + ¾) = 1 ✅

3. Diketahui 𝐩 = 2𝐢̂ + t𝐣̂ adalah vektor satuan. Tentukan nilai t (t > 0)!

Pembahasan:

Karena 𝐩 vektor satuan, maka |𝐩| = 1

Tunggu, 𝐩 = 2𝐢̂ + t𝐣̂ → |𝐩| = √(4 + t²)

Tapi √(4 + t²) ≥ √4 = 2 > 1 untuk sembarang t.

Jadi tidak ada nilai t yang membuat 𝐩 = 2𝐢̂ + t𝐣̂ menjadi vektor satuan.

Koreksi soal: Jika 𝐩 = (²⁄₅)𝐢̂ + t𝐣̂ adalah vektor satuan, maka:

Hmm, mari kita gunakan soal yang benar:

Soal yang tepat: 𝐩 = a𝐢̂ + t𝐣̂ dimana a² + t² = 1, misal a = ³⁄₅:

(³⁄₅)² + t² = 1 → ⁹⁄₂₅ + t² = 1 → t² = ¹⁶⁄₂₅ → t = ⁴⁄₅

Jadi t = ⁴⁄₅

4. Vektor 𝐚 = 6𝐢̂ − 8𝐣̂. Tentukan vektor satuan yang berlawanan arah dengan 𝐚!

Pembahasan:

|𝐚| = √(36 + 64) = √100 = 10

â (searah) = (6/10, −8/10) = (³⁄₅, −⁴⁄₅)

Vektor satuan berlawanan arah = −â = (−³⁄₅, ⁴⁄₅) = −³⁄₅ 𝐢̂ + ⁴⁄₅ 𝐣̂

Verifikasi: |−â| = √(⁹⁄₂₅ + ¹⁶⁄₂₅) = 1 ✅

5. Jika 𝐩 = 2𝐢̂ + 3𝐣̂ dan 𝐪 = 4𝐢̂ − 𝐣̂, tentukan vektor satuan dari 𝐩 + 𝐪!

Pembahasan:

𝐩 + 𝐪 = (2+4)𝐢̂ + (3+(−1))𝐣̂ = 6𝐢̂ + 2𝐣̂

|𝐩 + 𝐪| = √(36 + 4) = √40 = 2√10

Vektor satuan = (6/(2√10), 2/(2√10)) = (3/√10, 1/√10)

= (3√10/10, √10/10)

= (3√10/10)𝐢̂ + (√10/10)𝐣̂

Sulit Contoh Soal Tingkat Sulit

1. Tentukan dua vektor satuan yang tegak lurus terhadap vektor 𝐚 = 3𝐢̂ + 4𝐣̂!

Pembahasan:

Vektor yang tegak lurus terhadap (3, 4) adalah (−4, 3) dan (4, −3).

(Diperoleh dengan menukar komponen dan mengubah salah satu tanda)

|(−4, 3)| = √(16 + 9) = √25 = 5

Vektor satuan pertama: ê₁ = (−4/5, 3/5) = −⁴⁄₅ 𝐢̂ + ³⁄₅ 𝐣̂

Vektor satuan kedua: ê₂ = (4/5, −3/5) = ⁴⁄₅ 𝐢̂ − ³⁄₅ 𝐣̂

Verifikasi tegak lurus (dot product = 0):

𝐚 · ê₁ = 3(−4/5) + 4(3/5) = −12/5 + 12/5 = 0 ✅

2. Vektor 𝐯 memiliki panjang 10 dan membuat sudut 150° terhadap sumbu-x positif. Nyatakan 𝐯 dalam bentuk vektor satuan standar!

Pembahasan:

𝐯 = |𝐯| · ê = 10(cos 150°, sin 150°)

cos 150° = −½√3, sin 150° = ½

𝐯 = 10(−½√3, ½) = (−5√3, 5)

𝐯 = −5√3 𝐢̂ + 5𝐣̂

Verifikasi: |𝐯| = √(75 + 25) = √100 = 10 ✅

3. Diketahui 𝐚 = 𝐢̂ + 2𝐣̂ dan 𝐛 = 3𝐢̂ − 𝐣̂. Tentukan vektor satuan dari 2𝐚𝐛!

Pembahasan:

2𝐚 = 2(1, 2) = (2, 4)

2𝐚 − 𝐛 = (2, 4) − (3, −1) = (2−3, 4−(−1)) = (−1, 5)

|2𝐚 − 𝐛| = √(1 + 25) = √26

Vektor satuan = (−1/√26, 5/√26) = (−√26/26, 5√26/26)

= (−√26/26)𝐢̂ + (5√26/26)𝐣̂

4. Tentukan nilai m agar vektor 𝐮 = (m, m+1) menjadi vektor satuan (m > 0)!

Pembahasan:

Syarat vektor satuan: |𝐮| = 1

m² + (m+1)² = 1

m² + m² + 2m + 1 = 1

2m² + 2m = 0

2m(m + 1) = 0

m = 0 atau m = −1

Karena m > 0, tidak ada nilai m > 0 yang memenuhi.

Jika syarat diubah m ≥ 0: m = 0, sehingga 𝐮 = (0, 1) = 𝐣̂.

Jika tanpa batasan: m = −1, 𝐮 = (−1, 0) = −𝐢̂.

5. Titik A(1, 3) dan B(4, 7). Tentukan vektor satuan dari AB dan sudut yang dibentuk terhadap sumbu-x positif!

Pembahasan:

AB = B − A = (4−1, 7−3) = (3, 4)

|AB| = √(9 + 16) = 5

Vektor satuan: ê = (3/5, 4/5) = ³⁄₅ 𝐢̂ + ⁴⁄₅ 𝐣̂

Sudut:

cos θ = 3/5 = 0,6 → θ = arccos(0,6) ≈ 53,13°

sin θ = 4/5 = 0,8 → θ = arcsin(0,8) ≈ 53,13°

Atau: tan θ = 4/3 → θ = arctan(4/3) ≈ 53,13°

✏️ Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri. Gunakan rumus-rumus yang telah dipelajari!

Mudah

1. Tentukan vektor satuan dari vektor 𝐚 = (5, 12)!

2. Nyatakan vektor 𝐛 = (−3, 7) dalam bentuk vektor satuan standar (𝐢̂ dan 𝐣̂)!

3. Apakah vektor 𝐜 = (½, ½√3) merupakan vektor satuan? Buktikan!

4. Tentukan panjang vektor 𝐝 = −8𝐢̂ + 15𝐣̂!

5. Tentukan vektor satuan yang searah dengan sumbu-x negatif!

Sedang

1. Tentukan vektor satuan dari 𝐚 = (−2, 2√3) dan nyatakan dalam bentuk 𝐢̂ dan 𝐣̂!

2. Tentukan vektor satuan yang membuat sudut 225° terhadap sumbu-x positif!

3. Jika 𝐩 = (³⁄₅)𝐢̂ + t𝐣̂ adalah vektor satuan dan t > 0, tentukan nilai t!

4. Diketahui 𝐮 = 𝐢̂ + 3𝐣̂ dan 𝐯 = −2𝐢̂ + 𝐣̂. Tentukan vektor satuan dari 𝐮 + 𝐯!

5. Vektor satuan yang berlawanan arah dengan 𝐚 = 8𝐢̂ + 6𝐣̂ adalah…

Sulit

1. Tentukan dua vektor satuan yang tegak lurus terhadap vektor 𝐯 = 5𝐢̂ + 12𝐣̂!

2. Vektor 𝐰 memiliki panjang 8 dan membuat sudut 210° terhadap sumbu-x positif. Nyatakan 𝐰 dalam bentuk vektor satuan standar!

3. Diketahui 𝐚 = 2𝐢̂ − 𝐣̂ dan 𝐛 = 𝐢̂ + 3𝐣̂. Tentukan vektor satuan dari 3𝐚 + 2𝐛!

4. Tentukan semua nilai k agar vektor 𝐮 = (k, 1−k²) menjadi vektor satuan!

5. Titik P(−2, 1) dan Q(6, 7). Tentukan vektor satuan dari PQ dan sudut yang dibentuk terhadap sumbu-x positif!

Materi Vektor Satuan pada Bidang — Matematika

Disusun untuk pembelajaran siswa SMA/SMK

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page