Vektor Satuan dalam Ruang (Dimensi Tiga)

Vektor Satuan dalam Ruang (Dimensi Tiga)

Matematika Peminatan Kelas XII

1. Pengertian Vektor Satuan

Vektor satuan adalah vektor yang memiliki panjang (besar/magnitudo) tepat sama dengan 1 satuan. Vektor satuan digunakan untuk menunjukkan arah suatu vektor tanpa memperhatikan besarnya.

Definisi:

Jika a adalah suatu vektor tak-nol dalam ruang dimensi tiga, maka vektor satuan dari a (dilambangkan â atau êa) adalah:

â = 1|a| × a

dengan |a| ≠ 0

Dengan kata lain, vektor satuan diperoleh dengan membagi setiap komponen vektor dengan panjangnya. Hasilnya adalah vektor yang searah dengan vektor asli tetapi panjangnya 1.

a (6, 4, …) â |â| = 1 O (titik asal) â searah dengan a, panjang = 1

💡 Poin Penting:

  • Vektor satuan memiliki panjang = 1
  • Vektor satuan memiliki arah yang sama dengan vektor aslinya
  • Setiap vektor tak-nol memiliki tepat satu vektor satuan
  • Vektor nol tidak memiliki vektor satuan

2. Rumus Vektor Satuan

Misalkan vektor a dalam ruang dimensi tiga dinyatakan sebagai:

a = (a₁, a₂, a₃) = a₁î + a₂ĵ + a₃

Langkah 1: Hitung panjang (magnitudo) vektor:

|a| = √(a₁² + a₂² + a₃²)

Langkah 2: Bagi setiap komponen dengan panjang vektor:

â = a|a| = (a₁, a₂, a₃)√(a₁² + a₂² + a₃²)

= (a₁|a|, a₂|a|, a₃|a|)

✅ Verifikasi:

Setelah menentukan vektor satuan, pastikan panjangnya = 1 dengan menghitung:

|â| = √(â₁² + â₂² + â₃²) = 1

3. Vektor Satuan Koordinat (î, ĵ, k̂)

Dalam ruang dimensi tiga, terdapat tiga vektor satuan standar yang sangat penting:

Vektor Satuan Komponen Arah
î (i-topi) (1, 0, 0) Searah sumbu-X positif
ĵ (j-topi) (0, 1, 0) Searah sumbu-Y positif
k̂ (k-topi) (0, 0, 1) Searah sumbu-Z positif
O X î = (1,0,0) Y ĵ = (0,1,0) Z k̂ = (0,0,1)

Representasi vektor menggunakan vektor satuan koordinat:

a = (a₁, a₂, a₃) = a₁î + a₂ĵ + a₃

Contoh: vektor (3, -2, 5) = 3î − 2ĵ + 5

📝 Sifat Vektor Satuan Koordinat:

  • |î| = |ĵ| = || = 1
  • îĵ, ĵ, î (saling tegak lurus)
  • î · ĵ = ĵ · = · î = 0
  • î · î = ĵ · ĵ = · = 1

4. Langkah-Langkah Menentukan Vektor Satuan

1

Tuliskan vektor dalam bentuk komponen

a = (a₁, a₂, a₃)

2

Hitung panjang (magnitudo) vektor

|a| = √(a₁² + a₂² + a₃²)

3

Bagi setiap komponen dengan panjang vektor

â = (a₁/|a|, a₂/|a|, a₃/|a|)

4

Verifikasi: pastikan panjang hasilnya = 1

|â| = √(â₁² + â₂² + â₃²) = 1 ✓

5. Kegiatan Pembelajaran

🔍 Mengamati

Perhatikan vektor-vektor berikut dalam ruang dimensi tiga:

  • a = (3, 4, 0) → |a| = √(9+16+0) = √25 = 5
  • b = (1, 2, 2) → |b| = √(1+4+4) = √9 = 3
  • c = (2, −1, 2) → |c| = √(4+1+4) = √9 = 3

Amati:

  • Vektor satuan dari a: â = (3/5, 4/5, 0) → |â| = √(9/25 + 16/25 + 0) = √(25/25) = 1 ✓
  • Vektor satuan dari b: = (1/3, 2/3, 2/3) → || = √(1/9 + 4/9 + 4/9) = √(9/9) = 1 ✓
  • Vektor satuan dari c: ĉ = (2/3, −1/3, 2/3) → |ĉ| = √(4/9 + 1/9 + 4/9) = √(9/9) = 1 ✓

Perhatikan bahwa semua vektor satuan memiliki panjang tepat 1, meskipun vektor aslinya memiliki panjang berbeda-beda.

❓ Menanya

Dari kegiatan mengamati di atas, ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Mengapa setiap vektor satuan selalu memiliki panjang 1?
  2. Apakah arah vektor satuan selalu sama dengan vektor aslinya?
  3. Bagaimana jika vektor asli memiliki panjang 1? Apakah vektor satuannya sama dengan dirinya sendiri?
  4. Bisakah vektor nol memiliki vektor satuan? Mengapa?
  5. Apa kegunaan vektor satuan dalam kehidupan nyata?

🧠 Menalar

Mari kita analisis mengapa rumus vektor satuan bekerja:

Penalaran 1: Mengapa hasilnya selalu panjang 1?

Jika a = (a₁, a₂, a₃) dan |a| = k, maka:

|â| = |(a₁/k, a₂/k, a₃/k)|

= √((a₁/k)² + (a₂/k)² + (a₃/k)²)

= √((a₁² + a₂² + a₃²)/k²)

= √(k²/k²) = √1 = 1 ✓

Penalaran 2: Mengapa arahnya sama?

Membagi vektor dengan bilangan positif (panjangnya selalu positif karena akar kuadrat) hanya mengubah besarnya, bukan arahnya. Ini seperti “menyusutkan” vektor tanpa memutarnya.

Penalaran 3: Mengapa vektor nol tidak punya vektor satuan?

Vektor nol 0 = (0, 0, 0) memiliki |0| = 0. Pembagian dengan 0 tidak terdefinisi, dan vektor nol tidak memiliki arah tertentu.

✋ Mencoba

Tentukan vektor satuan dari vektor-vektor berikut:

Soal Percobaan:

  1. p = (1, 0, 0) → Apakah vektor ini sudah merupakan vektor satuan?

    Jawab: |p| = √(1+0+0) = 1. Ya! Vektor ini sudah vektor satuan (yaitu î)

  2. q = (0, 3, 4) → Tentukan vektor satuannya!

    Jawab: |q| = √(0+9+16) = 5. = (0, 3/5, 4/5)

  3. r = (2, 2, 1) → Tentukan vektor satuannya!

    Jawab: |r| = √(4+4+1) = 3. = (2/3, 2/3, 1/3)

📢 Mengkomunikasikan

Diskusikan dan presentasikan hasil pembelajaran tentang vektor satuan:

Ringkasan yang perlu dikomunikasikan:

  1. Definisi: Vektor satuan adalah vektor berpanjang 1 yang menunjukkan arah.
  2. Cara menentukan: Bagi setiap komponen vektor dengan panjang vektor tersebut.
  3. Vektor satuan koordinat: î = (1,0,0), ĵ = (0,1,0), k̂ = (0,0,1) adalah basis standar ruang 3D.
  4. Penerapan: Menentukan arah gaya dalam fisika, arah gerak dalam navigasi 3D, normalisasi dalam grafika komputer.
  5. Syarat: Hanya vektor tak-nol yang memiliki vektor satuan.

🌍 Penerapan dalam Kehidupan Nyata:

  • Navigasi pesawat: Vektor satuan menunjukkan arah terbang tanpa informasi kecepatan
  • Grafika komputer/game: Normalisasi vektor untuk pencahayaan dan pergerakan karakter
  • Fisika: Menentukan arah gaya, kecepatan, dan percepatan
  • GPS: Menentukan arah perjalanan terlepas dari kecepatan

6. Contoh Soal dan Pembahasan

📗 Contoh Soal Tingkat Mudah

Mudah

Soal 1:

Tentukan vektor satuan dari a = (3, 4, 0).

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: Hitung |a|

|a| = √(3² + 4² + 0²) = √(9 + 16 + 0) = √25 = 5

Langkah 2: Bagi setiap komponen dengan 5

â = (3/5, 4/5, 0/5) = (3/5, 4/5, 0)

Verifikasi: |â| = √(9/25 + 16/25 + 0) = √(25/25) = 1 ✓

Jadi, vektor satuan dari a = (3/5, 4/5, 0) atau 0,6î + 0,8ĵ

Mudah

Soal 2:

Tentukan vektor satuan dari b = (0, 0, 5).

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: |b| = √(0 + 0 + 25) = √25 = 5

Langkah 2: = (0/5, 0/5, 5/5) = (0, 0, 1)

Verifikasi: || = √(0 + 0 + 1) = 1 ✓

Jadi, = (0, 0, 1) =

Catatan: Karena b searah sumbu-Z, vektor satuannya adalah k̂.

Mudah

Soal 3:

Tentukan vektor satuan dari c = (1, 2, 2).

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: |c| = √(1 + 4 + 4) = √9 = 3

Langkah 2: ĉ = (1/3, 2/3, 2/3)

Verifikasi: |ĉ| = √(1/9 + 4/9 + 4/9) = √(9/9) = 1 ✓

Jadi, ĉ = (1/3, 2/3, 2/3)

Mudah

Soal 4:

Tentukan vektor satuan dari d = (6, 0, −8).

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: |d| = √(36 + 0 + 64) = √100 = 10

Langkah 2: = (6/10, 0/10, −8/10) = (3/5, 0, −4/5)

Verifikasi: || = √(9/25 + 0 + 16/25) = √(25/25) = 1 ✓

Jadi, = (3/5, 0, −4/5)

Mudah

Soal 5:

Diketahui e = 2î + 2ĵ + . Tentukan vektor satuannya.

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: e = (2, 2, 1)

|e| = √(4 + 4 + 1) = √9 = 3

Langkah 2: ê = (2/3, 2/3, 1/3)

= (2/3)î + (2/3)ĵ + (1/3)

Verifikasi: √(4/9 + 4/9 + 1/9) = √(9/9) = 1 ✓

Jadi, ê = (2/3)î + (2/3)ĵ + (1/3)

📙 Contoh Soal Tingkat Sedang

Sedang

Soal 1:

Tentukan vektor satuan dari a = (1, −2, 2) dan nyatakan dalam bentuk desimal (3 angka di belakang koma).

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: |a| = √(1 + 4 + 4) = √9 = 3

Langkah 2: â = (1/3, −2/3, 2/3)

Dalam desimal: â ≈ (0,333; −0,667; 0,667)

Verifikasi: 0,333² + 0,667² + 0,667² ≈ 0,111 + 0,445 + 0,445 = 1,001 ≈ 1 ✓

Sedang

Soal 2:

Diketahui titik A(1, 2, 3) dan B(4, 6, 3). Tentukan vektor satuan dari vektor AB.

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: Tentukan vektor AB

AB = B − A = (4−1, 6−2, 3−3) = (3, 4, 0)

Langkah 2: |AB| = √(9 + 16 + 0) = √25 = 5

Langkah 3: Vektor satuan = (3/5, 4/5, 0)

Jadi, vektor satuan arah AB = (3/5, 4/5, 0)

Sedang

Soal 3:

Tentukan vektor satuan dari v = (2, −3, 6). Kemudian tentukan vektor yang searah dengan v tetapi panjangnya 14.

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: |v| = √(4 + 9 + 36) = √49 = 7

Langkah 2: = (2/7, −3/7, 6/7)

Langkah 3: Vektor searah v panjang 14:

w = 14 × = 14 × (2/7, −3/7, 6/7) = (4, −6, 12)

Verifikasi: |w| = √(16 + 36 + 144) = √196 = 14 ✓

Sedang

Soal 4:

Diketahui a = (2, 1, −2). Tentukan vektor satuan yang berlawanan arah dengan a.

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: |a| = √(4 + 1 + 4) = √9 = 3

Langkah 2: Vektor satuan searah: â = (2/3, 1/3, −2/3)

Langkah 3: Vektor satuan berlawanan arah = −â = (−2/3, −1/3, 2/3)

Verifikasi: √(4/9 + 1/9 + 4/9) = √(9/9) = 1 ✓

Jadi, vektor satuan berlawanan arah a = (−2/3, −1/3, 2/3)

Sedang

Soal 5:

Tentukan vektor satuan dari u = (1, 1, 1). Apakah semua komponen vektor satuannya sama?

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: |u| = √(1 + 1 + 1) = √3

Langkah 2: û = (1/√3, 1/√3, 1/√3)

= (√3/3, √3/3, √3/3) [setelah merasionalkan]

≈ (0,577; 0,577; 0,577)

Verifikasi: 3 × (1/√3)² = 3 × (1/3) = 1 ✓

Ya, semua komponen sama karena vektor aslinya memiliki komponen yang sama besar. Vektor ini membuat sudut yang sama dengan ketiga sumbu koordinat.

📕 Contoh Soal Tingkat Sulit

Sulit

Soal 1:

Diketahui a = (2, −1, 2) dan b = (3, 4, 0). Tentukan vektor satuan dari a + b.

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: Tentukan a + b

= (2+3, −1+4, 2+0) = (5, 3, 2)

Langkah 2: |a + b| = √(25 + 9 + 4) = √38

Langkah 3: Vektor satuan = (5/√38, 3/√38, 2/√38)

= (5√38/38, 3√38/38, 2√38/38)

≈ (0,811; 0,487; 0,324)

Verifikasi: (25 + 9 + 4)/38 = 38/38 = 1 ✓

Sulit

Soal 2:

Tentukan nilai k agar vektor v = (k, 2k, k) merupakan vektor satuan.

▶ Lihat Pembahasan

Syarat vektor satuan: |v| = 1

√(k² + 4k² + k²) = 1

√(6k²) = 1

√6 · |k| = 1

|k| = 1/√6

k = ±1/√6 = ±√6/6

Verifikasi untuk k = √6/6:

|v| = √(6 × (√6/6)²) = √(6 × 6/36) = √(6/6) = 1 ✓

Jadi, k = √6/6 atau k = −√6/6 (≈ ±0,408)

Sulit

Soal 3:

Diketahui titik A(1, 0, 2), B(3, 1, 4), dan C(−1, 2, 0). Tentukan vektor satuan dari vektor AB + AC.

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: Tentukan AB dan AC

AB = B − A = (3−1, 1−0, 4−2) = (2, 1, 2)

AC = C − A = (−1−1, 2−0, 0−2) = (−2, 2, −2)

Langkah 2: AB + AC = (2+(−2), 1+2, 2+(−2)) = (0, 3, 0)

Langkah 3: |(0, 3, 0)| = √(0 + 9 + 0) = 3

Langkah 4: Vektor satuan = (0/3, 3/3, 0/3) = (0, 1, 0) = ĵ

Jadi, vektor satuannya = ĵ = (0, 1, 0), searah sumbu-Y positif.

Sulit

Soal 4:

Diketahui a = (1, 2, −2) dan b = (4, −4, 2). Tentukan vektor satuan dari 2ab.

▶ Lihat Pembahasan

Langkah 1: 2a = (2, 4, −4)

Langkah 2: 2ab = (2−4, 4−(−4), −4−2) = (−2, 8, −6)

Langkah 3: |(−2, 8, −6)| = √(4 + 64 + 36) = √104 = 2√26

Langkah 4: Vektor satuan = (−2/(2√26), 8/(2√26), −6/(2√26))

= (−1/√26, 4/√26, −3/√26)

≈ (−0,196; 0,784; −0,588)

Verifikasi: (1 + 16 + 9)/26 = 26/26 = 1 ✓

Sulit

Soal 5:

Diketahui vektor satuan û = (a, 1/3, b) dengan a > 0 dan komponen pertama dua kali komponen ketiga (a = 2b). Tentukan nilai a dan b.

▶ Lihat Pembahasan

Syarat: |û| = 1 dan a = 2b

a² + (1/3)² + b² = 1

Substitusi a = 2b:

(2b)² + 1/9 + b² = 1

4b² + 1/9 + b² = 1

5b² = 1 − 1/9 = 8/9

b² = 8/45

b = √(8/45) = 2√2/(3√5) = 2√10/15

a = 2b = 4√10/15

Verifikasi:

(4√10/15)² + (1/3)² + (2√10/15)² = 160/225 + 1/9 + 40/225

= 160/225 + 25/225 + 40/225 = 225/225 = 1 ✓

Jadi, a = 4√10/15 ≈ 0,843 dan b = 2√10/15 ≈ 0,422

7. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Gunakan langkah-langkah yang telah dipelajari.

📗 Latihan Tingkat Mudah

  1. Tentukan vektor satuan dari a = (4, 0, 3).
  2. Tentukan vektor satuan dari b = (0, 12, −5).
  3. Tentukan vektor satuan dari c = (2, −2, 1).
  4. Tentukan vektor satuan dari d = (−6, 2, 3).
  5. Diketahui e = 4î + 4ĵ − 2. Tentukan vektor satuannya.

📙 Latihan Tingkat Sedang

  1. Diketahui A(2, 1, −1) dan B(4, 5, −3). Tentukan vektor satuan dari AB.
  2. Tentukan vektor satuan dari a + b jika a = (3, 0, 4) dan b = (0, 5, −4).
  3. Tentukan vektor satuan yang berlawanan arah dengan v = (1, −4, 8).
  4. Diketahui vektor satuan dari suatu vektor w adalah (2/7, 3/7, 6/7). Jika panjang w = 21, tentukan w.
  5. Tentukan vektor satuan dari 3a jika a = (1, 2, 2). Apakah hasilnya sama dengan vektor satuan dari a?

📕 Latihan Tingkat Sulit

  1. Tentukan nilai p agar v = (p, 2p, −p) merupakan vektor satuan.
  2. Diketahui a = (1, −1, 2) dan b = (2, 0, −1). Tentukan vektor satuan dari 2a + 3b.
  3. Diketahui vektor satuan û = (x, x, z) dengan z = 2x dan x > 0. Tentukan x dan z.
  4. Diketahui A(1, 1, 1), B(3, 2, 4), dan C(0, 5, 2). Tentukan vektor satuan dari ABAC.
  5. Tentukan semua vektor satuan dalam ruang dimensi tiga yang memiliki komponen x dan y sama serta komponen z = 0. Berapa banyak vektor satuan yang memenuhi?

Selamat belajar! 📐

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page