Perkalian Vektor dengan Skalar

Perkalian Vektor dengan Skalar

Materi Matematika — Vektor

1. Pengertian Perkalian Vektor dengan Skalar

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan ilustrasi berikut. Sebuah vektor a dikalikan dengan bilangan (skalar) tertentu. Amati apa yang terjadi pada panjang dan arah vektor tersebut.

a vektor a 2a 2 × vektor a (2 kali lebih panjang) −a −1 × vektor a (arah terbalik) ½a ½ × vektor a (setengah panjang)

Definisi:

Jika k adalah suatu skalar (bilangan real) dan a adalah suatu vektor, maka perkalian skalar k dengan vektor a menghasilkan vektor baru yang ditulis ka, dengan ketentuan:

Panjang (besar) vektor baru = |k| × |a|
Arah: searah a jika k > 0, berlawanan arah jika k < 0
• Jika k = 0 atau a = 0, maka hasilnya adalah vektor nol.

❓ Kegiatan: Menanya

Dari pengamatan di atas, coba jawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang terjadi pada panjang vektor jika dikalikan skalar 3?
  2. Apa yang terjadi pada arah vektor jika dikalikan skalar −2?
  3. Apa hasil perkalian vektor dengan skalar 0?
  4. Apakah perkalian skalar mengubah arah vektor jika skalar bernilai positif?

Notasi Vektor yang Digunakan

Notasi Penulisan Keterangan
Huruf tebal a Digunakan di buku cetak
Huruf dengan panah a Penulisan tangan / digital
Kolom / komponen (a₁
a₂
)
Vektor dalam bentuk komponen 2D
Besar / panjang |a| Magnitudo vektor

2. Sifat-sifat Perkalian Vektor dengan Skalar

💡 Kegiatan: Menalar

Dengan menggunakan pemahaman tentang perkalian skalar, mari kita telaah sifat-sifat berikut secara logis.

Misalkan k dan m adalah skalar, serta a dan b adalah vektor. Berlaku sifat-sifat berikut:

Sifat 1 — Distributif skalar terhadap penjumlahan vektor:
k(a + b) = ka + kb
Sifat 2 — Distributif vektor terhadap penjumlahan skalar:
(k + m)a = ka + ma
Sifat 3 — Asosiatif perkalian skalar:
k(ma) = (km)a
Sifat 4 — Identitas perkalian:
1 × a = a
Sifat 5 — Perkalian dengan nol:
0 × a = 0   dan   k × 0 = 0
Sifat 6 — Perkalian dengan −1:
(−1)a = −a  (vektor dengan arah berlawanan dan panjang sama)
Sifat Rumus Contoh Sederhana
Distributif 1 k(a+b) = ka+kb 2((1,2)+(3,1)) = 2(1,2)+2(3,1) = (2,4)+(6,2) = (8,6)
Distributif 2 (k+m)a = ka+ma (2+3)(1,4) = 2(1,4)+3(1,4) = (2,8)+(3,12) = (5,20)
Asosiatif k(ma) = (km)a 2(3(1,2)) = 2(3,6) = (6,12) = 6(1,2)

3. Interpretasi Geometri

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan diagram berikut yang menunjukkan efek perkalian skalar terhadap vektor secara visual.

Efek Skalar pada Vektor →a k = 1 →2a k = 2 (2× panjang, searah) →½a k = ½ (setengah panjang) →−a k = −1 (sama panjang, berbalik arah) k = −3 (3× panjang, berbalik arah)
Ringkasan Pengaruh Skalar:

Nilai k Panjang Hasil Arah Hasil
k > 1 Lebih panjang (diperbesar) Searah a
0 < k < 1 Lebih pendek (diperkecil) Searah a
k = 1 Sama Searah a
k = 0 Nol (titik) Tidak ada arah
−1 < k < 0 Lebih pendek Berlawanan a
k < −1 Lebih panjang Berlawanan a

4. Perkalian Skalar dalam Bentuk Komponen (2D)

✏️ Kegiatan: Mencoba

Mari kita coba menghitung perkalian skalar dengan vektor yang dinyatakan dalam bentuk komponen.

Jika a = (a₁, a₂) dan k adalah skalar, maka:

k a = k(a₁, a₂) = (ka₁, ka₂)

Artinya: setiap komponen vektor dikalikan dengan skalar tersebut.

Contoh langsung:

a = (3, −2)

• 4a = 4(3, −2) = (4×3, 4×(−2)) = (12, −8)
• −2a = −2(3, −2) = (−2×3, −2×(−2)) = (−6, 4)
• ½a = ½(3, −2) = (½×3, ½×(−2)) = (1.5, −1)

Panjang (Magnitudo) Hasil Perkalian Skalar

|ka| = |k| × |a|

dimana |a| = √(a₁² + a₂²)

Contoh: a = (3, 4), maka |a| = √(9+16) = √25 = 5
|3a| = |3| × 5 = 15
|−2a| = |−2| × 5 = 10

5. Perkalian Skalar pada Vektor 3 Dimensi

Jika a = (a₁, a₂, a₃) dan k adalah skalar, maka:

ka = k(a₁, a₂, a₃) = (ka₁, ka₂, ka₃)

Panjang: |ka| = |k| × √(a₁² + a₂² + a₃²)

Contoh:

a = (1, −2, 3)

3a = 3(1, −2, 3) = (3, −6, 9)

|a| = √(1+4+9) = √14
|3a| = 3√14

📣 Kegiatan: Mengkomunikasikan

Jelaskan kepada teman sebangkumu: Mengapa perkalian vektor dengan skalar negatif menghasilkan vektor yang berlawanan arah? Gunakan contoh vektor (2, 5) dikalikan −3 untuk menjelaskan.

Petunjuk: Gambar vektor asli dan hasilnya pada kertas berpetak, lalu bandingkan arahnya.

6. Contoh Soal dan Pembahasan

MUDAH Contoh Soal 1–5

Contoh Soal 1: Diketahui a = (2, 5). Tentukan 3a.

Pembahasan:
3a = 3(2, 5) = (3×2, 3×5) = (6, 15)

Contoh Soal 2: Diketahui b = (−4, 6). Tentukan −2b.

Pembahasan:
−2b = −2(−4, 6) = (−2×(−4), −2×6) = (8, −12)

Contoh Soal 3: Diketahui c = (10, −8). Tentukan ½c.

Pembahasan:
½c = ½(10, −8) = (½×10, ½×(−8)) = (5, −4)

Contoh Soal 4: Diketahui a = (3, 4). Tentukan panjang 2a.

Pembahasan:
|a| = √(3² + 4²) = √(9+16) = √25 = 5
|2a| = |2| × |a| = 2 × 5 = 10

Verifikasi: 2a = (6, 8), |2a| = √(36+64) = √100 = 10 ✓

Contoh Soal 5: Tentukan 0 × a jika a = (7, −3).

Pembahasan:
0 × a = 0 × (7, −3) = (0×7, 0×(−3)) = (0, 0) = 0 (vektor nol)

Sesuai sifat: perkalian vektor apapun dengan skalar 0 menghasilkan vektor nol.

SEDANG Contoh Soal 6–10

Contoh Soal 6: Diketahui a = (2, −1) dan b = (3, 4). Tentukan 2a + 3b.

Pembahasan:
2a = 2(2, −1) = (4, −2)
3b = 3(3, 4) = (9, 12)
2a + 3b = (4+9, −2+12) = (13, 10)

Contoh Soal 7: Diketahui p = (1, −3, 2). Tentukan −4p dan panjangnya.

Pembahasan:
−4p = −4(1, −3, 2) = (−4, 12, −8)

|p| = √(1+9+4) = √14
|−4p| = |−4| × √14 = 4√14 ≈ 14,97

Verifikasi: |−4p| = √(16+144+64) = √224 = √(16×14) = 4√14 ✓

Contoh Soal 8: Buktikan sifat distributif: 3(a + b) = 3a + 3b untuk a = (1, 4) dan b = (2, −1).

Pembahasan:
Ruas kiri:
a + b = (1+2, 4+(−1)) = (3, 3)
3(3, 3) = (9, 9)

Ruas kanan:
3a = 3(1, 4) = (3, 12)
3b = 3(2, −1) = (6, −3)
3a + 3b = (3+6, 12+(−3)) = (9, 9)

Ruas kiri = Ruas kanan = (9, 9) ✓ Terbukti.

Contoh Soal 9: Jika 2a − 3b = (1, 7) dan a = (5, 2), tentukan b.

Pembahasan:
2a − 3b = (1, 7)
2(5, 2) − 3b = (1, 7)
(10, 4) − 3b = (1, 7)
3b = (10, 4) − (1, 7) = (9, −3)
b = ⅓(9, −3) = (3, −1)

Verifikasi: 2(5,2) − 3(3,−1) = (10,4) − (9,−3) = (1,7) ✓

Contoh Soal 10: Diketahui v = (6, −8). Tentukan vektor satuan dari v.

Pembahasan:
Vektor satuan: = (1/|v|) × v

|v| = √(36+64) = √100 = 10

= (1/10)(6, −8) = (0.6, −0.8)

Verifikasi: || = √(0.36+0.64) = √1 = 1 ✓ (panjang = 1, benar vektor satuan)

SULIT Contoh Soal 11–15

Contoh Soal 11: Diketahui a = (2, −1, 3) dan b = (−1, 4, 2). Tentukan nilai skalar k agar |ka + b| = √89.

Pembahasan:
ka + b = k(2,−1,3) + (−1,4,2) = (2k−1, −k+4, 3k+2)

|ka + b|² = (2k−1)² + (−k+4)² + (3k+2)² = 89

(4k²−4k+1) + (k²−8k+16) + (9k²+12k+4) = 89
14k² + 0k + 21 = 89
14k² = 68
k² = 68/14 = 34/7
k = ±√(34/7) = ±√238 / 7 ≈ ±2,20

Contoh Soal 12: Titik A(1, 2) dan B(4, 6). Titik P membagi AB dengan perbandingan AP:PB = 2:1. Tentukan koordinat P menggunakan perkalian vektor dengan skalar.

Pembahasan:
Vektor posisi: OA = (1, 2), OB = (4, 6)

Rumus titik bagi dalam perbandingan m:n:
OP = (n × OA + m × OB) / (m + n)

Dengan m = 2, n = 1:
OP = (1(1,2) + 2(4,6)) / (2+1)
= ((1,2) + (8,12)) / 3
= (9, 14) / 3
= ⅓(9, 14)
= (3, 14/3) atau (3, 4⅔)

Contoh Soal 13: Tentukan semua nilai m agar vektor ma − 2b sejajar dengan a + b, jika a = (1, 3) dan b = (2, −1).

Pembahasan:
ma − 2b = m(1,3) − 2(2,−1) = (m−4, 3m+2)
a + b = (1+2, 3+(−1)) = (3, 2)

Dua vektor sejajar ⟺ hasil kali silang = 0
(m−4)(2) − (3m+2)(3) = 0
2m − 8 − 9m − 6 = 0
−7m − 14 = 0
−7m = 14
m = −2

Verifikasi: ma−2b = (−2−4, −6+2) = (−6, −4) = −2(3, 2) ✓ sejajar

Contoh Soal 14: Diketahui a = (2, 1, −2). Tentukan semua skalar k agar vektor ka memiliki panjang 12.

Pembahasan:
|ka| = |k| × |a| = 12

|a| = √(4+1+4) = √9 = 3

|k| × 3 = 12
|k| = 4
k = 4 atau k = −4

Verifikasi:
4(2,1,−2) = (8,4,−8), |(8,4,−8)| = √(64+16+64) = √144 = 12 ✓
−4(2,1,−2) = (−8,−4,8), |(−8,−4,8)| = √(64+16+64) = √144 = 12 ✓

Contoh Soal 15: Diketahui 3a + kb = c, dengan a = (1, −2, 4), b = (−2, 1, 3), dan c = (−1, −4, 18). Tentukan nilai k.

Pembahasan:
3(1,−2,4) + k(−2,1,3) = (−1,−4,18)
(3,−6,12) + (−2k, k, 3k) = (−1,−4,18)

Dari komponen 1: 3 − 2k = −1 → −2k = −4 → k = 2
Dari komponen 2: −6 + k = −4 → k = 2 ✓
Dari komponen 3: 12 + 3k = 18 → 3k = 6 → k = 2 ✓

k = 2 (konsisten di semua komponen)

7. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Gunakan rumus dan sifat yang telah dipelajari!

MUDAH

1. Diketahui a = (4, −3). Tentukan 5a.

2. Diketahui b = (−6, 2). Tentukan −3b.

3. Diketahui c = (8, −10). Tentukan ¼c.

4. Diketahui d = (5, 12). Tentukan panjang 3d.

5. Tentukan hasil dari 0 × (−7, 9, 2).

SEDANG

6. Diketahui a = (3, −2) dan b = (−1, 5). Tentukan 4a − 2b.

7. Diketahui p = (2, −3, 1). Tentukan −3p dan panjangnya.

8. Buktikan bahwa (2+3)a = 2a + 3a untuk a = (−1, 7).

9. Diketahui v = (−3, 4). Tentukan vektor satuan dari v.

10. Jika 3a + b = (7, 11) dan b = (1, 2), tentukan a.

SULIT

11. Tentukan nilai k agar |k(1, −2, 2)| = 18.

12. Titik A(2, 1) dan B(8, 7). Tentukan koordinat titik P yang membagi AB dengan perbandingan 1:2 menggunakan perkalian vektor dengan skalar.

13. Tentukan nilai m agar m(2, −1) + 3(1, 4) sejajar dengan (1, 1).

14. Diketahui 2akb = c dengan a = (3, 1, −2), b = (1, −1, 2), dan c = (4, 5, −10). Tentukan k.

15. Diberikan a = (1, 2, −1) dan b = (3, −1, 2). Tentukan semua nilai skalar t agar panjang vektor tab sama dengan √35.

📘 Materi: Perkalian Vektor dengan Skalar

Selamat belajar! Pastikan kamu memahami setiap langkah sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page