Penjumlahan Vektor

Penjumlahan Vektor

Materi lengkap, contoh soal & latihan

1. Penjumlahan Vektor dengan Metode Segitiga

Pengertian

Metode segitiga adalah cara menjumlahkan dua vektor dengan menempatkan pangkal vektor kedua di ujung vektor pertama. Vektor resultan (hasil penjumlahan) ditarik dari pangkal vektor pertama ke ujung vektor kedua.

Jika dan adalah dua vektor, maka:

+ =

a → b → R = a + b O A B

Langkah-langkah:

  1. Gambar vektor dari titik O.
  2. Dari ujung vektor , gambar vektor .
  3. Hubungkan titik O ke ujung vektor . Garis ini adalah vektor resultan .

Besar Resultan

Jika || dan || diketahui besarannya dan sudut antara keduanya α, maka besar resultan dihitung dengan:

|| = √( a² + b² + 2ab cos α )

dengan α = sudut antara vektor dan (saat pangkal berhimpit).

🔍 Mengamati

Perhatikan diagram segitiga di atas. Amati bagaimana vektor ditempatkan di ujung vektor , dan resultan menghubungkan pangkal ke ujung .

❓ Menanya

Apa yang terjadi pada besar resultan jika sudut α = 0° (searah)? Bagaimana jika α = 180° (berlawanan)?

💡 Menalar

Saat α = 0°: cos 0° = 1 → R = a + b (maksimum). Saat α = 180°: cos 180° = −1 → R = |a − b| (minimum). Jadi resultan terbesar saat searah dan terkecil saat berlawanan arah.

🧪 Mencoba

Coba gambar dua vektor dengan panjang 3 cm dan 4 cm yang membentuk sudut 90°. Ukur panjang resultannya. Apakah hasilnya mendekati 5 cm?

📢 Mengkomunikasikan

Tuliskan kesimpulanmu tentang hubungan sudut antara dua vektor dengan besar resultan. Diskusikan dengan teman sekelasmu.

2. Penjumlahan Vektor dengan Metode Jajargenjang

Pengertian

Metode jajargenjang (parallelogram) dilakukan dengan menempatkan pangkal kedua vektor pada titik yang sama, lalu melengkapi bentuk jajargenjang. Diagonal jajargenjang dari titik pangkal merupakan vektor resultan.

a → b → R = a + b O α

Langkah-langkah:

  1. Gambar vektor dan dengan pangkal yang sama di titik O.
  2. Dari ujung masing-masing vektor, tarik garis sejajar vektor lainnya sehingga terbentuk jajargenjang.
  3. Diagonal dari titik O adalah vektor resultan .

Rumus Besar Resultan

Rumus yang digunakan sama dengan metode segitiga:

|| = √( a² + b² + 2ab cos α )

Arah Resultan

Sudut β yang dibentuk resultan terhadap vektor dapat dicari dengan:

tan β = (b sin α) / (a + b cos α)

🔍 Mengamati

Bandingkan diagram jajargenjang dengan diagram segitiga. Perhatikan bahwa resultan yang dihasilkan sama besarnya.

❓ Menanya

Mengapa hasil metode segitiga dan jajargenjang selalu sama? Apakah ada hubungannya dengan sifat jajargenjang?

💡 Menalar

Pada jajargenjang, sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. Diagonal jajargenjang yang ditarik dari pangkal kedua vektor secara geometris sama dengan menghubungkan pangkal vektor pertama ke ujung vektor kedua (metode segitiga).

🧪 Mencoba

Gambar dua vektor: = 5 N dan = 8 N dengan sudut 60°. Lengkapi jajargenjangnya dan ukur diagonalnya. Bandingkan dengan hasil rumus.

📢 Mengkomunikasikan

Presentasikan perbandingan metode segitiga dan jajargenjang. Kapan masing-masing metode lebih mudah digunakan?

3. Penjumlahan Vektor dengan Metode Komponen (Analitis)

Pengertian

Metode komponen menguraikan setiap vektor menjadi komponen-komponen pada sumbu-x dan sumbu-y, kemudian menjumlahkan komponen-komponen tersebut secara terpisah.

x y F → Fx = F cos θ Fy = F sin θ θ

Langkah-langkah:

  1. Uraikan setiap vektor ke komponen x dan y:
    Fx = F cos θ   ;   Fy = F sin θ
  2. Jumlahkan semua komponen x dan semua komponen y:
    ΣFx = F1x + F2x + …   ;   ΣFy = F1y + F2y + …
  3. Hitung besar resultan:
    R = √( (ΣFx)² + (ΣFy)² )
  4. Tentukan arah resultan:
    tan θR = ΣFy / ΣFx

Tabel Penguraian Komponen (Contoh)

Vektor Besar θ Fx = F cos θ Fy = F sin θ
F₁ 10 N 30° 8,66 N 5,00 N
F₂ 8 N 120° −4,00 N 6,93 N
Jumlah (Σ) 4,66 N 11,93 N

R = √(4,66² + 11,93²) = √(21,72 + 142,32) = √164,04 ≈ 12,81 N

🔍 Mengamati

Perhatikan tabel di atas. Amati bahwa komponen x dari F₂ bernilai negatif karena cos 120° negatif (vektor mengarah ke kiri).

❓ Menanya

Mengapa metode komponen lebih cocok untuk menjumlahkan tiga vektor atau lebih? Bisakah metode segitiga dipakai untuk tiga vektor?

💡 Menalar

Metode segitiga hanya praktis untuk dua vektor. Untuk tiga vektor atau lebih, kita harus mengulangi prosesnya berkali-kali. Metode komponen dapat menangani berapapun jumlah vektor sekaligus karena cukup menjumlahkan komponen x dan y secara terpisah.

🧪 Mencoba

Hitung resultan dari tiga vektor berikut menggunakan metode komponen: F₁ = 6 N (θ = 0°), F₂ = 8 N (θ = 90°), F₃ = 4 N (θ = 225°).

📢 Mengkomunikasikan

Buatlah tabel penguraian komponen untuk soal di atas dan presentasikan hasilnya kepada teman sekelasmu.

4. Penjumlahan Vektor dengan Metode Poligon

Pengertian

Metode poligon merupakan perluasan dari metode segitiga untuk menjumlahkan tiga vektor atau lebih. Setiap vektor digambar berurutan dengan pangkal vektor berikutnya di ujung vektor sebelumnya. Resultan diperoleh dari pangkal vektor pertama ke ujung vektor terakhir.

F₁ → F₂ → F₃ → R → O

Langkah-langkah:

  1. Gambar vektor pertama dari titik awal O.
  2. Dari ujung vektor pertama, gambar vektor kedua.
  3. Dari ujung vektor kedua, gambar vektor ketiga, dan seterusnya.
  4. Vektor resultan ditarik dari titik O ke ujung vektor terakhir.

📌 Catatan Penting

Urutan penggambaran vektor tidak mempengaruhi resultan (sifat komutatif dan asosiatif penjumlahan vektor).

+ + = + + = + +

🔍 Mengamati

Perhatikan bahwa metode poligon sama dengan metode segitiga yang diulang. Setiap pasangan vektor membentuk “segitiga parsial”.

❓ Menanya

Jika ketiga vektor membentuk segitiga tertutup (ujung vektor terakhir kembali ke titik O), berapakah besar resultannya?

💡 Menalar

Jika poligon tertutup, maka resultan = 0 (vektor nol). Ini berarti sistem vektor tersebut dalam kesetimbangan.

🧪 Mencoba

Gambar empat vektor secara berurutan dan tentukan resultannya menggunakan metode poligon.

📢 Mengkomunikasikan

Jelaskan kepada teman mengapa urutan penggambaran vektor pada metode poligon tidak mempengaruhi hasil resultan.

Ringkasan Rumus

Rumus Keterangan
R = √(a² + b² + 2ab cos α) Besar resultan dua vektor (sudut α antara keduanya)
tan β = (b sin α)/(a + b cos α) Arah resultan terhadap vektor a
Fx = F cos θ Komponen x vektor F
Fy = F sin θ Komponen y vektor F
R = √((ΣFx)² + (ΣFy)²) Resultan metode komponen
tan θR = ΣFy / ΣFx Arah resultan metode komponen

Kasus Khusus:

  • α = 0° (searah): R = a + b
  • α = 90° (tegak lurus): R = √(a² + b²)
  • α = 180° (berlawanan): R = |a − b|

Contoh Soal & Pembahasan

🟢 Tingkat Mudah

Mudah

Soal 1

Dua vektor gaya masing-masing 3 N dan 4 N bekerja searah. Tentukan besar resultan kedua vektor tersebut.

Pembahasan:

Karena kedua vektor searah, α = 0°.

R = √(a² + b² + 2ab cos α)

R = √(3² + 4² + 2·3·4·cos 0°)

R = √(9 + 16 + 24·1)

R = √49 = 7 N

Atau langsung: R = 3 + 4 = 7 N (karena searah)

Mudah

Soal 2

Dua vektor gaya masing-masing 5 N dan 5 N berlawanan arah. Tentukan besar resultannya.

Pembahasan:

Berlawanan arah berarti α = 180°, cos 180° = −1.

R = √(5² + 5² + 2·5·5·(−1))

R = √(25 + 25 − 50)

R = √0 = 0 N

Kedua vektor saling menghapus karena besarnya sama dan berlawanan arah.

Mudah

Soal 3

Dua vektor gaya 6 N dan 8 N saling tegak lurus. Tentukan besar resultannya.

Pembahasan:

Tegak lurus berarti α = 90°, cos 90° = 0.

R = √(6² + 8² + 2·6·8·0)

R = √(36 + 64) = √100 = 10 N

Mudah

Soal 4

Vektor = 10 N membentuk sudut 30° terhadap sumbu-x positif. Tentukan komponen Fx dan Fy.

Pembahasan:

Fx = F cos θ = 10 cos 30° = 10 × (½√3) = 10 × 0,866 = 8,66 N

Fy = F sin θ = 10 sin 30° = 10 × 0,5 = 5 N

Mudah

Soal 5

Vektor perpindahan 12 m ke timur dijumlahkan dengan 5 m ke utara. Tentukan besar perpindahan resultan.

Pembahasan:

Timur dan utara saling tegak lurus (α = 90°).

R = √(12² + 5²) = √(144 + 25) = √169 = 13 m

🟡 Tingkat Sedang

Sedang

Soal 1

Dua gaya F₁ = 10 N dan F₂ = 10 N membentuk sudut 60° satu sama lain. Tentukan besar dan arah resultan.

Pembahasan:

R = √(10² + 10² + 2·10·10·cos 60°)

R = √(100 + 100 + 200·0,5)

R = √(100 + 100 + 100) = √300 = 10√3 ≈ 17,32 N

Arah: tan β = (10 sin 60°)/(10 + 10 cos 60°) = (10·0,866)/(10 + 5) = 8,66/15 = 0,577

β = arctan(0,577) = 30° terhadap F₁.

Karena kedua vektor sama besar, resultan membagi sudut sama besar (30° + 30° = 60°).

Sedang

Soal 2

Gaya F₁ = 12 N membentuk sudut 0° dan F₂ = 5 N membentuk sudut 90° terhadap sumbu-x. Tentukan resultan menggunakan metode komponen.

Pembahasan:

F₁: F₁ₓ = 12 cos 0° = 12 N ; F₁ᵧ = 12 sin 0° = 0 N

F₂: F₂ₓ = 5 cos 90° = 0 N ; F₂ᵧ = 5 sin 90° = 5 N

ΣFₓ = 12 + 0 = 12 N

ΣFᵧ = 0 + 5 = 5 N

R = √(12² + 5²) = √(144 + 25) = √169 = 13 N

θ = arctan(5/12) ≈ 22,6° terhadap sumbu-x.

Sedang

Soal 3

Dua vektor gaya F₁ = 8 N dan F₂ = 6 N menghasilkan resultan 10 N. Tentukan sudut antara kedua vektor tersebut.

Pembahasan:

R² = a² + b² + 2ab cos α

10² = 8² + 6² + 2·8·6·cos α

100 = 64 + 36 + 96 cos α

100 = 100 + 96 cos α

96 cos α = 0

cos α = 0 → α = 90°

Sedang

Soal 4

Tiga gaya bekerja pada satu titik: F₁ = 10 N (θ = 0°), F₂ = 10 N (θ = 120°), F₃ = 10 N (θ = 240°). Tentukan besar resultan.

Pembahasan:

ΣFₓ = 10 cos 0° + 10 cos 120° + 10 cos 240°

= 10(1) + 10(−0,5) + 10(−0,5) = 10 − 5 − 5 = 0

ΣFᵧ = 10 sin 0° + 10 sin 120° + 10 sin 240°

= 10(0) + 10(0,866) + 10(−0,866) = 0 + 8,66 − 8,66 = 0

R = √(0² + 0²) = 0 N

Tiga vektor sama besar yang membentuk sudut 120° satu sama lain selalu menghasilkan resultan nol (kesetimbangan).

Sedang

Soal 5

Dua gaya F₁ = 15 N dan F₂ = 20 N membentuk sudut 120°. Tentukan besar dan arah resultan terhadap F₁.

Pembahasan:

R = √(15² + 20² + 2·15·20·cos 120°)

= √(225 + 400 + 600·(−0,5))

= √(225 + 400 − 300) = √325 ≈ 18,03 N

tan β = (20 sin 120°)/(15 + 20 cos 120°)

= (20·0,866)/(15 + 20·(−0,5))

= 17,32/(15 − 10) = 17,32/5 = 3,464

β = arctan(3,464) ≈ 73,9° terhadap F₁.

🔴 Tingkat Sulit

Sulit

Soal 1

Empat gaya bekerja pada satu titik: F₁ = 10 N (θ = 30°), F₂ = 8 N (θ = 135°), F₃ = 12 N (θ = 210°), F₄ = 6 N (θ = 330°). Tentukan besar dan arah resultan.

Pembahasan:

Vektor F (N) θ Fₓ = F cos θ Fᵧ = F sin θ
F₁ 10 30° 10·0,866 = 8,66 10·0,5 = 5,00
F₂ 8 135° 8·(−0,707) = −5,66 8·0,707 = 5,66
F₃ 12 210° 12·(−0,866) = −10,39 12·(−0,5) = −6,00
F₄ 6 330° 6·0,866 = 5,20 6·(−0,5) = −3,00
Σ −2,19 1,66

R = √((−2,19)² + 1,66²) = √(4,80 + 2,76) = √7,56 ≈ 2,75 N

tan θ = 1,66/(−2,19) = −0,758

Karena ΣFₓ < 0 dan ΣFᵧ > 0 → kuadran II

θ = 180° − arctan(0,758) = 180° − 37,2° = 142,8° terhadap sumbu-x positif.

Sulit

Soal 2

Resultan dua vektor F₁ dan F₂ yang membentuk sudut 60° adalah 7 N. Jika F₁ = 3 N, tentukan besar F₂.

Pembahasan:

R² = F₁² + F₂² + 2·F₁·F₂·cos α

7² = 3² + F₂² + 2·3·F₂·cos 60°

49 = 9 + F₂² + 6F₂·0,5

49 = 9 + F₂² + 3F₂

F₂² + 3F₂ − 40 = 0

Menggunakan rumus kuadrat:

F₂ = (−3 ± √(9 + 160))/2 = (−3 ± √169)/2 = (−3 ± 13)/2

F₂ = (−3 + 13)/2 = 10/2 = 5 N (ambil nilai positif)

Sulit

Soal 3

Tiga gaya: F₁ = 20 N (θ = 0°), F₂ = 30 N (θ = 60°), F₃ = 15 N (θ = 150°). Tentukan besar dan arah resultan menggunakan metode komponen.

Pembahasan:

Vektor F θ Fₓ Fᵧ
F₁ 20 20,00 0,00
F₂ 30 60° 15,00 25,98
F₃ 15 150° −12,99 7,50
Σ 22,01 33,48

R = √(22,01² + 33,48²) = √(484,44 + 1120,91) = √1605,35 ≈ 40,07 N

θ = arctan(33,48/22,01) = arctan(1,522) ≈ 56,7° terhadap sumbu-x.

Sulit

Soal 4

Dua vektor F₁ dan F₂ sama besar. Saat sudut antara keduanya 60°, resultan = R₁. Saat sudut menjadi 120°, resultan = R₂. Tentukan perbandingan R₁ : R₂.

Pembahasan:

Misalkan F₁ = F₂ = F.

Untuk α = 60°:

R₁ = √(F² + F² + 2F² cos 60°) = √(2F² + 2F²·0,5) = √(3F²) = F√3

Untuk α = 120°:

R₂ = √(F² + F² + 2F² cos 120°) = √(2F² + 2F²·(−0,5)) = √(F²) = F

R₁ : R₂ = F√3 : F = √3 : 1

Sulit

Soal 5

Seorang pelaut berlayar 50 km ke arah N30°T, lalu 80 km ke arah N60°B. Tentukan perpindahan total dan arahnya dari titik awal.

Pembahasan:

Konversi ke sudut terhadap sumbu-x (Timur):

• N30°T = 90° − 30° = 60° dari sumbu-x

• N60°B = 90° + 60° = 150° dari sumbu-x

Komponen:

d₁: x₁ = 50 cos 60° = 25 ; y₁ = 50 sin 60° = 43,30

d₂: x₂ = 80 cos 150° = −69,28 ; y₂ = 80 sin 150° = 40,00

Σx = 25 + (−69,28) = −44,28

Σy = 43,30 + 40,00 = 83,30

R = √(44,28² + 83,30²) = √(1960,72 + 6938,89) = √8899,61 ≈ 94,34 km

θ = arctan(83,30/44,28) ≈ 62,0° dari sumbu-x negatif → kuadran II

= 180° − 62° = 118° dari sumbu-x = N28°B (arah dari utara 28° ke barat).

Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri untuk menguji pemahamanmu.

🟢 Tingkat Mudah

1. Dua vektor gaya 7 N dan 7 N searah. Tentukan besar resultannya.
2. Dua vektor 10 N dan 6 N berlawanan arah. Tentukan besar resultannya.
3. Vektor = 20 N membentuk sudut 45° terhadap sumbu-x. Tentukan Fx dan Fy.
4. Dua perpindahan 5 m ke timur dan 12 m ke utara. Tentukan besar perpindahan resultan.
5. Dua gaya masing-masing 4 N dan 3 N saling tegak lurus. Tentukan besar resultannya.

🟡 Tingkat Sedang

1. Dua gaya F₁ = 12 N dan F₂ = 16 N membentuk sudut 60°. Tentukan besar dan arah resultan terhadap F₁.
2. Gaya 15 N (θ = 45°) dan 10 N (θ = 135°) bekerja pada satu titik. Tentukan resultan dengan metode komponen.
3. Resultan dua vektor sama besar yang membentuk sudut 90° adalah 10√2 N. Tentukan besar masing-masing vektor.
4. Dua vektor F₁ = 20 N dan F₂ = 15 N menghasilkan resultan 25 N. Tentukan sudut antara keduanya.
5. Sebuah perahu menyeberangi sungai dengan kecepatan 5 m/s tegak lurus arus. Kecepatan arus 3 m/s. Tentukan kecepatan resultan perahu.

🔴 Tingkat Sulit

1. Empat gaya bekerja: F₁ = 15 N (0°), F₂ = 20 N (90°), F₃ = 10 N (180°), F₄ = 25 N (270°). Tentukan besar dan arah resultan.
2. Tiga gaya: 10 N (30°), 15 N (150°), 20 N (270°). Tentukan resultan menggunakan metode komponen.
3. Dua vektor sama besar menghasilkan resultan yang besarnya sama dengan besar salah satu vektor. Tentukan sudut antara kedua vektor.
4. Seorang pendaki berjalan 3 km ke arah N45°T, lalu 4 km ke arah S30°T, kemudian 2 km ke barat. Tentukan perpindahan totalnya.
5. Resultan maksimum dua vektor adalah 18 N dan resultan minimumnya 2 N. Tentukan besar masing-masing vektor dan resultan ketika sudut antara keduanya 60°.

Materi Penjumlahan Vektor — Selamat Belajar! 🎓

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page