⟶ Operasi Vektor
Matematika SMK | MGMP Matematika SMK Blora | Kelas XI
1. Penjumlahan Vektor
Menjumlahkan dua vektor atau lebih menjadi vektor resultan
Perhatikan ilustrasi berikut. Seorang anak berjalan ke timur sejauh 3 km, kemudian berjalan ke utara sejauh 4 km. Perpindahan total anak tersebut bukan 3 + 4 = 7 km, melainkan 5 km (berdasarkan Teorema Pythagoras). Inilah yang disebut penjumlahan vektor — berbeda dengan penjumlahan bilangan biasa!
📖 Definisi Penjumlahan Vektor
Penjumlahan dua vektor ⃗a dan ⃗b menghasilkan vektor baru yang disebut vektor resultan.
Jika vektor dinyatakan dalam komponen:
⃗a = (a₁, a₂) dan ⃗b = (b₁, b₂)
Maka:
✏️ Notasi Vektor (Kolom)
Vektor sering ditulis dalam bentuk kolom seperti berikut:
Setelah mengamati gambar di atas, ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada dirimu sendiri:
- Apakah penjumlahan vektor sama dengan penjumlahan bilangan biasa? Mengapa?
- Apakah metode segitiga dan metode jajaran genjang selalu menghasilkan resultan yang sama?
- Bagaimana cara menjumlahkan lebih dari dua vektor sekaligus?
- Apa yang terjadi jika dua vektor memiliki arah berlawanan?
Analisis pernyataan berikut: Jika →a = (3, 4) dan →b = (−3, −4), maka →a + →b = (0, 0). Ini disebut vektor nol. Artinya, resultan dua vektor bisa bernilai nol jika kedua vektor berlawanan arah dan sama besar. Dalam fisika, ini berarti benda dalam keseimbangan (tidak bergerak).
Coba hitung penjumlahan vektor berikut secara mandiri:
- →p = (5, 2) dan →q = (3, 7) → →p + →q = ?
- →u = (−2, 4, 1) dan →v = (3, −1, 5) → →u + →v = ?
- Gambarkan di kertas berpetak: →a = (4, 0) dan →b = (0, 3), lalu temukan resultan →a + →b!
Presentasikan kepada teman sekelasmu: Berikan satu contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari (selain yang ada di materi) di mana penjumlahan vektor digunakan. Jelaskan mengapa kita perlu mempertimbangkan arah, tidak hanya besar nilainya.
- 1.Mudah Hitung →a + →b jika →a = (3, 7) dan →b = (2, 5).
- 2.Mudah Diketahui →p = (−1, 6) dan →q = (4, −3). Tentukan →p + →q.
- 3.Mudah Hitung →u + →v jika →u = (0, 5) dan →v = (8, 0).
- 4.Mudah →a = (2, 3, 4) dan →b = (1, 2, 3). Tentukan →a + →b.
- 5.Mudah Jika →c = (5, −2) dan →d = (−5, 2), berapa →c + →d?
- 6.Mudah →m = (4, 1, 2) dan →n = (−4, −1, −2). Hitung →m + →n.
- 7.Mudah Tentukan →a + →b + →c jika →a=(1,0), →b=(0,1), →c=(2,2).
- 8.Mudah Jika →x = (7, −3) dan →y = (−2, 8), hitung →x + →y.
- 9.Mudah →a = (1,1,1) dan →b = (2,2,2). Tentukan →a + →b.
- 10.Mudah Diketahui →p = (3,0,−2) dan →q = (0,4,2). Hitung →p + →q.
- 11.Sedang Titik A(2,3), B(5,7), C(1,2). Tentukan →AB + →BC dan buktikan sama dengan →AC.
- 12.Sedang Seorang atlet berlari 5 km ke arah timur lalu 12 km ke arah utara. Berapa perpindahan total atlet tersebut?
- 13.Sedang Diketahui →a + →b = (7, 4). Jika →a = (2k, k+1), →b = (3, 2k−1), tentukan k!
- 14.Sedang Tiga vektor gaya: F₁=(3,0)N, F₂=(0,4)N, F₃=(−1,−2)N. Tentukan gaya resultan!
- 15.Sedang Jika →OA=(1,2,3) dan →AB=(2,−1,4), tentukan →OB!
- 16.Sulit Diketahui →a + →b = (6, 8) dan →a − →b = (2, 4). Tentukan →a, →b, dan panjang masing-masing vektor!
- 17.Sulit Titik P(1,2,3), Q(3,5,1), R(5,3,7). Tentukan →PQ + →QR dan panjangnya.
- 18.Sulit Jika →a=(m, 2), →b=(3, n), dan →a+→b=(5, 7), serta panjang →a+→b = 5√2, tentukan m dan n.
- 19.Sulit Dua gaya F₁ dan F₂ menghasilkan resultan (8,6)N. Jika F₁=(5,2)N, tentukan F₂ dan besar resultan!
- 20.Sulit Diketahui n vektor: →v₁=(1,0), →v₂=(0,1), →v₃=(1,1), →v₄=(−1,1). Tentukan jumlah keempat vektor dan interpreasikan hasilnya secara geometris!
2. Pengurangan Vektor
Mengurangkan vektor dengan menjumlahkan vektor lawannya
Perhatikan: jika →a = (5, 3) dan kita ingin menghitung →a − →a, maka hasilnya pasti (0, 0). Artinya pengurangan vektor oleh dirinya sendiri menghasilkan vektor nol. Ini mirip dengan bilangan biasa (5 − 5 = 0), namun pengurangan vektor melibatkan komponen x dan y sekaligus.
📖 Definisi Pengurangan Vektor
Pengurangan vektor →a − →b didefinisikan sebagai:
Jika →a = (a₁, a₂) dan →b = (b₁, b₂), maka:
- Apakah →a − →b = →b − →a? Coba buktikan dengan contoh angka!
- Apa hubungan pengurangan vektor dengan penjumlahan vektor?
- Bagaimana cara menggambarkan →a − →b secara geometris?
Secara geometris: →a − →b adalah vektor yang menghubungkan ujung →b ke ujung →a, ketika kedua vektor berpangkal di titik yang sama. Ini penting dalam fisika untuk menghitung perubahan kecepatan (Δv = v₂ − v₁) dan dalam geometri untuk menemukan vektor antar dua titik.
Hitung dan gambar hasilnya:
- →a = (5, 4) dan →b = (2, 1) → →a − →b = ?
- →p = (3, 7) dan →q = (5, 2) → →q − →p = ?
- Apakah hasilnya No.1 dan No.2 bernilai sama? Mengapa?
Diskusikan bersama teman: “Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita perlu menghitung selisih dua vektor? Berikan 2 contoh nyata!” (Petunjuk: pikirkan tentang kecepatan relatif dua kendaraan, atau perpindahan benda dari titik A ke B.)
- 1.Mudah Hitung →a − →b jika →a = (9, 6) dan →b = (4, 2).
- 2.Mudah →p = (3, 8) dan →q = (5, 3). Hitung →q − →p.
- 3.Mudah →u = (4, 3, 2) dan →v = (2, 1, 0). Hitung →u − →v.
- 4.Mudah →c = (−5, 3) dan →d = (−2, 7). Hitung →c − →d.
- 5.Mudah →a = (7, 7) dan →b = (7, 7). Hitung →a − →b.
- 6.Mudah →f = (10, 0, 5) dan →g = (3, 0, 2). Hitung →f − →g.
- 7.Mudah →m = (2, −4) dan →n = (6, −1). Hitung →m − →n.
- 8.Mudah →a = (0, 8) dan →b = (5, 0). Hitung →a − →b.
- 9.Mudah →x = (1, 1, 1) dan →y = (−1, −1, −1). Hitung →x − →y.
- 10.Mudah →r = (3, 5) dan →s = (3, 5). Buktikan →r − →s = →o (vektor nol).
- 11.Sedang Titik K(2,3) dan L(8,7). Hitung →KL dan |→KL|.
- 12.Sedang Diketahui →a − →b = (4, −2). Jika →b = (3, 5), tentukan →a!
- 13.Sedang Kecepatan benda berubah dari v₁ = (6,2) m/s menjadi v₂ = (2,8) m/s. Hitung Δv dan |Δv|!
- 14.Sedang →u = (3m, 4) dan →v = (6, 2n), jika →u − →v = (0, 2), tentukan m dan n!
- 15.Sedang Titik A(1,1,1), B(4,3,5), C(2,5,3). Hitung →AB − →AC.
- 16.Sulit Diketahui →a + →b = (7,9) dan →a − →b = (3,5). Tentukan |→a|, |→b|, dan |→a+→b|.
- 17.Sulit Posisi benda mula-mula di P(2,3,1) dan akhir di Q(5,−1,7). Hitung perpindahan dan jaraknya.
- 18.Sulit Tiga titik A, B, C. Jika →AB = (3,4,0) dan →AC = (5,2,6), tentukan →BC.
- 19.Sulit →p = (a, 2a−1) dan →q = (a+3, a²). Jika →p − →q = (−1, −2), tentukan nilai a!
- 20.Sulit Gaya resultan dua benda = (0,0). Jika F₁ = (3a−1, 2b+1) dan F₂ = (a+3, b−5), tentukan a dan b!
3. Perkalian Vektor dengan Skalar
Mengubah panjang (dan arah) vektor dengan mengalikannya dengan bilangan skalar
Amati tabel berikut. Jika →a = (2, 3), bagaimana hasil perkalian dengan berbagai nilai skalar?
| Skalar (k) | k × →a | Panjang Vektor | Arah |
|---|---|---|---|
| 1 | (2, 3) | √13 ≈ 3,61 | Sama |
| 2 | (4, 6) | 2√13 ≈ 7,21 | Sama |
| 3 | (6, 9) | 3√13 ≈ 10,82 | Sama |
| −1 | (−2, −3) | √13 ≈ 3,61 | Berlawanan |
| −2 | (−4, −6) | 2√13 ≈ 7,21 | Berlawanan |
| ½ | (1, 1,5) | ½√13 ≈ 1,80 | Sama |
| 0 | (0, 0) | 0 | Tidak ada |
📖 Definisi Perkalian Vektor dengan Skalar
Jika k adalah bilangan skalar (nyata) dan →a = (a₁, a₂), maka:
Aturan penting:
- Jika k > 0: arah vektor sama, panjang berubah menjadi k kali
- Jika k < 0: arah vektor berlawanan, panjang berubah menjadi |k| kali
- Jika k = 0: hasil adalah vektor nol
- Jika k = 1: vektor tidak berubah
- Jika k = −1: vektor berkebalikan arah (vektor lawan)
- Apakah perkalian skalar mengubah arah vektor? Kapan ya, kapan tidak?
- Bagaimana cara membuat vektor satuan (panjang = 1) dari suatu vektor?
- Apakah k(→a + →b) = k→a + k→b? Bagaimana membuktikannya?
📐 Vektor Satuan
Vektor satuan (unit vector) adalah vektor dengan panjang = 1 dalam arah yang sama dengan →a.
Contoh: →a = (3, 4), |→a| = 5, maka â = (3/5, 4/5) = (0,6; 0,8)
Perhatikan pola ini: k · →a = k · (a₁, a₂) = (ka₁, ka₂). Ini berarti perkalian skalar mendistribusikan ke setiap komponen vektor. Dalam fisika, ketika suatu benda bergerak 3 kali lebih cepat ke arah yang sama, komponen kecepatan x dan y masing-masing menjadi 3 kali lipat juga!
Coba hitung:
- 3 × (2, 5) = ?
- −2 × (4, −1, 3) = ?
- Jika →a = (6, 8), tentukan vektor satuan â!
- Gambarkan →a = (1, 2) dan 4→a pada kertas berpetak!
Jelaskan kepada temanmu: “Dalam kehidupan nyata, di mana perkalian vektor dengan skalar diterapkan?” (Petunjuk: kecepatan benda yang dipercepat 3× lebih cepat, gaya yang diperbesar, dsb.)
- 1.Mudah Hitung 4 × (3, 2).
- 2.Mudah Hitung −3 × (2, −5).
- 3.Mudah Hitung ¼ × (8, 12, 4).
- 4.Mudah Jika k = 5 dan →a = (1, 3), hitung k→a.
- 5.Mudah Hitung −1 × (−6, 7, −2).
- 6.Mudah Jika 2→a = (10, 6), tentukan →a.
- 7.Mudah Hitung 0 × (100, −50, 30).
- 8.Mudah Jika k→a = (−8, 4) dan →a = (4, −2), tentukan k.
- 9.Mudah Hitung 2 × (5, 0, −3).
- 10.Mudah →v = (3, 3). Hitung 10→v.
- 11.Sedang Tentukan vektor satuan dari →a = (5, 12).
- 12.Sedang Diketahui →a = (1, 3) dan →b = (2, −1). Hitung 3→a − 2→b.
- 13.Sedang Sebuah benda bergerak dengan kecepatan →v = (4, 3) m/s. Jika waktu diperlambat sehingga kecepatan menjadi ½→v, berapa besar kecepatan baru?
- 14.Sedang Jika 3→a + →b = (7, 5) dan →b = (1, 2), tentukan →a!
- 15.Sedang Tentukan vektor satuan dari →c = (2, 2, 1) dan hitung 4ĉ.
- 16.Sulit Tentukan vektor yang searah →a=(1,2,2) dengan panjang 9!
- 17.Sulit Jika 3→a − 2→b = (1, 7) dan →a + →b = (3, 2), tentukan →a dan →b!
- 18.Sulit Titik C membagi AB dengan AC:CB = 1:4. Jika A(2,3) dan B(12,8), tentukan koordinat C!
- 19.Sulit Dua vektor →a=(4,3) dan →b=(−3,4). Buktikan →a⊥→b, lalu tentukan |3→a − 4→b|!
- 20.Sulit Jika →a=(m+1, 2) dan vektor satuan â = (3/5, 4/5), tentukan m dan panjang →a!
4. Sifat-Sifat Operasi Vektor
Hukum-hukum yang berlaku dalam operasi vektor
Amati tabel berikut dengan →a = (2,3), →b = (1,4), →c = (3,−1), dan k=2, m=3:
| Sifat | Contoh Numerik | Hasil |
|---|---|---|
| Komutatif: →a+→b = →b+→a | (2,3)+(1,4) vs (1,4)+(2,3) | (3,7) = (3,7) ✓ |
| Asosiatif: (→a+→b)+→c = →a+(→b+→c) | ((2,3)+(1,4))+(3,−1) vs (2,3)+((1,4)+(3,−1)) | (6,6) = (6,6) ✓ |
| k(→a+→b) = k→a+k→b | 2((2,3)+(1,4)) vs 2(2,3)+2(1,4) | (6,14) = (6,14) ✓ |
| (k+m)→a = k→a+m→a | (2+3)(2,3) vs 2(2,3)+3(2,3) | (10,15) = (10,15) ✓ |
| (km)→a = k(m→a) | (2×3)(2,3) vs 2(3(2,3)) | (12,18) = (12,18) ✓ |
📖 Daftar Sifat-Sifat Operasi Vektor
Untuk sembarang vektor →a, →b, →c dan skalar k, m berlaku:
→a + →b = →b + →a
(→a + →b) + →c = →a + (→b + →c)
→a + →o = →o + →a = →a
→a + (−→a) = →o
k(→a + →b) = k→a + k→b
(k + m)→a = k→a + m→a
(km)→a = k(m→a)
1 · →a = →a
- Mengapa sifat komutatif berlaku untuk penjumlahan tapi tidak untuk pengurangan?
- Apakah sifat-sifat ini berlaku untuk vektor 3D juga?
- Apa manfaat mengetahui sifat-sifat ini dalam memecahkan soal?
Sifat-sifat ini membuat vektor berperilaku mirip dengan bilangan biasa dalam hal penjumlahan. Ini sangat berguna: misalnya, kita bisa menguraikan k(→a + →b − →c) = k→a + k→b − k→c, sama seperti aljabar biasa. Pemahaman ini mempersingkat banyak perhitungan!
Buktikan sifat berikut dengan angka: →a=(1,2), →b=(3,4), k=2
- k(→a + →b) = k→a + k→b
- (k+1)→a = k→a + →a
Tuliskan di papan: Sifat mana yang paling sering kamu gunakan saat menghitung operasi vektor? Mengapa? Diskusikan bersama kelompok!
- 1.Mudah Verifikasi sifat komutatif untuk →a=(5,3) dan →b=(2,8).
- 2.Mudah Buktikan sifat invers: (−2,7) + (2,−7) = →o.
- 3.Mudah Sederhanakan: 6→a − 6→a.
- 4.Mudah Hitung 3(→a+→b) dua cara berbeda jika →a=(2,0) dan →b=(0,3).
- 5.Mudah Sederhanakan: 4→a + 7→a menggunakan sifat distributif.
- 6.Mudah Buktikan sifat asosiatif untuk →a=(1,1), →b=(2,2), →c=(3,3).
- 7.Mudah Sederhanakan: 2→a − 5→b + 3→a + 2→b.
- 8.Mudah Buktikan (k·m)→a = k(m→a) untuk k=2, m=4, →a=(1,3).
- 9.Mudah Sederhanakan: (k−1)→a + →a.
- 10.Mudah Jika →a+(−→a) = →o dan →a=(p, q), tentukan −→a.
- 11.Sedang Sederhanakan: 2(→a+2→b) − 3(→a−→b) + →b.
- 12.Sedang Jika →a=(1,3) dan →b=(2,−1), verifikasi 3(→a−→b) = 3→a − 3→b.
- 13.Sedang Tentukan →x jika 3→x − →a = 2→b, →a=(1,4), →b=(3,1).
- 14.Sedang Sederhanakan: (2+k)→a − 2→a dan nyatakan dalam k.
- 15.Sedang Buktikan secara aljabar bahwa →a − →b ≠ →b − →a (kecuali jika hasilnya vektor nol).
- 16.Sulit Sederhanakan: 3(2→a−→b)+2(→b−3→a)−(→a+→b) dan hitung nilainya jika →a=(2,1), →b=(−1,3).
- 17.Sulit Tentukan →y jika 2→y + 3→a = 4→b − →y, →a=(1,0), →b=(2,3).
- 18.Sulit Buktikan: jika →a ≠ →o dan k→a = m→a, maka k = m.
- 19.Sulit Jika (p+q)→a + (p−q)→b = 3→a + →b, dengan →a dan →b bebas linear, tentukan p dan q!
- 20.Sulit Sederhanakan dan nyatakan dalam →a dan →b: 4[2(→a+→b) − (→a−→b)] − 3[→a+2(→a−→b)].
5. Kombinasi Operasi Vektor
Menggabungkan penjumlahan, pengurangan, dan perkalian skalar dalam satu soal
Perhatikan ekspresi: 3→a − 2→b + 5→c. Ini adalah kombinasi operasi vektor yang melibatkan perkalian skalar (3, −2, 5), penjumlahan, dan pengurangan sekaligus. Dalam fisika dan teknik, ini sering muncul saat menghitung resultan banyak gaya atau posisi titik pada ruang.
📖 Strategi Menyelesaikan Kombinasi Operasi Vektor
Langkah-langkah sistematis:
- Kerjakan perkalian skalar terlebih dahulu — sama seperti perkalian sebelum penjumlahan dalam BODMAS
- Jumlahkan atau kurangkan hasilnya komponen per komponen
- Sederhanakan jika ada suku sejenis
Langkah 2: (2,4) + (−9,3) + (0,4) = (2−9+0, 4+3+4) = (−7, 11)
- Bagaimana jika ada tanda kurung dalam ekspresi vektor, seperti 2(→a+→b) − 3(→a−→b)?
- Apakah kita bisa menyederhanakan kombinasi operasi vektor sebelum menghitung nilai komponen?
- Apa yang dimaksud dengan “menguraikan vektor” dalam aplikasi fisika?
Terkadang lebih efisien untuk menyederhanakan ekspresi secara simbolik terlebih dahulu (seperti aljabar biasa), sebelum memasukkan nilai komponen. Misalnya: 2(→a+→b) − 3(→a−→b) = 2→a+2→b−3→a+3→b = −→a+5→b. Baru kemudian substitusikan nilai →a dan →b. Ini lebih efisien!
Hitung nilai ekspresi berikut untuk →a=(2,1), →b=(−1,3), →c=(0,2):
- 2→a + 3→b
- →a − 2→b + →c
- 3(→a+→b) − 2→c
Presentasikan satu contoh aplikasi nyata kombinasi operasi vektor, misalnya: “Sebuah pesawat terbang menghadapi angin dari beberapa arah sekaligus. Bagaimana menghitung kecepatan sesungguhnya pesawat?”
- 1.Mudah Hitung 3→a + 2→b jika →a=(2,1) dan →b=(1,3).
- 2.Mudah Hitung 4→p − →q jika →p=(1,2) dan →q=(2,4).
- 3.Mudah Hitung 2→a − 3→b + →c jika →a=(2,0), →b=(0,1), →c=(1,2).
- 4.Mudah Hitung →a + 2→b − 2→c jika →a=(3,3), →b=(1,−1), →c=(1,1).
- 5.Mudah Jika →u=(1,1,1), →v=(0,1,2), hitung 3→u − 2→v.
- 6.Mudah Hitung ½→a + 3→b jika →a=(4,6) dan →b=(2,0).
- 7.Mudah Hitung 5→a + 0·→b jika →a=(3,−2) dan →b=(100, 200).
- 8.Mudah Jika →a=(2,2,2), →b=(1,1,1), hitung 3→a − 6→b.
- 9.Mudah Hitung 2→p + 3→q − 4→r jika →p=(1,0), →q=(0,1), →r=(0,0).
- 10.Mudah Jika →a=(−1,2), →b=(3,1), hitung −2→a + 4→b.
- 11.Sedang Sederhanakan dan hitung: 3(→a+2→b) − 2(→a−→b), untuk →a=(2,1), →b=(−1,2).
- 12.Sedang Titik P adalah titik tengah AB. Jika A(3,5) dan B(7,9), tentukan koordinat P menggunakan operasi vektor.
- 13.Sedang Tentukan →x jika 2→x + 3→a = →b − →x, dengan →a=(1,0) dan →b=(4,3).
- 14.Sedang Tiga gaya: F₁=(3,4)N, F₂=(−1,2)N, F₃=(−2,k)N. Jika resultan = (0,10)N, tentukan k!
- 15.Sedang Diketahui →a+2→b=(7,5) dan 2→a−→b=(4,5). Tentukan →a dan →b!
- 16.Sulit Hitung 3→a−2→b+→c dan panjangnya, untuk →a=(1,−1,2), →b=(2,0,−1), →c=(−3,4,0).
- 17.Sulit Titik P membagi AB dengan AP:PB=3:2. Jika A(−1,4) dan B(9,−1), tentukan koordinat P!
- 18.Sulit Sederhanakan: 2[3(→a−→b)+→b] − [4→a − 2(→a+3→b)] dan hitung nilainya untuk →a=(2,3), →b=(1,−1).
- 19.Sulit Dalam segitiga OAB, G adalah titik berat. Jika →OA=→a dan →OB=→b, buktikan →OG = ⅓(→a+→b)!
- 20.Sulit Empat titik A(1,2), B(4,6), C(7,4), D(4,0). Buktikan bahwa ABCD adalah jajaran genjang dengan menunjukkan →AB = →DC!