Cross Product Vektor

Hasil Kali Silang (Cross Product) Vektor

Materi Lengkap · Contoh Soal · Latihan

1. Pengertian Cross Product (Hasil Kali Silang)

🔍 Mengamati

Perhatikan dua vektor a dan b dalam ruang tiga dimensi. Jika kedua vektor tersebut tidak sejajar, maka terdapat tepat satu vektor yang tegak lurus terhadap keduanya (dengan panjang tertentu). Vektor inilah yang dihasilkan oleh operasi cross product.

Hasil kali silang (cross product) dari dua vektor a dan b menghasilkan vektor baru c = a × b, dengan sifat:

  • c tegak lurus terhadap a dan b
  • Panjang c sama dengan luas jajargenjang yang dibentuk oleh a dan b
  • Arah c ditentukan oleh aturan tangan kanan
Visualisasi Cross Product a b a × b θ Luas jajargenjang = |a × b|

❓ Menanya

Mengapa hasil cross product adalah vektor, bukan skalar? Apa bedanya dengan dot product?

Jawab: Dot product menghasilkan skalar (bilangan), sedangkan cross product menghasilkan vektor baru yang tegak lurus bidang yang dibentuk oleh kedua vektor asal. Inilah mengapa cross product hanya berlaku di ruang 3 dimensi (ℝ³).

Notasi:

Jika a = (a₁, a₂, a₃) dan b = (b₁, b₂, b₃), maka:

a × b dibaca “a cross b”

🧠 Menalar

Cross product hanya didefinisikan di ruang 3 dimensi. Di ruang 2 dimensi, kita hanya bisa menghitung “pseudo cross product” yang menghasilkan skalar. Mengapa demikian? Karena di ℝ², tidak ada arah “ketiga” yang tegak lurus bidang.

2. Rumus & Cara Menghitung Cross Product

2.1 Rumus dengan Komponen

Jika a = (a₁, a₂, a₃) dan b = (b₁, b₂, b₃), maka:

a × b = (a₂b₃ − a₃b₂ , a₃b₁ − a₁b₃ , a₁b₂ − a₂b₁)

2.2 Rumus dengan Determinan Matriks 3×3

Cross product dapat dihitung menggunakan determinan:

î ĵ
a₁ a₂ a₃
b₁ b₂ b₃

a × b = î(a₂b₃ − a₃b₂) − ĵ(a₁b₃ − a₃b₁) + (a₁b₂ − a₂b₁)

🔧 Mencoba

Cobalah hitung: Jika a = (1, 2, 3) dan b = (4, 5, 6), tentukan a × b.

Langkah:

  • Komponen-x: (2)(6) − (3)(5) = 12 − 15 = −3
  • Komponen-y: (3)(4) − (1)(6) = 12 − 6 = 6
  • Komponen-z: (1)(5) − (2)(4) = 5 − 8 = −3

Jadi a × b = (−3, 6, −3)

2.3 Rumus dengan Besar dan Sudut

|a × b| = |a| · |b| · sin θ

di mana θ adalah sudut antara vektor a dan b (0 ≤ θ ≤ π)

2.4 Aturan Tangan Kanan

Arah vektor hasil cross product ditentukan dengan aturan tangan kanan:

Aturan Tangan Kanan a (jari menunjuk) b (jari melengkung) a × b (ibu jari) Arahkan 4 jari dari a menuju b, ibu jari menunjuk arah a × b

2.5 Cross Product Vektor-Vektor Satuan

î × ĵ = ĵ × î = −
ĵ × = î × ĵ = −î
× î = ĵ î × = −ĵ
î × î = ĵ × ĵ = × = 0
Diagram Siklik î ĵ Searah panah → positif, berlawanan → negatif

📢 Mengkomunikasikan

Jelaskan kepada temanmu dengan bahasa sendiri: bagaimana cara menghitung cross product menggunakan metode determinan matriks 3×3. Gunakan contoh a = (2, 1, −1) dan b = (3, 4, 1).

3. Sifat-Sifat Cross Product

🔍 Mengamati

Perhatikan sifat-sifat berikut dan bandingkan dengan sifat dot product yang sudah kamu pelajari.

  1. Anti-komutatif: a × b = −(b × a)
  2. Distributif terhadap penjumlahan: a × (b + c) = a × b + a × c
  3. Skalar dapat dikeluarkan: (ka) × b = k(a × b) = a × (kb)
  4. Cross product dengan diri sendiri: a × a = 0
  5. Cross product dengan vektor nol: a × 0 = 0
  6. Tidak asosiatif: a × (b × c) ≠ (a × b) × c (pada umumnya)
  7. Identitas Jacobi: a × (b × c) + b × (c × a) + c × (a × b) = 0
  8. Identitas Lagrange: |a × b|² = |a|²|b|² − (a · b

🧠 Menalar

Mengapa a × a = 0? Karena sudut antara vektor dengan dirinya sendiri adalah 0°, dan sin 0° = 0, sehingga |a × a| = |a|²·sin 0° = 0.

❓ Menanya

Mengapa cross product bersifat anti-komutatif (tidak komutatif)?

Jawab: Jika kita membalik urutan dari a × b menjadi b × a, aturan tangan kanan memberikan arah yang berlawanan. Besarnya sama tetapi arahnya berbalik 180°, sehingga hasilnya negatif dari yang pertama.

4. Interpretasi Geometris

4.1 Luas Jajargenjang

Luas jajargenjang = |a × b|

a b h = |b|sin θ Luas = |a × b|

4.2 Luas Segitiga

Luas segitiga = ½ |a × b|

4.3 Vektor Tegak Lurus

Vektor a × b selalu tegak lurus terhadap bidang yang mengandung a dan b. Ini berguna untuk menentukan vektor normal suatu bidang.

🔧 Mencoba

Hitung luas segitiga dengan titik-titik sudut A(1,0,0), B(0,1,0), C(0,0,1).

Langkah:

  • AB = B − A = (−1, 1, 0)
  • AC = C − A = (−1, 0, 1)
  • AB × AC = (1·1 − 0·0, 0·(−1) − (−1)·1, (−1)·0 − 1·(−1)) = (1, 1, 1)
  • |AB × AC| = √(1² + 1² + 1²) = √3
  • Luas = ½√3 ≈ 0,866

5. Aplikasi Cross Product

🔍 Mengamati

Cross product memiliki banyak aplikasi dalam fisika dan geometri. Perhatikan beberapa penerapan berikut.

5.1 Menentukan Vektor Normal Bidang

Jika diketahui dua vektor pada suatu bidang, cross product keduanya menghasilkan vektor normal (vektor yang tegak lurus bidang tersebut).

5.2 Torsi (Momen Gaya)

τ = r × F

r = vektor posisi, F = vektor gaya

5.3 Gaya Lorentz (Gaya Magnetik)

F = q(v × B)

q = muatan, v = kecepatan, B = medan magnet

5.4 Volume Parallelepiped (Triple Scalar Product)

Volume = |a · (b × c)|

5.5 Uji Kesejajaran Vektor

Dua vektor a dan b sejajar jika dan hanya jika a × b = 0.

📢 Mengkomunikasikan

Diskusikan bersama teman: Berikan contoh penerapan cross product dalam kehidupan sehari-hari (misalnya saat membuka pintu, mengencangkan baut, dsb). Jelaskan bagaimana konsep torsi berkaitan dengan cross product.

6. Contoh Soal & Pembahasan

MUDAH Contoh Soal 1–5

Contoh 1. Tentukan a × b jika a = (1, 0, 0) dan b = (0, 1, 0).

Gunakan rumus komponen:

  • x: (0)(0) − (0)(1) = 0
  • y: (0)(0) − (1)(0) = 0
  • z: (1)(1) − (0)(0) = 1

Jawaban: a × b = (0, 0, 1) = k̂

Ini sesuai dengan î × ĵ = k̂

Contoh 2. Tentukan a × b jika a = (2, 3, 0) dan b = (1, −1, 0).

  • x: (3)(0) − (0)(−1) = 0
  • y: (0)(1) − (2)(0) = 0
  • z: (2)(−1) − (3)(1) = −2 − 3 = −5

Jawaban: (0, 0, −5)

Contoh 3. Tentukan b × a jika a × b = (3, −1, 2).

Gunakan sifat anti-komutatif: b × a = −(a × b)

Jawaban: (−3, 1, −2)

Contoh 4. Hitung |a × b| jika a × b = (2, −2, 1).

|a × b| = √(2² + (−2)² + 1²) = √(4 + 4 + 1) = √9 = 3

Jawaban: 3

Contoh 5. Apakah a = (2, 4, 6) dan b = (1, 2, 3) sejajar? Buktikan dengan cross product.

  • x: (4)(3) − (6)(2) = 12 − 12 = 0
  • y: (6)(1) − (2)(3) = 6 − 6 = 0
  • z: (2)(2) − (4)(1) = 4 − 4 = 0

a × b = (0, 0, 0) = 0

Jawaban: Ya, sejajar karena a = 2b.

SEDANG Contoh Soal 6–10

Contoh 6. Hitung a × b jika a = (2, 1, −1) dan b = (3, 4, 1).

Determinan:

î ĵ
2 1 −1
3 4 1
  • î: (1)(1) − (−1)(4) = 1 + 4 = 5
  • −ĵ: (2)(1) − (−1)(3) = 2 + 3 = 5 → komponen y = −5
  • k̂: (2)(4) − (1)(3) = 8 − 3 = 5

Jawaban: (5, −5, 5)

Contoh 7. Hitung luas jajargenjang yang dibentuk oleh a = (1, 2, 3) dan b = (4, 5, 6).

Dari perhitungan sebelumnya: a × b = (−3, 6, −3)

Luas = |a × b| = √(9 + 36 + 9) = √54 = 3√6

Jawaban: 3√6 ≈ 7,35 satuan luas

Contoh 8. Tentukan luas segitiga dengan titik sudut A(1, 2, 3), B(4, 0, 1), C(2, 1, 5).

AB = (3, −2, −2), AC = (1, −1, 2)

AB × AC:

  • x: (−2)(2) − (−2)(−1) = −4 − 2 = −6
  • y: (−2)(1) − (3)(2) = −2 − 6 = −8
  • z: (3)(−1) − (−2)(1) = −3 + 2 = −1

|AB × AC| = √(36 + 64 + 1) = √101

Jawaban: Luas = ½√101 ≈ 5,025

Contoh 9. Tentukan vektor normal bidang yang melalui titik P(1,0,0), Q(0,1,0), R(0,0,1).

PQ = (−1, 1, 0), PR = (−1, 0, 1)

PQ × PR:

  • x: (1)(1) − (0)(0) = 1
  • y: (0)(−1) − (−1)(1) = 1
  • z: (−1)(0) − (1)(−1) = 1

Jawaban: Vektor normal = (1, 1, 1)

Persamaan bidang: x + y + z = 1

Contoh 10. Hitung |a × b| jika |a| = 5, |b| = 3, dan sudut antara keduanya 30°.

|a × b| = |a| · |b| · sin θ = 5 · 3 · sin 30° = 15 · ½ = 7,5

Jawaban: 7,5

SULIT Contoh Soal 11–15

Contoh 11. Buktikan bahwa |a × b|² + (a · b)² = |a|²|b|² (Identitas Lagrange) untuk a = (1, 2, 3) dan b = (2, −1, 1).

Ruas kanan:

|a|² = 1 + 4 + 9 = 14

|b|² = 4 + 1 + 1 = 6

|a|²|b|² = 84

Ruas kiri:

a · b = 2 − 2 + 3 = 3 → (a · b)² = 9

a × b:

  • x: (2)(1) − (3)(−1) = 2 + 3 = 5
  • y: (3)(2) − (1)(1) = 6 − 1 = 5
  • z: (1)(−1) − (2)(2) = −1 − 4 = −5

|a × b|² = 25 + 25 + 25 = 75

75 + 9 = 84 ✓

Terbukti.

Contoh 12. Hitung volume parallelepiped yang dibentuk oleh a = (1, 0, 2), b = (3, 1, 0), c = (0, 2, 1).

Volume = |a · (b × c)|

b × c:

  • x: (1)(1) − (0)(2) = 1
  • y: (0)(0) − (3)(1) = −3
  • z: (3)(2) − (1)(0) = 6

b × c = (1, −3, 6)

a · (1, −3, 6) = (1)(1) + (0)(−3) + (2)(6) = 1 + 0 + 12 = 13

Jawaban: Volume = 13 satuan volume

Contoh 13. Tentukan vektor satuan yang tegak lurus terhadap a = (1, −2, 1) dan b = (2, 1, −1).

a × b:

  • x: (−2)(−1) − (1)(1) = 2 − 1 = 1
  • y: (1)(2) − (1)(−1) = 2 + 1 = 3
  • z: (1)(1) − (−2)(2) = 1 + 4 = 5

a × b = (1, 3, 5)

|a × b| = √(1 + 9 + 25) = √35

Jawaban: n̂ = (1/√35, 3/√35, 5/√35)

atau n̂ = (1/√35)(1, 3, 5)

Contoh 14. Hitung (a + b) × (ab) jika a = (1, 2, 0) dan b = (0, 1, 3).

Cara 1 (sifat distributif):

(a + b) × (ab) = a × aa × b + b × ab × b

= 0a × ba × b0 = −2(a × b)

Hitung a × b:

  • x: (2)(3) − (0)(1) = 6
  • y: (0)(0) − (1)(3) = −3
  • z: (1)(1) − (2)(0) = 1

a × b = (6, −3, 1)

Jawaban: −2(6, −3, 1) = (−12, 6, −2)

Contoh 15. Tentukan jarak titik P(1, 1, 1) ke garis yang melalui A(0, 0, 0) dengan vektor arah d = (1, 2, 2).

Rumus jarak titik ke garis: d = |AP × d| / |d|

AP = P − A = (1, 1, 1)

AP × d:

  • x: (1)(2) − (1)(2) = 0
  • y: (1)(1) − (1)(2) = −1
  • z: (1)(2) − (1)(1) = 1

|AP × d| = √(0 + 1 + 1) = √2

|d| = √(1 + 4 + 4) = 3

Jawaban: d = √2/3 ≈ 0,471

7. Latihan Soal

Kerjakan soal berikut secara mandiri. Tanpa pembahasan.

MUDAH

1. Hitung a × b jika a = (0, 1, 0) dan b = (0, 0, 1).

2. Hitung a × b jika a = (3, 0, 0) dan b = (0, 2, 0).

3. Jika a × b = (4, −1, 3), tentukan b × a.

4. Hitung |a × b| jika a × b = (1, 2, 2).

5. Tunjukkan bahwa a = (4, 6, 2) dan b = (2, 3, 1) sejajar menggunakan cross product.

SEDANG

6. Hitung a × b jika a = (1, −3, 2) dan b = (4, 2, −1).

7. Hitung luas segitiga dengan titik sudut P(2, 0, 0), Q(0, 3, 0), R(0, 0, 4).

8. Tentukan vektor normal bidang yang melalui titik A(1, 1, 0), B(2, 0, 1), C(0, 2, 1).

9. Hitung |a × b| jika |a| = 4, |b| = 6, dan sudut antara keduanya 60°.

10. Tentukan luas jajargenjang yang dibentuk oleh u = (2, −1, 3) dan v = (−1, 4, 2).

SULIT

11. Hitung volume parallelepiped yang dibentuk oleh a = (2, 1, 0), b = (0, 3, 1), c = (1, 0, 2).

12. Tentukan vektor satuan yang tegak lurus terhadap p = (3, −1, 2) dan q = (1, 4, −3).

13. Buktikan Identitas Lagrange untuk a = (2, 0, 1) dan b = (1, 3, −2).

14. Hitung (a − 2b) × (a + 3b) jika a = (1, 0, 1) dan b = (0, 1, 0).

15. Tentukan jarak titik T(2, 3, 1) ke garis yang melalui A(1, 0, 0) dengan vektor arah d = (2, 1, −1).

Materi Cross Product Vektor — Selamat Belajar! 📐

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page