Proyeksi Ortogonal Suatu Vektor

Proyeksi Ortogonal Suatu Vektor

Materi Matematika Peminatan — Kelas XII SMA

1. Pengertian Proyeksi Ortogonal

Proyeksi ortogonal adalah bayangan suatu vektor terhadap vektor lain yang membentuk sudut tertentu. Konsep ini sangat penting dalam fisika (gaya, perpindahan) dan geometri analitik.

Misalkan terdapat dua vektor a dan b yang membentuk sudut θ. Proyeksi ortogonal vektor a pada b adalah komponen vektor a yang searah dengan b.

b a proj b a θ O

Dari gambar di atas terlihat bahwa proyeksi ortogonal vektor a pada b (garis hijau) merupakan “bayangan” tegak lurus vektor a ke arah vektor b.

⚠️ Penting: Ada dua jenis proyeksi ortogonal:
  1. Proyeksi Skalar — hasilnya berupa bilangan (skalar).
  2. Proyeksi Vektor — hasilnya berupa vektor.

2. Proyeksi Skalar Ortogonal

Proyeksi skalar ortogonal vektor a pada b adalah panjang (besar) dari proyeksi vektor a pada arah vektor b. Dilambangkan dengan:

Rumus Proyeksi Skalar:

projb |a| = |a| cos θ = a · b|b|

Keterangan:

  • a · b = dot product (perkalian titik) vektor a dan b
  • |b| = panjang (modulus) vektor b
  • θ = sudut antara vektor a dan b

Menghitung Dot Product (Perkalian Titik)

Jika a = (a₁, a₂) dan b = (b₁, b₂) di ℝ², maka:

a · b = a₁b₁ + a₂b₂

Jika a = (a₁, a₂, a₃) dan b = (b₁, b₂, b₃) di ℝ³, maka:

a · b = a₁b₁ + a₂b₂ + a₃b₃

Menghitung Panjang Vektor

|b| = √(b₁² + b₂²)   (di ℝ²)
|b| = √(b₁² + b₂² + b₃²)   (di ℝ³)

Tabel Ringkasan Rumus Proyeksi Skalar

Ruang Vektor a Vektor b a · b |b| Proyeksi Skalar
ℝ² (a₁, a₂) (b₁, b₂) a₁b₁ + a₂b₂ √(b₁²+b₂²) (a₁b₁+a₂b₂) / √(b₁²+b₂²)
ℝ³ (a₁, a₂, a₃) (b₁, b₂, b₃) a₁b₁+a₂b₂+a₃b₃ √(b₁²+b₂²+b₃²) (a₁b₁+a₂b₂+a₃b₃) / √(b₁²+b₂²+b₃²)
⚠️ Catatan: Proyeksi skalar bisa bernilai negatif jika sudut θ > 90°. Hal ini berarti proyeksi berlawanan arah dengan vektor b.

3. Proyeksi Vektor Ortogonal

Proyeksi vektor ortogonal vektor a pada b adalah vektor yang searah dengan b dan memiliki panjang sama dengan proyeksi skalar. Rumusnya:

Rumus Proyeksi Vektor:

projb a = a · b|b b  =  a · bb · b b

Langkah-langkah menghitung proyeksi vektor:

  1. Hitung dot product a · b
  2. Hitung |b|² = b · b
  3. Bagi hasil langkah 1 dengan langkah 2, sehingga diperoleh skalar k = (a · b) / |b
  4. Kalikan skalar k dengan vektor b

Hubungan Proyeksi Skalar dan Proyeksi Vektor

Aspek Proyeksi Skalar Proyeksi Vektor
Hasil Bilangan (skalar) Vektor
Rumus (a·b) / |b| [(a·b) / |b|²] b
Arti Geometris Panjang bayangan Vektor bayangan itu sendiri
Bisa Negatif? Ya (jika θ > 90°) Ya (berlawanan arah b)
b a Proyeksi Vektor Proyeksi Skalar = panjang ini

4. Kegiatan Pembelajaran (Pendekatan Saintifik 5M)

🔍 Mengamati

Perhatikan diagram berikut. Sebuah benda ditarik dengan gaya F yang membentuk sudut 30° terhadap lantai horizontal. Komponen gaya yang menggerakkan benda ke depan (searah lantai) merupakan proyeksi ortogonal gaya F pada arah horizontal.

F Proyeksi F ke horizontal 30°

Amati: Mengapa benda tidak bergerak ke atas? Karena hanya komponen gaya yang searah lantai (proyeksi ortogonal) yang menyebabkan perpindahan horizontal.

❓ Menanya

Setelah mengamati, jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apa perbedaan antara proyeksi skalar dan proyeksi vektor?
  2. Bagaimana jika sudut antara dua vektor = 0°? Berapa proyeksinya?
  3. Bagaimana jika sudut antara dua vektor = 90°? Berapa proyeksinya?
  4. Kapan proyeksi skalar bernilai negatif? Apa artinya secara geometris?
  5. Apakah proyeksi a pada b sama dengan proyeksi b pada a?

🧠 Menalar

Mari kita analisis beberapa kasus khusus:

Sudut θ cos θ Proyeksi Skalar Interpretasi
1 |a| Searah penuh, proyeksi = vektor a sendiri
60° 0,5 0,5 |a| Setengah panjang a
90° 0 0 Tegak lurus → proyeksi nol
120° −0,5 −0,5 |a| Berlawanan arah, negatif
180° −1 −|a| Berlawanan arah penuh

Kesimpulan: Semakin kecil sudut θ, semakin besar proyeksi. Saat tegak lurus (90°), proyeksi = 0. Saat tumpul (>90°), proyeksi negatif.

✏️ Mencoba

Cobalah hitung sendiri proyeksi berikut:

Soal: Diketahui a = (3, 4) dan b = (1, 0).

  1. Hitung a · b
  2. Hitung |b|
  3. Tentukan proyeksi skalar a pada b
  4. Tentukan proyeksi vektor a pada b

📢 Mengkomunikasikan

Tulislah kesimpulan dari pembelajaran ini dengan bahasa sendiri. Pastikan mencakup:

  • Definisi proyeksi ortogonal dengan kata-katamu sendiri
  • Perbedaan proyeksi skalar dan proyeksi vektor
  • Langkah-langkah menghitung proyeksi vektor ortogonal
  • Minimal satu contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari

Presentasikan hasilmu di depan kelas atau diskusikan dengan teman kelompokmu.

5. Contoh Soal dan Pembahasan

Mudah Contoh Soal 1–5

Contoh 1. Diketahui a = (4, 3) dan b = (1, 0). Tentukan proyeksi skalar ortogonal a pada b.

Contoh 2. Diketahui a = (6, 0) dan b = (0, 5). Tentukan proyeksi skalar ortogonal a pada b.

Contoh 3. Diketahui a = (2, 2) dan b = (4, 0). Tentukan proyeksi vektor ortogonal a pada b.

Contoh 4. Diketahui a = (3, 4) dan b = (3, 4). Tentukan proyeksi skalar ortogonal a pada b.

Contoh 5. Diketahui a = (−2, 0) dan b = (5, 0). Tentukan proyeksi vektor ortogonal a pada b.

Sedang Contoh Soal 6–10

Contoh 6. Diketahui a = (1, 2, 2) dan b = (3, 0, 4). Tentukan proyeksi skalar ortogonal a pada b.

Contoh 7. Diketahui a = (2, −1, 3) dan b = (1, 1, 1). Tentukan proyeksi vektor ortogonal a pada b.

Contoh 8. Diketahui a = (5, −3) dan b = (2, 1). Tentukan proyeksi skalar dan proyeksi vektor a pada b.

Contoh 9. Diketahui p = (4, −2, 1) dan q = (2, 1, −2). Tentukan proyeksi vektor ortogonal p pada q.

Contoh 10. Diketahui a = (−1, 3) dan b = (4, 2). Tentukan panjang proyeksi vektor a pada b.

Sulit Contoh Soal 11–15

Contoh 11. Diketahui a = (2, 1, −1) dan b = (1, −1, 2). Tentukan vektor komponen a yang tegak lurus terhadap b.

Contoh 12. Diketahui u = (3, −1, 2) dan v = (1, 2, −1). Tentukan proyeksi vektor u pada v dan proyeksi vektor v pada u. Apakah keduanya sama?

Contoh 13. Diketahui a = (2, k, 1) dan b = (1, 3, −2). Jika proyeksi skalar ortogonal a pada b adalah √14, tentukan nilai k.

Contoh 14. Titik A(1, 2, 3), B(4, 6, 3), dan C(2, 0, 5). Tentukan proyeksi vektor AB pada vektor AC.

Contoh 15. Diketahui a = (1, 2, −2) dan b = (4, −4, 2). Tentukan vektor a (komponen a tegak lurus b) dan buktikan bahwa a tegak lurus b.

6. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri. Tidak disertai pembahasan.

Mudah Latihan 1–5

1. Diketahui a = (5, 0) dan b = (0, 3). Tentukan proyeksi skalar ortogonal a pada b.

2. Diketahui a = (6, 8) dan b = (1, 0). Tentukan proyeksi vektor ortogonal a pada b.

3. Diketahui a = (3, 3) dan b = (3, 3). Tentukan proyeksi skalar ortogonal a pada b.

4. Diketahui a = (−4, 0) dan b = (2, 0). Tentukan proyeksi vektor ortogonal a pada b.

5. Diketahui a = (1, 1) dan b = (0, 4). Tentukan proyeksi skalar dan proyeksi vektor a pada b.

Sedang Latihan 6–10

6. Diketahui a = (2, 3, −1) dan b = (1, −1, 2). Tentukan proyeksi vektor ortogonal a pada b.

7. Diketahui a = (4, −2) dan b = (1, 3). Tentukan proyeksi skalar dan proyeksi vektor a pada b.

8. Diketahui u = (1, 0, 3) dan v = (2, 2, 1). Tentukan panjang proyeksi vektor u pada v.

9. Titik P(2, 1) dan Q(5, 5). Jika b = (1, 0), tentukan proyeksi vektor PQ pada b.

10. Diketahui a = (−1, 2, 4) dan b = (3, 0, −1). Tentukan proyeksi vektor b pada a.

Sulit Latihan 11–15

11. Diketahui a = (3, −1, 2) dan b = (2, 1, −3). Tentukan komponen vektor a yang tegak lurus terhadap b, lalu buktikan keduanya tegak lurus.

12. Diketahui a = (1, m, 3) dan b = (2, −1, 1). Jika proyeksi skalar ortogonal a pada b = √6, tentukan nilai m.

13. Titik A(1, 0, 2), B(3, 1, −1), C(0, 4, 3). Tentukan proyeksi vektor AB pada AC dan sebaliknya. Apakah sama?

14. Diketahui a = (2, 1, −2) dan b = (1, −2, 2). Tunjukkan bahwa |a|² = |projba|² + |a|² (Teorema Pythagoras pada dekomposisi vektor).

15. Sebuah gaya F = (6, 3, −2) Newton bekerja pada benda yang berpindah sejauh vektor d = (2, −1, 4). Tentukan: (a) proyeksi vektor F pada arah perpindahan, (b) usaha yang dilakukan gaya tersebut.

Materi Proyeksi Ortogonal Suatu Vektor — Dibuat untuk pembelajaran matematika SMA

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page