Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal Berbobot

Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal Berbobot

Materi Statistika — Panduan Lengkap

📘 MATERI: Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal Berbobot

🔍 Mengamati

A. Pengertian Data Tunggal Berbobot

Perhatikan situasi berikut:

Seorang guru memberikan ulangan dengan 3 komponen penilaian: Pengetahuan (bobot 3), Keterampilan (bobot 2), dan Sikap (bobot 1). Nilai siswa A adalah: Pengetahuan = 80, Keterampilan = 75, Sikap = 90.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua data memiliki tingkat kepentingan yang sama. Data tunggal berbobot adalah data yang setiap nilainya memiliki bobot (weight) yang menunjukkan tingkat kepentingan atau kontribusi relatif data tersebut.

Definisi:
Tabel distribusi frekuensi data tunggal berbobot adalah tabel yang menyajikan data beserta frekuensi kemunculannya dan bobot masing-masing data.

Komponen Tabel:

Komponen Simbol Keterangan
Data/Nilai xi Nilai data ke-i
Frekuensi fi Banyaknya kemunculan data ke-i
Bobot wi Bobot/tingkat kepentingan data ke-i
Frekuensi × Bobot fi × wi Frekuensi dikalikan bobot
Nilai × Frekuensi × Bobot xi × fi × wi Kontribusi total setiap data
❓ Menanya

B. Pertanyaan Kunci

  1. Apa perbedaan tabel distribusi frekuensi biasa dengan yang berbobot?
  2. Bagaimana cara menentukan bobot pada suatu data?
  3. Bagaimana menghitung rata-rata berbobot (weighted mean)?
  4. Kapan kita menggunakan data berbobot dalam kehidupan sehari-hari?

Perbedaan Tabel Biasa vs Berbobot:

Aspek Tabel Biasa Tabel Berbobot
Kolom xi, fi xi, fi, wi
Rata-rata x̄ = Σ(xi·fi) / Σfi w = Σ(xi·fi·wi) / Σ(fi·wi)
Kepentingan Semua data sama penting Data memiliki tingkat kepentingan berbeda
💡 Menalar

C. Rumus-Rumus Penting

1. Rata-rata Berbobot (Weighted Mean)

w = (Σ xi · fi · wi) / (Σ fi · wi)

Keterangan:

  • w = rata-rata berbobot
  • xi = nilai data ke-i
  • fi = frekuensi data ke-i
  • wi = bobot data ke-i

2. Jika setiap data muncul sekali (fi = 1)

w = (Σ xi · wi) / (Σ wi)

3. Langkah-langkah Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal Berbobot:

  1. Identifikasi data — Tentukan semua nilai data yang berbeda
  2. Hitung frekuensi — Hitung berapa kali setiap nilai muncul
  3. Tentukan bobot — Tetapkan bobot sesuai tingkat kepentingan
  4. Hitung fi × wi — Kalikan frekuensi dengan bobot
  5. Hitung xi × fi × wi — Kalikan nilai dengan frekuensi dan bobot
  6. Jumlahkan — Hitung total Σ(fi·wi) dan Σ(xi·fi·wi)
🧪 Mencoba

D. Contoh Penerapan Langkah demi Langkah

Kasus: Nilai ujian 5 mata pelajaran seorang siswa beserta bobotnya:

Mata Pelajaran Nilai (xi) Bobot (wi)
Matematika 75 4
Bahasa Indonesia 80 3
IPA 70 4
IPS 85 2
Seni Budaya 90 1

Langkah penyelesaian:

Langkah 1: Buat tabel lengkap

Mata Pelajaran xi wi xi · wi
Matematika 75 4 300
B. Indonesia 80 3 240
IPA 70 4 280
IPS 85 2 170
Seni Budaya 90 1 90
Jumlah 14 1.080

Langkah 2: Hitung rata-rata berbobot

w = 1.080 / 14 = 77,14

Jadi, rata-rata berbobot nilai siswa tersebut adalah 77,14.

📣 Mengkomunikasikan

E. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Penilaian akademik: Nilai rapor dengan bobot berbeda untuk UH, UTS, UAS
  • Indeks Prestasi (IP): Setiap mata kuliah memiliki SKS (bobot) yang berbeda
  • Survei kepuasan: Bobot berbeda untuk aspek layanan, harga, kualitas
  • Seleksi karyawan: Tes wawancara, psikotes, dan teknis memiliki bobot berbeda
  • Harga rata-rata berbobot: Harga barang yang dibeli dalam jumlah berbeda

Kesimpulan Penting:

✅ Data berbobot memberikan hasil yang lebih adil dan representatif karena mempertimbangkan tingkat kepentingan setiap komponen.

✅ Rata-rata berbobot rata-rata biasa, kecuali semua bobot sama.

✅ CONTOH SOAL MUDAH (1–5)

Contoh Soal 1

Nilai ulangan Budi pada 3 komponen: Tugas = 80 (bobot 2), UTS = 70 (bobot 3), UAS = 90 (bobot 5). Hitunglah rata-rata berbobot!

Lihat Pembahasan

Langkah 1: Hitung xi · wi

  • Tugas: 80 × 2 = 160
  • UTS: 70 × 3 = 210
  • UAS: 90 × 5 = 450

Langkah 2: Jumlahkan

Σ(xi·wi) = 160 + 210 + 450 = 820

Σwi = 2 + 3 + 5 = 10

Langkah 3: Rata-rata berbobot

w = 820 / 10 = 82

Jawaban: 82

Contoh Soal 2

Buatlah tabel distribusi frekuensi berbobot dari data berikut: Nilai 6 muncul 3 kali (bobot 1), nilai 7 muncul 5 kali (bobot 2), nilai 8 muncul 2 kali (bobot 3).

Lihat Pembahasan
xi fi wi fi·wi xi·fi·wi
6 3 1 3 18
7 5 2 10 70
8 2 3 6 48
Σ 10 19 136

w = 136 / 19 ≈ 7,16

Contoh Soal 3

Seorang mahasiswa mendapat nilai: A (=4) untuk 3 SKS, B (=3) untuk 4 SKS, C (=2) untuk 2 SKS. Hitung IP (Indeks Prestasi)!

Lihat Pembahasan

IP = rata-rata berbobot dengan bobot = SKS

  • A: 4 × 3 = 12
  • B: 3 × 4 = 12
  • C: 2 × 2 = 4

Σ(nilai × SKS) = 12 + 12 + 4 = 28

ΣSKS = 3 + 4 + 2 = 9

IP = 28 / 9 ≈ 3,11

Contoh Soal 4

Data nilai: 60, 70, 80 dengan bobot masing-masing 1, 2, 3. Tentukan rata-rata berbobot!

Lihat Pembahasan

Σ(xi·wi) = (60×1) + (70×2) + (80×3) = 60 + 140 + 240 = 440

Σwi = 1 + 2 + 3 = 6

w = 440 / 6 ≈ 73,33

Contoh Soal 5

Harga rata-rata berbobot: Beli 2 kg apel @Rp20.000, 5 kg jeruk @Rp15.000, 3 kg mangga @Rp25.000. Berapa harga rata-rata per kg?

Lihat Pembahasan

Bobot = jumlah kg yang dibeli

Σ(harga × kg) = (20.000×2) + (15.000×5) + (25.000×3) = 40.000 + 75.000 + 75.000 = 190.000

Σkg = 2 + 5 + 3 = 10

w = 190.000 / 10 = Rp19.000/kg

⚡ CONTOH SOAL SEDANG (6–10)

Contoh Soal 6

Data nilai 10 siswa: 65, 70, 70, 75, 75, 75, 80, 80, 85, 90. Bobot berdasarkan nilai: nilai < 75 bobot 1, nilai 75–80 bobot 2, nilai > 80 bobot 3. Buatlah tabel distribusi frekuensi berbobot dan hitung rata-rata berbobot!

Lihat Pembahasan
xi fi wi fi·wi xi·fi·wi
65 1 1 1 65
70 2 1 2 140
75 3 2 6 450
80 2 2 4 320
85 1 3 3 255
90 1 3 3 270
Σ 10 19 1.500
w = 1.500 / 19 ≈ 78,95

Contoh Soal 7

Dalam seleksi karyawan, aspek penilaian: Wawancara = 85 (bobot 4), Psikotes = 72 (bobot 3), Tes Teknis = 90 (bobot 5), Pengalaman = 80 (bobot 2). Jika syarat lulus rata-rata berbobot ≥ 80, apakah kandidat ini lulus?

Lihat Pembahasan
  • Wawancara: 85 × 4 = 340
  • Psikotes: 72 × 3 = 216
  • Tes Teknis: 90 × 5 = 450
  • Pengalaman: 80 × 2 = 160

Σ(xi·wi) = 1.166

Σwi = 4 + 3 + 5 + 2 = 14

w = 1.166 / 14 = 83,29

Karena 83,29 ≥ 80, maka kandidat LULUS.

Contoh Soal 8

Perbandingan rata-rata biasa vs berbobot: Data = {60, 80, 100} dengan bobot {1, 3, 1}. Hitung rata-rata biasa dan rata-rata berbobot, lalu bandingkan!

Lihat Pembahasan

Rata-rata biasa:

x̄ = (60 + 80 + 100) / 3 = 240 / 3 = 80

Rata-rata berbobot:

Σ(xi·wi) = (60×1) + (80×3) + (100×1) = 60 + 240 + 100 = 400

Σwi = 1 + 3 + 1 = 5

w = 400 / 5 = 80

Kesimpulan: Kebetulan sama (80) karena bobot terbesar ada pada nilai tengah. Jika bobot berubah menjadi {1, 1, 3}: x̄w = (60+80+300)/5 = 88, berbeda dari rata-rata biasa.

Contoh Soal 9

Survei kepuasan pelanggan (skala 1–5) dari 50 responden:

Skor Frekuensi Bobot Aspek
5 (Sangat Puas) 12 3
4 (Puas) 18 3
3 (Cukup) 10 2
2 (Kurang) 7 1
1 (Sangat Kurang) 3 1

Hitung skor rata-rata berbobot!

Lihat Pembahasan
xi fi wi fi·wi xi·fi·wi
5 12 3 36 180
4 18 3 54 216
3 10 2 20 60
2 7 1 7 14
1 3 1 3 3
Σ 50 120 473
w = 473 / 120 ≈ 3,94

Contoh Soal 10

Nilai rapor siswa: Matematika = 78 (bobot 4), B. Indonesia = 82 (bobot 3), Fisika = 74 (bobot 4), Olahraga = 88 (bobot 1), Seni = 92 (bobot 1). Berapa nilai akhir berbobot? Jika tanpa bobot, berapa rata-ratanya? Mana yang lebih rendah?

Lihat Pembahasan

Rata-rata berbobot:

Σ(x·w) = (78×4)+(82×3)+(74×4)+(88×1)+(92×1) = 312+246+296+88+92 = 1.034

Σw = 4+3+4+1+1 = 13

w = 1.034 / 13 ≈ 79,54

Rata-rata biasa:

x̄ = (78+82+74+88+92) / 5 = 414 / 5 = 82,8

Kesimpulan: Rata-rata berbobot (79,54) < rata-rata biasa (82,8) karena mata pelajaran dengan bobot besar (Mat & Fisika) memiliki nilai lebih rendah.

🔥 CONTOH SOAL SULIT (11–15)

Contoh Soal 11

Seorang siswa ingin rata-rata berbobot minimal 80. Nilai yang sudah diperoleh: Tugas = 75 (bobot 2), UTS = 72 (bobot 3). Berapa nilai minimal UAS (bobot 5) yang harus diperoleh?

Lihat Pembahasan

Misalkan nilai UAS = x

Syarat: x̄w ≥ 80

(75×2 + 72×3 + x×5) / (2+3+5) ≥ 80

(150 + 216 + 5x) / 10 ≥ 80

366 + 5x ≥ 800

5x ≥ 434

x ≥ 86,8

Jawaban: Nilai UAS minimal 87 (dibulatkan ke atas).

Contoh Soal 12

Dua kelas melakukan ujian yang sama. Kelas A (30 siswa) rata-rata berbobot 76 dengan total bobot 12. Kelas B (20 siswa) rata-rata berbobot 82 dengan total bobot 12. Hitung rata-rata berbobot gabungan kedua kelas!

Lihat Pembahasan

Konsep: Rata-rata gabungan berbobot harus mempertimbangkan jumlah siswa sebagai bobot tambahan.

Total kontribusi Kelas A = 76 × 30 = 2.280

Total kontribusi Kelas B = 82 × 20 = 1.640

gabungan = (2.280 + 1.640) / (30 + 20) = 3.920 / 50 = 78,4

Contoh Soal 13

Diketahui tabel distribusi frekuensi berbobot berikut (salah satu data hilang):

xi fi wi
60 2 1
70 ? 2
80 4 3
90 1 2

Jika rata-rata berbobot = 76, tentukan frekuensi yang hilang!

Lihat Pembahasan

Misalkan f2 = n

Σ(x·f·w) = (60×2×1) + (70×n×2) + (80×4×3) + (90×1×2)

= 120 + 140n + 960 + 180 = 1.260 + 140n

Σ(f·w) = (2×1) + (n×2) + (4×3) + (1×2) = 2 + 2n + 12 + 2 = 16 + 2n

Syarat: x̄w = 76

(1.260 + 140n) / (16 + 2n) = 76

1.260 + 140n = 76(16 + 2n)

1.260 + 140n = 1.216 + 152n

1.260 − 1.216 = 152n − 140n

44 = 12n

n = 44/12 ≈ 3,67

Karena frekuensi harus bilangan bulat, maka tidak ada solusi eksak. Kemungkinan soal memerlukan pembulatan: f2 ≈ 4 (pembulatan) atau data perlu diverifikasi.

Jika rata-rata berbobot = 75,5: maka 1.260 + 140n = 75,5(16+2n) → 1.260+140n = 1.208+151n → 52 = 11n → n ≈ 4,7. Dengan rata-rata 77: 1.260+140n = 77(16+2n) → 1.260+140n = 1.232+154n → 28 = 14n → n = 2.

Verifikasi dengan n=2 dan x̄w=77: (1.260+280)/(16+4) = 1.540/20 = 77 ✓

Contoh Soal 14

Seorang manajer menilai 3 cabang toko berdasarkan 4 kriteria dengan bobot berbeda:

Kriteria Bobot Cabang A Cabang B Cabang C
Penjualan 5 85 90 78
Pelayanan 4 92 80 88
Kebersihan 3 88 85 95
Manajemen 3 80 88 82

Tentukan ranking cabang berdasarkan rata-rata berbobot!

Lihat Pembahasan

Σw = 5+4+3+3 = 15

Cabang A: (85×5)+(92×4)+(88×3)+(80×3) = 425+368+264+240 = 1.297

A = 1.297/15 = 86,47

Cabang B: (90×5)+(80×4)+(85×3)+(88×3) = 450+320+255+264 = 1.289

B = 1.289/15 = 85,93

Cabang C: (78×5)+(88×4)+(95×3)+(82×3) = 390+352+285+246 = 1.273

C = 1.273/15 = 84,87

Ranking: 1. Cabang A (86,47) → 2. Cabang B (85,93) → 3. Cabang C (84,87)

Contoh Soal 15

Dalam penilaian portofolio, siswa dinilai pada 5 periode. Bobot periode meningkat (periode terakhir lebih penting):

Periode Nilai Bobot
1 65 1
2 70 2
3 72 3
4 80 4
5 88 5

a) Hitung rata-rata berbobot.
b) Bandingkan dengan rata-rata biasa.
c) Jelaskan mengapa rata-rata berbobot lebih tinggi/rendah.

Lihat Pembahasan

a) Rata-rata berbobot:

Σ(x·w) = (65×1)+(70×2)+(72×3)+(80×4)+(88×5) = 65+140+216+320+440 = 1.181

Σw = 1+2+3+4+5 = 15

w = 1.181 / 15 ≈ 78,73

b) Rata-rata biasa:

x̄ = (65+70+72+80+88)/5 = 375/5 = 75

c) Penjelasan: Rata-rata berbobot (78,73) > rata-rata biasa (75) karena bobot terbesar diberikan pada periode terakhir yang memiliki nilai tertinggi (88). Sistem pembobotan ini menghargai perkembangan/kemajuan siswa dari waktu ke waktu.

📝 LATIHAN SOAL MUDAH (1–5)

1. Nilai ujian: Pengetahuan = 85 (bobot 3), Keterampilan = 78 (bobot 2), Sikap = 90 (bobot 1). Hitung rata-rata berbobot!

2. Buatlah tabel distribusi frekuensi berbobot dari data: nilai 5 (frekuensi 4, bobot 1), nilai 7 (frekuensi 6, bobot 2), nilai 9 (frekuensi 5, bobot 3).

3. Seorang mahasiswa mengambil 3 mata kuliah: MK-A nilai 3,5 (2 SKS), MK-B nilai 3,0 (3 SKS), MK-C nilai 4,0 (3 SKS). Hitung IPK!

4. Harga rata-rata berbobot: 4 kg beras @Rp12.000, 2 kg gula @Rp14.000, 1 kg minyak @Rp18.000. Berapa harga rata-rata per kg?

5. Data: 50 (bobot 2), 60 (bobot 3), 70 (bobot 5). Hitung rata-rata berbobot!

📝 LATIHAN SOAL SEDANG (6–10)

6. Data penjualan 4 produk: Produk A harga Rp50.000 terjual 100 unit, Produk B harga Rp30.000 terjual 250 unit, Produk C harga Rp80.000 terjual 50 unit, Produk D harga Rp20.000 terjual 400 unit. Hitung harga jual rata-rata berbobot (bobot = jumlah unit terjual)!

7. Seorang guru memberikan nilai akhir dengan komponen: UH1=70 (bobot 1), UH2=75 (bobot 1), UH3=80 (bobot 1), UTS=72 (bobot 2), UAS=85 (bobot 3). Hitung nilai akhir berbobot! Bandingkan dengan rata-rata biasa.

8. Dalam seleksi beasiswa: IPK=3,8 (bobot 5), Prestasi Non-Akademik=85 (bobot 3), Wawancara=78 (bobot 4), Kondisi Ekonomi=90 (bobot 3). Jika syarat minimal 82, apakah kandidat lolos? (Konversikan IPK ke skala 100 dengan rumus: IPK × 25)

9. Dari 40 siswa, data ujian: nilai 60 (5 siswa, bobot 1), nilai 70 (12 siswa, bobot 2), nilai 80 (15 siswa, bobot 3), nilai 90 (8 siswa, bobot 4). Buatlah tabel distribusi frekuensi berbobot lengkap dan hitung rata-rata berbobot!

10. Dua kelompok data memiliki rata-rata berbobot yang sama (= 75). Kelompok 1: data {60, 90} dengan bobot {a, b}. Kelompok 2: data {70, 80} dengan bobot {c, d}. Jika a+b=10, tentukan nilai a dan b!

📝 LATIHAN SOAL SULIT (11–15)

11. Seorang siswa memiliki 4 nilai ujian dengan bobot masing-masing 1, 2, 3, 4. Tiga nilai pertama: 68, 74, 80. Berapa nilai minimal ujian keempat agar rata-rata berbobot mencapai 78?

12. Tiga cabang perusahaan dinilai berdasarkan 5 kriteria (bobot: 5, 4, 3, 2, 1). Cabang X rata-rata berbobot = 84, Cabang Y = 79. Jika kedua cabang digabung dengan bobot Cabang X = 3 dan Cabang Y = 2, berapa rata-rata berbobot gabungan?

13. Diketahui tabel distribusi frekuensi berbobot dengan data: x₁=50, x₂=60, x₃=70, x₄=80. Frekuensi: f₁=a, f₂=3, f₃=5, f₄=2. Bobot: w₁=2, w₂=3, w₃=b, w₄=4. Jika rata-rata berbobot = 65 dan Σ(f·w) = 40, tentukan nilai a dan b!

14. Dalam penilaian proyek kelompok, 4 aspek dinilai: Kreativitas (bobot 4), Kelengkapan (bobot 3), Presentasi (bobot 5), Kerjasama (bobot 3). Kelompok A mendapat: 88, 82, x, 90. Kelompok B mendapat: 80, 90, 86, 84. Jika Kelompok A ingin rata-rata berbobot lebih tinggi dari Kelompok B, tentukan nilai minimal x!

15. Sebuah perusahaan menilai kinerja karyawan selama 6 bulan terakhir. Bobot bulan ke-n adalah n (bulan terakhir paling penting). Nilai karyawan: Bulan 1=70, Bulan 2=72, Bulan 3=68, Bulan 4=75, Bulan 5=80, Bulan 6=?. Jika target rata-rata berbobot kinerja ≥ 76, dan kenaikan maksimal dari bulan sebelumnya adalah 8 poin, apakah mungkin karyawan tersebut mencapai target? Tentukan nilai bulan ke-6 minimal dan verifikasi apakah memenuhi syarat kenaikan!

📚 Materi Tabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal Berbobot — Statistika

Selamat belajar! Semoga sukses! 🎓

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page