Pengertian SPLDV

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Pengertian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

📘 Materi: Pengertian SPLDV

A. Pengertian Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV)

Sebelum memahami Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV).

Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV) adalah persamaan yang memiliki dua variabel dan masing-masing variabel berpangkat satu (derajat satu).

Bentuk Umum PLDV:

ax + by = c

dengan:

  • a dan b adalah koefisien (bilangan real, a ≠ 0 atau b ≠ 0)
  • x dan y adalah variabel
  • c adalah konstanta

Contoh PLDV:

  • 2x + 3y = 12
  • x − y = 5
  • 4x + y = 10

B. Pengertian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) adalah kumpulan dua atau lebih persamaan linear dua variabel yang memiliki variabel-variabel yang sama dan diselesaikan secara bersamaan (simultan).

Bentuk Umum SPLDV:

a₁x + b₁y = c₁

a₂x + b₂y = c₂

dengan a₁, a₂, b₁, b₂ adalah koefisien dan c₁, c₂ adalah konstanta.

Ciri-ciri SPLDV:

  1. Terdiri dari dua atau lebih persamaan linear.
  2. Memiliki dua variabel yang sama (biasanya x dan y).
  3. Setiap variabel berderajat satu (pangkat tertinggi variabel adalah 1).
  4. Penyelesaian SPLDV adalah pasangan berurutan (x, y) yang memenuhi kedua persamaan secara bersamaan.

Contoh SPLDV:

x + y = 7

x − y = 3

Penyelesaiannya adalah x = 5 dan y = 2, karena memenuhi kedua persamaan.

C. Himpunan Penyelesaian SPLDV

Himpunan penyelesaian SPLDV adalah himpunan semua pasangan berurutan (x, y) yang memenuhi semua persamaan dalam sistem tersebut.

Secara geometris, penyelesaian SPLDV merupakan titik potong dari dua garis lurus yang merupakan grafik masing-masing persamaan.

Notasi Himpunan Penyelesaian:

HP = {(x, y)}

D. Jenis-jenis Penyelesaian SPLDV

Berdasarkan posisi dua garis pada bidang koordinat, SPLDV memiliki tiga kemungkinan penyelesaian:

Jenis Kondisi Garis Jumlah Penyelesaian Syarat
Satu penyelesaian Berpotongan di satu titik Tepat satu a₁/a₂ ≠ b₁/b₂
Tak berhingga penyelesaian Berimpit (sama) Tak berhingga a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂
Tidak ada penyelesaian Sejajar Nol a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂

E. Ilustrasi Grafik SPLDV

Berikut ilustrasi tiga kemungkinan posisi dua garis pada bidang koordinat:

titik potong

Berpotongan
(1 penyelesaian)

Berimpit
(∞ penyelesaian)

Sejajar
(0 penyelesaian)

F. Kegiatan Pembelajaran

🔍 Mengamati

Perhatikan situasi berikut:

“Harga 2 buku tulis dan 3 pensil adalah Rp16.000. Harga 4 buku tulis dan 1 pensil adalah Rp18.000.”

Amati bahwa situasi tersebut melibatkan dua besaran yang belum diketahui (harga buku tulis dan harga pensil), serta terdapat dua informasi (persamaan) yang menghubungkan keduanya.

❓ Menanya

  • Bagaimana cara menyatakan situasi di atas ke dalam bentuk matematika?
  • Apa yang dimaksud dengan variabel, koefisien, dan konstanta dalam persamaan tersebut?
  • Bagaimana cara menentukan harga masing-masing barang?
  • Apakah selalu ada penyelesaian untuk setiap SPLDV?

💡 Menalar

Dari situasi di atas, misalkan:

  • x = harga satu buku tulis
  • y = harga satu pensil

Maka diperoleh SPLDV:

2x + 3y = 16.000

4x + y = 18.000

Kedua persamaan ini membentuk sebuah sistem karena memiliki variabel yang sama dan harus diselesaikan secara bersamaan.

🧪 Mencoba

Cobalah langkah berikut:

  1. Tentukan apakah pasangan (x = 4.000, y = 2.000) memenuhi kedua persamaan di atas.
  2. Substitusi ke persamaan 1: 2(4.000) + 3(2.000) = 8.000 + 6.000 = 14.000 ≠ 16.000 ❌
  3. Maka bukan penyelesaian. Coba pasangan lain: (x = 4.000, y = 2.667)…
  4. Dengan cara coba-coba, kita akan menemukan penyelesaian yang tepat. Namun, metode penyelesaian yang lebih efisien akan dibahas di materi selanjutnya.

📢 Mengkomunikasikan

Dari kegiatan di atas, kita dapat menyimpulkan:

  1. SPLDV terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dengan dua variabel yang sama.
  2. Penyelesaian SPLDV adalah pasangan nilai variabel yang memenuhi semua persamaan dalam sistem.
  3. Secara geometris, penyelesaian SPLDV adalah titik potong dua garis lurus.
  4. SPLDV dapat memiliki tepat satu, tak berhingga, atau tidak ada penyelesaian.

📝 Contoh Soal dan Pembahasan

Tingkat Mudah

Mudah

Contoh 1:

Tentukan apakah pasangan (x = 3, y = 4) merupakan penyelesaian dari SPLDV berikut:

x + y = 7
x − y = −1

Pembahasan:

Substitusi x = 3, y = 4 ke persamaan 1:

3 + 4 = 7 ✓ (benar)

Substitusi ke persamaan 2:

3 − 4 = −1 ✓ (benar)

Kesimpulan: Ya, (3, 4) adalah penyelesaian SPLDV tersebut.

Mudah

Contoh 2:

Tentukan apakah pasangan (x = 5, y = 1) merupakan penyelesaian dari SPLDV:

2x + y = 11
x − y = 4

Pembahasan:

Persamaan 1: 2(5) + 1 = 10 + 1 = 11 ✓

Persamaan 2: 5 − 1 = 4 ✓

Kesimpulan: Ya, (5, 1) adalah penyelesaian.

Mudah

Contoh 3:

Nyatakan permasalahan berikut ke dalam bentuk SPLDV:

“Jumlah dua bilangan adalah 10. Selisih kedua bilangan tersebut adalah 4.”

Pembahasan:

Misalkan bilangan pertama = x, bilangan kedua = y

Jumlah: x + y = 10

Selisih: x − y = 4

SPLDV:

x + y = 10
x − y = 4

Mudah

Contoh 4:

Manakah yang merupakan SPLDV?

a) x + y = 5 dan 2x − y = 1

b) x² + y = 3 dan x + y = 2

c) 3x + 4y = 12 dan x − 2y = 0

Pembahasan:

a) ✓ SPLDV — kedua persamaan linear (pangkat variabel = 1), dua variabel sama.

b) ✗ Bukan SPLDV — persamaan pertama memiliki x² (bukan linear).

c) ✓ SPLDV — kedua persamaan linear dengan variabel x dan y.

Mudah

Contoh 5:

Tentukan koefisien dan konstanta pada SPLDV berikut:

3x + 2y = 12
x − 5y = 7

Pembahasan:

Persamaan Koefisien x Koefisien y Konstanta
Persamaan 1 3 2 12
Persamaan 2 1 −5 7

Tingkat Sedang

Sedang

Contoh 6:

Nyatakan masalah berikut dalam bentuk SPLDV dan tentukan variabel-variabelnya:

“Harga 3 kg apel dan 2 kg jeruk adalah Rp85.000. Harga 1 kg apel dan 4 kg jeruk adalah Rp75.000.”

Pembahasan:

Misalkan: x = harga 1 kg apel, y = harga 1 kg jeruk

Dari informasi pertama: 3x + 2y = 85.000

Dari informasi kedua: x + 4y = 75.000

3x + 2y = 85.000
x + 4y = 75.000

Sedang

Contoh 7:

Tentukan jenis penyelesaian SPLDV berikut (satu, tak berhingga, atau tidak ada):

2x + 4y = 8
x + 2y = 4

Pembahasan:

Periksa perbandingan koefisien:

a₁/a₂ = 2/1 = 2

b₁/b₂ = 4/2 = 2

c₁/c₂ = 8/4 = 2

Karena a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂, maka kedua garis berimpit.

Kesimpulan: SPLDV memiliki tak berhingga penyelesaian.

Sedang

Contoh 8:

Tentukan jenis penyelesaian SPLDV berikut:

x + 2y = 6
2x + 4y = 10

Pembahasan:

a₁/a₂ = 1/2

b₁/b₂ = 2/4 = 1/2

c₁/c₂ = 6/10 = 3/5

Karena a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂, maka kedua garis sejajar.

Kesimpulan: SPLDV tidak memiliki penyelesaian.

Sedang

Contoh 9:

Diketahui SPLDV:

x + y = 8
2x − y = 7

Tunjukkan bahwa (5, 3) adalah penyelesaian dan tentukan HP-nya.

Pembahasan:

Persamaan 1: 5 + 3 = 8 ✓

Persamaan 2: 2(5) − 3 = 10 − 3 = 7 ✓

Kedua persamaan terpenuhi.

HP = {(5, 3)}

Sedang

Contoh 10:

Umur Ani 3 tahun lebih tua dari Budi. Jumlah umur mereka adalah 29 tahun. Nyatakan dalam SPLDV dan tentukan variabelnya.

Pembahasan:

Misalkan: x = umur Ani, y = umur Budi

Ani 3 tahun lebih tua: x = y + 3 → x − y = 3

Jumlah umur: x + y = 29

x − y = 3
x + y = 29

Tingkat Sulit

Sulit

Contoh 11:

Tentukan nilai k agar SPLDV berikut memiliki tepat satu penyelesaian:

kx + 2y = 10
3x + y = 5

Pembahasan:

SPLDV memiliki tepat satu penyelesaian jika a₁/a₂ ≠ b₁/b₂

k/3 ≠ 2/1

k ≠ 6

Kesimpulan: SPLDV memiliki tepat satu penyelesaian untuk semua nilai k ≠ 6.

Sulit

Contoh 12:

Tentukan nilai a dan b agar SPLDV berikut memiliki tak berhingga penyelesaian:

2x + ay = 6
bx + 3y = 9

Pembahasan:

Syarat berimpit: a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂

2/b = a/3 = 6/9

6/9 = 2/3

Dari 2/b = 2/3 → b = 3

Dari a/3 = 2/3 → a = 2

Kesimpulan: a = 2 dan b = 3

Sulit

Contoh 13:

Diketahui SPLDV:

(m+1)x + 4y = 2m
3x + (m−1)y = m+3

Tentukan nilai m agar sistem tidak memiliki penyelesaian.

Pembahasan:

Syarat tidak ada penyelesaian: a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂

Dari (m+1)/3 = 4/(m−1):

(m+1)(m−1) = 12

m² − 1 = 12

m² = 13

m = ±√13

Verifikasi bahwa c₁/c₂ ≠ a₁/a₂ untuk kedua nilai:

Untuk m = √13: periksa 2√13/(√13+3) ≠ (√13+1)/3

Kedua nilai perlu diverifikasi satu per satu dengan syarat ketiga.

Kesimpulan: m = √13 atau m = −√13 (dengan verifikasi syarat ketiga).

Sulit

Contoh 14:

Sebuah bilangan terdiri dari dua angka. Jumlah kedua angkanya adalah 12. Jika kedua angka dibalik posisinya, bilangan baru yang terbentuk lebih besar 36 dari bilangan semula. Nyatakan dalam SPLDV.

Pembahasan:

Misalkan angka puluhan = x, angka satuan = y

Bilangan semula = 10x + y

Bilangan baru (dibalik) = 10y + x

Jumlah angka: x + y = 12

Bilangan baru lebih besar 36:

(10y + x) − (10x + y) = 36

9y − 9x = 36

y − x = 4 atau −x + y = 4

x + y = 12
−x + y = 4

Sulit

Contoh 15:

Tentukan semua nilai p agar SPLDV berikut konsisten (memiliki penyelesaian):

px + 6y = p + 6
2x + py = 2 + p

Pembahasan:

Sistem konsisten jika memiliki satu atau tak berhingga penyelesaian.

Sistem tidak konsisten (inkonsisten) jika: a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂

Cek kapan inkonsisten: p/2 = 6/p

p² = 12 → p = ±2√3

Cek syarat ketiga: c₁/c₂ = (p+6)/(2+p)

Untuk p = 2√3: a₁/a₂ = 2√3/2 = √3

c₁/c₂ = (2√3+6)/(2+2√3) = 2(√3+3)/2(1+√3) = (√3+3)/(1+√3) = (√3+3)(√3−1)/((√3+1)(√3−1)) = (3−√3+3√3−3)/2 = 2√3/2 = √3

Karena c₁/c₂ = a₁/a₂ = √3, ini berimpit (konsisten).

Untuk p = −2√3: a₁/a₂ = −2√3/2 = −√3

c₁/c₂ = (−2√3+6)/(2−2√3) = 2(3−√3)/2(1−√3) = (3−√3)/(1−√3) = (3−√3)(1+√3)/((1−√3)(1+√3)) = (3+3√3−√3−3)/(1−3) = 2√3/(−2) = −√3

Karena c₁/c₂ = a₁/a₂ = −√3, ini juga berimpit (konsisten).

Kesimpulan: Sistem konsisten untuk semua nilai p (termasuk p = ±2√3 yang menghasilkan garis berimpit).

✏️ Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri tanpa melihat pembahasan.

Tingkat Mudah

Mudah

1. Tentukan apakah pasangan (x = 2, y = 5) merupakan penyelesaian dari SPLDV:
x + y = 7 dan 3x − y = 1

Mudah

2. Nyatakan permasalahan berikut ke dalam SPLDV:
“Jumlah dua bilangan adalah 15. Dua kali bilangan pertama dikurangi bilangan kedua sama dengan 6.”

Mudah

3. Tentukan koefisien dan konstanta dari SPLDV:
5x − 3y = 9 dan 2x + y = 7

Mudah

4. Manakah yang merupakan SPLDV?
a) x + y = 4 dan xy = 3
b) 2x − y = 1 dan x + 3y = 10
c) x² + y² = 25 dan x + y = 7

Mudah

5. Tentukan HP dari SPLDV berikut jika diketahui penyelesaiannya adalah (4, 2). Buktikan dengan substitusi:
x + y = 6 dan x − y = 2

Tingkat Sedang

Sedang

6. Nyatakan permasalahan berikut dalam SPLDV:
“Harga 4 tiket dewasa dan 3 tiket anak adalah Rp165.000. Harga 2 tiket dewasa dan 5 tiket anak adalah Rp135.000.”

Sedang

7. Tentukan jenis penyelesaian SPLDV berikut:
3x − 6y = 9 dan x − 2y = 3

Sedang

8. Tentukan jenis penyelesaian SPLDV berikut:
4x + 2y = 10 dan 6x + 3y = 12

Sedang

9. Perimeter sebuah persegi panjang adalah 48 cm. Panjangnya 6 cm lebih dari lebarnya. Nyatakan dalam SPLDV dengan x = panjang dan y = lebar.

Sedang

10. Tentukan apakah (x = −1, y = 4) merupakan penyelesaian SPLDV:
3x + 2y = 5 dan x − y = −5

Tingkat Sulit

Sulit

11. Tentukan nilai k agar SPLDV berikut tidak memiliki penyelesaian:
kx + 3y = 6 dan 4x + 6y = 10

Sulit

12. Tentukan nilai a dan b agar SPLDV berikut memiliki tak berhingga penyelesaian:
ax + 4y = 10 dan 3x + by = 15

Sulit

13. Sebuah bilangan terdiri dari dua angka. Jumlah kedua angkanya adalah 9. Jika posisi angka dibalik, bilangan baru 27 lebih besar dari bilangan semula. Nyatakan dalam SPLDV.

Sulit

14. Tentukan semua nilai m agar SPLDV berikut memiliki tepat satu penyelesaian:
(m−2)x + 5y = 3 dan 4x + (m+3)y = 7

Sulit

15. Diberikan SPLDV:
px + qy = p² + q dan qx + py = p + q²
Tunjukkan bahwa (x = p, y = 1) selalu merupakan penyelesaian untuk semua nilai p dan q (dengan p ≠ q).

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page