Menentukan Titik Sudut pada SPtLDV

Menentukan Titik Sudut pada SPtLDV

1. Pendahuluan

Dalam mempelajari Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV), salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai adalah menentukan koordinat titik sudut dari daerah penyelesaian (daerah feasibel).

Titik sudut merupakan titik-titik pojok pada daerah penyelesaian yang dibentuk oleh perpotongan garis-garis batas pertidaksamaan. Titik-titik ini sangat penting karena digunakan untuk menentukan nilai optimum (maksimum atau minimum) dalam masalah program linear.

Kompetensi Dasar:
Menentukan koordinat titik sudut dari sistem pertidaksamaan linear dua variabel.

2. Pengertian Titik Sudut

Titik sudut adalah titik perpotongan dua garis batas atau lebih pada daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel.

Definisi:
Jika daerah penyelesaian SPtLDV dibatasi oleh garis-garis:
a₁x + b₁y = c₁
a₂x + b₂y = c₂
x = 0 (sumbu-y)
y = 0 (sumbu-x)

Maka titik sudut adalah titik-titik (x, y) yang merupakan perpotongan dari dua garis batas tersebut dan terletak pada batas daerah penyelesaian.

Sifat-sifat Titik Sudut:

  • Titik sudut selalu terletak pada batas daerah penyelesaian
  • Titik sudut merupakan perpotongan tepat dua garis batas
  • Koordinat titik sudut memenuhi kedua persamaan garis yang berpotongan
  • Jumlah titik sudut minimal 3 untuk daerah tertutup (berbentuk segitiga atau lebih)
  • Nilai optimum fungsi objektif selalu terjadi di salah satu titik sudut

Gambar 1: Daerah penyelesaian dengan titik-titik sudut A, B, C, D

3. Langkah-langkah Menentukan Titik Sudut

Langkah Sistematis:

  1. Ubah pertidaksamaan menjadi persamaan
    Ganti tanda ≤, ≥, <, > menjadi tanda = untuk mendapatkan garis batas.
  2. Gambar semua garis batas
    Gambar setiap garis pada bidang koordinat cartesius.
  3. Tentukan daerah penyelesaian (HP)
    Arsir daerah yang memenuhi semua pertidaksamaan secara bersamaan.
  4. Identifikasi titik-titik pojok daerah penyelesaian
    Tentukan garis-garis mana yang berpotongan di pojok-pojok daerah HP.
  5. Hitung koordinat setiap titik sudut
    Selesaikan SPLDV dari dua persamaan garis yang berpotongan menggunakan metode substitusi, eliminasi, atau campuran.
Penting!
Untuk menentukan koordinat titik sudut, kita menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dari dua garis batas yang berpotongan di titik sudut tersebut.

4. Metode Substitusi

Metode substitusi dilakukan dengan cara menyatakan salah satu variabel dalam bentuk variabel lainnya, kemudian menggantikan (mensubstitusikan) ke persamaan yang lain.

Langkah Metode Substitusi:

1. Dari salah satu persamaan, nyatakan x dalam y atau sebaliknya.
2. Substitusikan ke persamaan lainnya.
3. Selesaikan persamaan untuk mendapatkan nilai satu variabel.
4. Substitusikan kembali untuk mendapatkan nilai variabel lainnya.

Contoh:
Persamaan 1: x + y = 6x = 6 − y
Persamaan 2: 2x + 3y = 14

Substitusi: 2(6 − y) + 3y = 14
12 − 2y + 3y = 14
y = 2
x = 6 − 2 = 4

Titik sudut: (4, 2)

5. Metode Eliminasi

Metode eliminasi dilakukan dengan cara menghilangkan (mengeliminasi) salah satu variabel dengan menyamakan koefisiennya, lalu mengurangkan atau menjumlahkan kedua persamaan.

Langkah Metode Eliminasi:

1. Samakan koefisien salah satu variabel.
2. Kurangkan atau jumlahkan kedua persamaan.
3. Selesaikan untuk mendapatkan nilai variabel yang tersisa.
4. Ulangi untuk variabel lainnya.

Contoh:
Persamaan 1: x + y = 6 … (×2)
Persamaan 2: 2x + 3y = 14

2x + 2y = 12
2x + 3y = 14
─────────────── (−)
−y = −2
y = 2, kemudian x = 4

Titik sudut: (4, 2)

6. Metode Campuran (Eliminasi-Substitusi)

Metode campuran menggabungkan eliminasi dan substitusi. Biasanya kita eliminasi satu variabel terlebih dahulu, lalu substitusi hasilnya ke salah satu persamaan awal.

Contoh:
Persamaan 1: 3x + 2y = 12
Persamaan 2: x + 2y = 8

Eliminasi y:
3x + 2y = 12
x + 2y = 8
─────────────── (−)
2x = 4x = 2

Substitusi x = 2:
2 + 2y = 8
2y = 6y = 3

Titik sudut: (2, 3)

7. Kegiatan Pembelajaran (Pendekatan Saintifik)

🔍 Kegiatan 1: Mengamati

Perhatikan sistem pertidaksamaan linear berikut:

x + y ≤ 8
2x + y ≤ 12
x ≥ 0
y ≥ 0

Amati grafik berikut yang menunjukkan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan di atas:

Pertanyaan pengamatan:

  • Berbentuk apakah daerah penyelesaiannya?
  • Berapa banyak titik sudut yang terbentuk?
  • Garis-garis mana saja yang berpotongan di setiap titik sudut?

❓ Kegiatan 2: Menanya

Berdasarkan pengamatan, rumuskan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana cara menentukan koordinat titik sudut yang tepat?
  2. Mengapa kita perlu mengubah pertidaksamaan menjadi persamaan?
  3. Metode apa yang paling efisien untuk menghitung titik sudut?
  4. Bagaimana jika garis batas sejajar (tidak berpotongan)?
  5. Apakah semua titik perpotongan garis selalu menjadi titik sudut daerah HP?

💡 Kegiatan 3: Menalar

Dari sistem pertidaksamaan pada kegiatan mengamati, mari kita nalar:

Analisis Titik Sudut:

Titik A: Perpotongan x = 0 dan y = 0 → A(0, 0)

Titik B: Perpotongan 2x + y = 12 dan y = 0
2x + 0 = 12x = 6 → B(6, 0)

Titik C: Perpotongan x + y = 8 dan 2x + y = 12
→ Eliminasi: x = 4, y = 4 → C(4, 4)

Titik D: Perpotongan x + y = 8 dan x = 0
0 + y = 8y = 8 → D(0, 8)

Kesimpulan: Titik sudut daerah penyelesaian adalah A(0,0), B(6,0), C(4,4), dan D(0,8).

🧪 Kegiatan 4: Mencoba

Tentukan titik-titik sudut dari sistem pertidaksamaan berikut:

x + 2y ≤ 10
3x + y ≤ 12
x ≥ 0
y ≥ 0

Petunjuk:

  1. Tentukan perpotongan setiap pasangan garis batas
  2. Periksa apakah titik perpotongan tersebut berada di daerah HP
  3. Tuliskan semua titik sudut yang valid

📢 Kegiatan 5: Mengkomunikasikan

Presentasikan hasil kerja kelompokmu dengan format berikut:

  1. Gambarkan grafik daerah penyelesaian pada kertas berpetak
  2. Tandai semua titik sudut pada grafik
  3. Tuliskan perhitungan lengkap untuk setiap titik sudut
  4. Buatkan tabel yang memuat semua koordinat titik sudut
  5. Jelaskan metode yang digunakan dan alasannya
Titik Sudut Perpotongan Garis Koordinat (x, y)
A x = 0 dan y = 0 (0, 0)
B 3x + y = 12 dan y = 0 (4, 0)
C x + 2y = 10 dan 3x + y = 12 (2.8, 3.6)
D x + 2y = 10 dan x = 0 (0, 5)

8. Contoh Soal — Tingkat Mudah

Berikut 10 contoh soal mudah beserta pembahasan detail.

Mudah

Contoh 1:

Tentukan titik potong garis x + y = 6 dengan sumbu-x (y = 0).

Lihat Pembahasan
Pembahasan:
Substitusi y = 0 ke persamaan x + y = 6:

x + 0 = 6
x = 6

Titik potong: (6, 0)
Mudah

Contoh 2:

Tentukan titik potong garis x + y = 6 dengan sumbu-y (x = 0).

Lihat Pembahasan
Pembahasan:
Substitusi x = 0 ke persamaan x + y = 6:

0 + y = 6
y = 6

Titik potong: (0, 6)
Mudah

Contoh 3:

Tentukan titik potong garis 2x + y = 10 dengan sumbu-x.

Lihat Pembahasan
Pembahasan:
Substitusi y = 0:
2x + 0 = 10
2x = 10
x = 5

Titik potong: (5, 0)
Mudah

Contoh 4:

Tentukan titik potong garis x + 2y = 8 dengan sumbu-y.

Lihat Pembahasan
Pembahasan:
Substitusi x = 0:
0 + 2y = 8
y = 4

Titik potong: (0, 4)
Mudah

Contoh 5:

Tentukan titik potong garis x + y = 4 dan x − y = 2.

Lihat Pembahasan
Pembahasan (Metode Eliminasi):

x + y = 4 … (1)
x − y = 2 … (2)

Jumlahkan (1) dan (2):
2x = 6
x = 3

Substitusi ke (1): 3 + y = 4y = 1

Titik potong: (3, 1)
Mudah

Contoh 6:

Tentukan titik potong garis x + y = 5 dan x + 2y = 8.

Lihat Pembahasan
Pembahasan (Eliminasi):

x + y = 5 … (1)
x + 2y = 8 … (2)

(2) − (1):
y = 3

Substitusi ke (1): x + 3 = 5x = 2

Titik potong: (2, 3)
Mudah

Contoh 7:

Tentukan titik potong garis 2x + y = 8 dan y = 0.

Lihat Pembahasan
Pembahasan:
2x + 0 = 8
x = 4

Titik potong: (4, 0)
Mudah

Contoh 8:

Tentukan titik potong garis 3x + y = 9 dan x = 0.

Lihat Pembahasan
Pembahasan:
3(0) + y = 9
y = 9

Titik potong: (0, 9)
Mudah

Contoh 9:

Tentukan titik potong garis x + y = 10 dan 2x + y = 14.

Lihat Pembahasan
Pembahasan:
x + y = 10 … (1)
2x + y = 14 … (2)

(2) − (1): x = 4
Substitusi: 4 + y = 10y = 6

Titik potong: (4, 6)
Mudah

Contoh 10:

Tentukan titik potong garis x + 3y = 12 dan x = 0.

Lihat Pembahasan
Pembahasan:
0 + 3y = 12
y = 4

Titik potong: (0, 4)

9. Contoh Soal — Tingkat Sedang

Berikut 5 contoh soal sedang yang melibatkan penentuan titik sudut dari sistem pertidaksamaan.

Sedang

Contoh 1:

Tentukan semua titik sudut dari daerah penyelesaian sistem:

x + y ≤ 6
x + 2y ≤ 8
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

Garis batas: x + y = 6, x + 2y = 8, x = 0, y = 0

Titik A: x = 0 ∩ y = 0A(0, 0)

Titik B: x + y = 6 ∩ y = 0
x = 6B(6, 0)

Titik C: x + y = 6 ∩ x + 2y = 8
Eliminasi: (2) − (1): y = 2
Substitusi: x = 4C(4, 2)

Titik D: x + 2y = 8 ∩ x = 0
2y = 8y = 4D(0, 4)

Titik sudut: A(0,0), B(6,0), C(4,2), D(0,4)
Sedang

Contoh 2:

Tentukan titik sudut dari daerah penyelesaian:

2x + y ≤ 10
x + 3y ≤ 12
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

Titik A(0, 0): Perpotongan sumbu-x dan sumbu-y

Titik B: 2x + y = 10 ∩ y = 0
2x = 10x = 5B(5, 0)

Titik C: 2x + y = 10 ∩ x + 3y = 12
Dari (1): y = 10 − 2x
Substitusi ke (2): x + 3(10 − 2x) = 12
x + 30 − 6x = 12
−5x = −18x = 18/5 = 3,6
y = 10 − 2(3,6) = 2,8C(3,6; 2,8)

Titik D: x + 3y = 12 ∩ x = 0
3y = 12y = 4D(0, 4)

Titik sudut: A(0,0), B(5,0), C(3,6; 2,8), D(0,4)
Sedang

Contoh 3:

Tentukan titik sudut dari:

x + y ≤ 10
3x + 2y ≤ 24
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

A(0, 0)

Titik B: 3x + 2y = 24 ∩ y = 0
3x = 24x = 8B(8, 0)

Titik C: x + y = 10 ∩ 3x + 2y = 24
Dari (1): y = 10 − x
Substitusi: 3x + 2(10 − x) = 24
3x + 20 − 2x = 24x = 4
y = 6C(4, 6)

Titik D: x + y = 10 ∩ x = 0D(0, 10)

Cek D: 3(0) + 2(10) = 20 ≤ 24

Titik sudut: A(0,0), B(8,0), C(4,6), D(0,10)
Sedang

Contoh 4:

Tentukan titik sudut dari:

2x + 3y ≤ 18
x + y ≤ 7
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

A(0, 0)

Titik B: x + y = 7 ∩ y = 0B(7, 0)
Cek: 2(7) + 3(0) = 14 ≤ 18

Titik C: 2x + 3y = 18 ∩ x + y = 7
Dari (2): x = 7 − y
Substitusi: 2(7 − y) + 3y = 18
14 − 2y + 3y = 18y = 4
x = 3C(3, 4)

Titik D: 2x + 3y = 18 ∩ x = 0
3y = 18y = 6D(0, 6)
Cek: 0 + 6 = 6 ≤ 7

Titik sudut: A(0,0), B(7,0), C(3,4), D(0,6)
Sedang

Contoh 5:

Tentukan titik sudut dari:

x + 2y ≤ 12
2x + y ≤ 12
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

A(0, 0)

Titik B: 2x + y = 12 ∩ y = 0B(6, 0)
Cek: 6 + 0 = 6 ≤ 12

Titik C: x + 2y = 12 ∩ 2x + y = 12
Eliminasi: (2) × 2: 4x + 2y = 24
(2×2) − (1): 3x = 12x = 4
y = 12 − 2(4) = 4C(4, 4)

Titik D: x + 2y = 12 ∩ x = 0y = 6D(0, 6)
Cek: 2(0) + 6 = 6 ≤ 12

Titik sudut: A(0,0), B(6,0), C(4,4), D(0,6)

10. Contoh Soal — Tingkat Sulit

Berikut 5 contoh soal sulit yang melibatkan lebih banyak pertidaksamaan dan analisis yang lebih kompleks.

Sulit

Contoh 1:

Tentukan semua titik sudut dari:

x + y ≤ 8
2x + y ≤ 12
x + 3y ≤ 15
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

Garis batas: L₁: x + y = 8, L₂: 2x + y = 12, L₃: x + 3y = 15

A(0, 0): Perpotongan sumbu-x dan sumbu-y ✓

Titik B: L₂ ∩ sumbu-x: 2x = 12B(6, 0)
Cek L₁: 6 + 0 = 6 ≤ 8 ✓; L₃: 6 + 0 = 6 ≤ 15

Titik C: L₁ ∩ L₂:
2x + y = 12x + y = 8x = 4, y = 4C(4, 4)
Cek L₃: 4 + 12 = 16 > 15 ✗ → Titik C BUKAN titik sudut HP!

Karena C tidak valid, kita cari perpotongan lain:

Titik C’: L₂ ∩ L₃:
2x + y = 12 … (×3): 6x + 3y = 36
x + 3y = 15
Kurang: 5x = 21x = 21/5 = 4,2
y = 12 − 2(4,2) = 3,6C'(4,2; 3,6)
Cek L₁: 4,2 + 3,6 = 7,8 ≤ 8

Titik D: L₁ ∩ L₃:
x + y = 8 … (×3): 3x + 3y = 24
x + 3y = 15
Kurang: 2x = 9x = 4,5, y = 3,5
Cek L₂: 2(4,5) + 3,5 = 12,5 > 12 ✗ → Tidak valid!

Titik D’: L₃ ∩ sumbu-y: 3y = 15y = 5D'(0, 5)
Cek L₁: 0 + 5 = 5 ≤ 8 ✓; L₂: 0 + 5 = 5 ≤ 12

Titik sudut valid: A(0,0), B(6,0), C'(4,2; 3,6), D'(0,5)
Sulit

Contoh 2:

Tentukan titik sudut dari:

3x + 2y ≤ 24
x + 2y ≤ 16
x + y ≤ 10
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

L₁: 3x + 2y = 24, L₂: x + 2y = 16, L₃: x + y = 10

A(0, 0)

B: L₁ ∩ sumbu-x: 3x = 24B(8, 0)
Cek L₂: 8 ≤ 16 ✓; L₃: 8 ≤ 10

C: L₁ ∩ L₃:
3x + 2y = 24 dan x + y = 10y = 10 − x
3x + 2(10 − x) = 24x = 4, y = 6C(4, 6)
Cek L₂: 4 + 12 = 16 ≤ 16

D: L₃ ∩ L₂:
x + y = 10 dan x + 2y = 16
Kurang: −y = −6y = 6, x = 4
Ini sama dengan titik C! Artinya ketiga garis bertemu di satu titik.

D: L₂ ∩ sumbu-y: 2y = 16y = 8D(0, 8)
Cek L₁: 0 + 16 = 16 ≤ 24 ✓; L₃: 0 + 8 = 8 ≤ 10

Titik sudut: A(0,0), B(8,0), C(4,6), D(0,8)
Sulit

Contoh 3:

Daerah penyelesaian ditentukan oleh:

x + y ≥ 4
x + 2y ≤ 12
2x + y ≤ 12
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

Perhatikan: L₁ batasnya x + y ≥ 4 (daerah di atas garis)

Titik A: L₁ ∩ sumbu-x: x + 0 = 4A(4, 0)
Cek L₃: 8 + 0 = 8 ≤ 12 ✓; L₂: 4 + 0 = 4 ≤ 12

Titik B: L₃ ∩ sumbu-x: 2x = 12x = 6B(6, 0)
Cek L₁: 6 + 0 = 6 ≥ 4 ✓; L₂: 6 + 0 = 6 ≤ 12

Titik C: L₂ ∩ L₃:
x + 2y = 12 dan 2x + y = 12
Eliminasi: (2)×2 − (1): 3x = 12x = 4, y = 4C(4, 4)
Cek L₁: 4 + 4 = 8 ≥ 4

Titik D: L₂ ∩ sumbu-y: 2y = 12y = 6D(0, 6)
Cek L₁: 0 + 6 = 6 ≥ 4 ✓; L₃: 0 + 6 = 6 ≤ 12

Titik E: L₁ ∩ sumbu-y: 0 + y = 4E(0, 4)
Cek L₂: 0 + 8 = 8 ≤ 12 ✓; L₃: 0 + 4 = 4 ≤ 12

Titik sudut: A(4,0), B(6,0), C(4,4), D(0,6), E(0,4)
Sulit

Contoh 4:

Tentukan titik sudut dari:

2x + 3y ≤ 30
3x + 2y ≤ 30
x + y ≥ 4
x ≥ 0, y ≥ 0
Lihat Pembahasan
Pembahasan:

L₁: 2x + 3y = 30, L₂: 3x + 2y = 30, L₃: x + y = 4

A: L₃ ∩ sumbu-x: A(4, 0)
Cek L₁: 8 + 0 = 8 ≤ 30 ✓; L₂: 12 + 0 = 12 ≤ 30

B: L₂ ∩ sumbu-x: 3x = 30B(10, 0)
Cek L₁: 20 ≤ 30 ✓; L₃: 10 ≥ 4

C: L₁ ∩ L₂:
2x + 3y = 30 … (×3): 6x + 9y = 90
3x + 2y = 30 … (×2): 6x + 4y = 60
Kurang: 5y = 30y = 6, x = 6C(6, 6)
Cek L₃: 12 ≥ 4

D: L₁ ∩ sumbu-y: 3y = 30y = 10D(0, 10)
Cek L₂: 20 ≤ 30 ✓; L₃: 10 ≥ 4

E: L₃ ∩ sumbu-y: E(0, 4)
Cek L₁: 12 ≤ 30 ✓; L₂: 8 ≤ 30

Titik sudut: A(4,0), B(10,0), C(6,6), D(0,10), E(0,4)
Sulit

Contoh 5:

Sebuah perusahaan memproduksi dua jenis barang. Kendala produksi:

4x + 3y ≤ 48 (bahan baku)
2x + 4y ≤ 40 (waktu kerja)
x ≤ 10 (kapasitas mesin)
x ≥ 0, y ≥ 0

Tentukan semua titik sudut daerah penyelesaian!

Lihat Pembahasan
Pembahasan:

L₁: 4x + 3y = 48, L₂: 2x + 4y = 40 (atau x + 2y = 20), L₃: x = 10

A(0, 0)

B: L₃ ∩ sumbu-x: B(10, 0)
Cek L₁: 40 + 0 = 40 ≤ 48 ✓; L₂: 20 + 0 = 20 ≤ 40

C: L₁ ∩ L₃ (x = 10):
4(10) + 3y = 483y = 8y = 8/3 ≈ 2,67C(10; 8/3)
Cek L₂: 20 + 32/3 ≈ 30,67 ≤ 40

D: L₁ ∩ L₂:
4x + 3y = 48 … (×4): 16x + 12y = 192
2x + 4y = 40 … (×3): 6x + 12y = 120
Kurang: 10x = 72x = 7,2
y = (20 − 7,2)/2 = 6,4D(7,2; 6,4)
Cek L₃: 7,2 ≤ 10

E: L₂ ∩ sumbu-y: 4y = 40y = 10E(0, 10)
Cek L₁: 0 + 30 = 30 ≤ 48 ✓; L₃: ✓

Titik sudut: A(0,0), B(10,0), C(10; 8/3), D(7,2; 6,4), E(0,10)

11. Latihan Soal — Tingkat Mudah

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri!

Mudah
  1. Tentukan titik potong garis 3x + y = 9 dengan sumbu-x.
  2. Tentukan titik potong garis 2x + 5y = 20 dengan sumbu-y.
  3. Tentukan titik potong garis x + 4y = 16 dengan sumbu-x.
  4. Tentukan titik potong garis 4x + y = 12 dengan sumbu-y.
  5. Tentukan titik potong garis x + y = 7 dan x − y = 3.
  6. Tentukan titik potong garis 2x + y = 10 dan x + y = 6.
  7. Tentukan titik potong garis x + y = 9 dan x + 3y = 15.
  8. Tentukan titik potong garis 3x + y = 15 dengan sumbu-x dan sumbu-y.
  9. Tentukan titik potong garis x + 2y = 10 dan 2x + y = 8.
  10. Tentukan titik potong garis x + y = 5 dan 2x − y = 4.

12. Latihan Soal — Tingkat Sedang

Sedang
  1. Tentukan semua titik sudut dari:
    x + y ≤ 7, 2x + y ≤ 10, x ≥ 0, y ≥ 0
  2. Tentukan titik sudut dari:
    x + 2y ≤ 14, 3x + y ≤ 15, x ≥ 0, y ≥ 0
  3. Tentukan titik sudut dari:
    2x + y ≤ 16, x + 2y ≤ 14, x ≥ 0, y ≥ 0
  4. Tentukan titik sudut dari:
    x + y ≤ 12, x + 3y ≤ 24, x ≥ 0, y ≥ 0
  5. Tentukan titik sudut dari:
    3x + 4y ≤ 24, x + 2y ≤ 10, x ≥ 0, y ≥ 0

13. Latihan Soal — Tingkat Sulit

Sulit
  1. Tentukan semua titik sudut dari:
    x + y ≤ 10, 2x + 3y ≤ 24, 3x + y ≤ 18, x ≥ 0, y ≥ 0
  2. Tentukan titik sudut dari:
    x + 2y ≥ 6, 2x + y ≤ 14, x + y ≤ 10, x ≥ 0, y ≥ 0
  3. Tentukan titik sudut daerah penyelesaian:
    5x + 3y ≤ 30, x + 2y ≤ 12, x + y ≥ 3, x ≥ 0, y ≥ 0
  4. Sebuah pabrik memproduksi 2 jenis produk dengan kendala:
    3x + 2y ≤ 36, x + 3y ≤ 30, x + y ≤ 14, x ≥ 0, y ≥ 0
    Tentukan semua titik sudut!
  5. Tentukan titik sudut dari:
    2x + y ≤ 20, x + 2y ≤ 20, x + y ≥ 6, x ≤ 8, x ≥ 0, y ≥ 0

Materi Matematika — Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel

Menentukan Koordinat Titik Sudut

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page