Daftar Isi
A. Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi yang melibatkan beberapa batasan sekaligus. Misalnya, seorang pengusaha memiliki keterbatasan modal dan keterbatasan tenaga kerja secara bersamaan. Secara matematis, batasan-batasan tersebut dapat dimodelkan sebagai sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV).
Irisan daerah adalah daerah pada bidang koordinat yang memenuhi semua pertidaksamaan dalam sistem tersebut secara bersamaan. Daerah ini merupakan irisan (intersection) dari himpunan-himpunan penyelesaian masing-masing pertidaksamaan.
🔍 Kegiatan: Mengamati
Perhatikan situasi berikut: Sebuah toko kue memiliki bahan tepung maksimal 12 kg dan gula maksimal 8 kg. Kue A membutuhkan 2 kg tepung dan 1 kg gula, sedangkan kue B membutuhkan 1 kg tepung dan 2 kg gula. Banyak kue tidak bisa negatif. Amati bahwa ada empat batasan yang harus dipenuhi secara bersamaan.
❓ Kegiatan: Menanya
Dari pengamatan di atas, timbul pertanyaan: Bagaimana cara menentukan kombinasi jumlah kue A dan kue B yang memenuhi semua batasan sekaligus? Di mana letak daerah tersebut pada grafik?
Prasyarat yang Perlu Dikuasai
- Persamaan linear dua variabel: ax + by = c
- Pertidaksamaan linear dua variabel: ax + by ≤ c, ax + by ≥ c, ax + by < c, ax + by > c
- Menggambar garis lurus pada bidang koordinat
- Menentukan daerah penyelesaian satu pertidaksamaan (uji titik)
- Konsep himpunan dan irisan himpunan
Simbol-simbol Penting
| Simbol | Dibaca | Arti |
|---|---|---|
| < | kurang dari | lebih kecil, tidak termasuk batas |
| > | lebih dari | lebih besar, tidak termasuk batas |
| ≤ | kurang dari atau sama dengan | lebih kecil atau sama, termasuk batas |
| ≥ | lebih dari atau sama dengan | lebih besar atau sama, termasuk batas |
| ∩ | irisan | bagian yang sama-sama dimiliki |
| ∪ | gabungan | semua anggota kedua himpunan |
| ∈ | anggota / elemen dari | termasuk dalam himpunan |
| { } | kurung kurawal | notasi himpunan |
Jenis Garis pada Grafik
| Pertidaksamaan | Jenis Garis | Keterangan |
|---|---|---|
| ≤ atau ≥ | Garis utuh / solid (───) | Titik pada garis termasuk penyelesaian |
| < atau > | Garis putus-putus (- – -) | Titik pada garis tidak termasuk penyelesaian |
B. Konsep Irisan Himpunan
1. Pengertian Irisan Himpunan
Misalkan A dan B adalah dua himpunan. Irisan dari A dan B (ditulis A ∩ B) adalah himpunan yang memuat semua anggota yang terdapat di kedua himpunan tersebut secara bersamaan.
Dalam konteks SPtLDV, setiap pertidaksamaan menghasilkan suatu daerah penyelesaian (himpunan titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan tersebut). Irisan dari semua daerah penyelesaian itulah yang disebut irisan daerah atau daerah penyelesaian sistem.
Keterangan: HP = Himpunan Penyelesaian; HPᵢ = daerah penyelesaian pertidaksamaan ke-i.
2. Ilustrasi Sederhana dengan Himpunan Bilangan
Sebelum ke grafik, mari pahami konsep irisan dengan bilangan:
Contoh:
Himpunan A = { 1, 2, 3, 4, 5 } → anggota yang memenuhi x ≤ 5
Himpunan B = { 3, 4, 5, 6, 7 } → anggota yang memenuhi x ≥ 3
Irisan: A ∩ B = { 3, 4, 5 } → anggota yang memenuhi kedua syarat: x ≤ 5 dan x ≥ 3, artinya 3 ≤ x ≤ 5.
3. Ilustrasi Diagram Venn
Diagram Venn: daerah hijau adalah irisan A ∩ B
4. Konsep Irisan pada Bidang Koordinat
Pada bidang koordinat Kartesius, setiap pertidaksamaan linear dua variabel membagi bidang menjadi dua daerah (setengah bidang). Daerah yang memenuhi pertidaksamaan diarsir. Jika ada beberapa pertidaksamaan, maka irisan daerah adalah bagian yang diarsir oleh semua pertidaksamaan.
Ilustrasi: Irisan daerah (hijau) memenuhi x + y ≤ 6, x + y ≥ 2, x ≥ 0, y ≥ 0
💡 Kegiatan: Menalar
Perhatikan bahwa irisan daerah selalu lebih kecil atau sama dengan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan. Semakin banyak pertidaksamaan, semakin sempit irisan daerahnya. Bisa juga terjadi irisan daerah yang kosong jika pertidaksamaan-pertidaksamaan saling bertentangan.
5. Sifat-sifat Irisan Daerah
- Irisan daerah selalu merupakan daerah konveks (jika semua pertidaksamaan linear). Artinya, jika dua titik berada dalam irisan daerah, maka semua titik pada ruas garis yang menghubungkannya juga berada dalam irisan daerah.
- Setiap titik dalam irisan daerah memenuhi semua pertidaksamaan dalam sistem.
- Setiap titik di luar irisan daerah melanggar setidaknya satu pertidaksamaan.
- Jika pertidaksamaan menggunakan tanda ≤ atau ≥ (termasuk batas), maka irisan daerah merupakan daerah tertutup (batas termasuk).
- Jika pertidaksamaan menggunakan tanda < atau > (tidak termasuk batas), maka batas garis digambar putus-putus.
C. Langkah-langkah Menentukan Irisan Daerah
✏️ Kegiatan: Mencoba
Ikuti langkah-langkah berikut untuk menentukan irisan daerah pada SPtLDV.
- Tulis semua pertidaksamaan dalam sistem.
Contoh: x + y ≤ 6, 2x + y ≤ 8, x ≥ 0, y ≥ 0 - Gambar garis batas masing-masing pertidaksamaan pada bidang koordinat.
Ubah tanda ≤ atau ≥ menjadi = untuk mendapatkan persamaan garis. Cari titik potong dengan sumbu-x (substitusi y = 0) dan sumbu-y (substitusi x = 0). - Tentukan jenis garis:
Garis utuh untuk ≤ dan ≥; garis putus-putus untuk < dan >. - Uji titik untuk menentukan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan.
Gunakan titik uji (biasanya titik O(0,0) jika garis tidak melewati titik asal). Jika titik uji memenuhi pertidaksamaan, arsir daerah yang mengandung titik uji; jika tidak, arsir daerah yang berlawanan. - Tentukan irisan daerah: daerah yang memenuhi semua pertidaksamaan adalah irisan daerah. Pada grafik, ini adalah daerah yang diarsir oleh semua pertidaksamaan secara bersamaan.
- Tentukan titik-titik sudut (vertex) irisan daerah dari perpotongan garis-garis batas.
📢 Kegiatan: Mengkomunikasikan
Setelah menentukan irisan daerah, komunikasikan hasilnya: sebutkan daerah mana yang merupakan irisan, titik-titik sudutnya, dan verifikasi bahwa semua titik di dalamnya memenuhi semua pertidaksamaan.
Contoh Penerapan Langkah
Tentukan irisan daerah dari sistem:
Langkah 1: Tiga pertidaksamaan: x + y ≤ 4, x ≥ 0, y ≥ 0.
Langkah 2: Gambar garis x + y = 4. Titik potong: (4, 0) dan (0, 4). Garis x = 0 adalah sumbu-y. Garis y = 0 adalah sumbu-x.
Langkah 3: Semua menggunakan ≤ atau ≥, jadi semua garis utuh.
Langkah 4: Uji titik (0,0) pada x + y ≤ 4: 0 + 0 = 0 ≤ 4 ✔ → arsir daerah mengandung (0,0).
Langkah 5: Irisan daerah = segitiga dengan titik-titik sudut (0,0), (4,0), (0,4).
D. Contoh Soal — Tingkat Mudah
MUDAH 10 soal dengan pembahasan detail
Contoh Soal 1
Tentukan irisan daerah dari sistem pertidaksamaan:
Contoh Soal 2
Tentukan irisan daerah dari sistem:
Contoh Soal 3
Tentukan irisan daerah dari sistem:
Contoh Soal 4
Tentukan irisan daerah:
Contoh Soal 5
Tentukan irisan daerah:
Contoh Soal 6
Tentukan irisan daerah:
Contoh Soal 7
Tentukan irisan daerah:
Contoh Soal 8
Tentukan irisan daerah:
Contoh Soal 9
Tentukan irisan daerah:
Contoh Soal 10
Tentukan irisan daerah:
E. Contoh Soal — Tingkat Sedang
SEDANG 5 soal dengan pembahasan detail
Contoh Soal 11
Tentukan irisan daerah dan titik-titik sudutnya:
Contoh Soal 12
Tentukan irisan daerah:
Contoh Soal 13
Tentukan irisan daerah:
Contoh Soal 14
Tentukan apakah irisan daerah berikut kosong atau tidak:
Contoh Soal 15
Tentukan irisan daerah:
F. Contoh Soal — Tingkat Sulit
SULIT 5 soal dengan pembahasan detail
Contoh Soal 16
Sebuah pabrik memproduksi dua jenis barang, A dan B. Setiap barang A membutuhkan 2 jam mesin I dan 1 jam mesin II. Setiap barang B membutuhkan 1 jam mesin I dan 3 jam mesin II. Mesin I tersedia 10 jam dan mesin II tersedia 15 jam. Tentukan model matematika dan irisan daerahnya.
Contoh Soal 17
Tentukan irisan daerah dan luas daerahnya:
Contoh Soal 18
Tentukan irisan daerah dari sistem pertidaksamaan berikut dan tentukan nilai maksimum f(x,y) = 3x + 5y pada irisan daerah tersebut:
Contoh Soal 19
Seorang petani memiliki lahan 12 hektar. Ia ingin menanam jagung dan kedelai. Biaya per hektar jagung Rp2 juta dan kedelai Rp3 juta, dengan total anggaran Rp30 juta. Kebutuhan tenaga kerja: jagung 3 orang/hektar, kedelai 2 orang/hektar, tersedia 30 orang. Tentukan model dan irisan daerahnya.
Contoh Soal 20
Tentukan irisan daerah yang memenuhi semua pertidaksamaan berikut dan tentukan nilai minimum dari f(x,y) = 2x + 3y:
G. Latihan Soal — Tingkat Mudah
MUDAH 10 soal tanpa pembahasan. Kerjakan secara mandiri!
Latihan 1.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 2.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 3.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 4.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 5.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 6.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 7.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 8.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 9.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 10.
Tentukan irisan daerah:
H. Latihan Soal — Tingkat Sedang
SEDANG 5 soal tanpa pembahasan
Latihan 11.
Tentukan irisan daerah dan semua titik sudutnya:
Latihan 12.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 13.
Apakah irisan daerah berikut kosong? Jelaskan!
Latihan 14.
Tentukan irisan daerah:
Latihan 15.
Sebuah toko roti memiliki 20 kg tepung dan 12 kg gula. Roti A memerlukan 2 kg tepung dan 1 kg gula, roti B memerlukan 1 kg tepung dan 2 kg gula. Tentukan model matematika dan irisan daerahnya!
I. Latihan Soal — Tingkat Sulit
SULIT 5 soal tanpa pembahasan
Latihan 16.
Tentukan irisan daerah dan nilai maksimum dari f(x,y) = 5x + 4y:
Latihan 17.
Tentukan irisan daerah dan nilai minimum dari f(x,y) = 4x + 5y:
Latihan 18.
Seorang pengusaha memproduksi meja dan kursi. Meja memerlukan 4 jam pemotongan dan 2 jam perakitan. Kursi memerlukan 2 jam pemotongan dan 3 jam perakitan. Waktu pemotongan tersedia 40 jam, perakitan 36 jam, dan gudang menampung maksimal 12 unit. Tentukan model, irisan daerah, dan titik sudutnya!
Latihan 19.
Tentukan irisan daerah dan hitunglah luas daerah yang terbentuk:
Latihan 20.
Tentukan irisan daerah dan cari nilai maksimum serta minimum dari f(x,y) = 3x + 2y:
Konsep Irisan Himpunan pada Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel