Jenis-Jenis Solusi pada SPLDV

Jenis-Jenis Solusi pada SPLDV

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

📘 Pendahuluan

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) adalah sistem yang terdiri dari dua atau lebih persamaan linear dengan dua variabel (biasanya x dan y). Bentuk umum SPLDV adalah:

a₁x + b₁y = c₁

a₂x + b₂y = c₂

di mana a₁, b₁, c₁, a₂, b₂, c₂ adalah konstanta real dan a₁² + b₁² ≠ 0, a₂² + b₂² ≠ 0.

Solusi SPLDV adalah pasangan terurut (x, y) yang memenuhi kedua persamaan secara bersamaan. Berdasarkan banyaknya solusi, SPLDV dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis:

  1. Solusi Tunggal (satu pasangan penyelesaian)
  2. Banyak Solusi (tak hingga penyelesaian)
  3. Tidak Memiliki Solusi (tidak ada penyelesaian)

Ringkasan Syarat

Jenis Solusi Syarat Grafik Contoh
Solusi Tunggal a₁/a₂ ≠ b₁/b₂ Berpotongan di satu titik x + y = 5, x − y = 1
Banyak Solusi a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂ Berimpit (satu garis) x + y = 3, 2x + 2y = 6
Tidak Ada Solusi a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂ Sejajar x + y = 3, x + y = 5

🔵 Bagian 1: Solusi Tunggal

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan dua persamaan berikut:

x + y = 5 … (1)

x − y = 1 … (2)

Amati grafik kedua garis di bawah ini:

x y 0 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 x + y = 5 x − y = 1 (3, 2)

Pengamatan: Kedua garis berpotongan tepat di satu titik, yaitu (3, 2). Ini berarti sistem memiliki solusi tunggal.

❓ Kegiatan: Menanya

  1. Kapan suatu SPLDV memiliki solusi tunggal?
  2. Bagaimana cara menentukan apakah dua garis berpotongan di satu titik?
  3. Apa syarat koefisien agar SPLDV memiliki tepat satu penyelesaian?

💡 Kegiatan: Menalar

Definisi: SPLDV memiliki solusi tunggal jika terdapat tepat satu pasangan (x, y) yang memenuhi kedua persamaan.

Syarat: Untuk sistem:

a₁x + b₁y = c₁

a₂x + b₂y = c₂

Sistem memiliki solusi tunggal jika dan hanya jika:

a₁/a₂ ≠ b₁/b₂

atau equivalen: a₁b₂ − a₂b₁ ≠ 0 (determinan ≠ 0)

Interpretasi Geometris: Kedua garis memiliki gradien yang berbeda sehingga pasti berpotongan di tepat satu titik.

Gradien garis ax + by = c adalah m = −a/b

Jika m₁ ≠ m₂, maka kedua garis berpotongan → solusi tunggal.

Metode Penyelesaian:

  1. Substitusi: Nyatakan satu variabel dari satu persamaan, substitusi ke persamaan lain.
  2. Eliminasi: Eliminasi satu variabel dengan menyamakan koefisien.
  3. Campuran: Kombinasi eliminasi dan substitusi.
  4. Grafik: Gambar kedua garis, titik potong = solusi.

✏️ Kegiatan: Mencoba

Selesaikan SPLDV berikut dengan metode eliminasi dan substitusi:

2x + 3y = 12

x − y = 1

Langkah 1 (Cek syarat):

a₁/a₂ = 2/1 = 2, b₁/b₂ = 3/(−1) = −3

Karena 2 ≠ −3, maka sistem memiliki solusi tunggal. ✓

Langkah 2 (Substitusi):

Dari persamaan (2): x = 1 + y

Substitusi ke (1): 2(1 + y) + 3y = 12

2 + 2y + 3y = 12

5y = 10

y = 2

Langkah 3: x = 1 + 2 = 3

Solusi: (x, y) = (3, 2)

📢 Kegiatan: Mengkomunikasikan

Tuliskan kesimpulan tentang solusi tunggal SPLDV:

Kesimpulan:

  • SPLDV memiliki solusi tunggal jika a₁/a₂ ≠ b₁/b₂
  • Secara grafis, kedua garis berpotongan di tepat satu titik
  • Kedua garis memiliki gradien yang berbeda
  • Sistem dikatakan konsisten dan independen
  • Solusi dapat dicari dengan metode substitusi, eliminasi, atau grafik

📝 Contoh Soal: Solusi Tunggal

MUDAH Contoh Soal 1–10

Contoh 1. Tentukan solusi dari SPLDV:

x + y = 7

x − y = 3

Cek syarat: a₁/a₂ = 1/1 = 1, b₁/b₂ = 1/(−1) = −1. Karena 1 ≠ −1 → solusi tunggal.

Eliminasi:

Jumlahkan kedua persamaan: 2x = 10 → x = 5

Substitusi: 5 + y = 7 → y = 2

Solusi: (x, y) = (5, 2)

Contoh 2. Tentukan solusi dari SPLDV:

2x + y = 8

x + y = 5

Eliminasi y: Kurangkan pers.(2) dari pers.(1):

(2x + y) − (x + y) = 8 − 5

x = 3

Substitusi: 3 + y = 5 → y = 2

Solusi: (x, y) = (3, 2)

Contoh 3. Tentukan solusi dari SPLDV:

x + 2y = 10

x − 2y = 2

Jumlahkan: 2x = 12 → x = 6

Substitusi: 6 + 2y = 10 → 2y = 4 → y = 2

Solusi: (x, y) = (6, 2)

Contoh 4. Tentukan solusi dari SPLDV:

3x + y = 10

x + y = 4

Eliminasi y: (3x+y)−(x+y) = 10−4 → 2x = 6 → x = 3

Substitusi: 3 + y = 4 → y = 1

Solusi: (x, y) = (3, 1)

Contoh 5. Tentukan solusi dari SPLDV:

x + y = 6

2x − y = 3

Jumlahkan: 3x = 9 → x = 3

Substitusi: 3 + y = 6 → y = 3

Solusi: (x, y) = (3, 3)

Contoh 6. Tentukan solusi dari SPLDV:

x + 3y = 11

x + y = 5

Eliminasi x: (x+3y)−(x+y) = 11−5 → 2y = 6 → y = 3

Substitusi: x + 3 = 5 → x = 2

Solusi: (x, y) = (2, 3)

Contoh 7. Tentukan solusi dari SPLDV:

4x + y = 9

2x + y = 5

Eliminasi y: (4x+y)−(2x+y) = 9−5 → 2x = 4 → x = 2

Substitusi: 4+y = 5 → y = 1

Solusi: (x, y) = (2, 1)

Contoh 8. Tentukan solusi dari SPLDV:

x + y = 10

3x − y = 6

Jumlahkan: 4x = 16 → x = 4

Substitusi: 4 + y = 10 → y = 6

Solusi: (x, y) = (4, 6)

Contoh 9. Tentukan solusi dari SPLDV:

2x + 3y = 13

x + y = 5

Dari pers.(2): x = 5 − y

Substitusi: 2(5−y) + 3y = 13 → 10−2y+3y = 13 → y = 3

x = 5 − 3 = 2

Solusi: (x, y) = (2, 3)

Contoh 10. Tentukan solusi dari SPLDV:

5x + 2y = 16

x + 2y = 8

Eliminasi y: (5x+2y)−(x+2y) = 16−8 → 4x = 8 → x = 2

Substitusi: 2+2y = 8 → 2y = 6 → y = 3

Solusi: (x, y) = (2, 3)

SEDANG Contoh Soal 11–15

Contoh 11. Harga 3 buku dan 2 pensil adalah Rp21.000. Harga 1 buku dan 4 pensil adalah Rp17.000. Tentukan harga 1 buku dan 1 pensil.

Misal: x = harga buku, y = harga pensil

3x + 2y = 21000 … (1)

x + 4y = 17000 … (2)

Dari (2): x = 17000 − 4y

Substitusi ke (1): 3(17000−4y) + 2y = 21000

51000 − 12y + 2y = 21000

−10y = −30000 → y = 3000

x = 17000 − 12000 = 5000

Harga buku = Rp5.000, pensil = Rp3.000

Contoh 12. Tentukan solusi dari SPLDV:

3x − 2y = 7

5x + 3y = 23

Eliminasi y: kalikan (1)×3 dan (2)×2:

9x − 6y = 21

10x + 6y = 46

Jumlahkan: 19x = 67 → x = 67/19… Hmm, coba eliminasi x:

Kalikan (1)×5, (2)×3: 15x−10y=35, 15x+9y=69

Kurangkan: −19y = −34 → y = 34/19

Cek ulang — mari gunakan angka yang lebih baik.

Eliminasi y (kalikan (1)×3, (2)×2):

9x − 6y = 21

10x + 6y = 46

Jumlahkan: 19x = 67 → Ini bukan bilangan bulat.

Mari verifikasi dengan x = 67/19 dan y = 34/19:

Cek (1): 3(67/19) − 2(34/19) = 201/19 − 68/19 = 133/19 = 7

Solusi: (x, y) = (67/19, 34/19)

Contoh 13. Umur ayah 3 kali umur anak. Selisih umur mereka 30 tahun. Tentukan umur masing-masing.

Misal: x = umur ayah, y = umur anak

x = 3yx − 3y = 0 … (1)

x − y = 30 … (2)

Kurangkan (1) dari (2): (x−y) − (x−3y) = 30−0

2y = 30 → y = 15

x = 3(15) = 45

Umur ayah = 45 tahun, umur anak = 15 tahun

Contoh 14. Tentukan solusi dari SPLDV:

4x − 3y = 11

2x + 5y = 1

Eliminasi x: kalikan (2)×2: 4x + 10y = 2

Kurangkan dari (1): (4x−3y) − (4x+10y) = 11−2

−13y = 9 → y = −9/13

Substitusi ke (2): 2x + 5(−9/13) = 1 → 2x = 1 + 45/13 = 58/13 → x = 29/13

Solusi: (x, y) = (29/13, −9/13)

Contoh 15. Keliling persegi panjang 34 cm. Panjang lebih 5 cm dari lebar. Tentukan panjang dan lebar.

Misal: p = panjang, l = lebar

2p + 2l = 34 → p + l = 17 … (1)

p − l = 5 … (2)

Jumlahkan: 2p = 22 → p = 11

l = 17 − 11 = 6

Panjang = 11 cm, lebar = 6 cm

SULIT Contoh Soal 16–20

Contoh 16. Tentukan solusi dari SPLDV:

(2/x) + (3/y) = 7

(4/x) − (1/y) = 2

Misalkan u = 1/x dan v = 1/y:

2u + 3v = 7 … (1)

4u − v = 2 … (2)

Dari (2): v = 4u − 2

Substitusi: 2u + 3(4u−2) = 7 → 2u + 12u − 6 = 7 → 14u = 13 → u = 13/14

v = 4(13/14) − 2 = 52/14 − 28/14 = 24/14 = 12/7

x = 1/u = 14/13, y = 1/v = 7/12

Solusi: (x, y) = (14/13, 7/12)

Contoh 17. Dua bilangan jumlahnya 100. Jika bilangan pertama dikurangi ⅓ bilangan kedua hasilnya 28. Tentukan kedua bilangan.

x + y = 100 … (1)

x − y/3 = 283x − y = 84 … (2)

Dari (1): y = 100 − x

Substitusi ke (2): 3x − (100−x) = 84 → 4x = 184 → x = 46

y = 100 − 46 = 54

Kedua bilangan: 46 dan 54

Contoh 18. Tentukan solusi dari SPLDV:

0,5x + 1,5y = 4

0,3x − 0,2y = 1

Kalikan (1)×2: x + 3y = 8

Kalikan (2)×10: 3x − 2y = 10

Dari baris pertama: x = 8 − 3y

Substitusi: 3(8−3y) − 2y = 10 → 24 − 9y − 2y = 10 → −11y = −14 → y = 14/11

x = 8 − 3(14/11) = 88/11 − 42/11 = 46/11

Solusi: (x, y) = (46/11, 14/11)

Contoh 19. Tentukan nilai a dan b jika titik (2, 3) dan (−1, 6) terletak pada garis ax + by = 12.

Substitusi (2,3): 2a + 3b = 12 … (1)

Substitusi (−1,6): −a + 6b = 12 … (2)

Dari (2): a = 6b − 12

Substitusi ke (1): 2(6b−12) + 3b = 12 → 12b − 24 + 3b = 12 → 15b = 36 → b = 12/5

a = 6(12/5) − 12 = 72/5 − 60/5 = 12/5

Solusi: a = 12/5, b = 12/5

Contoh 20. Sebuah perahu melaju 36 km dalam 3 jam saat searah arus dan 36 km dalam 6 jam saat melawan arus. Tentukan kecepatan perahu di air tenang dan kecepatan arus.

Misal: v = kecepatan perahu, a = kecepatan arus

Searah arus: v + a = 36/3 = 12 … (1)

Melawan arus: v − a = 36/6 = 6 … (2)

Jumlahkan: 2v = 18 → v = 9 km/jam

a = 12 − 9 = 3 km/jam

Kecepatan perahu = 9 km/jam, kecepatan arus = 3 km/jam

🏋️ Latihan Soal: Solusi Tunggal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan!

MUDAH

  1. x + y = 8 dan x − y = 2
  2. 2x + y = 9 dan x + y = 6
  3. x + 2y = 7 dan x − y = 1
  4. 3x + y = 13 dan x + y = 7
  5. x + y = 9 dan 2x − y = 6
  6. x + 4y = 14 dan x + y = 5
  7. 5x + y = 11 dan 3x + y = 7
  8. x + y = 12 dan x − y = 4
  9. 2x + 3y = 16 dan x + y = 6
  10. 4x + y = 17 dan 2x + y = 9

SEDANG

  1. Harga 2 kg apel dan 3 kg jeruk Rp51.000. Harga 4 kg apel dan 1 kg jeruk Rp53.000. Berapa harga 1 kg apel dan 1 kg jeruk?
  2. 3x − 4y = −1 dan 2x + 5y = 16
  3. Jumlah dua bilangan 45. Selisihnya 9. Tentukan kedua bilangan.
  4. 5x + 2y = 24 dan 3x − 4y = −2
  5. Keliling persegi panjang 48 cm. Panjang 4 cm lebih dari lebar. Tentukan panjang dan lebar.

SULIT

  1. (3/x) + (2/y) = 8 dan (1/x) − (4/y) = −6
  2. Perahu menempuh 48 km searah arus dalam 4 jam dan 48 km melawan arus dalam 8 jam. Tentukan kecepatan perahu dan arus.
  3. 0,4x + 0,6y = 3,2 dan 0,7x − 0,3y = 1,3
  4. Tentukan nilai m dan n jika titik (1, 4) dan (3, −2) memenuhi mx + ny = 10.
  5. Suatu bilangan dua angka, jumlah angkanya 12. Jika angka puluhan dan satuan ditukar, bilangan baru 36 lebih dari bilangan semula. Tentukan bilangan itu.

🟢 Bagian 2: Banyak Solusi (Tak Hingga Solusi)

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan dua persamaan berikut:

x + y = 3 … (1)

2x + 2y = 6 … (2)

Perhatikan bahwa persamaan (2) adalah persamaan (1) dikalikan 2. Mari kita buat tabel:

x y dari pers.(1) y dari pers.(2) Memenuhi keduanya?
0 3 3
1 2 2
2 1 1
−1 4 4
0,5 2,5 2,5

Amati grafik:

x y x + y = 3 2x + 2y = 6 (kedua garis berimpit!)

Pengamatan: Kedua garis berimpit (menjadi satu garis yang sama). Setiap titik pada garis tersebut merupakan solusi → banyak solusi (tak hingga).

❓ Kegiatan: Menanya

  1. Mengapa kedua persamaan menghasilkan garis yang sama?
  2. Bagaimana ciri-ciri SPLDV yang memiliki banyak solusi?
  3. Bagaimana menuliskan himpunan penyelesaiannya?

💡 Kegiatan: Menalar

Definisi: SPLDV memiliki banyak solusi (tak hingga) jika kedua persamaan pada dasarnya menyatakan garis yang sama.

Syarat:

a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂

Interpretasi: Persamaan kedua merupakan kelipatan dari persamaan pertama. Artinya keduanya mewakili garis yang identik.

Himpunan penyelesaian: Dapat ditulis sebagai {(x, y) | a₁x + b₁y = c₁, x ∈ ℝ}

Contoh: Untuk x + y = 3, HP = {(x, 3−x) | x ∈ ℝ}

Sistem dikatakan konsisten dan dependen.

✏️ Kegiatan: Mencoba

Verifikasi bahwa SPLDV berikut memiliki banyak solusi:

3x − 6y = 9

x − 2y = 3

Cek syarat:

a₁/a₂ = 3/1 = 3

b₁/b₂ = −6/(−2) = 3

c₁/c₂ = 9/3 = 3

Karena 3 = 3 = 3, maka sistem memiliki banyak solusi. ✓

Memang, persamaan (1) = 3 × persamaan (2).

📢 Kegiatan: Mengkomunikasikan

Kesimpulan:

  • SPLDV memiliki banyak solusi jika a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂
  • Secara grafis, kedua garis berimpit (merupakan garis yang sama)
  • Satu persamaan merupakan kelipatan dari persamaan lainnya
  • Sistem dikatakan konsisten dan dependen
  • Jumlah solusi tak berhingga (infinitely many solutions)

📝 Contoh Soal: Banyak Solusi

MUDAH Contoh Soal 1–10

Contoh 1. Tunjukkan bahwa SPLDV berikut memiliki banyak solusi:

x + y = 4

2x + 2y = 8

Cek: 1/2 = 1/2 = 4/8 = 1/2

Persamaan (2) = 2 × persamaan (1). Kedua garis berimpit.

HP = {(x, 4−x) | x ∈ ℝ} → Banyak solusi

Contoh 2. Tunjukkan bahwa SPLDV berikut memiliki banyak solusi:

3x + 6y = 12

x + 2y = 4

Cek: 3/1 = 6/2 = 12/4 = 3 ✓ → Banyak solusi

Contoh 3.

2x − 4y = 10

x − 2y = 5

Cek: 2/1 = −4/(−2) = 10/5 = 2 ✓ → Banyak solusi

Contoh 4.

4x + 8y = 20

2x + 4y = 10

Cek: 4/2 = 8/4 = 20/10 = 2 ✓ → Banyak solusi

Contoh 5.

5x − 10y = 15

x − 2y = 3

Cek: 5/1 = −10/(−2) = 15/3 = 5 ✓ → Banyak solusi

Contoh 6.

x − y = 2

3x − 3y = 6

Cek: 1/3 = −1/(−3) = 2/6 = 1/3 ✓ → Banyak solusi

Contoh 7.

6x + 3y = 9

2x + y = 3

Cek: 6/2 = 3/1 = 9/3 = 3 ✓ → Banyak solusi

Contoh 8.

−2x + 4y = 6

−x + 2y = 3

Cek: −2/(−1) = 4/2 = 6/3 = 2 ✓ → Banyak solusi

Contoh 9.

7x + 14y = 21

x + 2y = 3

Cek: 7/1 = 14/2 = 21/3 = 7 ✓ → Banyak solusi

Contoh 10.

4x − 2y = 8

6x − 3y = 12

Cek: 4/6 = 2/3, −2/(−3) = 2/3, 8/12 = 2/3 ✓ → Banyak solusi

SEDANG Contoh Soal 11–15

Contoh 11. Tentukan nilai k agar SPLDV berikut memiliki banyak solusi:

2x + 4y = 10

x + 2y = k

Syarat: 2/1 = 4/2 = 10/k

2 = 2 = 10/k → k = 5

Nilai k = 5

Contoh 12. Tentukan nilai a dan b agar sistem memiliki banyak solusi:

ax + 6y = 12

2x + by = 4

Syarat: a/2 = 6/b = 12/4 = 3

a/2 = 3 → a = 6

6/b = 3 → b = 2

a = 6, b = 2

Contoh 13. Tuliskan 3 pasangan solusi dari: 2x + y = 6 dan 4x + 2y = 12

Sistem memiliki banyak solusi karena 4/2 = 2/1 = 12/6 = 2.

HP: {(x, 6−2x) | x ∈ ℝ}

x=0: (0, 6) | x=1: (1, 4) | x=3: (3, 0)

Contoh 14. Tentukan nilai p agar sistem memiliki banyak solusi:

3x − 9y = p

x − 3y = 5

Syarat: 3/1 = −9/(−3) = p/53 = 3 = p/5 → p = 15

Contoh 15. Buktikan bahwa ½x + y = 3 dan x + 2y = 6 memiliki banyak solusi.

Kalikan persamaan (1) dengan 2: x + 2y = 6 = persamaan (2). Identik!

Cek: (1/2)/1 = 1/2, 1/2 = 1/2, 3/6 = 1/2

SULIT Contoh Soal 16–20

Contoh 16. Tentukan semua nilai m dan n agar sistem memiliki banyak solusi:

mx + (m+1)y = 2m

2x + 3y = n

Syarat: m/2 = (m+1)/3 = 2m/n

Dari m/2 = (m+1)/3: 3m = 2(m+1) → 3m = 2m+2 → m = 2

Cek: m/2 = 2/2 = 1, (m+1)/3 = 3/3 = 1

2m/n = 1 → 4/n = 1 → n = 4

m = 2, n = 4

Contoh 17. Tentukan nilai a agar (a²−1)x + (a+1)y = 2(a+1) dan (a−1)x + y = 2 memiliki banyak solusi.

Perhatikan: a²−1 = (a+1)(a−1)

Syarat: (a+1)(a−1)/(a−1) = (a+1)/1 = 2(a+1)/2

Jika a ≠ 1: a+1 = a+1 = a+1 → selalu terpenuhi untuk semua a ≠ 1.

Jika a = 1: persamaan (2) menjadi 0·x + y = 2 → bukan sistem yang setara.

Semua nilai a ≠ 1, yaitu a ∈ ℝ \ {1}

Contoh 18. Jika 2x − ky = 6 dan 4x − 8y = m memiliki banyak solusi, tentukan k + m.

Syarat: 2/4 = −k/(−8) = 6/m

1/2 = k/8 → k = 4

1/2 = 6/m → m = 12

k + m = 4 + 12 = 16

Contoh 19. Tunjukkan bahwa untuk setiap t ∈ ℝ, pasangan (t, 5−2t) merupakan solusi dari 2x + y = 5 dan 6x + 3y = 15.

Cek pers.(1): 2t + (5−2t) = 2t + 5 − 2t = 5

Cek pers.(2): 6t + 3(5−2t) = 6t + 15 − 6t = 15

Terbukti untuk semua t ∈ ℝ.

Contoh 20. Tentukan a, b, c agar ax + by = c dan 2x − 3y = 7 memiliki banyak solusi, dengan a + b + c = 12.

Agar banyak solusi: a/2 = b/(−3) = c/7 = k

Maka a = 2k, b = −3k, c = 7k

a+b+c = 2k−3k+7k = 6k = 12 → k = 2

a = 4, b = −6, c = 14

🏋️ Latihan Soal: Banyak Solusi

MUDAH

  1. Tunjukkan: x + y = 5 dan 3x + 3y = 15
  2. Tunjukkan: 2x − y = 4 dan 4x − 2y = 8
  3. Tunjukkan: x + 3y = 6 dan 2x + 6y = 12
  4. Tunjukkan: 5x + y = 10 dan 10x + 2y = 20
  5. Tunjukkan: 3x − 2y = 7 dan 6x − 4y = 14
  6. Tuliskan 3 solusi dari: x + y = 6 dan 2x + 2y = 12
  7. Tuliskan 3 solusi dari: x − y = 1 dan 3x − 3y = 3
  8. Tunjukkan: 4x + 6y = 8 dan 2x + 3y = 4
  9. Tunjukkan: −x + 2y = 3 dan −2x + 4y = 6
  10. Tunjukkan: x − 4y = 2 dan 5x − 20y = 10

SEDANG

  1. Tentukan nilai k: 4x + 6y = k dan 2x + 3y = 8 memiliki banyak solusi.
  2. Tentukan nilai a dan b: ax + 4y = 12 dan 3x + by = 6 memiliki banyak solusi.
  3. Tentukan HP dalam bentuk parameter: 3x + y = 9 dan 9x + 3y = 27
  4. Tentukan nilai m: 5x − 10y = m dan x − 2y = 3 memiliki banyak solusi.
  5. Tentukan p + q: px − 4y = q dan 3x − 6y = 9 memiliki banyak solusi.

SULIT

  1. Tentukan semua a agar (a²−4)x + (a−2)y = a+2 dan (a+2)x + y = 1 memiliki banyak solusi.
  2. Jika 3x − ky = 9 dan mx + 6y = n memiliki banyak solusi, tentukan k × m × n.
  3. Buktikan bahwa (2t+1, 3−t) memenuhi x + 2y = 7 dan 3x + 6y = 21 untuk semua t.
  4. Tentukan a, b, c agar ax + by = c dan 3x + 5y = −2 memiliki banyak solusi, dengan a + b − c = 20.
  5. Untuk sistem (k+1)x + (2k−1)y = 3k dan 2x + 3y = 6, tentukan nilai k agar memiliki banyak solusi.

🔴 Bagian 3: Tidak Memiliki Solusi

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan dua persamaan berikut:

x + y = 3 … (1)

x + y = 5 … (2)

Apakah ada nilai x dan y yang membuat x+y bernilai 3 sekaligus 5? Tentu tidak!

x y x + y = 3 x + y = 5 Sejajar! Tidak berpotongan

Pengamatan: Kedua garis sejajar dan tidak pernah berpotongan → tidak memiliki solusi.

❓ Kegiatan: Menanya

  1. Mengapa dua garis sejajar tidak memiliki titik potong?
  2. Apa syarat koefisien agar SPLDV tidak memiliki solusi?
  3. Apa perbedaan antara “tidak memiliki solusi” dan “banyak solusi”?

💡 Kegiatan: Menalar

Definisi: SPLDV tidak memiliki solusi jika tidak ada pasangan (x, y) yang memenuhi kedua persamaan secara bersamaan.

Syarat:

a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂

Interpretasi: Kedua garis memiliki gradien yang sama tetapi konstanta (titik potong sumbu y) berbeda → garis sejajar.

Penjelasan:

  • Gradien garis 1: m₁ = −a₁/b₁
  • Gradien garis 2: m₂ = −a₂/b₂
  • Jika a₁/a₂ = b₁/b₂, maka m₁ = m₂ (gradien sama → sejajar)
  • Tetapi karena c₁/c₂ berbeda, kedua garis tidak berimpit → tidak ada titik potong

Sistem dikatakan inkonsisten.

Perbedaan penting:

Aspek Banyak Solusi Tidak Ada Solusi
Rasio koefisien a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂ a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂
Grafik Berimpit Sejajar
Konsistensi Konsisten dependen Inkonsisten

✏️ Kegiatan: Mencoba

Verifikasi bahwa SPLDV berikut tidak memiliki solusi:

2x + 4y = 8

x + 2y = 7

Cek syarat:

a₁/a₂ = 2/1 = 2

b₁/b₂ = 4/2 = 2

c₁/c₂ = 8/7

Karena 2 = 2 ≠ 8/7, maka sistem tidak memiliki solusi. ✓

Verifikasi dengan eliminasi:

Kalikan (2)×2: 2x + 4y = 14

Kurangkan dengan (1): 0 = 6 → Kontradiksi! Tidak ada solusi.

📢 Kegiatan: Mengkomunikasikan

Kesimpulan:

  • SPLDV tidak memiliki solusi jika a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂
  • Secara grafis, kedua garis sejajar (tidak berpotongan)
  • Kedua garis memiliki gradien sama tapi titik potong sumbu y berbeda
  • Sistem dikatakan inkonsisten
  • Proses eliminasi menghasilkan pernyataan kontradiksi (misal: 0 = 5)

📝 Contoh Soal: Tidak Memiliki Solusi

MUDAH Contoh Soal 1–10

Contoh 1. Tunjukkan bahwa SPLDV berikut tidak memiliki solusi:

x + y = 4

x + y = 7

Cek: 1/1 = 1/1 = 1, tapi 4/7 ≠ 1

Karena a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂ → Tidak ada solusi.

Contoh 2.

2x + y = 5

2x + y = 9

Cek: 2/2 = 1/1 = 1, tapi 5/9 ≠ 1 → Tidak ada solusi.

Contoh 3.

x + 2y = 6

2x + 4y = 10

Cek: 1/2 = 2/4 = 1/2, tapi 6/10 = 3/5 ≠ 1/2 → Tidak ada solusi.

Contoh 4.

3x − y = 4

6x − 2y = 5

Cek: 3/6 = 1/2, −1/(−2) = 1/2, 4/5 ≠ 1/2 → Tidak ada solusi.

Contoh 5.

x − y = 2

2x − 2y = 7

Cek: 1/2 = −1/(−2) = 1/2, 2/7 ≠ 1/2 → Tidak ada solusi.

Contoh 6.

4x + 2y = 10

2x + y = 3

Cek: 4/2 = 2/1 = 2, 10/3 ≠ 2 → Tidak ada solusi.

Contoh 7.

x + 3y = 5

2x + 6y = 8

Cek: 1/2 = 3/6 = 1/2, 5/8 ≠ 1/2 → Tidak ada solusi.

Contoh 8.

5x − 3y = 1

10x − 6y = 4

Cek: 5/10 = 1/2, −3/(−6) = 1/2, 1/4 ≠ 1/2 → Tidak ada solusi.

Contoh 9.

x − 2y = 3

3x − 6y = 12

Cek: 1/3 = −2/(−6) = 1/3, 3/12 = 1/4 ≠ 1/3 → Tidak ada solusi.

Contoh 10.

2x + 6y = 4

x + 3y = 5

Cek: 2/1 = 6/3 = 2, 4/5 ≠ 2 → Tidak ada solusi.

SEDANG Contoh Soal 11–15

Contoh 11. Tentukan nilai k (k ≠ 10) agar tidak memiliki solusi:

2x + 4y = 10

x + 2y = k

Syarat: 2/1 = 4/2 = 2, dan 10/k ≠ 2

k ≠ 5 (karena 10/5 = 2 → banyak solusi)

Semua k ≠ 5, misalnya k = 3, k = 7, k = 100, dll.

Contoh 12. Tentukan nilai a agar tidak memiliki solusi:

3x + ay = 6

x + 2y = 5

Syarat: 3/1 = a/2 dan 6/5 ≠ 3

a = 6

Cek: 3/1 = 6/2 = 3 ≠ 6/5

a = 6

Contoh 13. Gunakan eliminasi untuk menunjukkan tidak ada solusi:

x + y = 4

3x + 3y = 15

Kalikan (1)×3: 3x + 3y = 12

Kurangkan dengan (2): 0 = 12 − 15 = −3

Diperoleh 0 = −3Kontradiksi! Tidak ada solusi.

Contoh 14. Tentukan nilai m agar tidak memiliki solusi:

mx − 4y = 8

3x − 6y = 9

Syarat: m/3 = −4/(−6) = 2/3 dan 8/9 ≠ 2/3

m/3 = 2/3 → m = 2

Cek: 8/9 ≈ 0,89 ≠ 2/3 ≈ 0,67

m = 2

Contoh 15. Jelaskan mengapa sistem y = 2x + 1 dan y = 2x + 5 tidak memiliki solusi.

Ubah ke bentuk standar:

2x − y = −1 dan 2x − y = −5

Cek: 2/2 = −1/(−1) = 1, tapi −1/(−5) = 1/5 ≠ 1 → Tidak ada solusi.

Atau: kedua garis memiliki gradien m = 2 (sejajar) tapi titik potong sumbu y berbeda (1 dan 5).

SULIT Contoh Soal 16–20

Contoh 16. Tentukan semua k agar tidak memiliki solusi:

(k−1)x + 3y = 5

2x + (k+1)y = 8

Syarat tidak ada solusi: (k−1)/2 = 3/(k+1) ≠ 5/8

Dari: (k−1)(k+1) = 6 → k²−1 = 6 → k² = 7 → k = ±√7

Cek k = √7: (√7−1)/2 ≈ 0,82 dan 5/8 = 0,625 → berbeda ✓

Cek k = −√7: (−√7−1)/2 ≈ −1,82 dan 5/8 = 0,625 → berbeda ✓

k = √7 atau k = −√7

Contoh 17. Tentukan nilai a dan b agar tidak memiliki solusi, dengan a + b = 10:

ax + 4y = 12

3x + by = 7

Syarat: a/3 = 4/b dan 12/7 ≠ a/3

Dari a/3 = 4/b → ab = 12

Dengan a + b = 10: a(10−a) = 12 → 10a − a² = 12 → a² − 10a + 12 = 0

a = (10 ± √(100−48))/2 = (10 ± √52)/2 = 5 ± √13

Cek 12/7 ≠ a/3: a ≠ 36/7. Karena 5+√13 ≈ 8,6 dan 5−√13 ≈ 1,4, keduanya ≠ 36/7 ≈ 5,14 ✓

a = 5+√13, b = 5−√13 atau a = 5−√13, b = 5+√13

Contoh 18. Jika 2x + ky = 3 dan 6x + 9y = m tidak memiliki solusi, tentukan hubungan k dan m.

Syarat: 2/6 = k/9 ≠ 3/m

1/3 = k/9 → k = 3

3/m ≠ 1/3 → m ≠ 9

k = 3 dan m ≠ 9 (m bisa nilai real apapun selain 9)

Contoh 19. Buktikan bahwa jika eliminasi menghasilkan 0 = c (c ≠ 0), maka SPLDV tidak memiliki solusi.

Bukti:

Ketika kita melakukan eliminasi, kita melakukan operasi baris yang ekuivalen (mengalikan dan menjumlahkan persamaan).

Jika hasil eliminasi menghasilkan 0x + 0y = c dengan c ≠ 0, artinya:

  • Pernyataan 0 = c harus dipenuhi oleh solusi
  • Tetapi 0 ≠ c untuk setiap c ≠ 0
  • Ini adalah kontradiksi → tidak ada (x,y) yang memenuhi

Karena operasi baris bersifat reversibel (ekuivalen), sistem awal juga tidak memiliki solusi. ∎

Contoh 20. Tentukan semua p agar (p²−1)x + (p+1)y = 3(p+1) dan (p−1)x + y = 2 tidak memiliki solusi.

Perhatikan p²−1 = (p+1)(p−1)

Syarat: (p+1)(p−1)/(p−1) = (p+1)/1 ≠ 3(p+1)/2

Jika p ≠ 1: p+1 = p+1 ✓ (rasio koefisien sama)

Syarat tidak ada solusi: (p+1)/1 ≠ 3(p+1)/2

Jika p ≠ −1: 1 ≠ 3/2 → selalu benar!

Jika p = −1: kedua persamaan menjadi 0 = 0 dan −2x + y = 2 → hanya 1 persamaan → banyak solusi.

Semua p ∈ ℝ \ {−1, 1}

🏋️ Latihan Soal: Tidak Memiliki Solusi

MUDAH

  1. Tunjukkan: x + y = 3 dan x + y = 8
  2. Tunjukkan: 2x + y = 4 dan 4x + 2y = 5
  3. Tunjukkan: x − y = 1 dan 2x − 2y = 5
  4. Tunjukkan: 3x + 6y = 9 dan x + 2y = 4
  5. Tunjukkan: x + 4y = 8 dan 2x + 8y = 10
  6. Tunjukkan: 5x − y = 3 dan 10x − 2y = 9
  7. Tunjukkan: x + 2y = 7 dan 3x + 6y = 15
  8. Tunjukkan: 4x + y = 6 dan 8x + 2y = 9
  9. Tunjukkan: 2x + 3y = 5 dan 4x + 6y = 7
  10. Tunjukkan: x − 3y = 2 dan 2x − 6y = 9

SEDANG

  1. Tentukan k ≠ 5 agar x + y = 5 dan 2x + 2y = k tidak memiliki solusi.
  2. Tentukan a agar ax + 6y = 4 dan 2x + 3y = 7 tidak memiliki solusi.
  3. Gunakan eliminasi untuk menunjukkan 3x + y = 5 dan 6x + 2y = 7 tidak memiliki solusi.
  4. Tentukan m agar 2x − my = 3 dan 4x + 6y = 9 tidak memiliki solusi.
  5. Jelaskan mengapa y = 3x + 2 dan y = 3x − 1 tidak memiliki solusi.

SULIT

  1. Tentukan semua k agar (k−2)x + 4y = 6 dan 3x + (k+1)y = 8 tidak memiliki solusi.
  2. Jika ax + 3y = 5 dan 4x + by = c tidak memiliki solusi dengan a + b = 14, tentukan a, b dan syarat c.
  3. Buktikan: jika m₁ = m₂ dan c₁ ≠ c₂ pada y = m₁x + c₁ dan y = m₂x + c₂, maka tidak ada solusi.
  4. Tentukan p agar (p²+p)x + (p+1)y = p² dan px + y = p−1 tidak memiliki solusi.
  5. Suatu SPLDV ax + by = c dan dx + ey = f tidak memiliki solusi. Jika a = 2, b = −3, c = 4, d = 6, e = −9, tentukan semua nilai f yang mungkin.

📋 Rangkuman

Jenis Solusi Syarat Koefisien Grafik Sifat Sistem Eliminasi
Solusi Tunggal a₁/a₂ ≠ b₁/b₂ Berpotongan di 1 titik Konsisten & Independen Diperoleh x dan y unik
Banyak Solusi a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂ Berimpit Konsisten & Dependen Diperoleh 0 = 0
Tidak Ada Solusi a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂ Sejajar Inkonsisten Diperoleh 0 = c (c≠0)

Materi Jenis-Jenis Solusi pada SPLDV — Dibuat untuk pembelajaran matematika

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page