Hubungan Eksponen dan Logaritma

Hubungan Eksponen dan Logaritma

Matematika — Materi Lengkap dengan Contoh dan Latihan

1. Pendahuluan: Pengertian Eksponen dan Logaritma

Kegiatan: Mengamati

Perhatikan dua pernyataan berikut:

Bentuk Eksponen: 23 = 8

Bentuk Logaritma: 2log 8 = 3

Kedua pernyataan di atas menyatakan hal yang sama, hanya ditulis dalam bentuk yang berbeda. Inilah inti dari hubungan eksponen dan logaritma.

A. Pengertian Eksponen (Bilangan Berpangkat)

Eksponen atau bilangan berpangkat adalah perkalian berulang dari suatu bilangan yang sama. Secara umum:

an = a × a × a × … × a (sebanyak n faktor)

dengan: a = basis (bilangan pokok), n = eksponen (pangkat)

B. Pengertian Logaritma

Logaritma adalah kebalikan (invers) dari eksponen. Logaritma menjawab pertanyaan: “Berapa kali bilangan pokok harus dipangkatkan agar menghasilkan bilangan tertentu?”

Jika an = b, maka alog b = n

dengan: a = basis logaritma (a > 0, a ≠ 1), b = numerus (b > 0), n = hasil logaritma

Kegiatan: Menanya

Dari pengamatan di atas, muncul pertanyaan:

  • Mengapa logaritma disebut sebagai invers dari eksponen?
  • Bagaimana cara mengubah bentuk eksponen menjadi logaritma dan sebaliknya?
  • Apa syarat-syarat agar logaritma terdefinisi?

2. Hubungan Fundamental Eksponen dan Logaritma

Kegiatan: Menalar

Mari kita pahami hubungan mendasar antara eksponen dan logaritma melalui analogi:

  • Eksponen menjawab: “Berapa hasilnya jika a dipangkatkan n?”
  • Logaritma menjawab: “Berapa pangkatnya agar a menghasilkan b?”

Hubungan Dasar (Definisi)

an = b   ⟺   alog b = n

(dibaca: “a pangkat n sama dengan b” setara dengan “logaritma basis a dari b sama dengan n”)

Hubungan ini berlaku dengan syarat:

  • a > 0 dan a ≠ 1 (basis harus positif dan bukan 1)
  • b > 0 (numerus harus positif)

Tabel Perbandingan

Bentuk Eksponen Bentuk Logaritma Keterangan
23 = 8 2log 8 = 3 Basis = 2, pangkat = 3, hasil = 8
52 = 25 5log 25 = 2 Basis = 5, pangkat = 2, hasil = 25
103 = 1000 10log 1000 = 3 Basis = 10, pangkat = 3, hasil = 1000
34 = 81 3log 81 = 4 Basis = 3, pangkat = 4, hasil = 81
4−1 = ¼ 4log ¼ = −1 Pangkat bisa negatif
9½ = 3 9log 3 = ½ Pangkat bisa pecahan

Identitas Penting

Dari hubungan dasar di atas, diperoleh dua identitas penting:

Identitas 1:   aalog b = b

Artinya: jika kita pangkatkan basis a dengan logaritmanya, hasilnya kembali ke numerus b.

Identitas 2:   alog an = n

Artinya: logaritma dari bilangan berpangkat dengan basis yang sama menghasilkan pangkatnya.

Kegiatan: Mencoba

Buktikan identitas di atas dengan contoh berikut:

  1. Hitung 22log 8. Apakah hasilnya 8?
  2. Hitung 3log 35. Apakah hasilnya 5?
  3. Hitung 1010log 100. Apakah hasilnya 100?

Jawaban:

1. 2log 8 = 3, maka 23 = 8 ✓

2. 3log 35 = 5 ✓ (langsung dari identitas)

3. 10log 100 = 2, maka 102 = 100 ✓

3. Konversi Bentuk Eksponen ke Logaritma dan Sebaliknya

A. Dari Eksponen ke Logaritma

Langkah-langkah mengubah bentuk eksponen an = b menjadi logaritma:

  1. Identifikasi basis (bilangan yang dipangkatkan) → menjadi basis logaritma
  2. Identifikasi hasil (ruas kanan) → menjadi numerus
  3. Identifikasi pangkat → menjadi hasil logaritma
  4. Tulis: basislog numerus = pangkat

Contoh:

53 = 125   →   5log 125 = 3

72 = 49   →   7log 49 = 2

2−4 = 1/16   →   2log (1/16) = −4

B. Dari Logaritma ke Eksponen

Langkah-langkah mengubah bentuk logaritma alog b = n menjadi eksponen:

  1. Identifikasi basis logaritma → menjadi basis eksponen
  2. Identifikasi hasil logaritma → menjadi pangkat
  3. Identifikasi numerus → menjadi hasil pemangkatan
  4. Tulis: basispangkat = numerus

Contoh:

4log 64 = 3   →   43 = 64

6log 36 = 2   →   62 = 36

2log (1/8) = −3   →   2−3 = 1/8

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Jelaskan kepada teman sekelompokmu:

  • Mengapa 1log b tidak terdefinisi untuk semua b?
  • Mengapa numerus logaritma harus positif?

Penjelasan:

1log b: Karena 1n = 1 untuk semua n. Tidak ada pangkat yang membuat 1 menghasilkan bilangan lain selain 1.

• Numerus harus positif: Karena an selalu positif untuk a > 0 (basis positif dipangkatkan bilangan real apapun selalu menghasilkan bilangan positif).

4. Sifat-Sifat yang Menghubungkan Eksponen dan Logaritma

Kegiatan: Menalar

Sifat-sifat eksponen memiliki “pasangan” dalam sifat logaritma. Perhatikan bagaimana perkalian dalam eksponen berkorespondensi dengan penjumlahan dalam logaritma.

Korespondensi Sifat Eksponen dan Logaritma

Sifat Eksponen Sifat Logaritma Hubungan
am × an = am+n alog(x·y) = alog x + alog y Perkalian ↔ Penjumlahan
am ÷ an = am−n alog(x/y) = alog x − alog y Pembagian ↔ Pengurangan
(am)n = amn alog xn = n · alog x Pemangkatan ↔ Perkalian skalar
a0 = 1 alog 1 = 0 Pangkat nol ↔ Log dari 1
a1 = a alog a = 1 Pangkat satu ↔ Log basis sendiri

Penjelasan Detail Setiap Sifat

Sifat 1: Logaritma Perkalian

alog(x · y) = alog x + alog y

Bukti dari eksponen:

Misalkan alog x = m dan alog y = n

Maka: am = x dan an = y

Sehingga: x · y = am · an = am+n

Maka: alog(x · y) = m + n = alog x + alog y ∎

Sifat 2: Logaritma Pembagian

alog(x / y) = alog x − alog y

Bukti: Analog dengan Sifat 1, menggunakan am ÷ an = am−n

Sifat 3: Logaritma Pemangkatan

alog xn = n · alog x

Bukti:

Misalkan alog x = m, maka am = x

xn = (am)n = amn

Maka: alog xn = mn = n · alog x ∎

Sifat 4: Perubahan Basis (Rantai Logaritma)

alog b = clog b / clog a

Atau equivalen: alog b × blog c = alog c

Sifat 5: Hubungan Invers

alog b = 1 / blog a

Bukti:

Dari sifat rantai: alog b × blog a = alog a = 1

Maka: alog b = 1 / blog a ∎

Kegiatan: Mencoba

Verifikasi sifat-sifat di atas dengan angka:

  1. 2log(4 × 8) = 2log 4 + 2log 8 → 2log 32 = 2 + 3 = 5 ✓
  2. 3log(81/9) = 3log 81 − 3log 9 → 3log 9 = 4 − 2 = 2 ✓
  3. 2log 82 = 2 × 2log 8 → 2log 64 = 2 × 3 = 6 ✓

5. Penerapan Hubungan Eksponen dan Logaritma

A. Menyelesaikan Persamaan Eksponen dengan Logaritma

Ketika variabel berada di posisi pangkat, gunakan logaritma untuk menyelesaikannya.

Contoh: Selesaikan 2x = 32

Cara 1 (Eksponen): 2x = 25 → x = 5

Cara 2 (Logaritma): x = 2log 32 = 2log 25 = 5

B. Menyelesaikan Persamaan Logaritma dengan Eksponen

Ketika logaritma diketahui, ubah ke bentuk eksponen untuk mencari nilai yang tidak diketahui.

Contoh: Tentukan x jika 3log x = 4

Ubah ke eksponen: 34 = x → x = 81

C. Menyederhanakan Ekspresi

Contoh: Sederhanakan 2log 4 + 2log 16

= 2log(4 × 16) = 2log 64 = 2log 26 = 6

D. Grafik Fungsi Eksponen dan Logaritma

Fungsi eksponen f(x) = ax dan fungsi logaritma g(x) = alog x adalah fungsi invers satu sama lain. Grafiknya saling mencerminkan terhadap garis y = x.

x f(x) = 2x g(x) = 2log x
¼ −2
½ −1
1 2 0
2 4 1
3 8
4 16 2
8 256 3
y = x y = 2ˣ y = ²log x x y 0 (0,1) (1,0)

Grafik y = 2x (merah) dan y = 2log x (biru) saling mencerminkan terhadap y = x

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Diskusikan dengan temanmu:

  • Mengapa grafik fungsi eksponen selalu di atas sumbu-x?
  • Mengapa domain fungsi logaritma hanya x > 0?
  • Titik mana yang selalu dilalui kedua grafik?

6. Contoh Soal dan Pembahasan

Tingkat Mudah

Soal 1:

Ubah bentuk eksponen 34 = 81 ke bentuk logaritma.

Pembahasan:

Dari an = b → alog b = n

Basis = 3, pangkat = 4, hasil = 81

Jawaban: 3log 81 = 4

Soal 2:

Ubah bentuk logaritma 5log 125 = 3 ke bentuk eksponen.

Pembahasan:

Dari alog b = n → an = b

Basis = 5, hasil log = 3, numerus = 125

Jawaban: 53 = 125

Soal 3:

Hitunglah nilai 2log 16.

Pembahasan:

Kita cari n sehingga 2n = 16

21 = 2, 22 = 4, 23 = 8, 24 = 16

Jawaban: 2log 16 = 4

Soal 4:

Tentukan nilai x jika 4log x = 2.

Pembahasan:

Ubah ke eksponen: 42 = x

x = 16

Jawaban: x = 16

Soal 5:

Buktikan bahwa 10log 105 = 5 menggunakan hubungan eksponen-logaritma.

Pembahasan:

Menggunakan identitas alog an = n

Di sini a = 10, n = 5

Jawaban: 10log 105 = 5 ✓ (terbukti)

Tingkat Sedang

Soal 6:

Tentukan nilai 2log 32 + 2log (1/4).

Pembahasan:

2log 32 = 2log 25 = 5

2log (1/4) = 2log 2−2 = −2

Hasil = 5 + (−2) = 3

Alternatif: 2log(32 × 1/4) = 2log 8 = 3

Jawaban: 3

Soal 7:

Selesaikan persamaan 3x = 272.

Pembahasan:

27 = 33, maka 272 = (33)2 = 36

3x = 36 → x = 6

Verifikasi dengan logaritma: x = 3log(272) = 3log 729 = 3log 36 = 6 ✓

Jawaban: x = 6

Soal 8:

Sederhanakan: 3log 27 × 27log 81

Pembahasan:

Gunakan sifat rantai: alog b × blog c = alog c

3log 27 × 27log 81 = 3log 81 = 3log 34 = 4

Jawaban: 4

Soal 9:

Jika 2log 3 = a, nyatakan 2log 72 dalam a.

Pembahasan:

72 = 8 × 9 = 23 × 32

2log 72 = 2log(23 × 32)

= 2log 23 + 2log 32

= 3 + 2 · 2log 3

= 3 + 2a

Jawaban: 2log 72 = 3 + 2a

Soal 10:

Hitunglah nilai 55log 3 + 5log 2

Pembahasan:

55log 3 + 5log 2 = 55log(3×2) = 55log 6

Menggunakan identitas aalog b = b:

= 6

Jawaban: 6

Tingkat Sulit

Soal 11:

Jika 2log 3 = p dan 3log 5 = q, nyatakan 8log 45 dalam p dan q.

Pembahasan:

Langkah 1: Ubah basis 8 ke basis 2

8log 45 = 2log 45 / 2log 8 = 2log 45 / 3

Langkah 2: Uraikan 45 = 9 × 5 = 32 × 5

2log 45 = 2log 32 + 2log 5 = 2p + 2log 5

Langkah 3: Cari 2log 5

3log 5 = q → 2log 5 / 2log 3 = q → 2log 5 = pq

Langkah 4: Substitusi

8log 45 = (2p + pq) / 3 = p(2 + q) / 3

Jawaban: p(2 + q) / 3

Soal 12:

Tentukan nilai x yang memenuhi: 4x − 6 · 2x + 8 = 0

Pembahasan:

4x = (22)x = (2x)2

Misalkan t = 2x (t > 0)

t2 − 6t + 8 = 0

(t − 2)(t − 4) = 0

t = 2 atau t = 4

Untuk t = 2: 2x = 2 → x = 1

Untuk t = 4: 2x = 4 = 22 → x = 2

Jawaban: x = 1 atau x = 2

Soal 13:

Buktikan bahwa alog b · blog c · clog a = 1

Pembahasan:

Misalkan alog b = x, blog c = y, clog a = z

Maka: ax = b … (1), by = c … (2), cz = a … (3)

Dari (1): b = ax

Substitusi ke (2): (ax)y = c → axy = c

Substitusi ke (3): (axy)z = a → axyz = a1

Maka: xyz = 1

Terbukti: alog b · blog c · clog a = 1 ∎

Soal 14:

Selesaikan: 2log(x + 3) + 2log(x − 1) = 2log(2x + 6)

Pembahasan:

Syarat: x + 3 > 0, x − 1 > 0, 2x + 6 > 0 → x > 1

Ruas kiri: 2log[(x + 3)(x − 1)]

(x + 3)(x − 1) = 2x + 6

x2 + 2x − 3 = 2x + 6

x2 − 9 = 0

(x − 3)(x + 3) = 0

x = 3 atau x = −3

Karena x > 1, maka x = −3 tidak memenuhi.

Jawaban: x = 3

Soal 15:

Jika 2a = 3b = 6c, tunjukkan bahwa c = ab/(a + b).

Pembahasan:

Misalkan 2a = 3b = 6c = k

Maka: 2 = k1/a, 3 = k1/b, 6 = k1/c

Karena 6 = 2 × 3:

k1/c = k1/a × k1/b = k1/a + 1/b

1/c = 1/a + 1/b = (a + b)/(ab)

Jawaban: c = ab/(a + b) ∎ (terbukti)

7. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Gunakan hubungan eksponen dan logaritma yang telah dipelajari.

Tingkat Mudah

  1. Ubah 72 = 49 ke bentuk logaritma.
  2. Ubah 6log 216 = 3 ke bentuk eksponen.
  3. Hitunglah 5log 625.
  4. Tentukan nilai x jika 2log x = 6.
  5. Hitunglah 33log 7.

Tingkat Sedang

  1. Sederhanakan 3log 9 + 3log 27 − 3log 3.
  2. Selesaikan persamaan 5x = 1253.
  3. Hitunglah 4log 8 × 8log 16.
  4. Jika 3log 2 = m, nyatakan 3log 48 dalam m.
  5. Tentukan nilai 22log 5 + 2log 4.

Tingkat Sulit

  1. Jika 2log 5 = a dan 5log 7 = b, nyatakan 4log 35 dalam a dan b.
  2. Selesaikan: 9x − 4 · 3x + 3 = 0.
  3. Buktikan bahwa log b3 = (3/2) · alog b.
  4. Selesaikan: 3log(x2 − 2x) = 3log(x + 4).
  5. Jika 3p = 5q = 15r, tunjukkan bahwa 1/r = 1/p + 1/q.

Materi: Hubungan Eksponen dan Logaritma — Matematika Kelas X

Selamat belajar! 📚

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page