Kalimat Terbuka dan Himpunan Penyelesaian

Kalimat Terbuka dan Himpunan Penyelesaian

Matematika — Persamaan dan Pertidaksamaan Linear

1. Pengertian Kalimat Terbuka

Mengamati

Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini:

  1. 5 + 3 = 8 → Kalimat tertutup (bernilai benar)
  2. 4 + 2 = 9 → Kalimat tertutup (bernilai salah)
  3. x + 3 = 7 → Kalimat terbuka
  4. 2y − 1 = 5 → Kalimat terbuka

Menanya

  • Apa perbedaan kalimat terbuka dengan kalimat tertutup?
  • Mengapa kalimat terbuka memerlukan variabel?
  • Bagaimana menentukan nilai variabel agar kalimat menjadi benar?

Menalar

Definisi: Kalimat terbuka adalah kalimat matematika yang memuat variabel (peubah) dan belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah) sebelum variabelnya diganti dengan suatu nilai tertentu.

Komponen kalimat terbuka:

  • Variabel (peubah): simbol yang mewakili bilangan yang belum diketahui, biasanya dilambangkan dengan huruf kecil seperti x, y, z, p, q
  • Konstanta: bilangan tetap yang nilainya sudah pasti
  • Operator: tanda operasi (+, −, ×, ÷) dan relasi (=, ≠, <, >, ≤, ≥)

Perbedaan Kalimat Terbuka dan Kalimat Tertutup:

Aspek Kalimat Terbuka Kalimat Tertutup
Variabel Ada Tidak ada
Nilai kebenaran Belum bisa ditentukan Bisa ditentukan (benar/salah)
Contoh x + 5 = 12 3 + 5 = 8

Mencoba

Tentukan mana yang merupakan kalimat terbuka dari kalimat berikut:

  1. 7 × 3 = 21
  2. 2x + 1 = 9
  3. 15 − 8 = 6
  4. y − 4 > 10
  5. 12 ÷ 4 = 3

Jawaban: Nomor 2 dan 4 adalah kalimat terbuka karena mengandung variabel.

Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Kalimat terbuka adalah kalimat matematika yang memuat satu atau lebih variabel sehingga belum dapat ditentukan benar atau salahnya. Kalimat terbuka baru bernilai benar atau salah setelah variabelnya digantikan dengan suatu bilangan.

2. Himpunan Penyelesaian

Mengamati

Perhatikan kalimat terbuka: x + 3 = 7

Jika himpunan semesta S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}, mari kita coba substitusi:

Nilai x Kalimat Keterangan
1 1 + 3 = 7 → 4 = 7 Salah
2 2 + 3 = 7 → 5 = 7 Salah
3 3 + 3 = 7 → 6 = 7 Salah
4 4 + 3 = 7 → 7 = 7 Benar ✓
5 5 + 3 = 7 → 8 = 7 Salah

Menanya

  • Apa yang dimaksud dengan himpunan penyelesaian?
  • Apa hubungan antara himpunan semesta dengan himpunan penyelesaian?
  • Bagaimana cara menuliskan himpunan penyelesaian?

Menalar

Definisi:

  • Himpunan Semesta (S): himpunan semua bilangan yang mungkin menggantikan variabel dalam kalimat terbuka. Disebut juga semesta pembicaraan.
  • Penyelesaian (akar): anggota himpunan semesta yang jika disubstitusikan ke variabel membuat kalimat terbuka menjadi kalimat yang benar.
  • Himpunan Penyelesaian (HP): himpunan semua penyelesaian dari suatu kalimat terbuka. Dilambangkan dengan HP atau {x | …}.

Notasi Himpunan Penyelesaian:

HP = {xS | kalimat terbuka bernilai benar}

Contoh: x + 3 = 7, S = {bilangan asli}
HP = {4}

Catatan penting:

  • Himpunan penyelesaian bergantung pada himpunan semesta yang digunakan.
  • Jika tidak ada anggota himpunan semesta yang memenuhi, maka HP = { } = ∅ (himpunan kosong).
  • Satu kalimat terbuka bisa memiliki HP yang berbeda jika himpunan semestanya berbeda.

Contoh pengaruh himpunan semesta:

Kalimat terbuka: x + 2 = 5

Himpunan Semesta HP
S = {bilangan asli} HP = {3}
S = {bilangan genap} HP = { } = ∅
S = {1, 2, 3, 4, 5} HP = {3}
S = {6, 7, 8, 9} HP = { } = ∅

Mencoba

Tentukan himpunan penyelesaian dari kalimat terbuka 2x = 10 jika:

  1. S = {bilangan cacah}
  2. S = {bilangan ganjil}
  3. S = {bilangan prima}

Jawaban:

2x = 10 → x = 5

  1. HP = {5} (5 ∈ bilangan cacah ✓)
  2. HP = {5} (5 ∈ bilangan ganjil ✓)
  3. HP = {5} (5 ∈ bilangan prima ✓)

Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Himpunan penyelesaian adalah himpunan semua nilai pengganti variabel dari himpunan semesta yang membuat kalimat terbuka bernilai benar. Himpunan penyelesaian selalu merupakan himpunan bagian dari himpunan semesta (HP ⊆ S).

3. Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)

Mengamati

Perhatikan kalimat-kalimat terbuka berikut:

x + 5 = 12
3x − 2 = 10
2x + 1 = x + 6
4(x − 3) = 8

Semua kalimat di atas memiliki kesamaan: menggunakan tanda “=” dan variabelnya berpangkat 1.

Menanya

  • Apa yang dimaksud dengan persamaan linear satu variabel?
  • Bagaimana cara menyelesaikan PLSV?
  • Apa saja sifat-sifat kesamaan yang digunakan?

Menalar

Definisi: Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) adalah kalimat terbuka yang menggunakan tanda hubung “=” (sama dengan) dan hanya memiliki satu variabel berpangkat satu (derajat 1).

Bentuk umum:

ax + b = 0    atau    ax + b = c
dengan a ≠ 0, a, b, c adalah konstanta

Sifat-sifat kesamaan untuk menyelesaikan PLSV:

Sifat Penjelasan Contoh
Penjumlahan Kedua ruas ditambah bilangan yang sama x − 3 = 5 → x − 3 + 3 = 5 + 3
Pengurangan Kedua ruas dikurangi bilangan yang sama x + 4 = 9 → x + 4 − 4 = 9 − 4
Perkalian Kedua ruas dikali bilangan yang sama (≠ 0) x/2 = 6 → x/2 × 2 = 6 × 2
Pembagian Kedua ruas dibagi bilangan yang sama (≠ 0) 3x = 15 → 3x/3 = 15/3

Langkah-langkah menyelesaikan PLSV:

  1. Kelompokkan suku yang mengandung variabel di ruas kiri
  2. Kelompokkan konstanta di ruas kanan
  3. Sederhanakan kedua ruas
  4. Bagi kedua ruas dengan koefisien variabel

Contoh penyelesaian bertahap:

Selesaikan: 3x + 7 = 22

Langkah 1: Kurangi 7 pada kedua ruas
  3x + 7 − 7 = 22 − 7
  3x = 15

Langkah 2: Bagi kedua ruas dengan 3
  3x ÷ 3 = 15 ÷ 3
  x = 5

Jadi HP = {5}

Mencoba

Selesaikan persamaan berikut:

2x + 5 = 13

Penyelesaian:

2x + 5 = 13

2x = 13 − 5 = 8

x = 8 ÷ 2 = 4

HP = {4}

Mengkomunikasikan

Kesimpulan: PLSV diselesaikan dengan menggunakan sifat-sifat kesamaan untuk mengisolasi variabel pada satu ruas sehingga diperoleh nilai variabel. Himpunan penyelesaian PLSV memiliki tepat satu anggota.

4. Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV)

Mengamati

Perhatikan kalimat-kalimat terbuka berikut:

x + 2 > 5
3x − 1 < 8
2x + 4 ≤ 10
x − 7 ≥ 3

Semua kalimat di atas menggunakan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) dan variabelnya berpangkat 1.

Menanya

  • Apa perbedaan persamaan dan pertidaksamaan?
  • Bagaimana cara menyelesaikan pertidaksamaan?
  • Apa yang terjadi jika kedua ruas dikali/dibagi bilangan negatif?

Menalar

Definisi: Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV) adalah kalimat terbuka yang menggunakan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) dan memiliki satu variabel berpangkat satu.

Tanda ketidaksamaan:

Simbol Dibaca Contoh
< kurang dari x < 5
> lebih dari x > 3
kurang dari atau sama dengan x ≤ 7
lebih dari atau sama dengan x ≥ 2

⚠️ Aturan penting:

Jika kedua ruas dikalikan atau dibagi bilangan NEGATIF, maka tanda ketidaksamaan DIBALIK!

Contoh:
−2x > 6
x < −3    (tanda > berubah menjadi <)

Sifat-sifat pertidaksamaan:

  1. Kedua ruas boleh ditambah/dikurangi bilangan yang sama (tanda tetap)
  2. Kedua ruas boleh dikali/dibagi bilangan positif (tanda tetap)
  3. Kedua ruas dikali/dibagi bilangan negatif → tanda DIBALIK

Representasi pada garis bilangan:

x > 3 3 0 ○ = tidak termasuk
x ≤ 5 5 0 ● = termasuk

Notasi himpunan penyelesaian PtLSV:

x > 3, S = {bilangan bulat} → HP = {4, 5, 6, 7, …}
x > 3, S = {bilangan real} → HP = {x | x > 3, x ∈ ℝ}
x ≤ 5, S = {bilangan asli} → HP = {1, 2, 3, 4, 5}

Mencoba

Selesaikan: 2x − 3 < 7, S = {bilangan asli}

Penyelesaian:

2x − 3 < 7

2x < 7 + 3

2x < 10

x < 5

Karena S = {bilangan asli}, maka HP = {1, 2, 3, 4}

Mengkomunikasikan

Kesimpulan: PtLSV diselesaikan seperti PLSV, namun perlu diperhatikan bahwa jika mengalikan/membagi bilangan negatif, tanda pertidaksamaan harus dibalik. HP pertidaksamaan biasanya memiliki lebih dari satu anggota.

5. Contoh Soal dan Pembahasan

MUDAH Contoh Soal Tingkat Mudah

1. Tentukan HP dari x + 4 = 9, jika S = {bilangan asli}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

x + 4 = 9

x = 9 − 4

x = 5

Karena 5 ∈ bilangan asli, maka HP = {5}

2. Tentukan HP dari x − 3 = 7, jika S = {bilangan cacah}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

x − 3 = 7

x = 7 + 3

x = 10

Karena 10 ∈ bilangan cacah, maka HP = {10}

3. Tentukan HP dari 2x = 8, jika S = {bilangan bulat}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

2x = 8

x = 8 ÷ 2

x = 4

Karena 4 ∈ bilangan bulat, maka HP = {4}

4. Tentukan HP dari x + 6 = 6, jika S = {bilangan cacah}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

x + 6 = 6

x = 6 − 6

x = 0

Karena 0 ∈ bilangan cacah, maka HP = {0}

5. Tentukan HP dari 3x = 12, jika S = {bilangan asli}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

3x = 12

x = 12 ÷ 3

x = 4

Karena 4 ∈ bilangan asli, maka HP = {4}

6. Tentukan HP dari x > 3, jika S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Kita cari anggota S yang lebih dari 3:

4 > 3 ✓, 5 > 3 ✓, 6 > 3 ✓, 7 > 3 ✓

HP = {4, 5, 6, 7}

7. Tentukan HP dari x ≤ 5, jika S = {bilangan asli kurang dari 10}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}

Anggota S yang ≤ 5: 1, 2, 3, 4, 5

HP = {1, 2, 3, 4, 5}

8. Manakah yang merupakan kalimat terbuka: (a) 5 + 3 = 8, (b) x − 2 = 6, (c) 9 > 4?

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

(a) 5 + 3 = 8 → kalimat tertutup (benar, tidak ada variabel)

(b) x − 2 = 6 → kalimat terbuka (ada variabel x)

(c) 9 > 4 → kalimat tertutup (benar, tidak ada variabel)

Jawaban: (b)

9. Tentukan HP dari x/2 = 3, jika S = {bilangan asli}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

x/2 = 3

x = 3 × 2

x = 6

Karena 6 ∈ bilangan asli, maka HP = {6}

10. Tentukan HP dari x + 5 = 3, jika S = {bilangan asli}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

x + 5 = 3

x = 3 − 5

x = −2

Karena −2 ∉ bilangan asli, maka HP = { } = ∅

SEDANG Contoh Soal Tingkat Sedang

1. Tentukan HP dari 3x + 5 = 2x + 9, jika S = {bilangan bulat}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

3x + 5 = 2x + 9

3x − 2x = 9 − 5

x = 4

Karena 4 ∈ bilangan bulat, maka HP = {4}

2. Tentukan HP dari 2(x + 3) = 14, jika S = {bilangan asli}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

2(x + 3) = 14

2x + 6 = 14 (distributif)

2x = 14 − 6 = 8

x = 4

Karena 4 ∈ bilangan asli, maka HP = {4}

3. Tentukan HP dari 2x + 1 < 9, jika S = {bilangan asli}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

2x + 1 < 9

2x < 9 − 1 = 8

x < 4

Bilangan asli yang kurang dari 4: 1, 2, 3

HP = {1, 2, 3}

4. Tentukan HP dari −3x ≥ −12, jika S = {bilangan asli kurang dari 8}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

−3x ≥ −12

Bagi kedua ruas dengan −3 (tanda DIBALIK karena dibagi negatif):

x ≤ 4

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}

Anggota S yang ≤ 4: 1, 2, 3, 4

HP = {1, 2, 3, 4}

5. Tentukan HP dari 4x − 7 = 2x + 5, jika S = {bilangan cacah}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

4x − 7 = 2x + 5

4x − 2x = 5 + 7

2x = 12

x = 6

Karena 6 ∈ bilangan cacah, maka HP = {6}

SULIT Contoh Soal Tingkat Sulit

1. Tentukan HP dari (3x + 1)/2 = (x + 7)/2, jika S = {bilangan bulat}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

(3x + 1)/2 = (x + 7)/2

Kalikan kedua ruas dengan 2:

3x + 1 = x + 7

3xx = 7 − 1

2x = 6

x = 3

Karena 3 ∈ bilangan bulat, maka HP = {3}

2. Tentukan HP dari 2(3x − 4) + 5 > 3(x + 1), jika S = {bilangan asli kurang dari 10}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

2(3x − 4) + 5 > 3(x + 1)

6x − 8 + 5 > 3x + 3

6x − 3 > 3x + 3

6x − 3x > 3 + 3

3x > 6

x > 2

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}

Anggota S yang > 2: 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

HP = {3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}

3. Tentukan HP dari (x + 3)/4 − (x − 1)/3 = 1, jika S = {bilangan bulat}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

KPK dari 4 dan 3 adalah 12. Kalikan kedua ruas dengan 12:

12 × (x + 3)/4 − 12 × (x − 1)/3 = 12 × 1

3(x + 3) − 4(x − 1) = 12

3x + 9 − 4x + 4 = 12

x + 13 = 12

x = 12 − 13 = −1

x = 1

Karena 1 ∈ bilangan bulat, maka HP = {1}

4. Tentukan HP dari 5 − 2(1 − x) ≤ 3(x + 2) − x, jika S = {bilangan bulat positif kurang dari 6}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

5 − 2(1 − x) ≤ 3(x + 2) − x

5 − 2 + 2x ≤ 3x + 6 − x

3 + 2x ≤ 2x + 6

2x − 2x ≤ 6 − 3

0 ≤ 3 (selalu benar!)

Karena pertidaksamaan selalu benar, maka semua anggota S memenuhi.

S = {1, 2, 3, 4, 5}

HP = {1, 2, 3, 4, 5}

5. Tentukan HP dari 3 < 2x − 1 ≤ 9, jika S = {bilangan asli}

▶ Lihat Pembahasan

Pembahasan:

Ini adalah pertidaksamaan gabungan. Selesaikan secara terpisah:

Bagian kiri: 3 < 2x − 1 → 4 < 2x → 2 < xx > 2

Bagian kanan: 2x − 1 ≤ 9 → 2x ≤ 10 → x ≤ 5

Gabungan: 2 < x ≤ 5

Bilangan asli yang memenuhi: 3, 4, 5

HP = {3, 4, 5}

6. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Tulis jawabanmu di buku latihan!

MUDAH Latihan Tingkat Mudah

1. Tentukan HP dari x + 7 = 12, jika S = {bilangan asli}
2. Tentukan HP dari x − 5 = 3, jika S = {bilangan cacah}
3. Tentukan HP dari 4x = 20, jika S = {bilangan bulat}
4. Tentukan HP dari x/3 = 5, jika S = {bilangan asli}
5. Tentukan HP dari x + 8 = 2, jika S = {bilangan asli}
6. Tentukan HP dari x < 6, jika S = {bilangan asli kurang dari 10}
7. Tentukan HP dari x ≥ 4, jika S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}
8. Manakah yang merupakan kalimat terbuka: (a) 12 ÷ 3 = 4, (b) y + 5 = 11, (c) 7 × 2 = 15?
9. Tentukan HP dari 5x = 25, jika S = {bilangan genap}
10. Tentukan HP dari x − 1 = 0, jika S = {bilangan cacah}

SEDANG Latihan Tingkat Sedang

1. Tentukan HP dari 2x + 7 = 15, jika S = {bilangan bulat}
2. Tentukan HP dari 5x − 3 = 3x + 7, jika S = {bilangan asli}
3. Tentukan HP dari 3(x − 2) = 15, jika S = {bilangan cacah}
4. Tentukan HP dari −2x < 8, jika S = {bilangan bulat, −5 ≤ x ≤ 5}
5. Tentukan HP dari 3x + 2 ≥ x + 10, jika S = {bilangan asli kurang dari 10}

SULIT Latihan Tingkat Sulit

1. Tentukan HP dari (x + 2)/3 + (x − 1)/2 = 3, jika S = {bilangan bulat}
2. Tentukan HP dari 4(2x − 1) − 3(x + 2) > 2x + 1, jika S = {bilangan asli kurang dari 12}
3. Tentukan HP dari 2 ≤ 3x − 4 < 11, jika S = {bilangan asli}
4. Tentukan HP dari (5x − 3)/4 = (3x + 1)/2, jika S = {bilangan bulat}
5. Tentukan HP dari 3 − 4(2 − x) ≥ 2(3x − 1) − 5, jika S = {bilangan bulat, −10 ≤ x ≤ 10}

Materi Matematika — Kalimat Terbuka dan Himpunan Penyelesaian

Selamat belajar! 📚

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page