Menyelesaikan Pertidaksamaan Nilai Mutlak

Menyelesaikan Pertidaksamaan Nilai Mutlak

Matematika

1. Pengertian Pertidaksamaan Nilai Mutlak

Kegiatan: Mengamati

Perhatikan garis bilangan berikut. Titik-titik mana saja yang berjarak kurang dari 3 satuan dari titik 0?

−5
−3
0
3
5

Daerah biru menunjukkan himpunan titik yang berjarak kurang dari 3 dari 0, yaitu: −3 < x < 3, yang dapat ditulis sebagai |x| < 3.

Kegiatan: Menanya

  • Bagaimana cara menyelesaikan pertidaksamaan yang melibatkan nilai mutlak?
  • Apa perbedaan penyelesaian |f(x)| < a dan |f(x)| > a?
  • Bagaimana jika kedua ruas memuat nilai mutlak?

Kegiatan: Menalar

Pertidaksamaan nilai mutlak adalah pertidaksamaan yang memuat ekspresi dalam tanda nilai mutlak ( | | ). Penyelesaiannya memanfaatkan definisi nilai mutlak untuk mengubah pertidaksamaan menjadi bentuk tanpa nilai mutlak.

Ingat definisi nilai mutlak:

|x| = x,   jika x ≥ 0
|x| = −x,   jika x < 0

Dari definisi ini, kita turunkan sifat-sifat pertidaksamaan nilai mutlak.

2. Sifat 1: |f(x)| < a dan |f(x)| ≤ a

Teorema

Untuk a > 0:

|f(x)| < a   ⟺   −a < f(x) < a
|f(x)| ≤ a   ⟺   −a ≤ f(x) ≤ a

Interpretasi geometris: Titik-titik yang berjarak kurang dari a satuan dari 0 berada di antara −a dan a.

Kegiatan: Mencoba

Cobalah selesaikan: |2x − 1| < 5

Langkah:

  1. Tulis menjadi: −5 < 2x − 1 < 5
  2. Tambah 1 ke semua ruas: −4 < 2x < 6
  3. Bagi 2 ke semua ruas: −2 < x < 3

Himpunan penyelesaian: {x | −2 < x < 3} atau interval (−2, 3)

Langkah Umum Menyelesaikan |f(x)| < a:

  1. Pastikan a > 0 (jika a ≤ 0, maka tidak ada solusi untuk tanda <)
  2. Ubah menjadi: −a < f(x) < a
  3. Selesaikan pertidaksamaan linear/kuadrat gabungan tersebut
  4. Tuliskan himpunan penyelesaian dalam notasi himpunan atau interval
Bentuk Ekuivalen dengan Grafik pada Garis Bilangan
|x| < a −a < x < a Interval terbuka (−a, a)
|x| ≤ a −a ≤ x ≤ a Interval tertutup [−a, a]
|x − b| < a b − a < x < b + a Interval terbuka (b−a, b+a)

3. Sifat 2: |f(x)| > a dan |f(x)| ≥ a

Teorema

Untuk a > 0:

|f(x)| > a   ⟺   f(x) < −a   atau   f(x) > a
|f(x)| ≥ a   ⟺   f(x) ≤ −a   atau   f(x) ≥ a

Interpretasi geometris: Titik-titik yang berjarak lebih dari a satuan dari 0 berada di luar interval (−a, a).

−a
0
a

Daerah biru: himpunan penyelesaian |x| > a → x < −a atau x > a

Kegiatan: Mencoba

Selesaikan: |3x + 2| > 7

Langkah:

  1. Kasus 1: 3x + 2 > 7 → 3x > 5 → x > 5/3
  2. Kasus 2: 3x + 2 < −7 → 3x < −9 → x < −3

HP: {x | x < −3 atau x > 5/3} atau (−∞, −3) ∪ (5/3, ∞)

Langkah Umum Menyelesaikan |f(x)| > a:

  1. Pastikan a > 0 (jika a < 0, maka solusinya semua bilangan real)
  2. Pisahkan menjadi dua kasus: f(x) > a atau f(x) < −a
  3. Selesaikan masing-masing kasus secara terpisah
  4. Gabungkan kedua himpunan penyelesaian dengan “atau” (union ∪)

4. Sifat 3: |f(x)| ≤ |g(x)| (Kuadrat Kedua Ruas)

Teorema

Pertidaksamaan yang melibatkan nilai mutlak di kedua ruas dapat diselesaikan dengan mengkuadratkan kedua ruas:

|f(x)| ≤ |g(x)|   ⟺   [f(x)]² ≤ [g(x)]²
⟺   [f(x)]² − [g(x)]² ≤ 0
⟺   [f(x) − g(x)][f(x) + g(x)] ≤ 0

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Jelaskan kepada teman sebangkumu mengapa metode kuadrat kedua ruas selalu valid untuk pertidaksamaan yang memuat nilai mutlak di kedua ruas.

Petunjuk: Karena |a|² = a² untuk semua bilangan real a, maka mengkuadratkan tidak mengubah kebenaran pertidaksamaan ketika kedua ruas non-negatif (nilai mutlak selalu ≥ 0).

Kegiatan: Mencoba

Selesaikan: |x − 1| ≤ |2x + 3|

  1. Kuadratkan: (x − 1)² ≤ (2x + 3)²
  2. x² − 2x + 1 ≤ 4x² + 12x + 9
  3. 0 ≤ 3x² + 14x + 8
  4. 3x² + 14x + 8 ≥ 0
  5. Faktorkan: (3x + 2)(x + 4) ≥ 0
  6. Titik nol: x = −2/3 dan x = −4
  7. Uji tanda: HP = {x | x ≤ −4 atau x ≥ −2/3}

HP: (−∞, −4] ∪ [−2/3, ∞)

5. Contoh Soal — Tingkat Mudah

Contoh 1:

Selesaikan |x| < 4

▶ Lihat Pembahasan
|x| < 4
⟺ −4 < x < 4

HP = {x | −4 < x < 4} = (−4, 4)

Contoh 2:

Selesaikan |x| > 2

▶ Lihat Pembahasan
|x| > 2
⟺ x < −2 atau x > 2

HP = (−∞, −2) ∪ (2, ∞)

Contoh 3:

Selesaikan |x − 3| ≤ 5

▶ Lihat Pembahasan
|x − 3| ≤ 5
⟺ −5 ≤ x − 3 ≤ 5
⟺ −5 + 3 ≤ x ≤ 5 + 3
⟺ −2 ≤ x ≤ 8

HP = [−2, 8]

Contoh 4:

Selesaikan |x + 1| < 3

▶ Lihat Pembahasan
|x + 1| < 3
⟺ −3 < x + 1 < 3
⟺ −4 < x < 2

HP = (−4, 2)

Contoh 5:

Selesaikan |2x| ≥ 6

▶ Lihat Pembahasan
|2x| ≥ 6
⟺ 2x ≤ −6 atau 2x ≥ 6
⟺ x ≤ −3 atau x ≥ 3

HP = (−∞, −3] ∪ [3, ∞)

6. Contoh Soal — Tingkat Sedang

Contoh 1:

Selesaikan |2x − 5| < 7

▶ Lihat Pembahasan
|2x − 5| < 7
⟺ −7 < 2x − 5 < 7
⟺ −7 + 5 < 2x < 7 + 5
⟺ −2 < 2x < 12
⟺ −1 < x < 6

HP = (−1, 6)

Contoh 2:

Selesaikan |3x + 4| ≥ 10

▶ Lihat Pembahasan
|3x + 4| ≥ 10
Kasus 1: 3x + 4 ≥ 10 → 3x ≥ 6 → x ≥ 2
Kasus 2: 3x + 4 ≤ −10 → 3x ≤ −14 → x ≤ −14/3

HP = (−∞, −14/3] ∪ [2, ∞)

Contoh 3:

Selesaikan |4 − x| < 2

▶ Lihat Pembahasan
|4 − x| < 2
⟺ −2 < 4 − x < 2
Kurangi 4: −6 < −x < −2
Kalikan −1 (balik tanda): 2 < x < 6

HP = (2, 6)

Contoh 4:

Selesaikan |x − 2| > |x + 1|

▶ Lihat Pembahasan
Kuadratkan kedua ruas:
(x − 2)² > (x + 1)²
x² − 4x + 4 > x² + 2x + 1
−4x + 4 > 2x + 1
3 > 6x
x < 1/2

HP = (−∞, 1/2)

Contoh 5:

Selesaikan 2|x − 1| + 3 < 9

▶ Lihat Pembahasan
2|x − 1| + 3 < 9
2|x − 1| < 6
|x − 1| < 3
⟺ −3 < x − 1 < 3
⟺ −2 < x < 4

HP = (−2, 4)

7. Contoh Soal — Tingkat Sulit

Contoh 1:

Selesaikan |x² − 4| < 5

▶ Lihat Pembahasan
|x² − 4| < 5
⟺ −5 < x² − 4 < 5

Bagian kiri: x² − 4 > −5 → x² > −1 → selalu benar (x² ≥ 0)
Bagian kanan: x² − 4 < 5 → x² < 9 → −3 < x < 3

Irisan: selalu benar ∩ (−3, 3) = (−3, 3)

HP = (−3, 3)

Contoh 2:

Selesaikan |x² − 5x + 4| ≤ 2

▶ Lihat Pembahasan
|x² − 5x + 4| ≤ 2
⟺ −2 ≤ x² − 5x + 4 ≤ 2

Bagian kiri: x² − 5x + 4 ≥ −2
x² − 5x + 6 ≥ 0
(x − 2)(x − 3) ≥ 0
HP₁: x ≤ 2 atau x ≥ 3

Bagian kanan: x² − 5x + 4 ≤ 2
x² − 5x + 2 ≤ 0
x = (5 ± √17)/2
HP₂: (5 − √17)/2 ≤ x ≤ (5 + √17)/2
≈ 0,44 ≤ x ≤ 4,56

Irisan HP₁ ∩ HP₂:

HP = [(5−√17)/2, 2] ∪ [3, (5+√17)/2]

Contoh 3:

Selesaikan |2x − 1| + |x + 3| < 8

▶ Lihat Pembahasan
Titik kritis: x = 1/2 dan x = −3
Bagi menjadi 3 interval:

Interval 1: x < −3
−(2x−1) + (−(x+3)) < 8
−2x+1−x−3 < 8
−3x−2 < 8 → −3x < 10 → x > −10/3
Irisan: −10/3 < x < −3 ✗ (karena −10/3 ≈ −3,33 < −3)
HP₁: (−10/3, −3)

Interval 2: −3 ≤ x < 1/2
−(2x−1) + (x+3) < 8
−2x+1+x+3 < 8
−x+4 < 8 → −x < 4 → x > −4
Irisan: −3 ≤ x < 1/2 (karena −4 < −3)
HP₂: [−3, 1/2)

Interval 3: x ≥ 1/2
(2x−1) + (x+3) < 8
3x+2 < 8 → 3x < 6 → x < 2
Irisan: 1/2 ≤ x < 2
HP₃: [1/2, 2)

Gabungan: HP₁ ∪ HP₂ ∪ HP₃

HP = (−10/3, 2)

Contoh 4:

Selesaikan |x − 1| ≥ |x² − 1|

▶ Lihat Pembahasan
Perhatikan: x² − 1 = (x−1)(x+1)
Maka: |x − 1| ≥ |x − 1| · |x + 1|

Kasus 1: x = 1
|0| ≥ |0| → 0 ≥ 0 ✓ (termasuk solusi)

Kasus 2: x ≠ 1
Bagi kedua ruas dengan |x − 1| > 0:
1 ≥ |x + 1|
⟺ −1 ≤ x + 1 ≤ 1
⟺ −2 ≤ x ≤ 0

Gabungan: [−2, 0] ∪ {1}

HP = [−2, 0] ∪ {1}

Contoh 5:

Selesaikan (|x − 2|)/(|x + 1|) ≤ 1, x ≠ −1

▶ Lihat Pembahasan
|x − 2| / |x + 1| ≤ 1
Karena |x + 1| > 0 (x ≠ −1), kalikan kedua ruas:
|x − 2| ≤ |x + 1|

Kuadratkan:
(x − 2)² ≤ (x + 1)²
x² − 4x + 4 ≤ x² + 2x + 1
−4x + 4 ≤ 2x + 1
3 ≤ 6x
x ≥ 1/2

Dengan syarat x ≠ −1 (sudah terpenuhi karena x ≥ 1/2)

HP = [1/2, ∞)

8. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri. Tentukan himpunan penyelesaiannya!

Tingkat Mudah

  1. |x| ≤ 5
  2. |x| > 3
  3. |x − 4| < 2
  4. |x + 2| ≤ 6
  5. |3x| ≥ 12

Tingkat Sedang

  1. |4x − 3| < 9
  2. |2x + 7| ≥ 5
  3. |5 − 2x| ≤ 3
  4. 3|x − 2| − 1 < 8
  5. |x + 4| > |x − 2|

Tingkat Sulit

  1. |x² − 9| ≤ 7
  2. |x² − 3x − 4| < 6
  3. |x − 2| + |x + 1| ≤ 5
  4. |2x + 1| ≥ |x² − 3|
  5. |x − 3| / |x + 2| < 2, x ≠ −2

Ringkasan Rumus

Bentuk Ekuivalen Tipe HP
|f(x)| < a −a < f(x) < a Interval terbatas (irisan)
|f(x)| ≤ a −a ≤ f(x) ≤ a Interval terbatas (irisan)
|f(x)| > a f(x) < −a atau f(x) > a Dua interval (gabungan)
|f(x)| ≥ a f(x) ≤ −a atau f(x) ≥ a Dua interval (gabungan)
|f(x)| ≤ |g(x)| [f(x)]² ≤ [g(x)]² Metode kuadrat

© Materi Matematika — Pertidaksamaan Nilai Mutlak

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page