Pernyataan Majemuk – Logika Matematika

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Pernyataan Majemuk

Logika Matematika

📖 Mengamati

1. Pengertian Pernyataan Majemuk

Dalam logika matematika, kita mengenal dua jenis pernyataan:

  • Pernyataan tunggal (sederhana): pernyataan yang tidak dapat diuraikan menjadi pernyataan-pernyataan yang lebih sederhana.
  • Pernyataan majemuk (gabungan): pernyataan yang dibentuk dari dua atau lebih pernyataan tunggal yang dihubungkan dengan kata hubung logika (operator logika).

Definisi: Pernyataan majemuk adalah pernyataan yang terbentuk dari gabungan dua atau lebih pernyataan tunggal menggunakan kata hubung logika (konjungsi, disjungsi, implikasi, biimplikasi, atau negasi).

Contoh:

  • Pernyataan tunggal: p = “2 adalah bilangan prima”
  • Pernyataan tunggal: q = “2 adalah bilangan genap”
  • Pernyataan majemuk: “2 adalah bilangan prima dan 2 adalah bilangan genap” → p ∧ q
❓ Menanya

2. Jenis-Jenis Kata Hubung (Operator) Logika

Berikut adalah lima kata hubung logika yang digunakan untuk membentuk pernyataan majemuk:

No Nama Kata Hubung Simbol Notasi
1 Negasi Tidak / Bukan ~ ~p
2 Konjungsi Dan p ∧ q
3 Disjungsi Atau p ∨ q
4 Implikasi Jika … maka … p → q
5 Biimplikasi … jika dan hanya jika … p ↔ q
🧠 Menalar

3. Konjungsi (p ∧ q)

Konjungsi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “dan“. Konjungsi dilambangkan dengan .

Aturan: Konjungsi p ∧ q bernilai BENAR hanya jika kedua komponen pernyataan bernilai benar. Selain itu bernilai SALAH.

Tabel Kebenaran Konjungsi:

p q p ∧ q
B B B
B S S
S B S
S S S

Contoh: p = “5 > 3” (B), q = “4 adalah bilangan genap” (B). Maka p ∧ q = “5 > 3 dan 4 adalah bilangan genap” bernilai Benar.

🧠 Menalar

4. Disjungsi (p ∨ q)

Disjungsi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “atau“. Disjungsi dilambangkan dengan .

Aturan: Disjungsi p ∨ q bernilai SALAH hanya jika kedua komponen pernyataan bernilai salah. Selain itu bernilai BENAR.

Tabel Kebenaran Disjungsi:

p q p ∨ q
B B B
B S B
S B B
S S S

Contoh: p = “3 > 7” (S), q = “6 adalah bilangan genap” (B). Maka p ∨ q bernilai Benar.

🔬 Mencoba

5. Implikasi (p → q)

Implikasi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “jika … maka …“. Dilambangkan dengan .

Dalam p → q:

  • p disebut anteseden (hipotesis/sebab)
  • q disebut konsekuen (kesimpulan/akibat)

Aturan: Implikasi p → q bernilai SALAH hanya jika anteseden (p) bernilai BENAR dan konsekuen (q) bernilai SALAH. Selain itu bernilai BENAR.

Tabel Kebenaran Implikasi:

p q p → q
B B B
B S S
S B B
S S B

Ingat: “Dari yang salah, bisa menghasilkan apa saja (benar).” Hanya “Benar → Salah” yang menghasilkan Salah.

🔬 Mencoba

6. Biimplikasi (p ↔ q)

Biimplikasi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “jika dan hanya jika“. Dilambangkan dengan .

Aturan: Biimplikasi p ↔ q bernilai BENAR jika kedua komponen memiliki nilai kebenaran yang sama (sama-sama Benar atau sama-sama Salah).

Tabel Kebenaran Biimplikasi:

p q p ↔ q
B B B
B S S
S B S
S S B

Contoh: p = “4 + 4 = 8” (B), q = “Jakarta ibu kota Indonesia” (B). Maka p ↔ q bernilai Benar karena keduanya sama-sama benar.

📢 Mengkomunikasikan

7. Negasi Pernyataan Majemuk

Negasi pernyataan majemuk memiliki aturan khusus:

Pernyataan Negasi
~(~p) p
~(p ∧ q) ~p ∨ ~q
~(p ∨ q) ~p ∧ ~q
~(p → q) p ∧ ~q
~(p ↔ q) (p ∧ ~q) ∨ (~p ∧ q)

Catatan penting:

  • Negasi konjungsi dan disjungsi mengikuti Hukum De Morgan.
  • Negasi implikasi: tetap antesedennya, negasikan konsekuennya, ubah menjadi konjungsi.
📢 Mengkomunikasikan

8. Menyusun Tabel Kebenaran Pernyataan Majemuk Gabungan

Untuk pernyataan majemuk yang lebih kompleks, kita menyusun tabel kebenaran langkah demi langkah.

Contoh: Tentukan tabel kebenaran (p ∧ q) → ~p

p q p ∧ q ~p (p ∧ q) → ~p
B B B S S
B S S S B
S B S B B
S S S B B

Langkah: (1) Tulis semua kemungkinan p dan q. (2) Hitung kolom-kolom antara. (3) Hitung kolom akhir menggunakan aturan operator terakhir yang dikerjakan.

📝 Contoh Soal & Pembahasan

🟢 Contoh Soal Mudah

1. Diketahui p = “7 adalah bilangan ganjil” (B) dan q = “7 > 10” (S). Tentukan nilai kebenaran p ∧ q.

Pembahasan:

p = B, q = S

p ∧ q = B ∧ S = S (Salah)

Konjungsi bernilai benar hanya jika kedua komponen benar. Karena q salah, maka hasilnya salah.

2. Diketahui p = “3 + 2 = 6” (S) dan q = “10 > 5” (B). Tentukan nilai kebenaran p ∨ q.

Pembahasan:

p = S, q = B

p ∨ q = S ∨ B = B (Benar)

Disjungsi bernilai salah hanya jika kedua komponen salah. Karena q benar, maka hasilnya benar.

3. Diketahui p = “4 × 3 = 12” (B) dan q = “5 adalah bilangan genap” (S). Tentukan nilai kebenaran p → q.

Pembahasan:

p = B, q = S

p → q = B → S = S (Salah)

Implikasi bernilai salah hanya jika anteseden benar dan konsekuen salah. Ini persis kondisinya.

4. Diketahui p = “6 > 8” (S) dan q = “2 + 2 = 5” (S). Tentukan nilai kebenaran p ↔ q.

Pembahasan:

p = S, q = S

p ↔ q = S ↔ S = B (Benar)

Biimplikasi bernilai benar jika kedua komponen memiliki nilai kebenaran sama. Keduanya salah, maka hasilnya benar.

5. Tentukan negasi dari pernyataan: “5 adalah bilangan prima dan 5 adalah bilangan ganjil”.

Pembahasan:

Pernyataan: p ∧ q

Negasi: ~(p ∧ q) ≡ ~p ∨ ~q

Jawaban: “5 bukan bilangan prima atau 5 bukan bilangan ganjil.”

🟡 Contoh Soal Sedang

1. Diketahui p bernilai Benar dan q bernilai Salah. Tentukan nilai kebenaran (p ∨ q) ∧ (p → q).

Pembahasan:

p = B, q = S

p ∨ q = B ∨ S = B

p → q = B → S = S

(p ∨ q) ∧ (p → q) = B ∧ S = S (Salah)

2. Tentukan negasi dari: “Jika hujan turun maka jalanan basah” (p → q).

Pembahasan:

Negasi implikasi: ~(p → q) ≡ p ∧ ~q

Jawaban: “Hujan turun dan jalanan tidak basah.”

Perhatikan: negasi implikasi menjadi konjungsi antara anteseden dengan negasi konsekuen.

3. Buatlah tabel kebenaran untuk ~p ∨ q.

Pembahasan:

p q ~p ~p ∨ q
B B S B
B S S S
S B B B
S S B B

Catatan: Perhatikan bahwa ~p ∨ q memiliki tabel kebenaran yang sama dengan p → q. Ini menunjukkan keduanya ekuivalen!

4. Diketahui p bernilai Salah dan q bernilai Benar. Tentukan nilai kebenaran (p → q) ↔ (~q → ~p).

Pembahasan:

p = S, q = B, ~p = B, ~q = S

p → q = S → B = B

~q → ~p = S → B = B

(p → q) ↔ (~q → ~p) = B ↔ B = B (Benar)

Catatan: ~q → ~p adalah kontraposisi dari p → q dan selalu ekuivalen.

5. Tentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk: “Jika 2 + 2 = 4 maka 3 × 3 = 9” “6 adalah bilangan ganjil atau 8 adalah bilangan genap”.

Pembahasan:

Bagian 1: p = “2+2=4” (B), q = “3×3=9” (B) → p → q = B → B = B

Bagian 2: r = “6 ganjil” (S), s = “8 genap” (B) → r ∨ s = S ∨ B = B

Gabungan: (p → q) ∧ (r ∨ s) = B ∧ B = B (Benar)

🔴 Contoh Soal Sulit

1. Buatlah tabel kebenaran untuk (p → q) ∧ (q → r) lalu tentukan apakah bernilai tautologi, kontradiksi, atau kontingensi.

Pembahasan:

p q r p→q q→r (p→q)∧(q→r)
B B B B B B
B B S B S S
B S B S B S
B S S S B S
S B B B B B
S B S B S S
S S B B B B
S S S B B B

Hasilnya ada B dan S → Kontingensi (bukan tautologi dan bukan kontradiksi).

2. Tunjukkan bahwa (p → q) ↔ (~p ∨ q) adalah tautologi menggunakan tabel kebenaran.

Pembahasan:

p q p→q ~p ~p∨q (p→q)↔(~p∨q)
B B B S B B
B S S S S B
S B B B B B
S S B B B B

Semua baris menghasilkan B → Terbukti tautologi. Artinya p → q ≡ ~p ∨ q.

3. Diketahui (p ∧ q) → r bernilai Salah. Tentukan nilai kebenaran p, q, dan r.

Pembahasan:

Implikasi bernilai Salah hanya jika anteseden Benar dan konsekuen Salah.

Maka: p ∧ q = B dan r = S

Agar p ∧ q = B, maka p = B dan q = B.

Jawaban: p = B, q = B, r = S

4. Tentukan negasi dari (p ∨ q) → (p ∧ r) dan sederhanakan.

Pembahasan:

Langkah 1: Negasi implikasi → ~[(p ∨ q) → (p ∧ r)] ≡ (p ∨ q) ∧ ~(p ∧ r)

Langkah 2: Negasi konjungsi (De Morgan) → ~(p ∧ r) ≡ ~p ∨ ~r

Langkah 3: Hasil akhir → (p ∨ q) ∧ (~p ∨ ~r)

5. Tentukan semua kemungkinan nilai p dan q jika (p → q) ∧ (q → p) bernilai Salah.

Pembahasan:

Perhatikan bahwa (p → q) ∧ (q → p) ≡ p ↔ q

Biimplikasi bernilai Salah jika p dan q nilainya berbeda.

Kita verifikasi dengan tabel:

p q p→q q→p (p→q)∧(q→p)
B B B B B
B S S B S ✓
S B B S S ✓
S S B B B

Jawaban: (p = B, q = S) atau (p = S, q = B).

✍️ Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan!

🟢 Latihan Soal Mudah

1. Diketahui p = “9 adalah bilangan ganjil” dan q = “9 > 12”. Tentukan nilai kebenaran p ∧ q.

2. Diketahui p = “2 + 3 = 6” dan q = “10 adalah bilangan genap”. Tentukan nilai kebenaran p ∨ q.

3. Diketahui p bernilai Salah dan q bernilai Benar. Tentukan nilai kebenaran p → q.

4. Diketahui p bernilai Benar dan q bernilai Benar. Tentukan nilai kebenaran p ↔ q.

5. Tentukan negasi dari: “12 adalah bilangan genap atau 12 habis dibagi 3″.

🟡 Latihan Soal Sedang

1. Diketahui p = B dan q = S. Tentukan nilai kebenaran (p ∧ ~q) → p.

2. Tentukan negasi dari pernyataan: “Jika saya belajar maka saya lulus ujian”.

3. Buatlah tabel kebenaran untuk p ∧ (p → q).

4. Diketahui p = S, q = B, r = B. Tentukan nilai kebenaran (p ∨ q) ∧ (q → r).

5. Tentukan apakah (p ∧ q) → p merupakan tautologi, kontradiksi, atau kontingensi.

🔴 Latihan Soal Sulit

1. Buatlah tabel kebenaran untuk [(p → q) ∧ p] → q dan tentukan jenis pernyataannya.

2. Tentukan semua kemungkinan nilai p, q, dan r jika (p ∨ q) ∧ (~q ∧ r) bernilai Benar.

3. Buktikan bahwa ~(p → q) ∨ (~p ∧ q) ekuivalen dengan ~p ∨ ~q ∨ q menggunakan tabel kebenaran.

4. Tentukan negasi dari (p ↔ q) → (r ∨ ~p) dan tuliskan dalam bentuk yang paling sederhana.

5. Diketahui pernyataan majemuk [p → (q ∨ r)] ∧ [~q ∧ ~r] bernilai Benar. Tentukan nilai kebenaran p.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page