Model Matematika Fungsi Kuadrat dari Soal Cerita
📋

Model Matematika Fungsi Kuadrat dari Soal Cerita

Mengubah Masalah Dunia Nyata menjadi Persamaan Matematika

📐 1. Konsep Model Matematika

Apa itu Model Matematika?

Model matematika adalah representasi masalah dunia nyata dalam bentuk persamaan atau fungsi yang dapat diselesaikan dan dianalisis.

💡 Ide Utama: Masalah cerita → Identifikasi variabel → Tulis persamaan → Selesaikan

Bentuk Umum Fungsi Kuadrat

f(x) = ax2 + bx + c

Dalam soal cerita:

  • x = variabel bebas (waktu, jarak, panjang, dll)
  • f(x) = variabel terikat yang dicari (luas, tinggi, keuntungan, dll)
  • a, b, c = konstanta dari kondisi soal

Kapan Fungsi Kuadrat Muncul?

  • Luas & Keliling: Misalkan sisi = x, maka L = x(10-x) = -x² + 10x (kuadrat!)
  • Gerak Benda: h = -5t² + 20t + 10 (persamaan kinematika)
  • Keuntungan: K = -2x² + 100x – 500 (fungsi kuadrat)
  • Masalah Optimasi: Cari nilai maksimum/minimum dengan puncak parabola
🔧 2. Langkah-Langkah Membuat Model Matematika

Prosedur Sistematis

Langkah 1: Baca & Pahami Soal
Identifikasi apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan
Langkah 2: Tentukan Variabel
Misalkan x = … (variabel yang kita pilih untuk mempermudah)
Langkah 3: Nyatakan Besaran Lain Dalam x
Jika ada 2 besaran yang terhubung, nyatakan satu dalam variabel lain
Langkah 4: Tulis Model Matematika
Buat persamaan hubungan antar variabel (biasanya bentuk kuadrat)
Langkah 5: Selesaikan & Interpretasi
Cari nilai x yang memenuhi kondisi (biasanya nilai maksimum/minimum)

Contoh Sederhana

Soal: Kawat sepanjang 20 m akan dibuat kerangka persegi panjang. Jika panjang = x, tentukan model untuk luas persegi panjang.

Penyelesaian:

L1: Keliling = 2(panjang + lebar) = 20

Jadi: panjang + lebar = 10

L2: Misalkan panjang = x, maka lebar = 10 – x

L3: Luas = panjang × lebar = x(10 – x)

Model: L(x) = x(10 – x) = -x² + 10x

Ini adalah fungsi kuadrat dengan a = -1, b = 10, c = 0

📏 3. Luas & Keliling (Problem Geometri)

Konsep Dasar

Masalah geometri sering melibatkan 2 variabel yang terhubung (misal: panjang & lebar, atau jari-jari & tinggi).

Strategi: Gunakan hubungan geometri (luas, keliling, volume) untuk mengubah 2 variabel menjadi 1 variabel, lalu buat model kuadrat.

✏️ Contoh Soal — Luas & Keliling

MUDAH

1. Sebuah persegi panjang memiliki keliling 24 cm. Jika panjang = x cm, tentukan model untuk luas persegi panjang.

Diketahui: Keliling = 24 cm

Model: 2(panjang + lebar) = 24 → panjang + lebar = 12

Panjang = x, maka lebar = 12 – x

Luas = x(12 – x) = -x² + 12x

Domain: 0 < x < 12 (karena lebar harus positif)

2. Segitiga memiliki alas = 2x dan tinggi = 3x – 4. Jika luas = 12, tentukan nilai x.

Model Luas: L = ½ × alas × tinggi

12 = ½ × 2x × (3x – 4)

12 = x(3x – 4)

12 = 3x² – 4x

Model Kuadrat: 3x² – 4x – 12 = 0

Gunakan rumus ABC: x = 2 (ambil nilai positif)

3. Persegi panjang dengan panjang 5 cm lebih dari lebarnya. Jika keliling 50 cm, tentukan model dan luas persegi panjang.

Misalkan: lebar = x, panjang = x + 5

Keliling: 2(x + x + 5) = 50 → 2(2x + 5) = 50 → 4x + 10 = 50 → x = 10

Lebar = 10 cm, panjang = 15 cm

Luas = 10 × 15 = 150 cm²

4. Kawat 60 m akan membentuk kerangka balok dengan alas persegi. Jika sisi alas = x, tentukan model volume balok.

Kawat balok: 4(alas) + 4(tinggi) = 60

4x + 4t = 60 → t = (60 – 4x)/4 = 15 – x

Volume = alas × alas × tinggi = x² × (15 – x) = -x³ + 15x²

(Catatan: Ini kubik, bukan kuadrat. Setiap masalah berbeda!)

5. Tanah dengan panjang 20 m dan lebar 12 m akan dibuat kolam persegi dengan sisa lahan 80 m². Tentukan sisi kolam.

Luas tanah: 20 × 12 = 240 m²

Misalkan: sisi kolam = x

Model: Luas kolam = 240 – 80 = 160 m²

x² = 160 → x = √160 = 4√10 ≈ 12,6 m

SEDANG

1. Persegi panjang dengan panjang 3 cm lebih panjang dari lebar. Jika diagonalnya 5 cm, tentukan panjang dan lebar.

Misalkan: lebar = x, panjang = x + 3

Pythagoras: x² + (x + 3)² = 5²

x² + x² + 6x + 9 = 25

2x² + 6x – 16 = 0 → x² + 3x – 8 = 0

x = (-3 + √(9 + 32))/2 = (-3 + √41)/2 ≈ 1.7 cm

Lebar ≈ 1.7 cm, Panjang ≈ 4.7 cm

2. Pagar akan menutup tiga sisi persegi panjang (satu sisi menempel tembok). Jika pagar 120 m, tentukan model luas dan luas maksimum.

Misalkan: lebar = x (sejajar tembok), panjang = y

Pagar: x + 2y = 120 → x = 120 – 2y

Luas: L = x × y = (120 – 2y) × y = 120y – 2y²

Model: L(y) = -2y² + 120y

Luas maksimum saat yₚ = 120/4 = 30 m

Luas maks = -2(900) + 3600 = 1800 m²

3. Kertas berbentuk persegi dengan sisi 20 cm. Di setiap sudut dipotong persegi kecil dengan sisi x cm. Kertas dilipat menjadi kotak tanpa tutup. Tentukan model volume dan volume maksimum.

Setelah dilipat: panjang = 20 – 2x, lebar = 20 – 2x, tinggi = x

Volume: V = (20 – 2x)(20 – 2x) × x = (20 – 2x)² × x

= (400 – 80x + 4x²) × x = 400x – 80x² + 4x³

Model: V(x) = 4x³ – 80x² + 400x

(Ini kubik, cari turunan untuk maksimum: V'(x) = 12x² – 160x + 400 = 0)

4. Lingkaran dengan jari-jari r diperbesar sehingga luasnya menjadi 4 kali lipat. Tentukan perbandingan jari-jari baru terhadap jari-jari lama.

Luas awal: L₁ = πr²

Luas baru: L₂ = 4πr² = π(r’)²

(r’)² = 4r² → r’ = 2r

Perbandingan: r’ : r = 2 : 1

5. Pelindung layar ponsel berbentuk persegi panjang dengan keliling 40 cm. Jika panjang bertambah 2 cm dan lebar berkurang 1 cm, keliling tetap. Tentukan dimensi asli.

Keliling awal: 2(p + l) = 40 → p + l = 20 …(1)

Keliling baru: 2((p+2) + (l-1)) = 40 → (p+2) + (l-1) = 20 → p + l + 1 = 20 → p + l = 19

Ini kontradiksi! Soal tidak valid atau ada kesalahan.

SULIT

1. Dua kawat masing-masing 60 cm akan dibentuk persegi panjang dan lingkaran. Jika luas total minimum, tentukan panjang kawat untuk setiap bangun.

Kawat 1 (persegi panjang): 2(p + l) = x → p + l = x/2

Luas = pl (maksimum saat p = l = x/4), L₁ = (x/4)² = x²/16

Kawat 2 (lingkaran): 2πr = 60 – x → r = (60-x)/(2π)

Luas = πr² = π[(60-x)/(2π)]² = (60-x)²/(4π), L₂ = (60-x)²/(4π)

Total: L = x²/16 + (60-x)²/(4π)

Minimum saat dL/dx = 0 → 2x/16 – 2(60-x)/(4π) = 0

x/8 = (60-x)/(2π) → πx = 4(60-x) → πx = 240 – 4x → x(π+4) = 240

x = 240/(π+4) ≈ 42 cm untuk persegi, 18 cm untuk lingkaran

2. Taman berbentuk persegi panjang dengan panjang 80 m dan lebar 60 m. Akan dibuat jalan mengelilingi taman dengan lebar x meter. Jika sisa taman 3200 m², tentukan lebar jalan.

Luas taman awal: 80 × 60 = 4800 m²

Setelah jalan: panjang = 80 – 2x, lebar = 60 – 2x

Model: (80 – 2x)(60 – 2x) = 3200

4800 – 160x – 120x + 4x² = 3200

4x² – 280x + 1600 = 0 → x² – 70x + 400 = 0

x = (70 ± √(4900-1600))/2 = (70 ± √3300)/2 = (70 ± 10√33)/2

x ≈ (70 – 57.4)/2 ≈ 6.3 m atau x ≈ 63.7 m (tidak masuk akal)

3. Bak air berbentuk balok dengan alas persegi sisi x meter dan tinggi 2 meter. Biaya material alas dan tutup Rp 50.000/m², dinding Rp 30.000/m². Jika volume 8 m³ dan biaya total minimum, tentukan x.

Volume: x² × 2 = 8 → x² = 4 → x = 2

Biaya: B = 50.000 × 2x² + 30.000 × 4(2x)

B = 100.000x² + 240.000x

Karena x = 2 (dari volume), B = 100.000(4) + 240.000(2) = 880.000

Sisi alas: x = 2 meter

4. Saluran air berbentuk trapesium isosceles dengan dasar 40 cm, tinggi h, dan kedua sisi miring masing-masing membentuk sudut 45°. Jika luas penampang 1200 cm², tentukan tinggi saluran.

Trapesium isosceles 45°: atas = 40 + 2h (karena tan 45° = 1)

Luas: ½(40 + 40 + 2h) × h = 1200

½(80 + 2h) × h = 1200 → (40 + h)h = 1200

h² + 40h – 1200 = 0

h = (-40 + √(1600 + 4800))/2 = (-40 + √6400)/2 = (-40 + 80)/2 = 20 cm

5. Sebuah kertas A4 (21 × 29.7 cm) akan dilipat menjadi prisma segitiga dengan menghubungkan dua sisi panjang. Tentukan model volume prisma jika sisi segitiga = x.

Setelah dilipat: segitiga sama sisi dengan sisi x cm, panjang prisma = 21 cm

Luas segitiga: A = (x² √3)/4

Volume: V = A × 21 = (21x² √3)/4 = 5.25x²√3

(Volume maksimum saat x = 29.7/3 ≈ 9.9 cm)

📝 Latihan Soal — Luas & Keliling

MUDAH

1. Persegi panjang keliling 36 cm. Jika panjang = x, tulis model luas.

2. Segitiga alas 2x, tinggi 3x. Jika luas 24, tentukan x.

3. Lingkaran luas 78.5 cm². Tentukan jari-jarinya (gunakan π ≈ 3.14).

4. Kawat 30 m membentuk persegi panjang. Panjang 8 m, tentukan lebar dan luas.

5. Persegi dengan sisi 10 m diperbesar 2x. Tentukan luas baru.

SEDANG

1. Persegi panjang panjang 4 cm lebih dari lebar, keliling 48 cm. Tentukan luas.

2. Pagar 100 m mengelilingi 2 sisi persegi panjang. Model luas maksimum.

3. Persegi panjang diagonal 10 cm, lebar x. Tentukan luas maksimum.

4. Kertas 24×18 cm, sudut dipotong persegi x cm. Model volume kotak tanpa tutup.

5. Lingkaran diperbesar jari-jarinya dari 5 cm jadi 10 cm. Perbandingan luasnya?

SULIT

1. Dua bangun (persegi & lingkaran) keliling masing-masing 40 m. Mana luasnya lebih besar?

2. Taman 100×80 m, jalan x meter mengelilingi. Sisa taman 6000 m². Cari x.

3. Kotak tanpa tutup, alas persegi sisi x, tinggi 5. Volume 500. Biaya minimum jika alas Rp 100k/m², dinding Rp 50k/m².

4. Saluran trapesium dasar 50 cm, sudut 60°. Luas 2000 cm². Tinggi?

5. Kertas A3 (29.7×42 cm) dilipat prisma segitiga. Model volume jika sisi segitiga x.

🚀 4. Gerak Benda (Kinematika)

Persamaan Gerak Jatuh Bebas & Peluru

Untuk benda yang dilempar atau jatuh dengan gravitasi g = 10 m/s² (atau 9.8 m/s²):

h(t) = h0 + v0t − ½gt2

Dimana:

  • h(t) = tinggi pada waktu t (meter)
  • h₀ = tinggi awal (meter)
  • v₀ = kecepatan awal (m/s), positif jika ke atas
  • g = percepatan gravitasi ≈ 10 m/s²
  • t = waktu (sekon)

Contoh Grafik Gerak Benda

t(s) h(m) 0 1 2 3 4 5 30 20 10 0 (0,20) Maks(1,25) (2,20)

h(t) = 20 + 10t – 5t²: Parabola terbuka ke bawah, puncak di (1, 25)

✏️ Contoh Soal — Gerak Benda

MUDAH

1. Bola dilempar ke atas dari tanah dengan kecepatan awal 20 m/s. Model tinggi bola (g=10).

h₀ = 0 (dari tanah), v₀ = 20 m/s

Model: h(t) = 0 + 20t – 5t² = 20t – 5t² = -5t² + 20t

2. Jika bola di soal 1 dilempar dari ketinggian 5 m, model tingginya.

h₀ = 5 m, v₀ = 20 m/s

Model: h(t) = 5 + 20t – 5t² = -5t² + 20t + 5

3. Dari contoh 1, kapan bola mencapai tinggi maksimum?

h(t) = -5t² + 20t → tₚ = -20/(2×(-5)) = 20/10 = 2 sekon

4. Dari contoh 1, berapa tinggi maksimum bola?

h(2) = -5(4) + 20(2) = -20 + 40 = 20 meter

5. Bola dijatuhkan dari atap rumah 10 m tingginya (tanpa kecepatan awal). Kapan bola menyentuh tanah?

h₀ = 10 m, v₀ = 0

h(t) = 10 – 5t² = 0 → t² = 2 → t = √2 ≈ 1.41 sekon

SEDANG

1. Peluru ditembakkan dari ketinggian 1.5 m dengan kecepatan awal 30 m/s. Tentukan lama waktu hingga menyentuh tanah (g=10).

h₀ = 1.5, v₀ = 30

h(t) = 1.5 + 30t – 5t² = 0

5t² – 30t – 1.5 = 0 → t² – 6t – 0.3 = 0

t = (6 + √(36 + 1.2))/2 = (6 + √37.2)/2 ≈ (6 + 6.1)/2 ≈ 6.05 sekon

2. Bola dilempar ke atas dari tanah dengan v₀ = 40 m/s. Tentukan saat bola berada di tinggi 60 m.

h(t) = 40t – 5t² = 60

-5t² + 40t – 60 = 0 → t² – 8t + 12 = 0

(t – 2)(t – 6) = 0 → t = 2 atau t = 6

Saat naik (t=2 s) dan saat turun (t=6 s)

3. Perahu motor melontarkan peluru dari ketinggian 2 m dengan v₀ = 25 m/s. Pada detik ke berapa tinggi peluru sama dengan tinggi lontaran awal?

h(t) = 2 + 25t – 5t² = 2

25t – 5t² = 0 → 5t(5 – t) = 0

t = 0 atau t = 5

Saat t = 5 sekon (kembali ke ketinggian awal)

4. Tinggi maksimum peluru h(t) = -5t² + 50t + 5 dicapai pada waktu berapa?

tₚ = -50/(2×(-5)) = 50/10 = 5 sekon

hₚ = -5(25) + 50(5) + 5 = -125 + 250 + 5 = 130 meter

5. Dua bola berbeda kondisi awal. Bola A: h_A(t) = 30t – 5t². Bola B: h_B(t) = 20 + 15t – 5t². Mana yang mencapai tinggi maksimum lebih dulu?

Bola A: t_A = -30/(2×(-5)) = 3 sekon

Bola B: t_B = -15/(2×(-5)) = 1.5 sekon

Bola B lebih dulu (1.5 s < 3 s)

SULIT

1. Dua bola dilontarkan dari tanah. A: h_A = 25t – 5t², B: h_B = 15t – 5t². Kapan tinggi kedua bola sama (di atas tanah)?

h_A = h_B → 25t – 5t² = 15t – 5t²

10t = 0 → t = 0 (mulai awal)

Mereka hanya sama saat t = 0 (mulai dari tanah). Tidak ada waktu lain.

2. Bola A dari tanah v₀ = 40 m/s, Bola B dari ketinggian 5 m dengan v₀ = 30 m/s. Berapa waktu keduanya menyentuh tanah? Mana yang lebih lama?

Bola A: 40t – 5t² = 0 → t(40 – 5t) = 0 → t = 8 s

Bola B: 5 + 30t – 5t² = 0 → 5t² – 30t – 5 = 0 → t² – 6t – 1 = 0

t = (6 + √(36+4))/2 = (6 + √40)/2 ≈ 6.16 s

Bola A lebih lama (8 s > 6.16 s)

3. Roket model dilempar dari ketinggian 2 m dengan v₀ = 50 m/s. Tentukan 3 saat kapan roket berada di ketinggian 90 m.

2 + 50t – 5t² = 90 → -5t² + 50t – 88 = 0 → 5t² – 50t + 88 = 0

D = 2500 – 1760 = 740, √740 ≈ 27.2

t = (50 ± 27.2)/10 = 7.72 atau 2.28 sekon

Dua saat: saat naik (2.28 s) dan saat turun (7.72 s). Tidak ada saat ketiga.

4. Berapa lama bola h(t) = 50 + 40t – 5t² berada di atas ketinggian 80 m?

h(t) > 80 → 50 + 40t – 5t² > 80

-5t² + 40t – 30 > 0 → t² – 8t + 6 < 0

t = (8 ± √(64-24))/2 = (8 ± √40)/2 = 4 ± √10

t₁ ≈ 0.84 s, t₂ ≈ 7.16 s

Lama berada di atas 80 m: 7.16 – 0.84 ≈ 6.32 sekon

5. Tinggi rata-rata h̄ dari bola antara t=1 hingga t=3 adalah (1/2)∫₁³ h(t)dt. Jika h(t) = 30 + 10t – 5t², hitung h̄.

∫(30 + 10t – 5t²)dt = 30t + 5t² – (5/3)t³

|₁³ = [90 + 45 – 45] – [30 + 5 – 5/3]

= 90 – (30 + 5 – 5/3) = 90 – 35 + 5/3 = 55 + 5/3 ≈ 56.67

h̄ = (1/2) × 56.67 ≈ 28.33 meter

📝 Latihan Soal — Gerak Benda

MUDAH

1. Bola dilempar ke atas dari tanah v₀=15 m/s. Model tinggi h(t).

2. Dari contoh 1, kapan bola mencapai tinggi maks? Berapa tinggi maksnya?

3. Bola dijatuhkan dari 20 m tanpa v₀. Kapan tiba di tanah? (g=10)

4. Model h(t) = 25 + 10t – 5t². Kapan h = 30 m?

5. Peluru h(t) = -5t² + 60t. Tinggi maksimum?

SEDANG

1. Bola dari 5 m, v₀=35 m/s. Kapan menyentuh tanah?

2. h(t) = 45 + 20t – 5t². Berapa lama di atas 50 m?

3. Dua bola A: h_A = 30t-5t², B: h_B = 10+25t-5t². Kapan sama tinggi?

4. Roket dari 2 m, v₀=50 m/s. Tinggi pada t=4 detik?

5. Berapa v₀ jika bola dari tanah mencapai 125 m (g=10)?

SULIT

1. Dua bola: A dari tanah v₀=50m/s, B dari 10m v₀=30m/s. Mana sampai tanah duluan?

2. h(t)=100+40t-5t². Berapa lama antara tinggi 120m saat naik dan saat turun?

3. Bola dari 50 m, v₀=-20 m/s (ke bawah). Model h(t) dan kapan jatuh?

4. Cari v₀ jika bola dari 10 m mencapai maks 35 m (g=10).

5. Rata-rata tinggi h(t)=-5t²+40t antara t=0 dan t=4 detik?

💰 5. Keuntungan & Biaya (Ekonomi)

Konsep Dasar Ekonomi

Masalah ekonomi sering melibatkan keuntungan, biaya, atau pendapatan yang tergantung pada jumlah barang atau harga jual.

Keuntungan (K) = Pendapatan (P)Biaya (B)

Sering menghasilkan fungsi kuadrat untuk menemukan keuntungan maksimum atau biaya minimum.

Contoh Situasi

  • Penurunan harga: Semakin banyak barang (x), harga turun. P(x) = harga × x menjadi kuadrat.
  • Biaya produksi: B(x) = biaya tetap + biaya per unit × x. Sering linier, tapi efisiensi skala bisa kuadrat.
  • Laba maksimum: Cari x yang membuat K = P – B maksimal menggunakan puncak parabola.

✏️ Contoh Soal — Keuntungan & Biaya

MUDAH

1. Toko menjual barang x unit dengan harga (200 – x) ribu per unit. Jika biaya tetap 10 juta dan biaya per unit 50 ribu, tentukan model keuntungan.

Pendapatan: P(x) = x × (200 – x) = 200x – x²

Biaya: B(x) = 10.000 + 50x

Keuntungan: K(x) = (200x – x²) – (10.000 + 50x)

K(x) = -x² + 150x – 10.000 (dalam ribuan)

2. Dari soal 1, pada penjualan berapa unit keuntungan maksimum?

K(x) = -x² + 150x – 10.000

xₚ = -150/(2×(-1)) = 75 unit

Keuntungan maksimum saat 75 unit terjual

3. Dari soal 1, berapa keuntungan maksimumnya?

K(75) = -75² + 150(75) – 10.000

= -5.625 + 11.250 – 10.000

= -4.375 ribu = -4.375.000 (rugi!)

Artinya dengan model ini, toko selalu rugi. Perlu revisi harga.

4. Pedagang menjual barang x butir dengan harga (10 – 0.1x) ribu per butir. Biaya tetap 5 ribu, biaya per butir 2 ribu. Model keuntungan.

Pendapatan: P = x(10 – 0.1x) = 10x – 0.1x²

Biaya: B = 5 + 2x

K(x) = -0.1x² + 8x – 5

5. Dari soal 4, berapa keuntungan maksimum?

xₚ = -8/(2×(-0.1)) = 40 butir

K(40) = -0.1(1.600) + 8(40) – 5 = -160 + 320 – 5 = 155 ribu

SEDANG

1. Restoran menjual paket dengan jumlah x paket/hari. Harga = (500 – 2x) ribu/paket. Biaya produksi = (50x + 100) ribu. Model keuntungan harian.

P(x) = x(500 – 2x) = 500x – 2x²

B(x) = 50x + 100

K(x) = 500x – 2x² – 50x – 100

K(x) = -2x² + 450x – 100

Keuntungan maksimum saat x = 450/4 = 112.5 ≈ 112 paket

2. Berapa keuntungan maksimum restoran dari soal 1?

K(112.5) = -2(112.5)² + 450(112.5) – 100

= -2(12.656) + 50.625 – 100

= -25.312 + 50.625 – 100 = -74.687 ribu (rugi!)

Atau K(112) = -2(12.544) + 50.400 – 100 ≈ 25.712 ribu

3. Pabrik memproduksi x unit/minggu dengan biaya B(x) = 5x² – 100x + 5000 ribu. Harga jual 300 ribu/unit. Tentukan keuntungan maksimum.

P(x) = 300x

B(x) = 5x² – 100x + 5000

K(x) = 300x – (5x² – 100x + 5000)

= -5x² + 400x – 5000

xₚ = -400/(2×(-5)) = 40 unit

K(40) = -5(1.600) + 400(40) – 5000 = -8000 + 16000 – 5000 = 3000 ribu

4. Toko online menjual x unit/hari dengan harga (1000 – 10x) rupiah. Biaya = 100x + 50000 rupiah. Tentukan BEP (break-even point).

P(x) = x(1000 – 10x) = 1000x – 10x²

K(x) = 1000x – 10x² – 100x – 50000 = -10x² + 900x – 50000

BEP: K(x) = 0 → -10x² + 900x – 50000 = 0

x² – 90x + 5000 = 0

x = (90 ± √(8100 – 20000))/2 → D < 0, tidak ada solusi nyata

Berarti toko selalu rugi dengan model ini

5. Perusahaan ingin keuntungan 100 juta dari K(x) = -2x² + 500x – 50000. Berapa unit yang harus dijual?

-2x² + 500x – 50000 = 100000

-2x² + 500x – 150000 = 0 → x² – 250x + 75000 = 0

x = (250 ± √(62500 – 300000))/2

D < 0, tidak ada solusi. Keuntungan tidak bisa mencapai 100 juta.

SULIT

1. Dua toko bersaing. Toko A: harga (100 – x) ribu/unit, K_A = (100-x)x – 20x. Toko B: harga (80 – 0.5x) ribu/unit, K_B = (80-0.5x)x – 15x. Siapa keuntungan lebih besar jika x = 30?

Toko A: K_A = 100x – x² – 20x = -x² + 80x

K_A(30) = -900 + 2400 = 1500 ribu

Toko B: K_B = 80x – 0.5x² – 15x = -0.5x² + 65x

K_B(30) = -0.5(900) + 1950 = -450 + 1950 = 1500 ribu

Keuntungan sama!

2. Produsen mainan memproduksi x unit dengan biaya B = 0.1x² + 10x + 1000. Harga jual 50 ribu/unit, ingin keuntungan minimal 5 juta. Berapa range x yang memenuhi?

K(x) = 50x – (0.1x² + 10x + 1000) = -0.1x² + 40x – 1000

K(x) ≥ 5000 → -0.1x² + 40x – 1000 ≥ 5000

-0.1x² + 40x – 6000 ≥ 0 → x² – 400x + 60000 ≤ 0

x = (400 ± √(160000 – 240000))/2 → D < 0

Tidak ada range x yang memenuhi (keuntungan maks < 5 juta)

3. Diskriminasi harga: zona A bayar 100 ribu/unit, zona B bayar (100 – 0.2x) ribu/unit. Total penjualan x unit. Model keuntungan total jika biaya 40x + 5000.

Misalkan zona A beli a unit, zona B beli b unit, x = a + b

Pendapatan: P = 100a + (100 – 0.2b)b = 100a + 100b – 0.2b²

Karena a = x – b: P = 100(x-b) + 100b – 0.2b²

= 100x – 0.2b² (optimal saat b = 0, artinya jual semua ke zona A)

K(x) = 100x – (40x + 5000) = 60x – 5000

(Fungsi linier, bukan kuadrat, karena optimal selalu jual ke zona A)

4. Elastisitas permintaan: harga p dan kuantitas q memenuhi p + q = 100. Biaya C = 10q + 500. Tentukan harga dan kuantitas untuk keuntungan maksimum.

p = 100 – q

P(q) = pq = (100 – q)q = 100q – q²

K(q) = 100q – q² – 10q – 500 = -q² + 90q – 500

qₚ = 45 unit, p = 100 – 45 = 55 ribu

K(45) = -2025 + 4050 – 500 = 1525 ribu

Harga: 55 ribu/unit, Kuantitas: 45 unit, Keuntungan: 1.525 juta

5. Pedagang memiliki modal M. Membeli barang seharga m/unit, menjual x unit dengan harga jual per unit = M/(x). Tentukan model keuntungan.

Pendapatan: P = x × (M/x) = M (konstan)

Biaya: B = mx

Keuntungan: K = M – mx (linier, bukan kuadrat)

Keuntungan maksimum saat x sekecil mungkin, tapi harus > 0

Model ini tidak menghasilkan fungsi kuadrat atau optimasi kuadrat.

📝 Latihan Soal — Keuntungan & Biaya

MUDAH

1. Toko jual x unit, harga (500-x) ribu/unit, biaya 100x+5000. Model K(x).

2. Dari soal 1, berapa unit untuk keuntungan maksimum?

3. Keuntungan K(x) = -5x² + 100x – 500. Kapan K = 0 (BEP)?

4. Pabrik K(x) = -x² + 200x – 10000. Keuntungan maksimum berapa?

5. Harga jual 1000 ribu/unit, biaya 600x. Jual berapa untuk untung 100 juta?

SEDANG

1. Restoran K(x) = -3x² + 600x – 50000. Keuntungan maks? (dalam ribuan)

2. Toko A: K_A = -x²+80x, Toko B: K_B = -2x²+100x. Pada x berapa K_A = K_B?

3. Biaya B(x) = 0.5x² + 20x + 1000, harga jual 100 ribu/unit. Model K(x).

4. K(x) = -2x² + 400x – 50000. Berapa range x untuk K ≥ 30000?

5. Dua produk: P₁: K = -x²+50x, P₂: K = -0.5x²+60x. Pilih mana?

SULIT

1. Produsen K(x) = -0.1x² + 50x – 5000. Berapa biaya produksi per unit saat keuntungan max?

2. Elastisitas: p + 2q = 200, C = 20q + 1000. Harga & qty untuk K max?

3. K(x)=- x²+100x-1000. Berapa lama keuntungan ≥ 1500 (x dalam jam)?

4. Kompetitor: K₁ = -x²+100x, K₂ = -2x²+120x. Kapan keduanya sama rugi?

5. Produsen ingin K = 50 juta dari K(x) = -5x² + 1000x – 100000. Berapa x?

🎯 Berhasil memahami model matematika? Coba soal cerita lebih kompleks! 💪

Model Matematika Fungsi Kuadrat dari Soal Cerita — Panduan Lengkap

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page