Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang

Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang

Materi Matematika — Geometri Ruang

1. Kedudukan Titik terhadap Garis dan Bidang

📘 Materi

A. Kedudukan Titik terhadap Garis

  • Titik terletak pada garis — Titik P dikatakan terletak pada garis g jika P merupakan salah satu anggota dari himpunan titik-titik pada g.
  • Titik di luar garis — Titik P di luar garis g jika P bukan anggota himpunan titik pada g.
P (pada g) Q (di luar g) g

B. Kedudukan Titik terhadap Bidang

  • Titik terletak pada bidang — Titik P terletak pada bidang α jika P ∈ α.
  • Titik di luar bidang — Titik P di luar bidang α jika P ∉ α.
α P (pada α) Q (di luar α)

Contoh dalam kubus ABCD.EFGH:

A B F E D C G H
  • Titik A terletak pada garis AB
  • Titik A terletak pada bidang ABCD
  • Titik A di luar bidang EFGH
  • Titik E di luar garis AB

📝 Contoh Soal

▸ Tingkat Mudah

Mudah

1. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan titik A terhadap garis BC!

Pembahasan

Garis BC memuat titik-titik B dan C. Titik A bukan titik B maupun C, dan A tidak terletak segaris dengan B dan C (A, B, C membentuk sudut siku-siku pada B).

Jawaban: Titik A terletak di luar garis BC.

Mudah

2. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan titik E terhadap bidang ABCD!

Pembahasan

Bidang ABCD adalah bidang alas kubus. Titik E berada di atas bidang alas (merupakan titik atap). Maka E ∉ ABCD.

Jawaban: Titik E di luar bidang ABCD.

Mudah

3. Pada kubus ABCD.EFGH, apakah titik B terletak pada garis AB?

Pembahasan

Garis AB melewati titik A dan titik B. Karena B adalah salah satu titik ujung dari ruas garis AB, maka B terletak pada garis AB.

Jawaban: Ya, titik B terletak pada garis AB.

Mudah

4. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan titik G terhadap bidang EFGH!

Pembahasan

Bidang EFGH adalah bidang atap kubus. Titik G merupakan salah satu titik sudut bidang EFGH.

Jawaban: Titik G terletak pada bidang EFGH.

Mudah

5. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan titik D terhadap garis EF!

Pembahasan

Garis EF memuat titik E dan F di bidang atap. Titik D berada di bidang alas dan bukan merupakan titik segaris dengan E dan F.

Jawaban: Titik D di luar garis EF.

▸ Tingkat Sedang

Sedang

1. Pada kubus ABCD.EFGH, titik P adalah titik tengah EF. Tentukan kedudukan titik P terhadap bidang ABFE!

Pembahasan

Bidang ABFE memuat titik A, B, F, E. Titik P adalah titik tengah EF, artinya P terletak pada ruas garis EF. Karena E dan F keduanya terletak pada bidang ABFE, maka seluruh garis EF (termasuk titik P) terletak pada bidang ABFE.

Jawaban: Titik P terletak pada bidang ABFE.

Sedang

2. Pada kubus ABCD.EFGH, titik Q adalah titik tengah AC (diagonal alas). Tentukan kedudukan titik Q terhadap garis BD!

Pembahasan

Pada persegi ABCD, diagonal AC dan BD berpotongan di tengah-tengahnya. Titik tengah AC = titik tengah BD = titik Q (karena diagonal persegi saling membagi dua sama panjang).

Jawaban: Titik Q terletak pada garis BD (bahkan Q adalah titik tengah BD juga).

Sedang

3. Pada kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Titik M adalah titik tengah AB. Tentukan kedudukan titik M terhadap bidang DCGH!

Pembahasan

Bidang DCGH memuat titik D, C, G, H. Titik M adalah titik tengah AB. Titik M tidak terletak pada salah satu titik D, C, G, H, dan M tidak berada di bidang yang melewati keempat titik tersebut (bidang belakang kubus). M berada 3 cm di depan bidang DCGH.

Jawaban: Titik M di luar bidang DCGH, berjarak 3 cm dari bidang tersebut.

Sedang

4. Pada kubus ABCD.EFGH, titik R terletak pada diagonal ruang AG sedemikian sehingga AR : RG = 1 : 2. Tentukan kedudukan titik R terhadap bidang ABCD!

Pembahasan

Diagonal ruang AG menghubungkan A (di alas) dan G (di atap). Titik R membagi AG dengan perbandingan 1:2 dari A. Karena R tidak berada tepat di A, maka R sudah “naik” dari bidang ABCD. Jadi R di luar bidang ABCD.

Jawaban: Titik R di luar bidang ABCD.

Sedang

5. Pada limas segitiga T.ABC, titik P terletak pada rusuk TA sehingga TP:PA = 1:1. Tentukan kedudukan titik P terhadap bidang ABC!

Pembahasan

Titik P adalah titik tengah TA. Bidang ABC adalah bidang alas. Titik T berada di atas bidang alas, sehingga setiap titik pada rusuk TA selain titik A sendiri berada di luar bidang ABC. Karena P ≠ A, maka P di luar bidang ABC.

Jawaban: Titik P di luar bidang ABC.

▸ Tingkat Sulit

Sulit

1. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm. Titik P pada BG sehingga BP = 2 cm. Tentukan jarak titik P ke bidang ADHE!

Pembahasan

Misal kubus diletakkan pada koordinat: A(0,0,0), B(8,0,0), C(8,8,0), D(0,8,0), E(0,0,8), F(8,0,8), G(8,8,8), H(0,8,8).

Bidang ADHE: x = 0.

B = (8,0,0), G = (8,8,8). Vektor BG = (0,8,8), |BG| = 8√2.

P = B + (2/(8√2))·(0,8,8) = (8, 2/√2, 2/√2) = (8, √2, √2).

Jarak P ke bidang x = 0 adalah koordinat x dari P = 8 cm.

Jawaban: Jarak titik P ke bidang ADHE = 8 cm.

Sulit

2. Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 6 cm. Titik P adalah titik tengah EG. Buktikan bahwa P juga merupakan titik tengah FH, lalu tentukan jarak P ke bidang ABCD!

Pembahasan

Koordinat: E(0,0,6), F(6,0,6), G(6,6,6), H(0,6,6).

Titik tengah EG = ((0+6)/2, (0+6)/2, (6+6)/2) = (3,3,6).

Titik tengah FH = ((6+0)/2, (0+6)/2, (6+6)/2) = (3,3,6). ✓ Sama.

Bidang ABCD: z = 0. Jarak P(3,3,6) ke z = 0 adalah 6 cm.

Jawaban: Terbukti P = titik tengah FH. Jarak P ke ABCD = 6 cm.

Sulit

3. Pada balok ABCD.EFGH dengan AB = 6, BC = 4, AE = 3. Titik P pada diagonal ruang AG dengan AP:PG = 1:2. Tentukan jarak titik P ke bidang BCGF!

Pembahasan

Koordinat: A(0,0,0), B(6,0,0), C(6,4,0), D(0,4,0), E(0,0,3), G(6,4,3).

P = A + (1/3)·AG = (0,0,0) + (1/3)(6,4,3) = (2, 4/3, 1).

Bidang BCGF: semua titik dengan x = 6.

Jarak P ke bidang x = 6: |2 – 6| = 4.

Jawaban: Jarak P ke bidang BCGF = 4 cm.

Sulit

4. Pada limas beraturan T.ABCD dengan alas persegi sisi 6 cm dan tinggi limas 8 cm. Titik P pada TA sehingga TP:PA = 3:1. Tentukan jarak titik P ke bidang alas ABCD!

Pembahasan

Misal pusat alas O(3,3,0), T(3,3,8), A(0,0,0).

TP:PA = 3:1, maka P membagi TA dari T dengan perbandingan 3:1 (dari T ke A).

P = T + (3/4)(A – T) = (3,3,8) + (3/4)(-3,-3,-8) = (3-9/4, 3-9/4, 8-6) = (3/4, 3/4, 2).

Bidang ABCD: z = 0. Jarak P ke z = 0 adalah z-koordinat P = 2 cm.

Jawaban: Jarak titik P ke bidang ABCD = 2 cm.

Sulit

5. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk 10 cm. Titik P pada BF sehingga BP = 3 cm, dan titik Q pada DH sehingga DQ = 7 cm. Tentukan kedudukan titik P dan Q terhadap bidang ACGE, serta jarak masing-masing ke bidang tersebut!

Pembahasan

Koordinat: A(0,0,0), B(10,0,0), C(10,10,0), D(0,10,0), E(0,0,10), F(10,0,10), G(10,10,10), H(0,10,10).

Bidang ACGE memuat A(0,0,0), C(10,10,0), G(10,10,10), E(0,0,10).

Persamaan bidang: vektor normal. AC = (10,10,0), AE = (0,0,10). Normal = AC × AE = (100, 0, 0)… Mari gunakan vektor lain.

Titik-titik pada bidang: A(0,0,0), C(10,10,0), G(10,10,10). Vektor AC=(10,10,0), AG=(10,10,10). Normal = AC×AG = (10·10-0·10, 0·10-10·10, 10·10-10·10) = (100,-100,0). Sederhanakan: (1,-1,0).

Persamaan bidang: 1(x-0) -1(y-0) + 0(z-0) = 0 → x – y = 0.

P pada BF: B(10,0,0), F(10,0,10). P = B + (3/10)(F-B) = (10, 0, 3). Jarak P ke x-y=0: |10-0|/√2 = 10/√2 = 5√2 cm.

Q pada DH: D(0,10,0), H(0,10,10). Q = D + (7/10)(H-D) = (0, 10, 7). Jarak Q ke x-y=0: |0-10|/√2 = 10/√2 = 5√2 cm.

Jawaban: P dan Q keduanya di luar bidang ACGE, masing-masing berjarak 5√2 cm dari bidang tersebut.

✏️ Latihan Soal

▸ Mudah

1. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan titik F terhadap garis GH!
2. Tentukan kedudukan titik C terhadap bidang ABFE!
3. Apakah titik H terletak pada garis EH?
4. Tentukan kedudukan titik A terhadap bidang BCGF!
5. Tentukan kedudukan titik D terhadap garis AC!

▸ Sedang

1. Titik M adalah titik tengah FG. Tentukan kedudukan M terhadap bidang ABCD!
2. Titik P pada AE sehingga AP:PE = 2:1. Apakah P terletak pada bidang ABFE?
3. Titik tengah diagonal BD disebut O. Tentukan kedudukan O terhadap garis AC!
4. Pada kubus rusuk 12 cm, titik Q pada CG sehingga CQ = 4 cm. Tentukan jarak Q ke bidang ABCD!
5. Titik R pada diagonal ruang CE sehingga CR:RE = 1:3. Tentukan kedudukan R terhadap bidang EFGH!

▸ Sulit

1. Pada balok ABCD.EFGH dengan AB=8, BC=6, AE=4. Titik P pada AG sehingga AP:PG=2:1. Tentukan jarak P ke bidang ADHE!
2. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk 10 cm. Tentukan jarak titik tengah BG ke bidang ACGE!
3. Pada limas T.ABCD beraturan, alas persegi sisi 8 dan tinggi 6. Titik P di TA sehingga TP=2. Tentukan jarak P ke bidang ABCD!
4. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk a. Titik P pada BF, Q pada DH, BP=DQ=¼a. Buktikan P, Q, dan pusat kubus segaris!
5. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk 6. Tentukan jarak titik potong diagonal AG dan CE ke bidang ABCD!

2. Kedudukan Garis terhadap Garis Lain

📘 Materi

Dalam ruang dimensi tiga, dua garis dapat memiliki tiga kemungkinan kedudukan:

Kedudukan Definisi Contoh pada Kubus
Sejajar Dua garis terletak pada satu bidang dan tidak berpotongan AB ∥ DC, AB ∥ EF
Berpotongan Dua garis memiliki tepat satu titik persekutuan AB dan BC berpotongan di B
Bersilangan Dua garis tidak terletak pada satu bidang (tidak sejajar dan tidak berpotongan) AB dan CG bersilangan
Sejajar Berpotongan Bersilangan

📝 Contoh Soal

▸ Tingkat Mudah

Mudah

1. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan garis AB terhadap garis EF!

Pembahasan

AB dan EF keduanya sejajar sumbu x, terletak di bidang berbeda (ABCD dan EFGH) tetapi memiliki arah yang sama dan tidak berpotongan.

Jawaban: AB ∥ EF (sejajar).

Mudah

2. Tentukan kedudukan garis AB terhadap garis AD pada kubus ABCD.EFGH!

Pembahasan

AB dan AD memiliki titik persekutuan yaitu titik A. Keduanya terletak pada bidang ABCD.

Jawaban: AB dan AD berpotongan di titik A.

Mudah

3. Tentukan kedudukan garis AB dan garis HG pada kubus ABCD.EFGH!

Pembahasan

AB searah dengan DC, dan DC searah dengan HG. Maka AB ∥ HG. Keduanya tidak berpotongan dan dapat dimuat dalam satu bidang (bidang ABGH).

Jawaban: AB ∥ HG (sejajar).

Mudah

4. Tentukan kedudukan garis AE terhadap garis BF!

Pembahasan

AE dan BF keduanya merupakan rusuk tegak kubus. Keduanya sejajar (sama-sama tegak lurus bidang alas dan tidak berpotongan).

Jawaban: AE ∥ BF (sejajar).

Mudah

5. Tentukan kedudukan garis EF terhadap garis FG!

Pembahasan

EF dan FG bertemu di titik F. Keduanya terletak pada bidang EFGH.

Jawaban: EF dan FG berpotongan di titik F.

▸ Tingkat Sedang

Sedang

1. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan garis AB terhadap garis CG!

Pembahasan

AB berarah horizontal (dari A ke B), CG berarah vertikal (dari C ke G). Keduanya tidak berpotongan (tidak memiliki titik persekutuan) dan tidak sejajar (arah berbeda). Maka bersilangan.

Jawaban: AB dan CG bersilangan.

Sedang

2. Tentukan kedudukan garis AG (diagonal ruang) terhadap garis HF (diagonal ruang lain)!

Pembahasan

Koordinat: A(0,0,0), G(a,a,a), H(0,a,a), F(a,0,a). Parametrik AG: (t,t,t). Parametrik HF: (s·a, a-s·a, a) = (sa, a(1-s), a).

Persamaan: t = sa, t = a(1-s), t = a. Dari t=a: s=1, maka t = a(1-1)=0 ≠ a. Kontradiksi. Tidak berpotongan.

Arah AG: (1,1,1), arah HF: (1,-1,0). Bukan kelipatan → tidak sejajar.

Jawaban: AG dan HF bersilangan.

Sedang

3. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan garis AC (diagonal alas) dan garis EG (diagonal atap)!

Pembahasan

AC dari A(0,0,0) ke C(a,a,0), arah (1,1,0). EG dari E(0,0,a) ke G(a,a,a), arah (1,1,0). Arah sama, tidak berpotongan (beda ketinggian z).

Jawaban: AC ∥ EG (sejajar).

Sedang

4. Tentukan kedudukan garis AF (diagonal bidang) terhadap garis HC!

Pembahasan

A(0,0,0), F(a,0,a): arah AF=(1,0,1). H(0,a,a), C(a,a,0): arah HC=(1,0,-1).

Parametrik AF: (t, 0, t). Parametrik HC: (s, a, a-s).

y: 0 = a → kontradiksi. Jadi tidak berpotongan. Arah bukan kelipatan → bersilangan.

Jawaban: AF dan HC bersilangan.

Sedang

5. Tentukan kedudukan garis BD (diagonal alas) terhadap garis FH (diagonal atap)!

Pembahasan

B(a,0,0), D(0,a,0): arah BD=(-1,1,0). F(a,0,a), H(0,a,a): arah FH=(-1,1,0). Arah sama.

BD dan FH tidak berpotongan (berbeda level z). Maka sejajar.

Jawaban: BD ∥ FH (sejajar).

▸ Tingkat Sulit

Sulit

1. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk a. Tentukan jarak antara garis AB dan garis CG (dua garis bersilangan)!

Pembahasan

AB: dari A(0,0,0) arah u=(1,0,0). CG: dari C(a,a,0) arah v=(0,0,1).

Vektor AC = (a,a,0). Jarak = |AC · (u×v)| / |u×v|.

u×v = (1,0,0)×(0,0,1) = (0·1-0·0, 0·0-1·1, 1·0-0·0) = (0,-1,0). |u×v| = 1.

AC · (0,-1,0) = (a)(0) + (a)(-1) + (0)(0) = -a. |−a| = a.

Jawaban: Jarak AB dan CG = a.

Sulit

2. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk 6 cm. Tentukan jarak antara garis AE dan garis diagonal bidang BG!

Pembahasan

AE: dari A(0,0,0) arah u=(0,0,1). BG: dari B(6,0,0) arah v=(0,6,6), sederhanakan v=(0,1,1).

Vektor AB = (6,0,0). u×v = (0,0,1)×(0,1,1) = (0·1-1·1, 1·0-0·1, 0·1-0·0) = (-1,-1,0). |u×v| = √2.

AB · (-1,-1,0) = 6(-1)+0(-1)+0(0) = -6. |−6|/√2 = 6/√2 = 3√2.

Jawaban: Jarak AE dan BG = 3√2 cm.

Sulit

3. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk a. Tentukan jarak antara diagonal ruang AG dan diagonal ruang BH!

Pembahasan

AG: dari A(0,0,0) arah u=(1,1,1). BH: dari B(a,0,0) arah v=(-1,1,1) (karena H=(0,a,a)).

Vektor AB = (a,0,0). u×v = (1,1,1)×(-1,1,1) = (1-1, -1-1, 1+1) = (0,-2,2). |u×v| = √(0+4+4)=2√2.

AB · (0,-2,2) = a(0)+0(-2)+0(2) = 0. Jarak = 0/2√2 = 0?

Cek ulang: AG dan BH berpotongan? Parametrik AG:(t,t,t), BH:(a-s,s,s). Dari t=s dan t=s: konsisten. t=a-s → t=a-t → 2t=a → t=a/2. Titik potong: (a/2, a/2, a/2) = pusat kubus.

Jawaban: AG dan BH berpotongan di pusat kubus, jarak = 0 (berpotongan, bukan bersilangan).

Sulit

4. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk 4 cm. Tentukan jarak antara garis AF dan garis DG!

Pembahasan

A(0,0,0), F(4,0,4): arah AF u=(1,0,1). D(0,4,0), G(4,4,4): arah DG v=(1,0,1).

Arah sama! Cek apakah sejajar: u = v = (1,0,1). Ya, AF ∥ DG.

Jarak dua garis sejajar: ambil titik A dan proyeksikan ke garis DG.

Vektor AD = (0,4,0). Komponen tegak lurus arah v: AD – (AD·v̂)v̂ = (0,4,0) – [(0+0+0)/2](1,0,1) = (0,4,0).

|jarak| = |(0,4,0)| = 4 cm.

Jawaban: Jarak AF dan DG = 4 cm.

Sulit

5. Pada balok ABCD.EFGH dengan AB=6, BC=4, AE=3. Tentukan jarak antara garis AG dan garis BH!

Pembahasan

A(0,0,0), G(6,4,3): arah u=(6,4,3). B(6,0,0), H(0,4,3): arah v=(-6,4,3).

AB = (6,0,0). u×v = (4·3-3·4, 3·(-6)-6·3, 6·4-4·(-6)) = (0, -36, 48). Sederhanakan (0,-3,4), |u×v| = √(0+9+16)·12 → hitung langsung: |(0,-36,48)| = √(1296+2304) = √3600 = 60.

AB · (0,-36,48) = 6(0)+0(-36)+0(48) = 0.

Jarak = 0? Cek potong: (6t,4t,3t) = (6-6s,4s,3s). → 4t=4s → t=s. 3t=3s → t=s. 6t=6-6s=6-6t → 12t=6 → t=½.

Titik potong: (3,2,1.5). AG dan BH berpotongan!

Jawaban: AG dan BH berpotongan di titik (3, 2, 1.5), jaraknya = 0.

✏️ Latihan Soal

▸ Mudah

1. Tentukan kedudukan garis DC terhadap garis HG pada kubus ABCD.EFGH!
2. Tentukan kedudukan garis AE terhadap garis DH!
3. Tentukan kedudukan garis BC terhadap garis CD!
4. Tentukan kedudukan garis EF terhadap garis AB!
5. Tentukan kedudukan garis BF terhadap garis CG!

▸ Sedang

1. Tentukan kedudukan garis AB terhadap garis DG pada kubus!
2. Tentukan kedudukan garis EG terhadap garis AC!
3. Tentukan kedudukan garis AH terhadap garis BG!
4. Tentukan kedudukan garis AF terhadap garis EG!
5. Sebutkan 3 pasang garis yang bersilangan dengan garis AB!

▸ Sulit

1. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk 8 cm, tentukan jarak garis AE dan garis BC!
2. Tentukan jarak antara garis AB dan garis DH pada kubus rusuk a!
3. Pada balok ABCD.EFGH (AB=8, BC=6, AE=4), tentukan jarak garis AG dan garis CE!
4. Pada kubus rusuk 10, tentukan jarak antara garis AF dan garis HC!
5. Tentukan sudut antara garis AG dan garis BF pada kubus ABCD.EFGH!

3. Kedudukan Garis terhadap Bidang

📘 Materi

Tiga kemungkinan kedudukan garis terhadap bidang:

Kedudukan Definisi Contoh pada Kubus
Garis pada bidang Setiap titik pada garis juga merupakan titik pada bidang (g ⊂ α) AB terletak pada bidang ABCD
Garis sejajar bidang Garis dan bidang tidak memiliki titik persekutuan (g ∥ α) AB ∥ bidang EFGH
Garis memotong/menembus bidang Garis dan bidang memiliki tepat satu titik persekutuan AE menembus bidang ABCD di titik A

Catatan khusus: Garis tegak lurus bidang (g ⊥ α) jika g menembus α dan g tegak lurus terhadap setiap garis pada α yang melewati titik tembus.

Pada bidang Sejajar bidang Menembus bidang

📝 Contoh Soal

▸ Tingkat Mudah

Mudah

1. Tentukan kedudukan garis AB terhadap bidang ABCD pada kubus ABCD.EFGH!

Pembahasan

Titik A dan B keduanya terletak pada bidang ABCD. Karena dua titik garis AB ada di bidang ABCD, maka seluruh garis AB terletak pada bidang ABCD.

Jawaban: Garis AB terletak pada bidang ABCD.

Mudah

2. Tentukan kedudukan garis AB terhadap bidang EFGH!

Pembahasan

AB sejajar EF, dan EF terletak pada EFGH. AB tidak memiliki titik persekutuan dengan EFGH.

Jawaban: AB ∥ bidang EFGH (sejajar).

Mudah

3. Tentukan kedudukan garis AE terhadap bidang ABCD!

Pembahasan

AE melewati titik A (yang ada di ABCD) dan titik E (yang tidak di ABCD). Jadi AE menembus bidang ABCD di titik A. Bahkan AE ⊥ ABCD.

Jawaban: Garis AE menembus (tegak lurus) bidang ABCD di titik A.

Mudah

4. Tentukan kedudukan garis EH terhadap bidang ABCD!

Pembahasan

E dan H keduanya tidak di ABCD. EH sejajar AD (yang ada di ABCD). Maka EH ∥ ABCD.

Jawaban: EH ∥ bidang ABCD.

Mudah

5. Tentukan kedudukan garis BF terhadap bidang BCGF!

Pembahasan

B dan F keduanya terletak di bidang BCGF. Maka seluruh garis BF terletak pada bidang BCGF.

Jawaban: Garis BF terletak pada bidang BCGF.

▸ Tingkat Sedang

Sedang

1. Tentukan kedudukan garis AC (diagonal alas) terhadap bidang BDHF!

Pembahasan

Bidang BDHF memuat B(a,0,0), D(0,a,0), H(0,a,a), F(a,0,a). Garis AC dari A(0,0,0) ke C(a,a,0).

Titik tengah AC = (a/2, a/2, 0). Cek apakah di bidang BDHF: persamaan bidang melalui B,D,F: x+y=a (verifikasi: B: a+0=a✓, D:0+a=a✓, F:a+0=a✓, H:0+a=a✓).

A: 0+0=0≠a, C: a+a=2a≠a. Titik tengah: a/2+a/2=a ✓. Jadi AC menembus bidang BDHF di titik tengah AC.

Jawaban: Garis AC menembus bidang BDHF di titik tengah AC.

Sedang

2. Tentukan kedudukan garis EG (diagonal atap) terhadap bidang ABCD!

Pembahasan

E(0,0,a) dan G(a,a,a) keduanya memiliki z=a. Bidang ABCD: z=0. EG tidak pernah memiliki z=0. Jadi EG ∥ ABCD.

Alternatif: EG ∥ AC, dan AC ⊂ ABCD, maka EG ∥ ABCD.

Jawaban: EG ∥ bidang ABCD.

Sedang

3. Tentukan kedudukan garis AG (diagonal ruang) terhadap bidang ABCD!

Pembahasan

A(0,0,0) ∈ ABCD, G(a,a,a) ∉ ABCD. Garis AG hanya memiliki satu titik di ABCD yaitu A. Jadi AG menembus ABCD di titik A.

Jawaban: AG menembus bidang ABCD di titik A.

Sedang

4. Tentukan kedudukan garis FH terhadap bidang ABFE!

Pembahasan

F(a,0,a) ∈ ABFE. H(0,a,a) — cek apakah H ∈ ABFE. Bidang ABFE: y=0 (memuat A(0,0,0), B(a,0,0), F(a,0,a), E(0,0,a) — semua y=0). H memiliki y=a ≠ 0.

Jadi FH memiliki F di ABFE tapi H tidak di ABFE. FH menembus ABFE di F.

Jawaban: Garis FH menembus bidang ABFE di titik F.

Sedang

5. Sebutkan semua garis rusuk kubus yang sejajar bidang ABFE!

Pembahasan

Bidang ABFE: y=0. Rusuk sejajar harus tidak memotong dan tidak berada di bidang y=0.

Rusuk dengan y tetap ≠ 0: DC (y=a, z=0), HG (y=a, z=a), DH (x=0, y=a), CG (x=a, y=a).

Jawaban: DC, HG, DH, CG sejajar bidang ABFE.

▸ Tingkat Sulit

Sulit

1. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk 6 cm. Tentukan sudut yang dibentuk garis AG dengan bidang ABCD!

Pembahasan

A(0,0,0), G(6,6,6). Proyeksi AG ke bidang ABCD (z=0) adalah garis AC dari A(0,0,0) ke C(6,6,0).

tan θ = tinggi/proyeksi = |AG vertikal|/|AC| = 6/(6√2) = 1/√2.

θ = arctan(1/√2) = arctan(½√2) ≈ 35,26°.

Jawaban: Sudut AG dengan bidang ABCD = arctan(1/√2) ≈ 35°16′.

Sulit

2. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk a. Tentukan sudut antara garis BG dan bidang BCGF!

Pembahasan

Bidang BCGF: x=a (semua titik B(a,0,0), C(a,a,0), G(a,a,a), F(a,0,a) memiliki x=a). Jadi normal bidang = (1,0,0).

Tunggu — semua titik memiliki x=a, jadi garis BG (dari B(a,0,0) ke G(a,a,a)) juga memiliki x=a selalu! Maka BG terletak pada bidang BCGF.

Jawaban: Garis BG terletak pada bidang BCGF (sudut = 0°).

Sulit

3. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk 10 cm. Garis AF menembus bidang BDHF. Tentukan sudut yang dibentuk garis AF dengan bidang BDHF!

Pembahasan

Bidang BDHF: persamaan x+y=a=10. Normal n=(1,1,0), |n|=√2.

AF: A(0,0,0) ke F(10,0,10), arah d=(1,0,1), |d|=√2.

sin θ = |d·n|/(|d||n|) = |1+0+0|/(√2·√2) = 1/2.

θ = 30°.

Jawaban: Sudut garis AF dengan bidang BDHF = 30°.

Sulit

4. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk a. Tentukan titik tembus garis AG dengan bidang BDHF!

Pembahasan

Bidang BDHF: x + y = a. Garis AG: parametrik (t, t, t) dengan t ∈ ℝ (dari A(0,0,0) arah (1,1,1) diskalakan).

Substitusi: t + t = a → 2t = a → t = a/2.

Titik tembus: (a/2, a/2, a/2) = pusat kubus.

Jawaban: Titik tembus AG dengan BDHF adalah pusat kubus (a/2, a/2, a/2).

Sulit

5. Pada balok ABCD.EFGH dengan AB=8, BC=6, AE=4. Tentukan sudut garis AG dengan bidang ABCD!

Pembahasan

A(0,0,0), G(8,6,4). Proyeksi AG ke ABCD: AC = A ke (8,6,0). |AC| = √(64+36) = 10.

Komponen vertikal AG = 4. tan θ = 4/10 = 2/5.

θ = arctan(2/5) ≈ 21,8°.

Jawaban: Sudut AG dengan bidang ABCD = arctan(2/5) ≈ 21°48′.

✏️ Latihan Soal

▸ Mudah

1. Tentukan kedudukan garis FG terhadap bidang EFGH!
2. Tentukan kedudukan garis DH terhadap bidang ABCD!
3. Tentukan kedudukan garis AB terhadap bidang DCGH!
4. Tentukan kedudukan garis CG terhadap bidang ABFE!
5. Tentukan kedudukan garis AC terhadap bidang ABCD!

▸ Sedang

1. Tentukan kedudukan garis BD terhadap bidang EFGH!
2. Tentukan kedudukan garis AG terhadap bidang BCGF!
3. Sebutkan semua rusuk kubus yang sejajar bidang ADHE!
4. Tentukan kedudukan garis EG terhadap bidang ACGE!
5. Tentukan garis yang tegak lurus bidang EFGH dan melewati titik B!

▸ Sulit

1. Pada kubus rusuk a, tentukan sudut garis BH dengan bidang ABCD!
2. Tentukan titik tembus diagonal BH dengan bidang ACGE pada kubus rusuk a!
3. Pada balok (AB=12, BC=4, AE=3), tentukan sudut garis AG dengan bidang ABFE!
4. Pada kubus rusuk 8, tentukan sudut garis AF dengan bidang ADHE!
5. Tentukan proyeksi garis AG pada bidang ABCD di kubus rusuk a, dan panjang proyeksinya!

4. Kedudukan Bidang terhadap Bidang Lain

📘 Materi

Dua bidang dalam ruang memiliki dua kemungkinan:

Kedudukan Definisi Contoh
Sejajar (α ∥ β) Tidak memiliki titik persekutuan sama sekali ABCD ∥ EFGH
Berpotongan Memiliki persekutuan berupa sebuah garis (garis potong) ABCD ∩ ABFE = garis AB

Catatan khusus:

  • Dua bidang tegak lurus (α ⊥ β) jika sudut diantaranya = 90°.
  • Pada kubus, bidang ABCD ⊥ ABFE (membentuk sudut 90°).
  • Sudut diederal: sudut antara dua bidang diukur melalui garis potongnya.
Sejajar Berpotongan

📝 Contoh Soal

▸ Tingkat Mudah

Mudah

1. Tentukan kedudukan bidang ABCD terhadap bidang EFGH pada kubus ABCD.EFGH!

Pembahasan

ABCD (z=0) dan EFGH (z=a) tidak memiliki titik persekutuan karena berbeda ketinggian.

Jawaban: ABCD ∥ EFGH (sejajar).

Mudah

2. Tentukan kedudukan bidang ABCD terhadap bidang ABFE!

Pembahasan

Kedua bidang memiliki garis persekutuan AB (titik A dan B terletak di kedua bidang).

Jawaban: ABCD dan ABFE berpotongan pada garis AB.

Mudah

3. Tentukan kedudukan bidang ABFE terhadap bidang DCGH!

Pembahasan

ABFE (y=0) dan DCGH (y=a) tidak punya titik persekutuan.

Jawaban: ABFE ∥ DCGH (sejajar).

Mudah

4. Tentukan garis potong bidang ABCD dan bidang BCGF!

Pembahasan

Titik yang sama-sama di kedua bidang: B dan C. Jadi garis potong = BC.

Jawaban: Garis potong ABCD ∩ BCGF = garis BC.

Mudah

5. Tentukan kedudukan bidang ADHE terhadap bidang BCGF!

Pembahasan

ADHE (x=0) dan BCGF (x=a). Tidak ada titik persekutuan.

Jawaban: ADHE ∥ BCGF (sejajar).

▸ Tingkat Sedang

Sedang

1. Tentukan sudut antara bidang ABCD dan bidang ABFE pada kubus ABCD.EFGH!

Pembahasan

Garis potong = AB. Pada titik A, tarik garis di ABCD tegak lurus AB: garis AD. Tarik garis di ABFE tegak lurus AB: garis AE.

Sudut diederal = ∠DAE = 90° (karena AD dan AE saling tegak lurus pada kubus).

Jawaban: Sudut antara ABCD dan ABFE = 90° (saling tegak lurus).

Sedang

2. Tentukan garis potong bidang ACGE dengan bidang ABCD!

Pembahasan

Bidang ACGE memuat A dan C yang juga ada di ABCD. Garis AC ada di kedua bidang.

Jawaban: Garis potong = AC (diagonal alas).

Sedang

3. Tentukan garis potong bidang BDHF dengan bidang EFGH!

Pembahasan

Titik di kedua bidang: F dan H (keduanya ada di BDHF dan EFGH).

Jawaban: Garis potong = FH (diagonal atap).

Sedang

4. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukan kedudukan bidang ACGE terhadap bidang BDHF!

Pembahasan

ACGE: x+y=a (cek A(0,0,0)→ 0≠a… Mari gunakan cara lain).

ACGE memuat A(0,0,0), C(a,a,0), G(a,a,a), E(0,0,a). Pers: y=x → x-y=0.

BDHF memuat B(a,0,0), D(0,a,0), H(0,a,a), F(a,0,a). Pers: x+y=a.

Cek potong: x-y=0 dan x+y=a → x=a/2, y=a/2. Banyak titik yang memenuhi (untuk semua z). Garis potong: x=a/2, y=a/2, z bebas → garis vertikal melalui pusat.

Jawaban: ACGE dan BDHF berpotongan pada garis vertikal melalui pusat kubus.

Sedang

5. Tentukan sudut antara bidang ACGE dan bidang ABCD pada kubus!

Pembahasan

Garis potong = AC. Normal ABCD = (0,0,1). Normal ACGE: dari vektor AC=(1,1,0) dan AE=(0,0,1), normal = AC×AE = (1,-1,0).

Sudut antara bidang = sudut antara normal: cos θ = |(0,0,1)·(1,-1,0)| / (1·√2) = 0/√2 = 0.

θ = 90°.

Jawaban: Bidang ACGE tegak lurus bidang ABCD (sudut = 90°).

▸ Tingkat Sulit

Sulit

1. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk a. Tentukan sudut diederal antara bidang AFH dan bidang ABCD!

Pembahasan

A(0,0,0), F(a,0,a), H(0,a,a). Bidang AFH: vektor AF=(a,0,a), AH=(0,a,a). Normal = AF×AH = (0·a-a·a, a·0-a·a, a·a-0·0) = (-a², -a², a²). Sederhanakan: (-1,-1,1).

Normal ABCD = (0,0,1). cos θ = |(-1,-1,1)·(0,0,1)| / (√3·1) = 1/√3.

θ = arccos(1/√3) ≈ 54,74°.

Jawaban: Sudut diederal bidang AFH dengan ABCD = arccos(1/√3) ≈ 54°44′.

Sulit

2. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk a. Tentukan sudut antara bidang BEG dan bidang ABCD!

Pembahasan

B(a,0,0), E(0,0,a), G(a,a,a). Vektor BE=(-a,0,a), BG=(0,a,a). Normal = BE×BG = (0·a-a·a, a·0-(-a)·a, (-a)·a-0·0) = (-a², a², -a²). Sederhanakan: (-1,1,-1).

Normal ABCD = (0,0,1). cos θ = |(-1,1,-1)·(0,0,1)| / (√3·1) = 1/√3.

θ = arccos(1/√3) ≈ 54,74°.

Jawaban: Sudut bidang BEG dengan ABCD = arccos(1/√3) ≈ 54°44′.

Sulit

3. Pada limas beraturan T.ABCD, alas persegi sisi 8 cm, tinggi 6 cm. Tentukan sudut antara bidang TAB dan bidang alas ABCD!

Pembahasan

Pusat alas O(4,4,0), T(4,4,6). Garis potong = AB. Tarik garis dari T ke AB yang tegak lurus AB.

A(0,0,0), B(8,0,0). Titik tengah AB = M(4,0,0). TM dari T(4,4,6) ke M(4,0,0). Panjang TM = √(0+16+36) = √52.

Proyeksi kaki dari O ke AB: O'(4,0,0) = M. OM = √(0+16+0) = 4.

Sudut diederal: tan θ = tinggi T di atas M / jarak O ke AB vertikal… Gunakan metode yang benar:

Garis potong = AB (sumbu x). Di titik M(4,0,0), tarik garis tegak lurus AB di bidang ABCD: arah (0,1,0). Di bidang TAB tegak lurus AB: arah dari M ke T = (0,4,6)/||(0,4,6)|| → tan θ = 6/4 = 3/2.

θ = arctan(3/2) ≈ 56,31°.

Jawaban: Sudut bidang TAB dengan ABCD = arctan(3/2) ≈ 56°19′.

Sulit

4. Pada kubus ABCD.EFGH rusuk a. Tentukan sudut antara bidang ACGE dan bidang BDHF!

Pembahasan

Normal ACGE: vektor (1,-1,0) (dari pers x-y=0). Normal BDHF: vektor (1,1,0) (dari pers x+y=a).

cos θ = |(1,-1,0)·(1,1,0)| / (√2·√2) = |1-1|/2 = 0.

θ = 90°.

Jawaban: Bidang ACGE ⊥ BDHF (saling tegak lurus, sudut = 90°).

Sulit

5. Pada balok ABCD.EFGH dengan AB=6, BC=6, AE=3. Tentukan sudut antara bidang AFH dan bidang ABCD!

Pembahasan

A(0,0,0), F(6,0,3), H(0,6,3). AF=(6,0,3), AH=(0,6,3). Normal AFH = AF×AH = (0·3-3·6, 3·0-6·3, 6·6-0·0) = (-18,-18,36). Sederhanakan: (-1,-1,2).

Normal ABCD = (0,0,1). cos θ = |(-1,-1,2)·(0,0,1)| / (√6·1) = 2/√6 = √6/3.

θ = arccos(√6/3) ≈ 35,26°.

Jawaban: Sudut bidang AFH dengan ABCD = arccos(√6/3) ≈ 35°16′.

✏️ Latihan Soal

▸ Mudah

1. Tentukan kedudukan bidang ABFE terhadap bidang DCGH pada kubus ABCD.EFGH!
2. Tentukan garis potong bidang ABCD dan bidang ADHE!
3. Tentukan kedudukan bidang EFGH terhadap bidang ABFE!
4. Sebutkan 3 pasang bidang yang sejajar pada kubus ABCD.EFGH!
5. Tentukan garis potong bidang EFGH dan bidang BCGF!

▸ Sedang

1. Tentukan sudut antara bidang ABCD dan bidang ADHE!
2. Tentukan garis potong bidang ACGE dan bidang EFGH!
3. Tentukan kedudukan bidang ABGH terhadap bidang EFDC!
4. Tentukan garis potong bidang BDHF dan bidang ABCD!
5. Pada kubus, apakah bidang ABGH tegak lurus bidang ABCD?

▸ Sulit

1. Pada kubus rusuk a, tentukan sudut diederal antara bidang BEG dan bidang EFGH!
2. Pada limas T.ABCD beraturan (alas persegi sisi 10, tinggi 12), tentukan sudut bidang TAD dengan ABCD!
3. Pada kubus rusuk a, tentukan sudut antara bidang ACGE dan bidang ABFE!
4. Pada balok (AB=8, BC=6, AE=4), tentukan sudut bidang BEG dengan bidang ABCD!
5. Pada kubus rusuk 12, tentukan jarak antara bidang AFH dan bidang BEG (dua bidang sejajar)!

Materi Geometri Ruang — Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page