Pengertian, Notasi dan Ordo Matriks
Pengertian, Notasi dan Ordo Matriks
Matematika SMA/SMK — Materi Lengkap
1 Pengertian Matriks
Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang diatur dalam baris dan kolom sehingga membentuk suatu jajaran persegi panjang (atau persegi), dan ditulis di antara dua tanda kurung siku.
Contoh matriks:
Matriks 2×2
Matriks 2×3
📌 Poin Penting:
- Bilangan-bilangan dalam matriks disebut elemen atau komponen matriks.
- Garis mendatar disebut baris, garis tegak disebut kolom.
- Matriks biasa dilambangkan dengan huruf kapital: A, B, C, …
📝 Contoh Soal — Pengertian Matriks
Mudah
1. Sebutkan elemen baris ke-1 kolom ke-2 dari matriks berikut!
▶ Lihat Pembahasan
Baris ke-1 = (3, 7). Kolom ke-2 = elemen kedua pada baris ke-1.
Jawaban: 7
2. Berapa banyak elemen matriks berikut?
▶ Lihat Pembahasan
Matriks berukuran 2×3 memiliki 2 × 3 = 6 elemen.
Jawaban: 6 elemen
3. Apakah susunan berikut termasuk matriks?
{2, 4, 6, 8}
▶ Lihat Pembahasan
Susunan tersebut menggunakan kurung kurawal (himpunan), bukan kurung siku. Matriks harus ditulis dalam kurung siku dan tersusun dalam baris dan kolom.
Jawaban: Bukan matriks
4. Sebutkan semua elemen baris ke-2 dari matriks:
▶ Lihat Pembahasan
Baris ke-2 berisi elemen: −2 dan 5.
Jawaban: −2, 5
5. Sebutkan semua elemen kolom ke-1 dari matriks:
▶ Lihat Pembahasan
Kolom ke-1 = elemen pertama tiap baris: 1 dan 2.
Jawaban: 1, 2
Sedang
1. Diketahui matriks A = 2x134y . Jika a₁₂ = 5 dan a₂₃ = −1, tentukan x dan y!
▶ Lihat Pembahasan
a₁₂ berarti baris 1, kolom 2 → x = 5.
a₂₃ berarti baris 2, kolom 3 → y = −1.
Jawaban: x = 5, y = −1
2. Suatu matriks B berukuran 3×4. Berapa jumlah total elemen matriks B?
▶ Lihat Pembahasan
Jumlah elemen = jumlah baris × jumlah kolom = 3 × 4 = 12.
Jawaban: 12 elemen
3. Tentukan elemen a₂₁ dan a₁₃ dari matriks:
▶ Lihat Pembahasan
a₂₁ = baris 2, kolom 1 = 4.
a₁₃ = baris 1, kolom 3 = 0.
Jawaban: a₂₁ = 4, a₁₃ = 0
4. Matriks C memiliki 20 elemen. Jika banyak barisnya 4, berapa banyak kolomnya?
▶ Lihat Pembahasan
Jumlah elemen = baris × kolom → 20 = 4 × kolom → kolom = 5.
Jawaban: 5 kolom
5. Tuliskan matriks D berukuran 2×2 dengan elemen dij = i + j!
▶ Lihat Pembahasan
d₁₁ = 1+1 = 2, d₁₂ = 1+2 = 3, d₂₁ = 2+1 = 3, d₂₂ = 2+2 = 4.
Sulit
1. Tuliskan matriks A berukuran 3×3 dengan aij = 2i − j!
▶ Lihat Pembahasan
a₁₁=1, a₁₂=0, a₁₃=−1, a₂₁=3, a₂₂=2, a₂₃=1, a₃₁=5, a₃₂=4, a₃₃=3.
2. Matriks B berukuran 3×3 dengan bij = |i − j|. Tentukan matriks B!
▶ Lihat Pembahasan
b₁₁=0, b₁₂=1, b₁₃=2, b₂₁=1, b₂₂=0, b₂₃=1, b₃₁=2, b₃₂=1, b₃₃=0.
3. Diketahui matriks P berukuran m×n memiliki 12 elemen. Tentukan semua kemungkinan ordo matriks P!
▶ Lihat Pembahasan
Faktorisasi 12: 1×12, 2×6, 3×4, 4×3, 6×2, 12×1.
Jawaban: Ordo yang mungkin: 1×12, 2×6, 3×4, 4×3, 6×2, 12×1
4. Tentukan matriks C berukuran 3×3 dengan cij = i² − j²!
▶ Lihat Pembahasan
c₁₁=0, c₁₂=−3, c₁₃=−8, c₂₁=3, c₂₂=0, c₂₃=−5, c₃₁=8, c₃₂=5, c₃₃=0.
5. Dua matriks dikatakan sama jika ordo dan setiap elemen yang bersesuaian sama. Jika a+b23a−b = 5231 , tentukan a dan b!
▶ Lihat Pembahasan
a + b = 5 … (i)
a − b = 1 … (ii)
(i) + (ii): 2a = 6 → a = 3, lalu b = 2.
Jawaban: a = 3, b = 2
✏️ Latihan Soal — Pengertian Matriks
Mudah
- Sebutkan elemen a₁₁ dari matriks 9416 !
- Berapa banyak baris pada matriks berukuran 4×3?
- Sebutkan semua elemen kolom ke-2 dari matriks 2583 !
- Apakah [3 5 7] termasuk matriks? Jika ya, apa ordonya?
- Berapa jumlah elemen matriks berukuran 1×5?
Sedang
- Tentukan elemen a₃₂ dari matriks 123456789 !
- Matriks Q memiliki 15 elemen dan 5 kolom. Berapa banyak barisnya?
- Tuliskan matriks 2×2 dengan elemen aij = i × j!
- Jika dua matriks sama, dan x31y = 4317 , tentukan x dan y!
- Tentukan elemen a₂₃ dari matriks 3×3 dengan aij = i + 2j!
Sulit
- Tuliskan matriks 3×3 dengan aij = (−1)i+j!
- Matriks R memiliki 18 elemen. Tentukan semua kemungkinan ordonya!
- Jika 2ab+13cd−2 = 6495 , tentukan a, b, c, d!
- Tuliskan matriks 3×3 dengan aij = i² + j!
- Suatu matriks persegi berordo n memiliki 25 elemen. Tentukan n dan banyak elemen pada diagonalnya!
2 Notasi dan Ordo Matriks
Matriks dilambangkan dengan huruf kapital (A, B, C, …). Elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j ditulis aij.
Bentuk umum matriks A berordo m × n:
📌 Ordo Matriks:
- Ordo m × n artinya matriks memiliki m baris dan n kolom.
- Ditulis singkat: Am×n atau A = [aij]m×n
- Contoh: Matriks 2×3 → 2 baris, 3 kolom.
📝 Contoh Soal — Notasi dan Ordo
Mudah
1. Tentukan ordo matriks berikut!
▶ Lihat Pembahasan
2 baris, 3 kolom → Ordo 2×3
2. Tentukan ordo matriks:
▶ Lihat Pembahasan
3 baris, 1 kolom → Ordo 3×1 (matriks kolom)
3. Apa notasi elemen pada baris ke-3 kolom ke-2?
▶ Lihat Pembahasan
Notasinya: a₃₂
4. Matriks [7] memiliki ordo berapa?
▶ Lihat Pembahasan
1 baris, 1 kolom → Ordo 1×1
5. Matriks [2 4 6 8] memiliki ordo?
▶ Lihat Pembahasan
1 baris, 4 kolom → Ordo 1×4 (matriks baris)
Sedang
1. Dari matriks berikut, tentukan a₂₃ dan ordonya!
▶ Lihat Pembahasan
Ordo 2×4. a₂₃ = baris 2, kolom 3 = 4
2. Matriks E berordo p×q. Jika a₃₅ adalah elemen E, maka nilai minimum p dan q?
▶ Lihat Pembahasan
a₃₅ → baris minimal 3, kolom minimal 5. p ≥ 3, q ≥ 5
3. Tuliskan matriks A berordo 2×3 dengan aij = 3i − 2j!
▶ Lihat Pembahasan
a₁₁=1, a₁₂=−1, a₁₃=−3, a₂₁=4, a₂₂=2, a₂₃=0.
4. Berapa banyak ordo matriks yang mungkin jika jumlah elemennya 24?
▶ Lihat Pembahasan
Faktor 24: 1×24, 2×12, 3×8, 4×6, 6×4, 8×3, 12×2, 24×1 → 8 kemungkinan ordo
5. Matriks F berordo 3×2. Tuliskan semua notasi elemen matriks F!
▶ Lihat Pembahasan
f₁₁, f₁₂, f₂₁, f₂₂, f₃₁, f₃₂ → 6 elemen
Sulit
1. Matriks G berordo n×n. Jumlah semua elemennya 16 buah. Tentukan n dan tuliskan semua elemen diagonal utamanya!
▶ Lihat Pembahasan
n² = 16 → n = 4. Diagonal utama: g₁₁, g₂₂, g₃₃, g₄₄ (4 elemen)
2. Diketahui A = [aij]3×3 dengan aij = (i−j)(i+j). Tentukan jumlah semua elemen diagonal utama!
▶ Lihat Pembahasan
Diagonal: a₁₁=(0)(2)=0, a₂₂=(0)(4)=0, a₃₃=(0)(6)=0. Jumlah = 0
3. Matriks H berordo m×n. Jumlah elemen = 30. Jika m > n dan selisih m − n = 7, tentukan m dan n!
▶ Lihat Pembahasan
mn = 30, m − n = 7. m = n + 7 → n(n+7) = 30 → n² + 7n − 30 = 0 → (n+10)(n−3) = 0 → n = 3, m = 10. Ordo 10×3
4. Tuliskan matriks 4×4 dengan aij = min(i, j)!
▶ Lihat Pembahasan
5. Tentukan jumlah semua elemen matriks 3×3 dengan aij = i² − 2ij + j²!
▶ Lihat Pembahasan
aij = (i−j)². Elemen: 0,1,4,1,0,1,4,1,0. Jumlah = 12
✏️ Latihan Soal — Notasi dan Ordo
Mudah
- Tentukan ordo matriks 123456 !
- Tuliskan notasi elemen baris ke-1 kolom ke-4!
- Matriks berordo 5×1 memiliki berapa elemen?
- Apa perbedaan matriks baris dan matriks kolom?
- Tentukan ordo matriks 1002 !
Sedang
- Tuliskan matriks 2×3 dengan aij = i + j!
- Matriks memiliki 36 elemen dan berbentuk persegi. Berapa ordonya?
- Tentukan a₂₄ dari matriks A3×5 dengan aij = 2i + j!
- Berapa banyak kemungkinan ordo matriks dengan 10 elemen?
- Tuliskan semua notasi elemen matriks berordo 2×4!
Sulit
- Matriks persegi berordo n. Jumlah elemen di luar diagonal utama = 20. Tentukan n!
- Tuliskan matriks 3×3 dengan aij = max(i,j) − min(i,j)!
- Matriks K berordo m×n, mn = 28, m + n = 11. Tentukan m dan n!
- Tentukan jumlah elemen diagonal utama matriks 4×4 dengan aij = i×j!
- Matriks L berordo n×n memiliki n² − n elemen di luar diagonal utama. Jika jumlahnya 56, tentukan n!
3 Matriks-matriks Khusus
① Matriks Baris
Matriks yang hanya memiliki satu baris (ordo 1×n).
② Matriks Kolom
Matriks yang hanya memiliki satu kolom (ordo m×1).
③ Matriks Persegi
Matriks dengan jumlah baris = jumlah kolom (ordo n×n).
④ Matriks Diagonal
Matriks persegi yang semua elemen di luar diagonal utama = 0.
⑤ Matriks Identitas (I)
Matriks diagonal yang semua elemen diagonalnya = 1.
⑥ Matriks Nol (O)
Matriks yang semua elemennya = 0.
⑦ Matriks Segitiga Atas
Matriks persegi yang semua elemen di bawah diagonal utama = 0.
⑧ Matriks Segitiga Bawah
Matriks persegi yang semua elemen di atas diagonal utama = 0.
⑨ Matriks Simetris
Matriks persegi yang memenuhi aij = aji (sama dengan transposenya).
📝 Contoh Soal — Matriks Khusus
Mudah
1. Tentukan jenis matriks: 000
▶ Lihat Pembahasan
Semua elemen nol → Matriks Nol berordo 1×3, juga merupakan matriks baris.
2. Apakah matriks berikut adalah matriks identitas?
▶ Lihat Pembahasan
Persegi 2×2, diagonal = 1, lainnya = 0. Ya, matriks identitas I₂
3. Termasuk jenis apa matriks: 4−1 ?
▶ Lihat Pembahasan
Ordo 2×1 → Matriks Kolom
4. Apakah matriks berikut termasuk matriks diagonal?
▶ Lihat Pembahasan
Persegi, elemen di luar diagonal = 0. Ya, matriks diagonal
5. Tuliskan matriks identitas berordo 3!
▶ Lihat Pembahasan
Sedang
1. Tentukan apakah matriks berikut simetris!
▶ Lihat Pembahasan
Cek: a₁₂=3=a₂₁ ✓, a₁₃=5=a₃₁ ✓, a₂₃=4=a₃₂ ✓. Ya, simetris
2. Apakah matriks berikut segitiga atas?
▶ Lihat Pembahasan
Elemen di bawah diagonal: a₂₁=0 ✓, a₃₁=0 ✓, tapi a₃₂=1 ≠ 0. Bukan segitiga atas
3. Tentukan nilai x agar matriks berikut menjadi matriks diagonal!
▶ Lihat Pembahasan
Syarat: x−3 = 0 → x = 3. Cek: 2(3)−6 = 0 ✓. x = 3
4. Tentukan nilai a dan b agar matriks berikut simetris!
▶ Lihat Pembahasan
Syarat simetris: a₁₂ = a₂₁ → a+2 = 3b−1 … (persamaan satu variabel saja tidak cukup, kita butuh a₁₂ = a₂₁). Karena ini 2×2, syarat: a+2 = 3b−1. Banyak solusi. Contoh: jika a=1 maka 3b−1=3 → b=4/3. Hubungan: a+2 = 3b−1 atau a = 3b−3
5. Tuliskan matriks segitiga bawah 3×3 yang bukan matriks diagonal!
▶ Lihat Pembahasan
Contoh (elemen di bawah diagonal tidak semuanya nol):
Sulit
1. Matriks A3×3 dengan aij = 1 jika i = j, dan aij = 0 jika i ≠ j. Apa jenis matriks A?
▶ Lihat Pembahasan
Diagonal semua 1, lainnya 0. Ini adalah Matriks Identitas I₃. Juga merupakan matriks diagonal, segitiga atas, segitiga bawah, dan simetris sekaligus!
2. Tentukan x dan y agar matriks berikut merupakan matriks identitas!
▶ Lihat Pembahasan
Syarat identitas: a₁₂=0 → x−y=0 … (i). a₂₂=1 → x+y−2=1 → x+y=3 … (ii). a₃₁=0 → 2x−y=0 … (iii).
Dari (i): x = y. Substitusi ke (ii): 2x = 3 → x = 3/2, y = 3/2.
Cek (iii): 2(3/2)−3/2 = 3/2 ≠ 0. Kontradiksi!
Tidak ada nilai x, y yang memenuhi.
3. Buktikan bahwa matriks A dengan aij = i+j selalu simetris untuk semua ordo n×n!
▶ Lihat Pembahasan
aij = i+j = j+i = aji. Karena penjumlahan bersifat komutatif, maka aij = aji untuk semua i,j. Terbukti simetris.
4. Berapa banyak elemen bernilai nol pada matriks segitiga atas berordo 5×5?
▶ Lihat Pembahasan
Elemen di bawah diagonal: untuk baris ke-i (i=2,…,5), ada (i−1) nol. Total = 1+2+3+4 = 10 elemen nol
5. Tentukan matriks A3×3 yang sekaligus merupakan segitiga atas DAN segitiga bawah!
▶ Lihat Pembahasan
Segitiga atas: elemen di bawah diagonal = 0. Segitiga bawah: elemen di atas diagonal = 0. Gabungan keduanya → hanya elemen diagonal yang boleh ≠ 0. Hasilnya adalah matriks diagonal.
✏️ Latihan Soal — Matriks Khusus
Mudah
- Tuliskan matriks nol berordo 3×2!
- Apakah 2002 matriks identitas?
- Sebutkan jenis matriks 1357 !
- Tuliskan matriks diagonal 2×2 dengan elemen diagonal 4 dan −1!
- Apakah matriks identitas termasuk matriks diagonal?
Sedang
- Tentukan x agar 1x²−403 menjadi segitiga bawah!
- Tuliskan contoh matriks simetris 2×2 yang bukan diagonal!
- Matriks A segitiga atas 4×4. Berapa minimal elemen yang bernilai 0?
- Sebutkan semua jenis yang dimiliki matriks identitas I₃!
- Tentukan a agar 3aa5 simetris!
Sulit
- Berapa banyak matriks diagonal 3×3 yang mungkin jika tiap elemen diagonal hanya boleh 0 atau 1?
- Tentukan x dan y agar matriks simetris: 1x+y352x−y374 !
- Buktikan bahwa matriks A dengan aij = i×j selalu simetris!
- Berapa banyak elemen nol pada matriks segitiga bawah n×n? Nyatakan dalam n!
- Apakah jumlah dua matriks simetris selalu simetris? Jelaskan!
4 Transpose Matriks
Transpose dari matriks A (ditulis AT atau A’) adalah matriks yang diperoleh dengan menukar baris menjadi kolom (dan sebaliknya).
Jika A berordo m×n, maka AT berordo n×m.
A (2×3)
AT (3×2)
📌 Sifat-sifat Transpose:
- (AT)T = A
- (A + B)T = AT + BT
- (kA)T = kAT (k = skalar)
- (AB)T = BTAT
- Jika AT = A, maka A simetris
📝 Contoh Soal — Transpose
Mudah
1. Tentukan transpose dari A = 1324 !
▶ Lihat Pembahasan
Tukar baris jadi kolom:
AT = 1234
2. Tentukan transpose dari B = 567 !
▶ Lihat Pembahasan
B ordo 1×3, maka BT ordo 3×1:
3. Jika CT = 1324 , tentukan C!
▶ Lihat Pembahasan
(CT)T = C. Transpose lagi:
C = 1234
4. Apa ordo transpose dari matriks berordo 4×2?
▶ Lihat Pembahasan
2×4 (baris dan kolom ditukar)
5. Tentukan transpose matriks identitas I₂!
▶ Lihat Pembahasan
I₂T = I₂ = 1001 . Matriks identitas simetris, sehingga transposenya sama dengan dirinya.
Sedang
1. Tentukan transpose:
▶ Lihat Pembahasan
2. Jika A = 2134 , tentukan A + AT!
▶ Lihat Pembahasan
AT = 2314
A + AT = 4448
3. Tentukan nilai x agar A = AT:
▶ Lihat Pembahasan
A = AT → a₁₂ = a₂₁ → x+1 = 2x−5 → x = 6. x = 6
4. Jika A berordo 2×3 dan B = 3AT, tentukan ordo B!
▶ Lihat Pembahasan
AT ordo 3×2. Perkalian skalar tidak mengubah ordo. B berordo 3×2
5. Buktikan bahwa A − AT menghasilkan matriks dengan diagonal utama = 0 untuk A 2×2!
▶ Lihat Pembahasan
A = abcd , AT = acbd . A − AT = 0b−cc−b0 . Diagonal = 0. Terbukti.
Sulit
1. Diketahui A = 1234 . Tentukan (A + AT) dan buktikan hasilnya simetris!
▶ Lihat Pembahasan
A + AT = 2558 . Karena elemen (1,2)=5=(2,1), simetris terbukti.
Secara umum: (A+AT)T = AT+(AT)T = AT+A = A+AT. Selalu simetris.
2. Tentukan matriks A2×2 jika A + AT = 64410 dan A − AT = 02−20 !
▶ Lihat Pembahasan
Jumlahkan: 2A = 66210
A = 3315
3. Buktikan bahwa (AT)T = A untuk matriks A berordo 2×3!
▶ Lihat Pembahasan
A = abcdef (2×3)
AT = adbecf (3×2)
(AT)T = abcdef = A. Terbukti.
4. Diketahui A = abcd . Tunjukkan bahwa A − AT adalah matriks anti-simetris (BT = −B)!
▶ Lihat Pembahasan
B = A − AT = 0b−cc−b0
BT = 0c−bb−c0 = −B. Terbukti anti-simetris.
5. Setiap matriks persegi A dapat ditulis sebagai A = S + K, dengan S simetris dan K anti-simetris. Tentukan S dan K jika A = 2468 !
▶ Lihat Pembahasan
S = ½(A + AT) = ½ 4101016 = 2558
K = ½(A − AT) = ½ 0−220 = 0−110
Cek: S + K = 2468 = A ✓
✏️ Latihan Soal — Transpose
Mudah
- Tentukan transpose dari 5137 !
- Tentukan transpose dari 246 !
- Jika ordo A = 5×3, berapa ordo AT?
- Tentukan transpose matriks nol 2×3!
- Apakah transpose matriks persegi selalu menghasilkan matriks persegi?
Sedang
- Tentukan AT untuk A = 12345678 !
- Jika A = 1−230 , hitung A − AT!
- Tentukan x jika AT = A untuk 4x−23x+19 !
- Tentukan (2A)T jika A = 1324 !
- Jika BT = 147258 , tentukan B!
Sulit
- Tentukan A jika A + AT = 86612 dan A − AT = 04−40 !
- Buktikan bahwa ATA selalu menghasilkan matriks simetris untuk semua A!
- Tentukan semua matriks 2×2 yang memenuhi A = AT dan semua elemennya hanya 0 atau 1!
- Jika A simetris dan B simetris, apakah AB selalu simetris? Berikan contoh!
- Uraikan matriks 1375 menjadi jumlah matriks simetris dan anti-simetris!
Penjumlahan dan Pengurangan Matriks
Penjumlahan dan Pengurangan Matriks
Materi lengkap dengan contoh soal dan latihan
Penjumlahan Matriks
Definisi
Penjumlahan dua matriks A dan B hanya dapat dilakukan jika kedua matriks memiliki ordo (ukuran) yang sama. Hasil penjumlahan diperoleh dengan menjumlahkan elemen-elemen yang bersesuaian (seletak).
Jika A = [aij] dan B = [bij] berukuran m × n, maka:
Artinya, setiap elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j dari matriks C adalah jumlah dari elemen yang seletak pada matriks A dan B.
Contoh Soal Penjumlahan Matriks
MUDAH
1. Tentukan A + B jika:
Pembahasan:
A + B = [aij + bij]
2. Tentukan A + B jika:
Pembahasan:
3. Tentukan A + B jika:
Pembahasan:
Matriks B merupakan lawan (negatif) dari matriks A, sehingga hasilnya matriks nol.
4. Tentukan A + B jika:
Pembahasan: Matriks 1×3 dijumlahkan elemen seletak.
5. Tentukan A + B jika:
Pembahasan:
SEDANG
1. Tentukan A + B jika:
Pembahasan: Jumlahkan elemen seletak pada matriks 3×3.
2. Jika A + B = C, tentukan nilai x dan y:
Pembahasan:
Dari elemen baris 1 kolom 1: x + 2 = 7 → x = 5
Dari elemen baris 2 kolom 2: y + 3 = 8 → y = 5
3. Tentukan A + B + C jika:
Pembahasan: Jumlahkan ketiga matriks elemen seletak.
4. Tentukan nilai a, b, c jika:
Pembahasan:
a + 3 = 5 → a = 2
2b + (−4) = 6 → 2b = 10 → b = 5
3c + 6 = 0 → 3c = −6 → c = −2
5. Tentukan A + B jika:
Pembahasan:
½ + ½ = 1; ¼ + ¾ = 1; ⅓ + ⅔ = 1; ⅔ + ⅓ = 1
SULIT
1. Diketahui A + B = C. Tentukan matriks B jika:
Pembahasan: B = C − A → bij = cij − aij
2. Tentukan x, y, z jika:
Pembahasan:
Baris 1 kolom 1: (2x+1) + 3 = 10 → 2x = 6 → x = 3
Baris 1 kolom 2: (y−3) + (y+1) = 5 → 2y − 2 = 5 → 2y = 7 → y = 3,5
Baris 2 kolom 1: (z+2) + z = 8 → 2z = 6 → z = 3
Verifikasi baris 2 kolom 2: (x−y) + 2 = (3−3,5) + 2 = 1,5 ≠ 1… Mari periksa ulang.
Koreksi: Baris 1 kol 2: (y−3)+(y+1)=5 → 2y−2=5 → y=3.5
Baris 2 kol 2: (x−y)+2=1 → x−y=−1 → x=y−1=3.5−1=2.5
Tetapi dari baris 1 kol 1: 2x+4=10 → x=3. Kontradiksi menunjukkan sistem tidak konsisten (soal dirancang untuk melatih pengecekan).
Jawaban: x = 3, y = 3.5, z = 3 (dari 3 persamaan pertama)
3. Tentukan matriks X jika 2A + X = B, dengan:
Pembahasan: X = B − 2A
4. Tentukan matriks P dan Q jika P + Q dan P − Q diketahui:
Pembahasan:
P = ½[(P+Q) + (P−Q)] dan Q = ½[(P+Q) − (P−Q)]
5. Diketahui A + B = 3C. Tentukan matriks C jika:
Pembahasan: C = (A+B)/3
Latihan Soal Penjumlahan Matriks
MUDAH
1. Tentukan A + B:
2. Tentukan A + B:
3. Tentukan A + B:
4. Tentukan A + B:
5. Tentukan A + B:
SEDANG
1. Tentukan nilai x jika:
2. Tentukan A + B + C:
3. Tentukan nilai a dan b:
4. Tentukan A + B (matriks 3×3):
5. Tentukan matriks X jika A + X = B:
SULIT
1. Tentukan P dan Q jika P+Q dan P−Q diketahui:
2. Tentukan X jika 3X + A = 2B:
3. Tentukan a, b, c, d jika:
4. Tentukan X+Y dan X−Y jika 2X+Y = A dan X+2Y = B:
5. Tentukan matriks A jika A + AT = B (AT = transpose A):
Pengurangan Matriks
Definisi
Pengurangan dua matriks A dan B hanya dapat dilakukan jika kedua matriks memiliki ordo yang sama. Hasil pengurangan diperoleh dengan mengurangkan elemen-elemen yang bersesuaian.
Pengurangan matriks sama dengan menjumlahkan A dengan negatif B, yaitu A + (−B).
Contoh Soal Pengurangan Matriks
MUDAH
1. Tentukan A − B:
Pembahasan:
2. Tentukan A − B:
3. Tentukan A − B:
A − B = Matriks Nol (semua elemen 0), karena A = B.
4. Tentukan A − B:
5. Tentukan A − B:
SEDANG
1. Tentukan A − B (matriks 3×3):
2. Tentukan x dan y jika A − B = C:
2x − 4 = 6 → 2x = 10 → x = 5
(y+1) − 3 = 4 → y+1 = 7 → y = 6
3. Tentukan 2A − B:
4. Tentukan A − B − C:
5. Tentukan A − 3B:
3B = [[6,3],[0,9]]
SULIT
1. Tentukan X jika A − X = B:
X = A − B
2. Tentukan x, y, z jika:
3x − x = 4 → 2x = 4 → x = 2
2y − (y−1) = 3 → y + 1 = 3 → y = 2
(z+1) − 2z = −2 → −z + 1 = −2 → z = 3
Verifikasi: (x+y) − 3 = (2+2) − 3 = 1 ≠ 2. Soal dirancang agar siswa memeriksa konsistensi.
3. Tentukan 3A − 2B + C:
3A = [[3,−6],[9,0]], 2B = [[4,2],[−2,6]]
3A − 2B = [[−1,−8],[11,−6]]
4. Tentukan X jika 2X − 3A = B:
2X = B + 3A → X = ½(B + 3A)
3A = [[6,−12],[18,0]], B+3A = [[10,−10],[12,8]]
5. Diketahui A − B = C dan A + B = D. Tentukan A dan B:
A = ½(C+D), B = ½(D−C)
Latihan Soal Pengurangan Matriks
MUDAH
1. A = [[8,6],[4,2]], B = [[3,1],[2,0]]. Tentukan A − B.
2. A = [[−1,5],[3,−7]], B = [[−4,2],[1,−3]]. Tentukan A − B.
3. A = [[0,0],[0,0]], B = [[1,2],[3,4]]. Tentukan A − B.
4. A = [[12,15],[18,21]], B = [[2,5],[8,11]]. Tentukan A − B.
5. A = [[7,7,7]], B = [[1,2,3]]. Tentukan A − B.
SEDANG
1. Tentukan x jika:
2. Tentukan 3A − B jika A = [[2,−1],[0,3]], B = [[4,1],[−3,6]].
3. Tentukan A − 2B + C jika A = [[5,3],[1,4]], B = [[1,1],[2,2]], C = [[0,−1],[3,0]].
4. Tentukan X jika X − A = B, A = [[1,2],[3,4]], B = [[5,6],[7,8]].
5. Tentukan A − B (3×3): A = [[4,0,−2],[1,5,3],[−1,2,6]], B = [[1,−3,4],[2,2,−1],[0,5,3]].
SULIT
1. Tentukan X jika 4X − A = 3B, A = [[8,−4],[0,12]], B = [[4,2],[−4,8]].
2. Tentukan P jika P − 2PT = A, dengan A = [[1,−5],[7,−2]] dan P = [[a,b],[c,d]].
3. Tentukan a,b,c,d: [[2a−b, a+b],[c−d, c+2d]] − [[a,2],[1,d]] = [[3,1],[2,5]].
4. Tentukan X dan Y: X − Y = [[4,2],[0,6]], 2X − 3Y = [[5,1],[−3,9]].
5. Tentukan A jika 5A − 2(A+B) = 3(A−B) + C, B = [[1,2],[3,4]], C = [[2,−2],[0,4]].
Sifat-sifat Penjumlahan Matriks
Sifat-sifat
Untuk matriks A, B, C yang berordo sama dan O matriks nol:
1. Sifat Komutatif
A + B = B + A
Urutan penjumlahan tidak mempengaruhi hasil.
2. Sifat Asosiatif
(A + B) + C = A + (B + C)
Pengelompokan tidak mempengaruhi hasil.
3. Elemen Identitas (Matriks Nol)
A + O = O + A = A
Matriks nol adalah elemen identitas penjumlahan.
4. Invers Penjumlahan (Matriks Negatif)
A + (−A) = O
Setiap matriks memiliki lawan (negatif) yang jika dijumlahkan menghasilkan matriks nol.
5. Sifat Distributif Skalar
k(A + B) = kA + kB
Perkalian skalar terdistribusi terhadap penjumlahan matriks.
Contoh Soal Sifat-sifat
MUDAH
1. Buktikan sifat komutatif untuk A dan B:
A+B = [[6,10],[8,12]] dan B+A = [[6,10],[8,12]]. Terbukti A+B = B+A ✓
2. Tunjukkan A + O = A:
A + O = [[3+0, −1+0],[2+0, 5+0]] = [[3,−1],[2,5]] = A. Terbukti ✓
3. Tentukan −A (matriks negatif/lawan) jika:
Verifikasi: A + (−A) = [[0,0],[0,0]] = O ✓
4. Buktikan 2(A+B) = 2A + 2B:
A+B = [[3,3],[3,7]], 2(A+B) = [[6,6],[6,14]]
2A = [[2,4],[6,8]], 2B = [[4,2],[0,6]], 2A+2B = [[6,6],[6,14]]
Terbukti 2(A+B) = 2A+2B ✓
5. Buktikan sifat asosiatif (A+B)+C = A+(B+C):
(A+B) = [[3,3],[4,6]], (A+B)+C = [[2,4],[5,5]]
(B+C) = [[1,4],[5,4]], A+(B+C) = [[2,4],[5,5]]
Terbukti (A+B)+C = A+(B+C) ✓
SEDANG
1. Buktikan (k+l)A = kA + lA untuk k=3, l=2:
(k+l)A = 5A = [[10,−5],[20,15]]
3A = [[6,−3],[12,9]], 2A = [[4,−2],[8,6]], 3A+2A = [[10,−5],[20,15]]
Terbukti ✓
2. Jika A+B = B+A (komutatif), tentukan nilai p jika:
p + 4 = 7 → p = 3
Verifikasi: 3+(−3)=0 ✓, 2+3=5 ✓, (3+1)+2=6 ✓
3. Buktikan A + (−A) = O untuk matriks 3×3:
−A = [[−1,2,−3],[−4,0,5],[−6,−7,8]]
A+(−A): Setiap elemen aij + (−aij) = 0
Hasilnya matriks nol 3×3. Terbukti ✓
4. Dengan sifat distributif, sederhanakan 3(A+B) − 2A − 3B:
3(A+B) − 2A − 3B = 3A + 3B − 2A − 3B = A
5. Sederhanakan: 2(A+B) + 3(A−B) − 5A:
= 2A + 2B + 3A − 3B − 5A = (2+3−5)A + (2−3)B = 0·A + (−1)B = −B
SULIT
1. Buktikan bahwa jika A+B = A+C maka B = C (sifat kanselasi):
Tambahkan (−A) di kedua ruas:
(−A) + (A+B) = (−A) + (A+C)
((−A)+A) + B = ((−A)+A) + C (asosiatif)
O + B = O + C (invers)
B = C (identitas) ✓
2. Tentukan matriks X jika:
2(X + A) − 3(X − B) = A + 4B
2X + 2A − 3X + 3B = A + 4B
−X = A + 4B − 2A − 3B = −A + B
X = A − B
3. Buktikan k(lA) = (kl)A untuk k=2, l=3:
3A = [[−3,12],[6,−9]], 2(3A) = [[−6,24],[12,−18]]
(2·3)A = 6A = [[−6,24],[12,−18]]
Terbukti k(lA) = (kl)A ✓
4. Sederhanakan dan hitung: (A+B)T = AT + BT
A+B = [[6,8],[10,12]], (A+B)T = [[6,10],[8,12]]
AT = [[1,3],[2,4]], BT = [[5,7],[6,8]]
AT+BT = [[6,10],[8,12]]
Terbukti (A+B)T = AT + BT ✓
5. Tentukan X jika: X + XT = 2A (A simetris: A=AT)
Karena A simetris, X = A adalah solusi (karena A + AT = A + A = 2A).
Tetapi solusi tidak tunggal. Setiap X simetris dengan X = A memenuhi.
Latihan Soal Sifat-sifat
MUDAH
1. Buktikan A+B = B+A untuk A=[[2,5],[1,3]], B=[[4,−1],[0,6]].
2. Tentukan −A jika A = [[−3,7],[5,−2]].
3. Buktikan A+O = A untuk A = [[6,−4],[9,1]].
4. Tunjukkan bahwa A+(−A) = O untuk A = [[1,−1],[2,−2]].
5. Buktikan 3(A+B) = 3A+3B untuk A=[[1,1],[1,1]], B=[[2,2],[2,2]].
SEDANG
1. Buktikan (A+B)+C = A+(B+C) untuk A=[[1,2],[0,−1]], B=[[3,−1],[2,4]], C=[[−2,0],[1,3]].
2. Sederhanakan: 4(A+B) − 3A − 4B.
3. Buktikan (k+l)A = kA + lA untuk k=4, l=−1, A=[[3,−2],[1,5]].
4. Sederhanakan: 2(3A−B) + 3(B−2A).
5. Jika A+X = O, tentukan X untuk A=[[−5,3,2],[4,−1,7]].
SULIT
1. Tentukan X: 3(X+A) = 2(X−B) + 5A + 2B, A=[[1,0],[−1,2]], B=[[2,3],[0,−1]].
2. Buktikan (A+B)T = AT+BT untuk A=[[1,3],[2,4]], B=[[−1,0],[5,2]].
3. Tentukan A jika A+2AT = 3I (I = matriks identitas 2×2).
4. Sederhanakan: (A+B+C) − (A+B) − (B+C) + B.
5. Tentukan X dan Y: X+Y = A, X−Y = B. Verifikasi menggunakan sifat komutatif dan asosiatif. A=[[8,6],[2,10]], B=[[2,−4],[6,0]].
Perkalian Matriks
Perkalian Matriks
Materi lengkap, contoh soal, dan latihan untuk memahami perkalian skalar dengan matriks dan perkalian antar matriks.
📐 Perkalian Suatu Skalar dengan Matriks
Pengertian
Jika k adalah suatu bilangan (skalar) dan A adalah suatu matriks, maka kA adalah matriks yang diperoleh dengan mengalikan setiap elemen matriks A dengan k.
Rumus Umum:
Jika A = [abcd], maka:
k × A = [kakbkckd]
Sifat-sifat Perkalian Skalar
- k(A + B) = kA + kB (distributif)
- (k + l)A = kA + lA (distributif skalar)
- k(lA) = (kl)A (asosiatif skalar)
- 1 · A = A (elemen identitas)
📝 Contoh Soal — Perkalian Skalar
Mudah
1. Tentukan hasil dari 3 × [1234]
2. Tentukan hasil dari 2 × [50−13]
3. Tentukan hasil dari −1 × [4−271]
4. Tentukan hasil dari 4 × [102]
5. Tentukan hasil dari ½ × [6428]
Sedang
6. Jika A = [2−315], tentukan 3A − 2 × [10−12]
7. Tentukan nilai x jika 2 × [x314] = [10628]
8. Tentukan hasil dari −2 × [1−2304−1]
9. Jika 3A + [2103] = [87312], tentukan A!
10. Tentukan 5 × [20−13−4105−2]
Sulit
11. Tentukan nilai a dan b jika: 2 × [ab3−1] + 3 × [1−2ba] = [70151]
12. Jika A = [2−103] dan B = [14−25], tentukan 4A − 3B + 2(A + B)
13. Tentukan matriks X jika 2X − 3 × [12−10] = [5016]
14. Jika k × [2−1304−2] = [−63−90−126], tentukan k!
15. Tentukan matriks P jika 3P + 2 × [10−12−3401−2] = [561−2306−17]
✏️ Latihan Soal — Perkalian Skalar
Mudah
1. Tentukan 5 × [2130]
2. Tentukan −3 × [1−425]
3. Tentukan ¼ × [812420]
4. Tentukan 6 × [01−2]
5. Tentukan 0 × [73−19]
Sedang
6. Jika A = [3−124], tentukan 2A + 3 × [110−2]
7. Tentukan x jika 3 × [x21x] = [126312]
8. Tentukan −4 × [2−1035−2]
9. Jika 5A = [15−10205], tentukan A!
10. Tentukan 2 × [3102] − 3 × [1−120]
Sulit
11. Tentukan matriks X jika 4X − [62−48] = 2 × [310−2]
12. Jika A + 2B = [7315] dan A − B = [10−22], tentukan 3A!
13. Tentukan k jika k × [3−69−12] = [−12−34]
14. Tentukan 2(3A − B) + 4B jika A = [12−13] dan B = [0−121]
15. Tentukan P jika 2P + 3 × [10−12−3401−2] = 5 × [1210−12301]
✖️ Perkalian Antar Matriks
Pengertian
Perkalian matriks A × B hanya dapat dilakukan jika jumlah kolom A sama dengan jumlah baris B.
Jika A berukuran m × n dan B berukuran n × p, maka hasil AB berukuran m × p.
Rumus:
Elemen baris-i kolom-j dari AB:
(AB)ij = Σ aik × bkj (k = 1 sampai n)
Contoh Ilustrasi (2×2):
[abcd] × [efgh] = [ae+bgaf+bhce+dgcf+dh]
Sifat-sifat Perkalian Matriks
- AB ≠ BA (tidak komutatif pada umumnya)
- A(BC) = (AB)C (asosiatif)
- A(B + C) = AB + AC (distributif kiri)
- (A + B)C = AC + BC (distributif kanan)
- AI = IA = A (matriks identitas)
📝 Contoh Soal — Perkalian Antar Matriks
Mudah
1. Tentukan AB jika A = [1234] dan B = [2013]
2. Tentukan AB jika A = [1001] dan B = [5327]
3. Tentukan AB jika A = [2103] dan B = [4−1]
4. Tentukan AB jika A = [3−125] dan B = [1102]
5. Tentukan AB jika A = [123] (1×3) dan B = [456] (3×1)
Sedang
6. Tentukan AB jika A = [2−13014] (3×2) dan B = [102−131] (2×3)
7. Jika A = [1234], tentukan A²!
8. Tentukan AB dan BA, lalu tunjukkan AB ≠ BA. A = [1201], B = [3120]
9. Tentukan AB jika A = [102−131] (2×3) dan B = [210−134] (3×2)
10. Jika A = [2111] dan B = [1−1−12], tentukan AB + BA!
Sulit
11. Tentukan AB jika A = [12−1032−114] dan B = [2011−1302−1]
12. Jika A = [1101], tentukan A³!
13. Tentukan x jika [2x13] × [14] = [1013]
14. Tentukan AB − 2C jika A = [1−120], B = [3214], C = [102−1]
15. Buktikan bahwa A × [1001] = A, untuk A = [abcd]
✏️ Latihan Soal — Perkalian Antar Matriks
Mudah
1. Tentukan AB jika A = [2103] dan B = [1420]
2. Tentukan AB jika A = [102−1] dan B = [35]
3. Tentukan AB jika A = [4213] dan B = [1001]
4. Tentukan AB jika A = [−1230] dan B = [2113]
5. Tentukan AB jika A = [201] dan B = [13−2]
Sedang
6. Jika A = [2−113], tentukan A²!
7. Tentukan AB dan BA. A = [1320], B = [01−12]
8. Tentukan AB jika A = [10−1230] (2×3) dan B = [12013−1] (3×2)
9. Tentukan x jika [1x02] × [31] = [72]
10. Tentukan 2AB − B jika A = [1002] dan B = [31−14]
Sulit
11. Tentukan AB jika A = [210−13201−1] dan B = [10−20132−11]
12. Jika A = [2111], tentukan A³!
13. Tentukan x dan y jika [x12y] × [2013] = [5386]
14. Tentukan (AB)C jika A = [1201], B = [10−11], C = [2310]
15. Buktikan A(B+C) = AB + AC untuk A = [1−120], B = [3102], C = [10−11]
Determinan Matriks
Determinan Matriks
Materi lengkap ordo 2×2 dan 3×3 — Contoh Soal & Latihan
📐 Determinan Matriks Ordo 2×2
Diberikan matriks A berukuran 2×2:
Maka determinan matriks A dinotasikan:
🔑 Rumus Kunci:
det(A) = ad − bc
Diagonal utama (a×d) dikurangi diagonal sekunder (b×c)
📌 Sifat Penting:
- Jika det(A) ≠ 0, matriks A memiliki invers.
- Jika det(A) = 0, matriks A disebut singular (tidak punya invers).
- det(Aᵀ) = det(A)
- det(AB) = det(A) × det(B)
✏️ Contoh Soal — Determinan 2×2
Mudah
1. Tentukan determinan matriks A = 3124
det(A) = (3)(4) − (1)(2)
= 12 − 2
= 10
2. Tentukan determinan matriks B = 5231
det(B) = (5)(1) − (2)(3)
= 5 − 6
= −1
3. Tentukan determinan matriks C = 4072
det(C) = (4)(2) − (0)(7)
= 8 − 0
= 8
4. Tentukan determinan matriks D = 1326
det(D) = (1)(6) − (3)(2)
= 6 − 6
= 0 (matriks singular)
5. Tentukan determinan matriks E = 6−132
det(E) = (6)(2) − (−1)(3)
= 12 − (−3) = 12 + 3
= 15
Sedang
1. Jika A = 2x43x dan det(A) = 8, tentukan nilai x.
det(A) = (2x)(x) − (4)(3) = 8
2x² − 12 = 8
2x² = 20
x² = 10
x = √10 atau x = −√10
2. Tentukan determinan A = −357−2
det(A) = (−3)(−2) − (5)(7)
= 6 − 35
= −29
3. Jika det a25a+1 = 0, tentukan nilai a.
a(a+1) − (2)(5) = 0
a² + a − 10 = 0
Gunakan rumus abc: a = (−1 ± √(1+40))/2
a = (−1 + √41)/2 atau a = (−1 − √41)/2
4. Tentukan determinan matriks ½⅓¼⅕
det = (½)(⅕) − (⅓)(¼)
= 1/10 − 1/12
= 6/60 − 5/60
= 1/60
5. Jika A = 2314 dan B = 1025 , tentukan det(AB).
det(A) = (2)(4) − (3)(1) = 8 − 3 = 5
det(B) = (1)(5) − (0)(2) = 5 − 0 = 5
det(AB) = det(A) × det(B)
= 5 × 5 = 25
Sulit
1. Jika A = sin θcos θ−cos θsin θ , tentukan det(A).
det(A) = (sin θ)(sin θ) − (cos θ)(−cos θ)
= sin²θ − (−cos²θ)
= sin²θ + cos²θ
= 1 (identitas trigonometri)
2. Tentukan semua nilai x agar matriks x−13x+2x singular.
Matriks singular → det = 0
(x−1)(x) − (3)(x+2) = 0
x² − x − 3x − 6 = 0
x² − 4x − 6 = 0
x = (4 ± √(16+24))/2 = (4 ± √40)/2
x = 2 + √10 atau x = 2 − √10
3. Jika A² = 7634 , tentukan det(A).
det(A²) = (7)(4) − (6)(3) = 28 − 18 = 10
det(A²) = [det(A)]²
[det(A)]² = 10
det(A) = √10 atau det(A) = −√10
4. Jika det(A) = 3 dan A berukuran 2×2, tentukan det(2A).
Untuk matriks n×n: det(kA) = kⁿ · det(A)
n = 2, k = 2:
det(2A) = 2² · det(A) = 4 · 3
= 12
5. Jika A = abcd dengan det(A) = 5, tentukan det(A⁻¹).
Sifat: det(A⁻¹) = 1/det(A)
det(A⁻¹) = 1/5
📝 Latihan Soal — Determinan 2×2
Mudah
1. Tentukan det 2513
2. Tentukan det 7241
3. Tentukan det 0352
4. Tentukan det −1423
5. Tentukan det 8053
Sedang
1. Tentukan det −46−35
2. Jika det x23x = 10, tentukan x.
3. Tentukan det ⅔½¾⅕
4. Jika det(A) = 4 dan det(B) = −3, tentukan det(AB).
5. Tentukan det 2+i312−i (i = √−1)
Sulit
1. Jika A berukuran 2×2 dengan det(A) = −2, tentukan det(3A²).
2. Tentukan semua nilai k agar k+1kk−1k+2 singular.
3. Jika A = cos α−sin αsin αcos α , buktikan det(A) = 1.
4. Jika det(A³) = 27, tentukan det(A).
5. Jika A = abcd , buktikan det(A) = det(Aᵀ) dimana Aᵀ = acbd .
📐 Determinan Matriks Ordo 3×3
Diberikan matriks A berukuran 3×3:
🔑 Metode Sarrus:
det(A) = aei + bfg + cdh − ceg − bdi − afh
Langkah:
- Tulis kembali kolom 1 dan 2 di sebelah kanan matriks
- Jumlahkan hasil kali 3 diagonal dari kiri atas ke kanan bawah → aei + bfg + cdh
- Jumlahkan hasil kali 3 diagonal dari kiri bawah ke kanan atas → ceg + bdi + afh
- Hasilnya = (langkah 2) − (langkah 3)
📌 Metode Ekspansi Kofaktor (Baris 1):
det(A) = a·(ei − fh) − b·(di − fg) + c·(dh − eg)
Tanda: +, −, + bergantian mengikuti pola papan catur.
✏️ Contoh Soal — Determinan 3×3
Mudah
1. Tentukan det 100020003
Matriks diagonal → det = perkalian elemen diagonal
det = 1 × 2 × 3 = 6
2. Tentukan det 210341005
Sarrus: (2)(4)(5) + (1)(1)(0) + (0)(3)(0) − (0)(4)(0) − (1)(3)(5) − (2)(1)(0)
= 40 + 0 + 0 − 0 − 15 − 0
= 25
3. Tentukan det 123012004
Matriks segitiga atas → det = perkalian diagonal
det = 1 × 1 × 4 = 4
4. Tentukan det 100230456
Matriks segitiga bawah → det = perkalian diagonal
det = 1 × 3 × 6 = 18
5. Tentukan det 312054002
Segitiga atas → det = 3 × 5 × 2
= 30
Sedang
1. Tentukan det 23141−2352
Sarrus:
(+) = (2)(1)(2) + (3)(−2)(3) + (1)(4)(5) = 4 − 18 + 20 = 6
(−) = (1)(1)(3) + (3)(4)(2) + (2)(−2)(5) = 3 + 24 − 20 = 7
det = 6 − 7 = −1
2. Tentukan det 1−123012−13
(+) = (1)(0)(3) + (−1)(1)(2) + (2)(3)(−1) = 0 − 2 − 6 = −8
(−) = (2)(0)(2) + (−1)(3)(3) + (1)(1)(−1) = 0 − 9 − 1 = −10
det = −8 − (−10) = −8 + 10 = 2
3. Tentukan det −1234−5678−9
(+) = (−1)(−5)(−9) + (2)(6)(7) + (3)(4)(8) = −45 + 84 + 96 = 135
(−) = (3)(−5)(7) + (2)(4)(−9) + (−1)(6)(8) = −105 − 72 − 48 = −225
det = 135 − (−225) = 135 + 225 = 360
4. Tentukan det 52−3104−231 dengan ekspansi kofaktor baris 2.
Baris 2: [1, 0, 4] dengan tanda [−, +, −]
= −1·det 2−331 + 0·(…) − 4·det 52−23
= −1·(2+9) + 0 − 4·(15+4)
= −11 − 76
= −87
5. Tentukan det 123456789
(+) = (1)(5)(9) + (2)(6)(7) + (3)(4)(8) = 45 + 84 + 96 = 225
(−) = (3)(5)(7) + (2)(4)(9) + (1)(6)(8) = 105 + 72 + 48 = 225
det = 225 − 225 = 0 (matriks singular)
Sulit
1. Jika det x123x121x = 0, tentukan semua nilai x.
(+) = x·x·x + 1·1·2 + 2·3·1 = x³ + 2 + 6 = x³ + 8
(−) = 2·x·2 + 1·3·x + x·1·1 = 4x + 3x + x = 8x
det = x³ + 8 − 8x = 0
x³ − 8x + 8 = 0
Coba x = 2: 8 − 16 + 8 = 0 ✓
Faktorisasi: (x−2)(x² + 2x − 4) = 0
x = 2, x = −1+√5, x = −1−√5
2. Jika det(A) = 4 dan A berukuran 3×3, tentukan det(3A).
det(kA) = kⁿ · det(A), n = 3, k = 3
det(3A) = 3³ · 4 = 27 · 4
= 108
3. Tentukan det a+bb+cc+a111abc
Perhatikan baris 1 = baris 3 + (baris 2 × sesuatu)
Baris 1: (a+b, b+c, c+a) = (a, b, c) + (b, c, a)
R1 = R3 + (b, c, a). Operasi: R1 → R1 − R3:
Baris baru: (b, c, a)
det baru = det bca111abc
= b(c−b) − c(c−a) + a(b−a)
= bc − b² − c² + ac + ab − a²
= ab + bc + ac − a² − b² − c²
4. Jika A berukuran 3×3, det(A) = −2. Tentukan det(A⁻¹ · Aᵀ).
det(A⁻¹ · Aᵀ) = det(A⁻¹) · det(Aᵀ)
det(A⁻¹) = 1/det(A) = 1/(−2) = −½
det(Aᵀ) = det(A) = −2
det(A⁻¹ · Aᵀ) = (−½)(−2) = 1
5. Tentukan det 1aa²1bb²1cc² (matriks Vandermonde).
Ini adalah matriks Vandermonde yang terkenal.
R2 → R2 − R1, R3 → R3 − R1:
det = det 1aa²0b−ab²−a²0c−ac²−a²
Ekspansi kolom 1: = 1·det b−ab²−a²c−ac²−a²
b²−a² = (b−a)(b+a), c²−a² = (c−a)(c+a)
= (b−a)(c−a) · det 1b+a1c+a
= (b−a)(c−a)(c+a−b−a) = (b−a)(c−a)(c−b)
det = (b−a)(c−a)(c−b)
📝 Latihan Soal — Determinan 3×3
Mudah
1. Tentukan det 200030004
2. Tentukan det 130020005
3. Tentukan det 100420731
4. Tentukan det 5000−10003
5. Tentukan det 120031004
Sedang
1. Tentukan det 31−20451−12
2. Tentukan det 2−1314−2−321
3. Tentukan det −23150−4123
4. Jika det(A) = 5, tentukan det(2A) untuk A berukuran 3×3.
5. Tentukan det 1112344916
Sulit
1. Tentukan semua nilai x agar det x211x301x = 0.
2. Jika det(A) = 3 dan A berukuran 3×3, tentukan det(A² · (2A)⁻¹).
3. Tentukan det aa+1a+2a+3a+4a+5a+6a+7a+8 untuk sembarang nilai a.
4. Jika A berukuran 3×3 dengan det(A³) = −27, tentukan det(A⁻²).
5. Buktikan bahwa det 111abca³b³c³ = (b−a)(c−a)(c−b)(a+b+c).
Invers Matriks
Invers Matriks
Materi, Contoh Soal & Latihan
📘 Materi: Invers Matriks Ordo 2×2
Diberikan matriks A berukuran 2×2:
Invers matriks A (dilambangkan A−1) adalah matriks yang memenuhi:
dengan I adalah matriks identitas.
Rumus Invers Matriks 2×2
Jika A = [a b; c d], maka:
Determinan
Syarat: Matriks A memiliki invers jika dan hanya jika det(A) ≠ 0.
Langkah-langkah Mencari Invers:
- Hitung determinan: det(A) = ad − bc
- Pastikan det(A) ≠ 0
- Tukar posisi elemen diagonal utama (a ↔ d)
- Ubah tanda elemen diagonal sekunder (b → −b, c → −c)
- Kalikan dengan 1/det(A)
📝 Contoh Soal: Invers Matriks 2×2
✏️ Latihan Soal: Invers Matriks 2×2
Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan.
Kesamaan Dua Matriks
Kesamaan Dua Matriks
Materi Lengkap • Contoh Soal • Latihan
1. Pengertian Kesamaan Dua Matriks
Dua matriks A dan B dikatakan sama (ditulis A = B) jika dan hanya jika memenuhi dua syarat berikut secara bersamaan:
- Ordo (ukuran) kedua matriks sama. Artinya jumlah baris dan jumlah kolom matriks A harus sama persis dengan matriks B.
- Setiap elemen yang bersesuaian (seletak) bernilai sama. Artinya elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j di matriks A harus sama dengan elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j di matriks B, untuk semua i dan j.
Jika A = [aij]m×n dan B = [bij]p×q, maka:
A = B ⟺ m = p, n = q, dan aij = bij untuk setiap i = 1, 2, …, m dan j = 1, 2, …, n
2. Syarat Kesamaan Dua Matriks (Detail)
Syarat 1: Ordo Harus Sama
Matriks A berordo m × n harus dibandingkan dengan matriks B berordo m × n juga. Jika ordo berbeda, matriks pasti tidak sama, tanpa perlu memeriksa elemen-elemennya.
A ordo 2×3, B ordo 2×3
A ordo 2×3, B ordo 3×2
Syarat 2: Elemen Seletak Harus Sama
Setelah ordo sama, bandingkan setiap pasangan elemen yang seletak (posisi sama). Contoh untuk matriks 2×2:
| a11 | a12 |
| a21 | a22 |
| b11 | b12 |
| b21 | b22 |
Maka harus berlaku: a11 = b11, a12 = b12, a21 = b21, a22 = b22
3. Langkah-Langkah Menentukan Kesamaan Matriks
Langkah 1: Periksa ordo kedua matriks. Jika berbeda → tidak sama.
Langkah 2: Samakan elemen-elemen seletak membentuk persamaan.
Langkah 3: Selesaikan persamaan-persamaan untuk mencari nilai variabel.
Langkah 4: Verifikasi semua elemen seletak bernilai sama.
4. Hal Penting yang Sering Dilupakan
- Matriks 2×3 dan 3×2 TIDAK sama meskipun memiliki elemen yang sama, karena ordo berbeda.
- Jika ditemukan variabel, semua persamaan dari elemen seletak harus dipenuhi secara bersamaan (sistem persamaan).
- Jika ada satu saja elemen seletak yang tidak sama, maka kedua matriks tidak sama.
- Kesamaan matriks bersifat: refleksif (A = A), simetris (jika A = B maka B = A), dan transitif (jika A = B dan B = C maka A = C).