Materi Pangkat Pecahan
Matematika — Pangkat Pecahan

Pangkat Pecahan

Materi lengkap, runtut, dan fokus khusus membahas pangkat pecahan: pengertian, hubungan dengan bentuk akar, cara menghitung, contoh soal, dan latihan.

Bentuk Umum

am/n = n√(am) = ( n√a )m

Syarat Dasar

Jika n genap, biasanya a ≥ 0 agar hasil real.

Jika n ganjil, a boleh negatif.

Fokus Materi

Eksponen pecahan, bentuk akar, penyederhanaan, dan operasi pangkat pecahan.

1

Materi Inti Pangkat Pecahan

Pangkat pecahan adalah bentuk bilangan berpangkat yang eksponennya berupa pecahan. Jika sebuah bilangan ditulis sebagai am/n, maka bentuk tersebut berhubungan langsung dengan bentuk akar.

am/n = n√(am) = ( n√a )m

Pada bentuk am/n, huruf a disebut bilangan pokok atau basis, m adalah pembilang pangkat, dan n adalah penyebut pangkat sekaligus indeks akar.

Notasi Nama Bagian Makna Contoh
a Basis Bilangan yang dipangkatkan Pada 272/3, basisnya 27
m Pembilang pangkat Menunjukkan pangkat biasa Pada 272/3, m = 2
n Penyebut pangkat Menunjukkan indeks akar Pada 272/3, n = 3

Hubungan Pangkat Pecahan dengan Bentuk Akar

Penyebut pada pangkat pecahan menjadi indeks akar. Misalnya:

161/2 = √16 = 4

271/3 = 3√27 = 3

813/4 = ( 4√81 )3 = 33 = 27

322/5 = ( 5√32 )2 = 22 = 4

Cara Umum Menyelesaikan Pangkat Pecahan

  1. Perhatikan bentuk pangkat pecahan, misalnya am/n.
  2. Ubah menjadi bentuk akar: n√(am) atau ( n√a )m.
  3. Pilih cara yang paling mudah. Biasanya lebih mudah mencari akar terlebih dahulu.
  4. Hitung hasil akar, lalu pangkatkan sesuai pembilang.
  5. Sederhanakan hasil akhir.

Catatan penting:

Untuk am/n, bentuk yang sering paling mudah digunakan adalah ( n√a )m, karena angka biasanya menjadi lebih kecil setelah diakarkan.

2

Kegiatan Pembelajaran

A. Mengamati

Amati beberapa bentuk berikut: 91/2, 81/3, 163/4, dan 322/5. Perhatikan bahwa penyebut pangkat pecahan berubah menjadi indeks akar.

91/2 = √9,   81/3 = 3√8

B. Menanya

Setelah mengamati, muncul pertanyaan: Mengapa 163/4 dapat dihitung dengan mencari akar pangkat empat dari 16 terlebih dahulu? Mengapa hasilnya kemudian dipangkatkan 3?

C. Menalar

Pada 163/4, penyebut 4 berarti akar pangkat empat, sedangkan pembilang 3 berarti dipangkatkan tiga. Maka:

163/4 = ( 4√16 )3 = 23 = 8

D. Mencoba

Coba hitung 253/2. Karena penyebutnya 2, gunakan akar kuadrat.

253/2 = ( √25 )3 = 53 = 125

E. Mengkomunikasikan

Jelaskan dengan bahasamu sendiri bahwa pangkat pecahan adalah cara lain menulis bentuk akar. Contohnya, 642/3 berarti akar pangkat tiga dari 64, lalu hasilnya dipangkatkan dua.

642/3 = ( 3√64 )2 = 42 = 16

3

Contoh Soal Mudah

Contoh 1: Hitung 41/2

Karena penyebut pangkatnya 2, maka bentuknya adalah akar kuadrat.

41/2 = √4 = 2

Jadi, hasilnya adalah 2.

Contoh 2: Hitung 91/2

Pangkat 1/2 berarti akar kuadrat.

91/2 = √9 = 3

Jadi, hasilnya adalah 3.

Contoh 3: Hitung 81/3

Pangkat 1/3 berarti akar pangkat tiga.

81/3 = 3√8 = 2

Jadi, hasilnya adalah 2.

Contoh 4: Hitung 161/4

Pangkat 1/4 berarti akar pangkat empat.

161/4 = 4√16 = 2

Karena 24 = 16, maka hasilnya 2.

Contoh 5: Hitung 251/2

Pangkat 1/2 berarti akar kuadrat.

251/2 = √25 = 5

Jadi, hasilnya adalah 5.

4

Contoh Soal Sedang

Contoh 1: Hitung 163/4

Gunakan bentuk ( n√a )m.

163/4 = ( 4√16 )3

Karena 4√16 = 2, maka:

23 = 8

Jadi, hasilnya adalah 8.

Contoh 2: Hitung 272/3

Penyebut 3 berarti akar pangkat tiga, pembilang 2 berarti dipangkatkan dua.

272/3 = ( 3√27 )2

= 32 = 9

Jadi, hasilnya adalah 9.

Contoh 3: Hitung 322/5

Penyebut 5 berarti akar pangkat lima.

322/5 = ( 5√32 )2

Karena 25 = 32, maka 5√32 = 2.

22 = 4

Jadi, hasilnya adalah 4.

Contoh 4: Hitung 813/4

Ubah ke bentuk akar terlebih dahulu.

813/4 = ( 4√81 )3

Karena 34 = 81, maka 4√81 = 3.

33 = 27

Jadi, hasilnya adalah 27.

Contoh 5: Hitung 1252/3

Penyebut 3 berarti akar pangkat tiga.

1252/3 = ( 3√125 )2

Karena 3√125 = 5, maka:

52 = 25

Jadi, hasilnya adalah 25.

5

Contoh Soal Sulit

Contoh 1: Sederhanakan 645/6

Penyebut 6 berarti akar pangkat enam.

645/6 = ( 6√64 )5

Karena 26 = 64, maka 6√64 = 2.

25 = 32

Jadi, hasilnya adalah 32.

Contoh 2: Hitung 2162/3 ÷ 361/2

Hitung masing-masing bagian.

2162/3 = ( 3√216 )2 = 62 = 36

361/2 = √36 = 6

Maka:

36 ÷ 6 = 6

Jadi, hasilnya adalah 6.

Contoh 3: Sederhanakan 163/4 × 272/3

Hitung setiap pangkat pecahan.

163/4 = ( 4√16 )3 = 23 = 8

272/3 = ( 3√27 )2 = 32 = 9

Maka:

8 × 9 = 72

Jadi, hasilnya adalah 72.

Contoh 4: Sederhanakan 2563/8

Penyebut 8 berarti akar pangkat delapan.

2563/8 = ( 8√256 )3

Karena 28 = 256, maka 8√256 = 2.

23 = 8

Jadi, hasilnya adalah 8.

Contoh 5: Hitung (811/4 + 321/5)2

Hitung bagian dalam kurung terlebih dahulu.

811/4 = 4√81 = 3

321/5 = 5√32 = 2

Maka:

(3 + 2)2 = 52 = 25

Jadi, hasilnya adalah 25.

6

Latihan Soal

Kerjakan latihan berikut tanpa melihat pembahasan. Gunakan hubungan pangkat pecahan dan bentuk akar.

Latihan Mudah

  1. Hitung 161/2.
  2. Hitung 271/3.
  3. Hitung 361/2.
  4. Hitung 811/4.
  5. Hitung 321/5.

Latihan Sedang

  1. Hitung 642/3.
  2. Hitung 253/2.
  3. Hitung 813/4.
  4. Hitung 1252/3.
  5. Hitung 493/2.

Latihan Sulit

  1. Sederhanakan 2563/8.
  2. Hitung 2162/3 × 161/4.
  3. Hitung 6253/4 ÷ 251/2.
  4. Sederhanakan 645/6 + 272/3.
  5. Hitung (321/5 + 811/4)3.
7

Ringkasan Penting

am/n = n√(am) = ( n√a )m

  • Pangkat pecahan adalah bentuk eksponen yang pembilang dan penyebutnya berupa bilangan bulat.
  • Penyebut pangkat pecahan menjadi indeks akar.
  • Pembilang pangkat pecahan menjadi pangkat biasa.
  • Cara yang sering paling mudah adalah mencari akar terlebih dahulu, lalu memangkatkan hasilnya.
  • Pangkat pecahan sangat erat hubungannya dengan bentuk akar.

Selesai. Gunakan materi ini untuk memahami pangkat pecahan secara bertahap: pahami rumus, amati contoh, lalu kerjakan latihan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page