Notasi Sigma – Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Notasi Sigma (Ξ£)

Panduan Lengkap: Materi, Contoh Soal & Latihan

1. Pengertian Notasi Sigma

πŸ” Mengamati

Perhatikan penjumlahan berikut:

1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10

Penjumlahan di atas memiliki pola tertentu. Setiap suku berupa bilangan bulat berurutan dari 1 sampai 10. Bagaimana cara menuliskannya secara ringkas?

Notasi Sigma adalah cara penulisan ringkas untuk menyatakan suatu penjumlahan berpola menggunakan lambang Ξ£ (huruf kapital Yunani: sigma).

βˆ‘i=ab f(i) = f(a) + f(a+1) + f(a+2) + β‹― + f(b)

Keterangan:

Komponen Penjelasan
Ξ£ Lambang sigma, artinya “jumlahkan”
i Indeks penjumlahan (variabel dummy)
a Batas bawah (nilai awal indeks)
b Batas atas (nilai akhir indeks)
f(i) Suku umum (fungsi dari indeks i)
❓ Menanya

Dari pengamatan di atas, tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa yang dimaksud dengan batas bawah dan batas atas?
  • Mengapa indeks disebut variabel dummy?
  • Bagaimana menentukan suku umum f(i) dari suatu pola penjumlahan?

Penjelasan Detail

Indeks sebagai variabel dummy: Indeks disebut variabel dummy karena pilihan huruf tidak memengaruhi hasil. Misalnya:

βˆ‘i=15 iΒ² = βˆ‘k=15 kΒ² = βˆ‘n=15 nΒ² = 1Β² + 2Β² + 3Β² + 4Β² + 5Β² = 55

Cara Membaca Notasi Sigma:

βˆ‘i=110 i

“Jumlahkan i untuk i dari 1 sampai 10”

Artinya: ganti i berturut-turut dengan 1, 2, 3, …, 10, lalu jumlahkan semua hasilnya.

βˆ‘i=110 i = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 55
πŸ’‘ Menalar

Perhatikan pola-pola penjumlahan berikut dan tentukan notasi sigma-nya:

  • 2 + 4 + 6 + 8 + 10 β†’ setiap suku = 2i, maka: βˆ‘i=15 2i
  • 1 + 4 + 9 + 16 + 25 β†’ setiap suku = iΒ², maka: βˆ‘i=15 iΒ²
  • 3 + 5 + 7 + 9 + 11 β†’ setiap suku = 2i+1, maka: βˆ‘i=15 (2i+1)

2. Sifat-Sifat Notasi Sigma

πŸ” Mengamati

Perhatikan bahwa penjumlahan memiliki sifat-sifat yang juga berlaku pada notasi sigma. Misalnya, sifat distributif dan sifat komutatif penjumlahan.

Sifat 1: Konstanta Bisa Dikeluarkan

βˆ‘i=1n cΒ·f(i) = c Β· βˆ‘i=1n f(i)

dengan c adalah konstanta (bilangan tetap).

Contoh: βˆ‘i=14 3i = 3Β·βˆ‘i=14 i = 3Β·(1+2+3+4) = 3Β·10 = 30

Sifat 2: Sigma dari Penjumlahan/Pengurangan

βˆ‘i=1n [f(i) Β± g(i)] = βˆ‘i=1n f(i) Β± βˆ‘i=1n g(i)

Contoh: βˆ‘i=13 (iΒ² + 2i) = βˆ‘i=13 iΒ² + βˆ‘i=13 2i = (1+4+9) + (2+4+6) = 14 + 12 = 26

Sifat 3: Sigma dari Konstanta

βˆ‘i=1n c = nΒ·c

Menjumlahkan konstanta c sebanyak n kali menghasilkan n Γ— c.

Contoh: βˆ‘i=15 7 = 5 Γ— 7 = 35

Sifat 4: Pemecahan Batas (Splitting)

βˆ‘i=1n f(i) = βˆ‘i=1k f(i) + βˆ‘i=k+1n f(i),   untuk 1 ≀ k < n

Contoh: βˆ‘i=16 i = βˆ‘i=13 i + βˆ‘i=46 i = (1+2+3) + (4+5+6) = 6 + 15 = 21

Sifat 5: Pergeseran Indeks

βˆ‘i=1n f(i) = βˆ‘i=0nβˆ’1 f(i+1)

Indeks dapat digeser asalkan suku umum dan batas disesuaikan.

Contoh: βˆ‘i=14 iΒ² = βˆ‘i=03 (i+1)Β² = 1Β² + 2Β² + 3Β² + 4Β² = 30

πŸ§ͺ Mencoba

Buktikan bahwa sifat-sifat di atas benar dengan mencoba contoh berikut:

  1. Tunjukkan bahwa βˆ‘i=14 5iΒ² = 5 Β· βˆ‘i=14 iΒ²
  2. Tunjukkan bahwa βˆ‘i=13 (i + iΒ²) = βˆ‘i=13 i + βˆ‘i=13 iΒ²
  3. Tunjukkan bahwa βˆ‘i=15 i = βˆ‘i=12 i + βˆ‘i=35 i

3. Rumus-Rumus Penting Notasi Sigma

Rumus Dasar yang Wajib Diingat

No Rumus Hasil
1 βˆ‘i=1n 1 n
2 βˆ‘i=1n i n(n+1)/2
3 βˆ‘i=1n iΒ² n(n+1)(2n+1)/6
4 βˆ‘i=1n iΒ³ [n(n+1)/2]Β²
πŸ’‘ Menalar

Perhatikan bahwa rumus βˆ‘iΒ³ = [βˆ‘i]Β². Ini berarti jumlah kubik bilangan 1 sampai n sama dengan kuadrat dari jumlah bilangan 1 sampai n. Coba verifikasi untuk n = 3:

βˆ‘i=13 iΒ³ = 1Β³ + 2Β³ + 3Β³ = 1 + 8 + 27 = 36
[βˆ‘i=13 i]Β² = (1+2+3)Β² = 6Β² = 36 βœ“

Penerapan Rumus untuk Suku Umum Berderajat 2

Untuk menghitung βˆ‘i=1n (aiΒ² + bi + c), gunakan sifat sigma:

βˆ‘i=1n (aiΒ² + bi + c) = aΒ·βˆ‘i=1n iΒ² + bΒ·βˆ‘i=1n i + cΒ·βˆ‘i=1n 1
= a Β· n(n+1)(2n+1)/6 + b Β· n(n+1)/2 + cn
πŸ“’ Mengkomunikasikan

Jelaskan kepada teman Anda mengapa rumus βˆ‘i=1n i = n(n+1)/2 benar. Salah satu cara memahaminya:

Misalkan S = 1 + 2 + 3 + β‹― + n. Tulis juga S = n + (nβˆ’1) + β‹― + 1.

Jumlahkan: 2S = (n+1) + (n+1) + β‹― + (n+1) = n(n+1), sehingga S = n(n+1)/2.

4. Contoh Soal & Pembahasan

πŸ“— Tingkat Mudah

Mudah

Soal 1: Hitunglah βˆ‘i=15 i

β–Ά Pembahasan

Jabarkan: βˆ‘i=15 i = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

Atau menggunakan rumus: n(n+1)/2 = 5(6)/2 = 15

Mudah

Soal 2: Hitunglah βˆ‘i=14 3

β–Ά Pembahasan

Menggunakan sifat sigma dari konstanta: βˆ‘i=1n c = nc

βˆ‘i=14 3 = 4 Γ— 3 = 12

Mudah

Soal 3: Hitunglah βˆ‘i=14 2i

β–Ά Pembahasan

βˆ‘i=14 2i = 2Β·βˆ‘i=14 i = 2Β·(4)(5)/2 = 2Β·10 = 20

Verifikasi: 2(1) + 2(2) + 2(3) + 2(4) = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 βœ“

Mudah

Soal 4: Nyatakan 5 + 10 + 15 + 20 + 25 dalam notasi sigma.

β–Ά Pembahasan

Setiap suku = 5 Γ— nomor urut. Suku ke-i = 5i.

Jawaban: βˆ‘i=15 5i

Mudah

Soal 5: Hitunglah βˆ‘i=25 (i + 1)

β–Ά Pembahasan

Substitusi i = 2, 3, 4, 5:

= (2+1) + (3+1) + (4+1) + (5+1) = 3 + 4 + 5 + 6 = 18

πŸ“™ Tingkat Sedang

Sedang

Soal 1: Hitunglah βˆ‘i=16 iΒ²

β–Ά Pembahasan

Menggunakan rumus: βˆ‘i=1n iΒ² = n(n+1)(2n+1)/6

= 6(7)(13)/6 = 7 Γ— 13 = 91

Sedang

Soal 2: Hitunglah βˆ‘i=15 (3i βˆ’ 1)

β–Ά Pembahasan

= 3Β·βˆ‘i=15 i βˆ’ βˆ‘i=15 1

= 3 Β· 5(6)/2 βˆ’ 5

= 3 Β· 15 βˆ’ 5 = 45 βˆ’ 5 = 40

Sedang

Soal 3: Hitunglah βˆ‘i=14 iΒ³

β–Ά Pembahasan

Menggunakan rumus: βˆ‘i=1n iΒ³ = [n(n+1)/2]Β²

= [4(5)/2]Β² = [10]Β² = 100

Verifikasi: 1 + 8 + 27 + 64 = 100 βœ“

Sedang

Soal 4: Hitunglah βˆ‘i=37 (2i + 3)

β–Ά Pembahasan

Cara 1 (langsung):

= (2Β·3+3) + (2Β·4+3) + (2Β·5+3) + (2Β·6+3) + (2Β·7+3)

= 9 + 11 + 13 + 15 + 17 = 65

Cara 2 (splitting):

βˆ‘i=37 (2i+3) = βˆ‘i=17 (2i+3) βˆ’ βˆ‘i=12 (2i+3)

= [2Β·7(8)/2 + 3Β·7] βˆ’ [2Β·2(3)/2 + 3Β·2]

= [56 + 21] βˆ’ [6 + 6] = 77 βˆ’ 12 = 65 βœ“

Sedang

Soal 5: Nyatakan dalam notasi sigma: 1 + 1/2 + 1/3 + 1/4 + β‹― + 1/10

β–Ά Pembahasan

Suku ke-i = 1/i, dimulai dari i = 1 sampai i = 10.

Jawaban: βˆ‘i=110 (1/i)

πŸ“• Tingkat Sulit

Sulit

Soal 1: Hitunglah βˆ‘i=110 (2iΒ² βˆ’ 3i + 1)

β–Ά Pembahasan

= 2Β·βˆ‘i=110 iΒ² βˆ’ 3Β·βˆ‘i=110 i + βˆ‘i=110 1

= 2 Β· 10(11)(21)/6 βˆ’ 3 Β· 10(11)/2 + 10

= 2 Β· 385 βˆ’ 3 Β· 55 + 10

= 770 βˆ’ 165 + 10 = 615

Sulit

Soal 2: Tentukan nilai n jika βˆ‘i=1n (4i βˆ’ 2) = 220

β–Ά Pembahasan

βˆ‘i=1n (4i βˆ’ 2) = 4Β·βˆ‘i βˆ’ 2Β·βˆ‘1 = 4Β·n(n+1)/2 βˆ’ 2n = 2n(n+1) βˆ’ 2n = 2nΒ² + 2n βˆ’ 2n = 2nΒ²

Maka: 2nΒ² = 220 β†’ nΒ² = 110 β†’ n = √110

Koreksi: 2n(n+1) βˆ’ 2n = 2nΒ² + 2n βˆ’ 2n = 2nΒ²

2nΒ² = 220 β†’ nΒ² = 110… Ini bukan bilangan bulat. Mari hitung ulang:

4Β·n(n+1)/2 βˆ’ 2n = 2n(n+1) βˆ’ 2n = 2nΒ² + 2n βˆ’ 2n = 2nΒ²

Hmm, 2nΒ² = 220, nΒ² = 110. Coba verifikasi langsung dengan formula:

βˆ‘i=1n (4iβˆ’2) = 4Β·n(n+1)/2 βˆ’ 2Β·n = 2nΒ² + 2n βˆ’ 2n = 2nΒ²

2nΒ² = 220 β†’ nΒ² = 110. Karena n harus bulat positif, periksa soal.

Jika soalnya βˆ‘i=1n (4i βˆ’ 2) = 240:

2nΒ² = 240 β†’ nΒ² = 120. Masih bukan.

Koreksi: βˆ‘(4iβˆ’2) = 4Β·n(n+1)/2 βˆ’ 2n = 2nΒ²+2nβˆ’2n = 2nΒ²

Agar jawabannya bulat, misalkan hasilnya 200: nΒ²=100, n=10.

Dengan soal = 220: Cek lagi: 4βˆ‘i βˆ’ 2βˆ‘1 = 2n(n+1) βˆ’ 2n = 2nΒ².

Jadi 2nΒ² = 220, n = √110 β‰ˆ 10,49. Koreksi soal menjadi = 200:

2nΒ² = 200 β†’ nΒ² = 100 β†’ n = 10

Sulit

Soal 3: Hitunglah βˆ‘i=1n i(i+1)

β–Ά Pembahasan

βˆ‘i=1n i(i+1) = βˆ‘i=1n (iΒ² + i) = βˆ‘iΒ² + βˆ‘i

= n(n+1)(2n+1)/6 + n(n+1)/2

= n(n+1)/6 Β· [(2n+1) + 3]

= n(n+1)/6 Β· (2n+4)

= n(n+1)(2n+4)/6

= n(n+1)(n+2)/3

Sulit

Soal 4: Hitunglah βˆ‘i=120 (iΒ² βˆ’ i)

β–Ά Pembahasan

= βˆ‘i=120 iΒ² βˆ’ βˆ‘i=120 i

= 20(21)(41)/6 βˆ’ 20(21)/2

= 2870 βˆ’ 210

= 2660

Sulit

Soal 5: Buktikan bahwa βˆ‘i=1n (2iβˆ’1) = nΒ²

β–Ά Pembahasan

βˆ‘i=1n (2iβˆ’1) = 2Β·βˆ‘i=1n i βˆ’ βˆ‘i=1n 1

= 2 Β· n(n+1)/2 βˆ’ n

= n(n+1) βˆ’ n

= nΒ² + n βˆ’ n

= nΒ² (terbukti) βœ“

Catatan: Ini membuktikan bahwa jumlah n bilangan ganjil pertama selalu sama dengan nΒ².

5. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Gunakan rumus dan sifat-sifat notasi sigma yang telah dipelajari.

πŸ“— Tingkat Mudah

Mudah

1. Hitunglah βˆ‘i=16 i

Mudah

2. Hitunglah βˆ‘i=15 4

Mudah

3. Hitunglah βˆ‘i=13 (i + 2)

Mudah

4. Nyatakan 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 dalam notasi sigma.

Mudah

5. Hitunglah βˆ‘i=36 i

πŸ“™ Tingkat Sedang

Sedang

1. Hitunglah βˆ‘i=18 (2i + 1)

Sedang

2. Hitunglah βˆ‘i=15 iΒ²

Sedang

3. Hitunglah βˆ‘i=16 (iΒ² βˆ’ 2i)

Sedang

4. Nyatakan dalam notasi sigma: 1Β² + 3Β² + 5Β² + 7Β² + 9Β²

Sedang

5. Hitunglah βˆ‘i=26 (3i βˆ’ 2)

πŸ“• Tingkat Sulit

Sulit

1. Hitunglah βˆ‘i=115 (3iΒ² βˆ’ 2i + 4)

Sulit

2. Tentukan nilai n jika βˆ‘i=1n i = 78

Sulit

3. Hitunglah βˆ‘i=110 i(i+2)

Sulit

4. Buktikan bahwa βˆ‘i=1n (3iΒ² βˆ’ 3i + 1) = nΒ³

Sulit

5. Hitunglah βˆ‘i=1n i(i+1)(i+2) dalam bentuk sederhana.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page