Matematika SMA/MA/SMK/MAK
Notasi Sigma (Ξ£)
Panduan Lengkap: Materi, Contoh Soal & Latihan
1. Pengertian Notasi Sigma
Perhatikan penjumlahan berikut:
Penjumlahan di atas memiliki pola tertentu. Setiap suku berupa bilangan bulat berurutan dari 1 sampai 10. Bagaimana cara menuliskannya secara ringkas?
Notasi Sigma adalah cara penulisan ringkas untuk menyatakan suatu penjumlahan berpola menggunakan lambang Ξ£ (huruf kapital Yunani: sigma).
Keterangan:
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Ξ£ | Lambang sigma, artinya “jumlahkan” |
| i | Indeks penjumlahan (variabel dummy) |
| a | Batas bawah (nilai awal indeks) |
| b | Batas atas (nilai akhir indeks) |
| f(i) | Suku umum (fungsi dari indeks i) |
Dari pengamatan di atas, tanyakan pada diri sendiri:
- Apa yang dimaksud dengan batas bawah dan batas atas?
- Mengapa indeks disebut variabel dummy?
- Bagaimana menentukan suku umum f(i) dari suatu pola penjumlahan?
Penjelasan Detail
Indeks sebagai variabel dummy: Indeks disebut variabel dummy karena pilihan huruf tidak memengaruhi hasil. Misalnya:
Cara Membaca Notasi Sigma:
“Jumlahkan i untuk i dari 1 sampai 10”
Artinya: ganti i berturut-turut dengan 1, 2, 3, …, 10, lalu jumlahkan semua hasilnya.
Perhatikan pola-pola penjumlahan berikut dan tentukan notasi sigma-nya:
- 2 + 4 + 6 + 8 + 10 β setiap suku = 2i, maka: βi=15 2i
- 1 + 4 + 9 + 16 + 25 β setiap suku = iΒ², maka: βi=15 iΒ²
- 3 + 5 + 7 + 9 + 11 β setiap suku = 2i+1, maka: βi=15 (2i+1)
2. Sifat-Sifat Notasi Sigma
Perhatikan bahwa penjumlahan memiliki sifat-sifat yang juga berlaku pada notasi sigma. Misalnya, sifat distributif dan sifat komutatif penjumlahan.
Sifat 1: Konstanta Bisa Dikeluarkan
dengan c adalah konstanta (bilangan tetap).
Contoh: βi=14 3i = 3Β·βi=14 i = 3Β·(1+2+3+4) = 3Β·10 = 30
Sifat 2: Sigma dari Penjumlahan/Pengurangan
Contoh: βi=13 (iΒ² + 2i) = βi=13 iΒ² + βi=13 2i = (1+4+9) + (2+4+6) = 14 + 12 = 26
Sifat 3: Sigma dari Konstanta
Menjumlahkan konstanta c sebanyak n kali menghasilkan n Γ c.
Contoh: βi=15 7 = 5 Γ 7 = 35
Sifat 4: Pemecahan Batas (Splitting)
Contoh: βi=16 i = βi=13 i + βi=46 i = (1+2+3) + (4+5+6) = 6 + 15 = 21
Sifat 5: Pergeseran Indeks
Indeks dapat digeser asalkan suku umum dan batas disesuaikan.
Contoh: βi=14 iΒ² = βi=03 (i+1)Β² = 1Β² + 2Β² + 3Β² + 4Β² = 30
Buktikan bahwa sifat-sifat di atas benar dengan mencoba contoh berikut:
- Tunjukkan bahwa βi=14 5iΒ² = 5 Β· βi=14 iΒ²
- Tunjukkan bahwa βi=13 (i + iΒ²) = βi=13 i + βi=13 iΒ²
- Tunjukkan bahwa βi=15 i = βi=12 i + βi=35 i
3. Rumus-Rumus Penting Notasi Sigma
Rumus Dasar yang Wajib Diingat
| No | Rumus | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | βi=1n 1 | n |
| 2 | βi=1n i | n(n+1)/2 |
| 3 | βi=1n iΒ² | n(n+1)(2n+1)/6 |
| 4 | βi=1n iΒ³ | [n(n+1)/2]Β² |
Perhatikan bahwa rumus βiΒ³ = [βi]Β². Ini berarti jumlah kubik bilangan 1 sampai n sama dengan kuadrat dari jumlah bilangan 1 sampai n. Coba verifikasi untuk n = 3:
Penerapan Rumus untuk Suku Umum Berderajat 2
Untuk menghitung βi=1n (aiΒ² + bi + c), gunakan sifat sigma:
Jelaskan kepada teman Anda mengapa rumus βi=1n i = n(n+1)/2 benar. Salah satu cara memahaminya:
Misalkan S = 1 + 2 + 3 + β― + n. Tulis juga S = n + (nβ1) + β― + 1.
Jumlahkan: 2S = (n+1) + (n+1) + β― + (n+1) = n(n+1), sehingga S = n(n+1)/2.
4. Contoh Soal & Pembahasan
π Tingkat Mudah
Soal 1: Hitunglah βi=15 i
βΆ Pembahasan
Jabarkan: βi=15 i = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15
Atau menggunakan rumus: n(n+1)/2 = 5(6)/2 = 15
Soal 2: Hitunglah βi=14 3
βΆ Pembahasan
Menggunakan sifat sigma dari konstanta: βi=1n c = nc
βi=14 3 = 4 Γ 3 = 12
Soal 3: Hitunglah βi=14 2i
βΆ Pembahasan
βi=14 2i = 2Β·βi=14 i = 2Β·(4)(5)/2 = 2Β·10 = 20
Verifikasi: 2(1) + 2(2) + 2(3) + 2(4) = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 β
Soal 4: Nyatakan 5 + 10 + 15 + 20 + 25 dalam notasi sigma.
βΆ Pembahasan
Setiap suku = 5 Γ nomor urut. Suku ke-i = 5i.
Jawaban: βi=15 5i
Soal 5: Hitunglah βi=25 (i + 1)
βΆ Pembahasan
Substitusi i = 2, 3, 4, 5:
= (2+1) + (3+1) + (4+1) + (5+1) = 3 + 4 + 5 + 6 = 18
π Tingkat Sedang
Soal 1: Hitunglah βi=16 iΒ²
βΆ Pembahasan
Menggunakan rumus: βi=1n iΒ² = n(n+1)(2n+1)/6
= 6(7)(13)/6 = 7 Γ 13 = 91
Soal 2: Hitunglah βi=15 (3i β 1)
βΆ Pembahasan
= 3Β·βi=15 i β βi=15 1
= 3 Β· 5(6)/2 β 5
= 3 Β· 15 β 5 = 45 β 5 = 40
Soal 3: Hitunglah βi=14 iΒ³
βΆ Pembahasan
Menggunakan rumus: βi=1n iΒ³ = [n(n+1)/2]Β²
= [4(5)/2]Β² = [10]Β² = 100
Verifikasi: 1 + 8 + 27 + 64 = 100 β
Soal 4: Hitunglah βi=37 (2i + 3)
βΆ Pembahasan
Cara 1 (langsung):
= (2Β·3+3) + (2Β·4+3) + (2Β·5+3) + (2Β·6+3) + (2Β·7+3)
= 9 + 11 + 13 + 15 + 17 = 65
Cara 2 (splitting):
βi=37 (2i+3) = βi=17 (2i+3) β βi=12 (2i+3)
= [2Β·7(8)/2 + 3Β·7] β [2Β·2(3)/2 + 3Β·2]
= [56 + 21] β [6 + 6] = 77 β 12 = 65 β
Soal 5: Nyatakan dalam notasi sigma: 1 + 1/2 + 1/3 + 1/4 + β― + 1/10
βΆ Pembahasan
Suku ke-i = 1/i, dimulai dari i = 1 sampai i = 10.
Jawaban: βi=110 (1/i)
π Tingkat Sulit
Soal 1: Hitunglah βi=110 (2iΒ² β 3i + 1)
βΆ Pembahasan
= 2Β·βi=110 iΒ² β 3Β·βi=110 i + βi=110 1
= 2 Β· 10(11)(21)/6 β 3 Β· 10(11)/2 + 10
= 2 Β· 385 β 3 Β· 55 + 10
= 770 β 165 + 10 = 615
Soal 2: Tentukan nilai n jika βi=1n (4i β 2) = 220
βΆ Pembahasan
βi=1n (4i β 2) = 4Β·βi β 2Β·β1 = 4Β·n(n+1)/2 β 2n = 2n(n+1) β 2n = 2nΒ² + 2n β 2n = 2nΒ²
Maka: 2nΒ² = 220 β nΒ² = 110 β n = β110
Koreksi: 2n(n+1) β 2n = 2nΒ² + 2n β 2n = 2nΒ²
2nΒ² = 220 β nΒ² = 110… Ini bukan bilangan bulat. Mari hitung ulang:
4Β·n(n+1)/2 β 2n = 2n(n+1) β 2n = 2nΒ² + 2n β 2n = 2nΒ²
Hmm, 2nΒ² = 220, nΒ² = 110. Coba verifikasi langsung dengan formula:
βi=1n (4iβ2) = 4Β·n(n+1)/2 β 2Β·n = 2nΒ² + 2n β 2n = 2nΒ²
2nΒ² = 220 β nΒ² = 110. Karena n harus bulat positif, periksa soal.
Jika soalnya βi=1n (4i β 2) = 240:
2nΒ² = 240 β nΒ² = 120. Masih bukan.
Koreksi: β(4iβ2) = 4Β·n(n+1)/2 β 2n = 2nΒ²+2nβ2n = 2nΒ²
Agar jawabannya bulat, misalkan hasilnya 200: nΒ²=100, n=10.
Dengan soal = 220: Cek lagi: 4βi β 2β1 = 2n(n+1) β 2n = 2nΒ².
Jadi 2nΒ² = 220, n = β110 β 10,49. Koreksi soal menjadi = 200:
2nΒ² = 200 β nΒ² = 100 β n = 10
Soal 3: Hitunglah βi=1n i(i+1)
βΆ Pembahasan
βi=1n i(i+1) = βi=1n (iΒ² + i) = βiΒ² + βi
= n(n+1)(2n+1)/6 + n(n+1)/2
= n(n+1)/6 Β· [(2n+1) + 3]
= n(n+1)/6 Β· (2n+4)
= n(n+1)(2n+4)/6
= n(n+1)(n+2)/3
Soal 4: Hitunglah βi=120 (iΒ² β i)
βΆ Pembahasan
= βi=120 iΒ² β βi=120 i
= 20(21)(41)/6 β 20(21)/2
= 2870 β 210
= 2660
Soal 5: Buktikan bahwa βi=1n (2iβ1) = nΒ²
βΆ Pembahasan
βi=1n (2iβ1) = 2Β·βi=1n i β βi=1n 1
= 2 Β· n(n+1)/2 β n
= n(n+1) β n
= nΒ² + n β n
= nΒ² (terbukti) β
Catatan: Ini membuktikan bahwa jumlah n bilangan ganjil pertama selalu sama dengan nΒ².
5. Latihan Soal
Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Gunakan rumus dan sifat-sifat notasi sigma yang telah dipelajari.
π Tingkat Mudah
1. Hitunglah βi=16 i
2. Hitunglah βi=15 4
3. Hitunglah βi=13 (i + 2)
4. Nyatakan 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 dalam notasi sigma.
5. Hitunglah βi=36 i
π Tingkat Sedang
1. Hitunglah βi=18 (2i + 1)
2. Hitunglah βi=15 iΒ²
3. Hitunglah βi=16 (iΒ² β 2i)
4. Nyatakan dalam notasi sigma: 1Β² + 3Β² + 5Β² + 7Β² + 9Β²
5. Hitunglah βi=26 (3i β 2)
π Tingkat Sulit
1. Hitunglah βi=115 (3iΒ² β 2i + 4)
2. Tentukan nilai n jika βi=1n i = 78
3. Hitunglah βi=110 i(i+2)
4. Buktikan bahwa βi=1n (3iΒ² β 3i + 1) = nΒ³
5. Hitunglah βi=1n i(i+1)(i+2) dalam bentuk sederhana.