Bentuk Desimal Berulang dari Bilangan Rasional

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Bentuk Desimal Berulang dari Bilangan Rasional

Pada Barisan dan Deret

A. Pendahuluan

Setiap bilangan rasional dapat dinyatakan dalam bentuk desimal. Hasil pembagian bilangan rasional pq (dengan q ≠ 0) selalu menghasilkan desimal yang berhingga (terminasi) atau berulang (repetisi).

Fokus pembahasan kita adalah bentuk desimal berulang, yaitu desimal yang memiliki satu atau beberapa digit yang berulang secara periodik tanpa henti.

Notasi Desimal Berulang:

• 0,333… ditulis 0,3

• 0,142857142857… ditulis 0,142857

• 1,2666… ditulis 1,26

Garis di atas digit menunjukkan bagian yang berulang (periode).

Kegiatan: Mengamati

Amatilah hasil pembagian berikut menggunakan kalkulator atau pembagian bersusun:

Pecahan Hasil Desimal Jenis Periode
14 0,25 Terminasi
13 0,3 Berulang 1 digit
16 0,16 Berulang 1 digit
17 0,142857 Berulang 6 digit
111 0,09 Berulang 2 digit

Perhatikan bahwa panjang periode desimal berulang dari 1q paling banyak (q−1) digit.

B. Mengubah Desimal Berulang Menjadi Pecahan

Kegiatan: Menanya

Bagaimana cara kita mengubah desimal berulang seperti 0,3 atau 0,16 kembali menjadi bentuk pecahan? Apakah desimal berulang selalu merupakan bilangan rasional?

Metode 1: Menggunakan Deret Geometri Tak Hingga

Desimal berulang dapat dipandang sebagai jumlah deret geometri tak hingga. Ingat bahwa jumlah deret geometri tak hingga dengan |r| < 1 adalah:

S = a1 − r

dengan a = suku pertama dan r = rasio (|r| < 1)

Contoh penerapan:

0,3 = 0,333…

= 0,3 + 0,03 + 0,003 + …

= 310 + 3100 + 31000 + …

Ini adalah deret geometri dengan a = 310 dan r = 110

S = 3/101 − 1/10 = 3/109/10 = 39 = 13

Kegiatan: Menalar

Dari metode deret geometri di atas, kita dapat menyimpulkan rumus umum:

Desimal murni berulang 0,abc…n (n digit berulang):

= bagian berulang9 sebanyak n buah

Contoh: 0,27 = 2799 = 311

Metode 2: Menggunakan Aljabar (Perkalian 10n)

Metode ini memanfaatkan sifat perkalian dengan 10, 100, 1000, dst. untuk mengeliminasi bagian berulang.

Langkah-langkah:

1. Misalkan x = desimal berulang

2. Kalikan x dengan 10n (n = jumlah digit berulang)

3. Kurangkan persamaan untuk menghilangkan bagian berulang

4. Selesaikan x

Contoh: Ubah 0,6 menjadi pecahan

Misalkan x = 0,666…

10x = 6,666…

10x − x = 6,666… − 0,666…

9x = 6

x = 69 = 23

Desimal Campuran Berulang

Desimal campuran berulang memiliki bagian tidak berulang sebelum bagian berulang, misalnya 0,16 = 0,1666…

Rumus untuk desimal campuran berulang:

= seluruh angka di belakang koma − bagian tidak berulang9 sebanyak digit berulang diikuti 0 sebanyak digit tidak berulang

Contoh: 0,16

Seluruh angka di belakang koma (satu periode): 16

Bagian tidak berulang: 1

Digit berulang: 1 buah → satu angka 9

Digit tidak berulang: 1 buah → satu angka 0

= 16 − 190 = 1590 = 16

Kegiatan: Mencoba

Cobalah ubah desimal berulang berikut menjadi pecahan menggunakan kedua metode:

  1. 0,9
  2. 0,45
  3. 0,23
  4. 1,27

Petunjuk: 0,9 = 1 (menarik, bukan?)

C. Hubungan Desimal Berulang dengan Deret Geometri

Setiap desimal berulang dapat dinyatakan sebagai jumlah deret geometri tak hingga. Hal ini menunjukkan hubungan erat antara bentuk desimal berulang dengan konsep barisan dan deret.

Bentuk Umum:

Desimal 0,d₁d₂…dₙ dapat ditulis:

k=1 (d₁d₂…dₙ) × 10−nk

= (d₁d₂…dₙ) × 10−n + (d₁d₂…dₙ) × 10−2n + …

Ini deret geometri dengan:

• a = (d₁d₂…dₙ) × 10−n

• r = 10−n

Contoh dengan Notasi Sigma:

0,142857 = ∑k=1 142857 × 10−6k

= 142857 × 10−6 × 11 − 10−6

= 142857999999 = 17

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Diskusikan dengan teman dan jelaskan:

  1. Mengapa setiap desimal berulang pasti merupakan bilangan rasional?
  2. Mengapa deret geometri dengan |r| < 1 konvergen (memiliki jumlah)?
  3. Bagaimana hubungan antara panjang periode desimal dan penyebut pecahan?

D. Kasus-Kasus Khusus

1. Desimal 0,9 = 1

Misalkan x = 0,999…

10x = 9,999…

10x − x = 9

9x = 9 → x = 1

Atau: 0,9 = 99 = 1 ✓

2. Menentukan Digit ke-n dari Desimal Berulang

Untuk menentukan digit ke-n setelah koma dari desimal berulang, gunakan konsep sisa pembagian.

Contoh: Tentukan digit ke-100 dari 17 = 0,142857

Periode = 6 digit

100 ÷ 6 = 16 sisa 4

Digit ke-100 = digit ke-4 dari periode = 8

3. Kapan Pecahan Menghasilkan Desimal Berulang?

Pecahan pq (dalam bentuk paling sederhana) menghasilkan:

Desimal terminasi jika faktor prima q hanya 2 dan/atau 5

Desimal murni berulang jika q tidak memiliki faktor 2 atau 5

Desimal campuran berulang jika q memiliki faktor 2 atau 5 DAN faktor lain

E. Contoh Soal dan Pembahasan

Tingkat Mudah

Contoh 1: Ubah 0,4 menjadi pecahan biasa.

Cara 1 (Rumus cepat):

0,4 = 49

Cara 2 (Aljabar):

x = 0,444…

10x = 4,444…

9x = 4

x = 49

Contoh 2: Ubah 0,7 menjadi pecahan biasa.

0,7 = 79

Verifikasi: 7 ÷ 9 = 0,777… ✓

Contoh 3: Ubah 0,12 menjadi pecahan biasa.

0,12 = 1299 = 433

Verifikasi dengan aljabar:

x = 0,121212…

100x = 12,121212…

99x = 12

x = 1299 = 433

Contoh 4: Nyatakan 0,5 sebagai deret geometri dan tentukan jumlahnya.

0,5 = 0,5 + 0,05 + 0,005 + …

a = 510, r = 110

S = 5/101 − 1/10 = 5/109/10 = 59

Contoh 5: Ubah 2,3 menjadi pecahan biasa.

2,3 = 2 + 0,3 = 2 + 39 = 2 + 13 = 73

Tingkat Sedang

Contoh 6: Ubah 0,16 menjadi pecahan biasa.

Metode aljabar:

x = 0,1666…

10x = 1,666…

100x = 16,666…

100x − 10x = 16,666… − 1,666…

90x = 15

x = 1590 = 16

Rumus cepat: 16 − 190 = 1590 = 16

Contoh 7: Ubah 0,123 menjadi pecahan biasa.

x = 0,123123123…

1000x = 123,123123…

999x = 123

x = 123999 = 41333

Contoh 8: Nyatakan 0,245 sebagai pecahan.

x = 0,24545…

10x = 2,4545…

1000x = 245,4545…

1000x − 10x = 245,4545… − 2,4545…

990x = 243

x = 243990 = 27110

Rumus cepat: 245 − 2990 = 243990 = 27110

Contoh 9: Tentukan digit ke-50 setelah koma dari 511.

511 = 0,45

Periode = 2 digit (4, 5)

50 ÷ 2 = 25 sisa 0

Sisa 0 berarti digit terakhir dalam periode

Digit ke-50 = digit ke-2 dari periode = 5

Contoh 10: Nyatakan 0,27 sebagai deret geometri dan hitung jumlahnya dengan notasi sigma.

0,27 = 0,27 + 0,0027 + 0,000027 + …

= ∑k=1 27 × 10−2k

= ∑k=1 27100k

a = 27100, r = 1100

S = 27/10099/100 = 2799 = 311

Tingkat Sulit

Contoh 11: Ubah 3,14285714 menjadi pecahan biasa.

x = 3,14285714285714…

Bagian bulat = 3, bagian desimal = 0,14285714

Untuk 0,14285714:

Digit tidak berulang: 14 (2 digit)

Digit berulang: 285714 (6 digit)

= 14285714 − 1499999900 = 1428570099999900 = 142857999999 = 17

Jadi x = 3 + 17 = 227

Contoh 12: Tentukan jumlah 50 digit pertama setelah koma dari desimal 17.

17 = 0,142857

Jumlah digit dalam satu periode: 1+4+2+8+5+7 = 27

50 ÷ 6 = 8 sisa 2

8 periode penuh: 8 × 27 = 216

2 digit sisa (1, 4): 1 + 4 = 5

Jumlah total = 216 + 5 = 221

Contoh 13: Buktikan bahwa 0,9 = 1 menggunakan deret geometri.

0,9 = 0,9 + 0,09 + 0,009 + …

= ∑k=1 9 × 10−k

Deret geometri dengan a = 910, r = 110

S = 9/101 − 1/10 = 9/109/10 = 1

Terbukti: 0,9 = 1 ∎

Contoh 14: Jika pq = 0,abc dan pq dalam bentuk paling sederhana, buktikan bahwa q membagi 999.

0,abc = abc999

Maka pq = abc999

Karena pq dalam bentuk paling sederhana, maka q merupakan penyederhanaan dari 999.

Artinya 999 = q × m untuk suatu bilangan bulat m (yaitu m = abcp)

Dengan kata lain, q | 999 (q membagi 999) ∎

Contoh 15: Dua bilangan rasional memiliki bentuk desimal 0,ab dan 0,ba. Jika jumlah keduanya = implyingsomething… Tentukan semua pasangan (a,b) jika 0,ab + 0,ba = 1.

0,ab = 10a + b99

0,ba = 10b + a99

Jumlah: 10a + b + 10b + a99 = 1

11a + 11b = 99

a + b = 9

Dengan a, b ∈ {1, 2, …, 9} (tidak boleh 0 agar 2 digit):

Pasangan: (1,8), (2,7), (3,6), (4,5), (5,4), (6,3), (7,2), (8,1), dan juga (9,0) jika 0 diperbolehkan.

Jika a,b ≥ 1: ada 8 pasangan.

F. Latihan Soal

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan.

Tingkat Mudah

  1. Ubah 0,8 menjadi pecahan biasa.
  2. Ubah 0,54 menjadi pecahan biasa.
  3. Nyatakan 0,2 sebagai jumlah deret geometri tak hingga.
  4. Ubah 1,5 menjadi pecahan biasa.
  5. Tentukan apakah 38 menghasilkan desimal terminasi atau berulang. Jelaskan.

Tingkat Sedang

  1. Ubah 0,318 menjadi pecahan biasa.
  2. Nyatakan 0,036 dalam bentuk notasi sigma deret geometri dan tentukan nilainya.
  3. Tentukan digit ke-75 setelah koma dari 211.
  4. Ubah 2,53 menjadi pecahan biasa.
  5. Jika 0,x = 79, tentukan nilai x.

Tingkat Sulit

  1. Tentukan jumlah 100 digit pertama setelah koma dari 37.
  2. Buktikan bahwa untuk setiap n ∈ ℕ, 0,n (satu digit berulang) selalu dapat dinyatakan sebagai n9.
  3. Jika 0,ab × 0,cd = 19, tentukan semua kemungkinan pasangan (ab, cd) dengan ab dan cd dua digit.
  4. Tentukan pecahan paling sederhana dari 0,12345 dan nyatakan dalam deret geometri.
  5. Diketahui barisan desimal berulang: 0,1, 0,12, 0,123, 0,1234, … Tentukan jumlah 4 suku pertama barisan tersebut dalam bentuk pecahan.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page