Data Kuantitatif dan Data Kualitatif
Materi Statistika β Pengelompokan Data Berdasarkan Sifatnya
A. Data Kualitatif
Perhatikan data berikut yang dikumpulkan dari 10 siswa kelas XII:
| No | Nama | Jenis Kelamin | Agama | Warna Favorit |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Andi | Laki-laki | Islam | Biru |
| 2 | Budi | Laki-laki | Kristen | Merah |
| 3 | Citra | Perempuan | Islam | Hijau |
| 4 | Dewi | Perempuan | Hindu | Kuning |
| 5 | Eko | Laki-laki | Islam | Biru |
Data pada kolom Jenis Kelamin, Agama, dan Warna Favorit merupakan contoh data kualitatif.
- Apa yang dimaksud dengan data kualitatif?
- Mengapa data tersebut tidak dapat dioperasikan secara matematis?
- Bagaimana cara menyajikan data kualitatif?
Pengertian Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kategori, label, atau atribut yang tidak berupa angka dan tidak dapat diukur secara numerik.
Ciri-ciri Data Kualitatif:
- Berupa kata, label, atau kategori
- Tidak dapat dilakukan operasi hitung (+, β, Γ, Γ·)
- Tidak memiliki urutan numerik (kecuali data ordinal)
- Disajikan dengan diagram batang, diagram lingkaran, atau tabel frekuensi
Jenis Data Kualitatif:
| Jenis | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Nominal | Kategori tanpa urutan/peringkat | Jenis kelamin, agama, warna, golongan darah |
| Ordinal | Kategori dengan urutan/peringkat | Tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA), kepuasan (puas, cukup, tidak puas) |
Cara Menyajikan Data Kualitatif:
Data kualitatif disajikan dengan tabel frekuensi dan diagram. Contoh tabel frekuensi warna favorit:
| Warna Favorit | Frekuensi | Frekuensi Relatif |
|---|---|---|
| Biru | 2 | 2/5 = 40% |
| Merah | 1 | 1/5 = 20% |
| Hijau | 1 | 1/5 = 20% |
| Kuning | 1 | 1/5 = 20% |
| Jumlah | 5 | 100% |
Frekuensi relatif = (frekuensi kategori / total data) Γ 100%
Kegiatan: Kumpulkan data hobi dari 10 teman sekelasmu. Buatlah tabel frekuensi dan tentukan hobi yang paling banyak dipilih.
Kesimpulan: Data kualitatif adalah data berupa kategori/label yang tidak dapat dihitung secara matematis. Data ini disajikan dalam tabel frekuensi dan diagram (batang/lingkaran). Contoh: jenis kelamin, agama, pekerjaan, warna favorit.
Contoh Soal β Data Kualitatif
π’ Tingkat Mudah
1. Manakah yang termasuk data kualitatif?
a) Tinggi badan siswa b) Jenis kelamin c) Nilai ujian d) Berat badan
Pembahasan
Jawaban: b) Jenis kelamin. Jenis kelamin berupa kategori (laki-laki/perempuan), bukan angka, sehingga termasuk data kualitatif. Pilihan lain (tinggi badan, nilai ujian, berat badan) berupa angka β data kuantitatif.
2. Sebutkan 3 contoh data kualitatif dalam kehidupan sehari-hari!
Pembahasan
Jawaban: Contoh data kualitatif: (1) Warna rambut, (2) Merek HP, (3) Jenis pekerjaan. Ketiganya berupa kategori/label, bukan angka yang dapat dihitung.
3. Data berikut dikumpulkan dari 6 siswa: Islam, Kristen, Islam, Hindu, Islam, Kristen. Buatlah tabel frekuensinya!
Pembahasan
Hitung kemunculan setiap kategori:
| Agama | Frekuensi |
|---|---|
| Islam | 3 |
| Kristen | 2 |
| Hindu | 1 |
| Total | 6 |
4. Apakah “golongan darah” termasuk data kualitatif? Jelaskan!
Pembahasan
Jawaban: Ya, golongan darah (A, B, AB, O) termasuk data kualitatif karena berupa kategori/label, tidak dapat dijumlahkan atau dirata-ratakan. Termasuk jenis data nominal.
5. Data kualitatif “tingkat kepuasan: sangat puas, puas, cukup, tidak puas” termasuk data nominal atau ordinal?
Pembahasan
Jawaban: Ordinal, karena kategori tersebut memiliki urutan/peringkat dari yang paling tinggi (sangat puas) ke paling rendah (tidak puas). Data nominal tidak memiliki urutan.
π‘ Tingkat Sedang
1. Dari 30 siswa diperoleh data ekstrakurikuler: Basket (8), Voli (6), Pramuka (10), PMR (6). Hitunglah frekuensi relatif masing-masing dan tentukan modus!
Pembahasan
Frekuensi relatif = (f/n) Γ 100%
| Ekskul | f | f relatif |
|---|---|---|
| Basket | 8 | 8/30 Γ 100% = 26,67% |
| Voli | 6 | 6/30 Γ 100% = 20% |
| Pramuka | 10 | 10/30 Γ 100% = 33,33% |
| PMR | 6 | 6/30 Γ 100% = 20% |
Modus = Pramuka (frekuensi tertinggi = 10).
2. Jelaskan perbedaan data kualitatif nominal dan ordinal beserta contohnya masing-masing 2!
Pembahasan
| Aspek | Nominal | Ordinal |
|---|---|---|
| Urutan | Tidak ada urutan | Ada urutan/peringkat |
| Contoh 1 | Golongan darah (A, B, AB, O) | Tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, S1) |
| Contoh 2 | Jenis kelamin (L/P) | Peringkat kelas (1, 2, 3, β¦) |
3. Suatu survei menunjukkan data pekerjaan orang tua: Guru (12), Petani (8), Pedagang (15), PNS (5). Berapa derajat sektor lingkaran untuk “Pedagang” jika disajikan dalam diagram lingkaran?
Pembahasan
Total = 12 + 8 + 15 + 5 = 40
Derajat sektor Pedagang = (15/40) Γ 360Β° = 135Β°
4. Data warna mobil di parkiran: Hitam, Putih, Hitam, Merah, Putih, Putih, Hitam, Merah, Putih, Hitam. Sajikan dalam tabel frekuensi lengkap (f, f relatif, f kumulatif)!
Pembahasan
| Warna | f | f relatif | f kumulatif |
|---|---|---|---|
| Hitam | 4 | 40% | 4 |
| Putih | 4 | 40% | 8 |
| Merah | 2 | 20% | 10 |
| Total | 10 | 100% |
Modus: Hitam dan Putih (bimodal, keduanya f=4).
5. Mengapa kita tidak bisa menghitung rata-rata (mean) dari data kualitatif? Jelaskan dengan contoh!
Pembahasan
Mean dihitung dengan menjumlahkan nilai lalu dibagi banyak data. Data kualitatif berupa kategori (misal: Merah, Biru, Hijau) sehingga tidak bisa dijumlahkan. Kita tidak bisa menghitung “Merah + Biru + Hijau” / 3. Oleh karena itu, ukuran pemusatan yang tepat untuk data kualitatif adalah modus (kategori dengan frekuensi terbanyak).
π΄ Tingkat Sulit
1. Suatu penelitian mendata preferensi transportasi 200 warga: Kendaraan Pribadi (80), Angkutan Umum (50), Ojek Online (45), Sepeda (25). Jika 40 warga pengguna angkutan umum beralih ke ojek online, tentukan perubahan persentase masing-masing kategori dan gambarkan perbandingan sebelum-sesudah!
Pembahasan
Sebelum:
| Transportasi | f | % |
|---|---|---|
| Kendaraan Pribadi | 80 | 40% |
| Angkutan Umum | 50 | 25% |
| Ojek Online | 45 | 22,5% |
| Sepeda | 25 | 12,5% |
Sesudah (40 dari Angkutan Umum β Ojek Online):
| Transportasi | f | % | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kendaraan Pribadi | 80 | 40% | 0% |
| Angkutan Umum | 10 | 5% | β20% |
| Ojek Online | 85 | 42,5% | +20% |
| Sepeda | 25 | 12,5% | 0% |
Ojek Online menjadi kategori dominan (modus baru).
2. Dalam survei kepuasan pelanggan (skala: Sangat Tidak Puas, Tidak Puas, Cukup, Puas, Sangat Puas) diperoleh data dari 100 responden: STP(5), TP(15), C(30), P(35), SP(15). Tentukan: (a) jenis data kualitatif, (b) modus, (c) median ordinal, (d) persentase kumulatif responden yang minimal “Puas”!
Pembahasan
(a) Ordinal β ada urutan dari STP β SP.
(b) Modus = Puas (frekuensi tertinggi = 35).
(c) Median ordinal: data ke-50 dan ke-51 dari 100 data (diurutkan STPβSP).
| Kategori | f | f kumulatif |
|---|---|---|
| STP | 5 | 5 |
| TP | 15 | 20 |
| C | 30 | 50 |
| P | 35 | 85 |
| SP | 15 | 100 |
Data ke-50 berada di “Cukup” (kumulatif = 50), data ke-51 berada di “Puas” (kumulatif = 85). Median = antara Cukup dan Puas. Dalam praktik ordinal, dilaporkan sebagai “CukupβPuas” atau kategori ke-51 yaitu “Puas”.
(d) Minimal “Puas” = P + SP = 35 + 15 = 50. Persentase = 50/100 Γ 100% = 50%.
3. Seorang peneliti ingin menguji apakah ada hubungan antara jenis kelamin (L/P) dan preferensi minuman (Kopi/Teh/Jus) dari 60 responden. Data: L-Kopi(15), L-Teh(5), L-Jus(10), P-Kopi(8), P-Teh(12), P-Jus(10). Buatlah tabel kontingensi dan tentukan apakah preferensi berbeda antar gender berdasarkan proporsi!
Pembahasan
Tabel Kontingensi:
| Kopi | Teh | Jus | Total | |
|---|---|---|---|---|
| Laki-laki | 15 | 5 | 10 | 30 |
| Perempuan | 8 | 12 | 10 | 30 |
| Total | 23 | 17 | 20 | 60 |
Proporsi per gender:
L: Kopi=50%, Teh=16,7%, Jus=33,3%
P: Kopi=26,7%, Teh=40%, Jus=33,3%
Analisis: Laki-laki cenderung memilih Kopi (50%), sementara Perempuan cenderung memilih Teh (40%). Jus dipilih secara seimbang (33,3%). Terdapat perbedaan preferensi antar gender.
4. Data kualitatif ordinal tingkat pendidikan karyawan: SD(3), SMP(7), SMA(25), D3(10), S1(12), S2(3). Tentukan: (a) modus, (b) median, (c) kuartil bawah (Q1) dan kuartil atas (Q3) secara ordinal!
Pembahasan
Total n = 60
| Tingkat | f | f kum |
|---|---|---|
| SD | 3 | 3 |
| SMP | 7 | 10 |
| SMA | 25 | 35 |
| D3 | 10 | 45 |
| S1 | 12 | 57 |
| S2 | 3 | 60 |
(a) Modus = SMA (f = 25, tertinggi).
(b) Median = data ke-30 dan ke-31 β keduanya di SMA (kumulatif 10β35). Median = SMA.
(c) Q1 = data ke-15 β berada di SMA (kumulatif 10 < 15 β€ 35). Q1 = SMA.
Q3 = data ke-45 β berada di D3 (kumulatif 35 < 45 β€ 45). Q3 = D3.
5. Jelaskan mengapa data kode pos (12345, 60231, dst.) termasuk data kualitatif meskipun berbentuk angka! Berikan 2 contoh lain data yang berbentuk angka tetapi bersifat kualitatif!
Pembahasan
Kode pos berbentuk angka tetapi bersifat kualitatif karena:
- Angka tersebut berfungsi sebagai label/kode, bukan kuantitas
- Tidak bermakna jika dijumlahkan atau dirata-ratakan (rata-rata kode pos tidak memiliki arti)
- Tidak menunjukkan urutan besaran (kode pos 60000 tidak “lebih besar” dari 12000 dalam konteks apapun)
Contoh lain:
- Nomor punggung pemain (7, 10, 23) β hanya label identitas
- Nomor telepon (08123456789) β kode identifikasi, bukan kuantitas
Latihan Soal β Data Kualitatif
(Kerjakan tanpa melihat pembahasan!)
π’ Mudah
- Sebutkan 4 contoh data kualitatif nominal!
- Dari data: Merah, Biru, Merah, Hijau, Merah, Biru, tentukan modusnya!
- Apakah “nama kota” termasuk data kualitatif? Jelaskan!
- Buatlah tabel frekuensi dari data: Kucing, Anjing, Kucing, Ikan, Kucing, Anjing, Ikan, Kucing!
- Apa perbedaan utama data kualitatif dan data kuantitatif?
π‘ Sedang
- Data jurusan kuliah 40 mahasiswa: Teknik(12), Ekonomi(15), Hukum(8), Kedokteran(5). Hitunglah derajat diagram lingkaran masing-masing!
- Jelaskan mengapa “ukuran baju S, M, L, XL” termasuk data ordinal!
- Dari data ordinal kepuasan: SP(10), P(25), C(15), TP(8), STP(2), tentukan median!
- Sebutkan ukuran pemusatan yang boleh digunakan untuk data nominal dan data ordinal!
- Data agama dari 50 siswa disajikan: Islam 60%, Kristen 20%, Hindu 12%, Buddha 8%. Tentukan frekuensi masing-masing!
π΄ Sulit
- Buatlah tabel kontingensi dari data: 80 siswa, gender(L/P) vs minat(IPA/IPS/Bahasa). L-IPA=20, L-IPS=15, L-Bahasa=5, P-IPA=10, P-IPS=12, P-Bahasa=18. Analisis perbedaan minat antar gender!
- Jelaskan mengapa “nomor urut absen” termasuk data kualitatif meskipun berupa angka, dan berikan argumentasi kapan angka menjadi kualitatif vs kuantitatif!
- Dari survei preferensi makanan 3 kota (masing-masing 100 responden), tentukan apakah preferensi berbeda antar kota: Kota A: Nasi(60), Mie(25), Roti(15); Kota B: Nasi(40), Mie(40), Roti(20); Kota C: Nasi(30), Mie(20), Roti(50).
- Data ordinal tingkat stres: Rendah(20), Sedang(35), Tinggi(30), Sangat Tinggi(15). Tentukan Q1, Q2 (median), dan Q3!
- Seorang peneliti mengubah data kualitatif ordinal (STP=1, TP=2, C=3, P=4, SP=5) lalu menghitung rata-rata. Jelaskan kelemahan pendekatan ini secara statistik!
B. Data Kuantitatif
Perhatikan data berikut dari 10 siswa:
| No | Nama | Tinggi (cm) | Berat (kg) | Nilai Ujian | Jumlah Saudara |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Andi | 165 | 55 | 78 | 2 |
| 2 | Budi | 172 | 63 | 85 | 1 |
| 3 | Citra | 158 | 48 | 92 | 3 |
| 4 | Dewi | 160 | 50 | 67 | 0 |
| 5 | Eko | 175 | 68 | 73 | 4 |
Data pada kolom Tinggi, Berat, Nilai Ujian, dan Jumlah Saudara merupakan data kuantitatif.
- Apa yang dimaksud dengan data kuantitatif?
- Apa perbedaan data diskrit dan kontinu?
- Operasi hitung apa saja yang dapat dilakukan pada data kuantitatif?
Pengertian Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka/bilangan yang dapat diukur dan dihitung secara matematis.
Ciri-ciri Data Kuantitatif:
- Berupa angka yang menunjukkan kuantitas/besaran
- Dapat dilakukan operasi hitung (+, β, Γ, Γ·)
- Dapat dihitung mean, median, modus, varians, simpangan baku
- Disajikan dengan histogram, diagram garis, box plot, atau tabel distribusi frekuensi
Jenis Data Kuantitatif:
| Jenis | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Diskrit | Hasil pencacahan (bilangan bulat), tidak bisa berupa pecahan | Jumlah siswa, jumlah anak, banyak mobil |
| Kontinu | Hasil pengukuran, bisa berupa desimal/pecahan | Tinggi badan, berat badan, suhu, waktu |
Skala Pengukuran Data Kuantitatif:
| Skala | Ciri | Contoh |
|---|---|---|
| Interval | Jarak antar nilai bermakna, tidak ada nol mutlak | Suhu (Β°C), tahun kalender |
| Rasio | Memiliki nol mutlak, rasio bermakna | Tinggi badan, berat badan, pendapatan |
Ukuran Statistik untuk Data Kuantitatif:
Ukuran Pemusatan:
- Mean (rata-rata): xΜ = (Ξ£xα΅’) / n
- Median (nilai tengah): data ke-(n+1)/2 setelah diurutkan
- Modus: data yang paling sering muncul
Ukuran Penyebaran:
- Jangkauan (Range): R = x_maks β x_min
- Varians: sΒ² = Ξ£(xα΅’ β xΜ)Β² / (nβ1)
- Simpangan baku: s = βsΒ²
Kegiatan: Ukur tinggi badan 10 teman sekelasmu (dalam cm). Hitunglah mean, median, modus, jangkauan, dan simpangan baku dari data tersebut!
Kesimpulan: Data kuantitatif adalah data berupa angka yang menunjukkan kuantitas dan dapat dioperasikan secara matematis. Terbagi menjadi diskrit (bilangan bulat hasil pencacahan) dan kontinu (hasil pengukuran yang bisa berupa desimal). Dapat dihitung berbagai ukuran statistik seperti mean, median, varians, dan simpangan baku.
Contoh Soal β Data Kuantitatif
π’ Tingkat Mudah
1. Manakah yang termasuk data kuantitatif? (a) Warna mata (b) Tinggi badan (c) Merek sepatu (d) Nama jalan
Pembahasan
Jawaban: (b) Tinggi badan. Tinggi badan berupa angka (misal 165 cm) yang dapat diukur dan dihitung secara matematis. Pilihan lain berupa kategori/label β kualitatif.
2. Tentukan mana yang data diskrit dan mana yang kontinu: (a) Jumlah halaman buku (b) Suhu udara (c) Banyak gol dalam pertandingan (d) Waktu lari 100m
Pembahasan
Diskrit: (a) Jumlah halaman β bilangan bulat, hasil pencacahan; (c) Banyak gol β bilangan bulat.
Kontinu: (b) Suhu β bisa 25,3Β°C; (d) Waktu lari β bisa 11,28 detik.
3. Hitunglah mean dari data: 5, 8, 7, 6, 9
Pembahasan
xΜ = (5 + 8 + 7 + 6 + 9) / 5 = 35 / 5 = 7
4. Tentukan median dari data: 3, 7, 2, 9, 5
Pembahasan
Urutkan: 2, 3, 5, 7, 9. n = 5 (ganjil). Median = data ke-(5+1)/2 = data ke-3 = 5
5. Hitunglah jangkauan (range) dari data: 12, 15, 8, 20, 11
Pembahasan
R = x_maks β x_min = 20 β 8 = 12
π‘ Tingkat Sedang
1. Hitunglah mean, median, dan modus dari data: 4, 7, 7, 3, 9, 7, 5, 8, 6, 4
Pembahasan
Mean: xΜ = (4+7+7+3+9+7+5+8+6+4)/10 = 60/10 = 6
Median: Urutkan: 3,4,4,5,6,7,7,7,8,9. n=10 (genap). Median = (data ke-5 + data ke-6)/2 = (6+7)/2 = 6,5
Modus: Nilai 7 muncul 3 kali (terbanyak). Modus = 7
2. Data nilai 8 siswa: 60, 75, 80, 65, 70, 85, 90, 55. Hitunglah varians dan simpangan baku!
Pembahasan
n = 8, xΜ = (60+75+80+65+70+85+90+55)/8 = 580/8 = 72,5
Ξ£(xα΅’ β xΜ)Β²:
(60β72,5)Β² + (75β72,5)Β² + (80β72,5)Β² + (65β72,5)Β² + (70β72,5)Β² + (85β72,5)Β² + (90β72,5)Β² + (55β72,5)Β²
= 156,25 + 6,25 + 56,25 + 56,25 + 6,25 + 156,25 + 306,25 + 306,25 = 1050
Varians: sΒ² = 1050/(8β1) = 1050/7 = 150
Simpangan baku: s = β150 β 12,25
3. Tentukan Q1, Q2, Q3 dari data: 2, 4, 5, 7, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20
Pembahasan
n = 11. Data sudah terurut.
Q2 (Median): data ke-6 = 10
Q1: median dari data bawah (2,4,5,7,8) = data ke-3 = 5
Q3: median dari data atas (12,14,16,18,20) = data ke-3 = 16
IQR = Q3 β Q1 = 16 β 5 = 11
4. Suatu data memiliki mean = 50 dan simpangan baku = 8. Jika setiap data ditambah 10, tentukan mean dan simpangan baku yang baru!
Pembahasan
Jika setiap data ditambah konstanta c:
β’ Mean baru = mean lama + c = 50 + 10 = 60
β’ Simpangan baku tidak berubah = 8 (penambahan konstanta tidak mengubah penyebaran data)
5. Data berat badan (kg): 45, 50, 48, 52, 55, 47, 53, 49, 51, 50. Buatlah tabel distribusi frekuensi dengan 3 kelas!
Pembahasan
R = 55 β 45 = 10. Jumlah kelas = 3. Panjang kelas = 10/3 β 4 (dibulatkan).
| Kelas | Interval | Frekuensi |
|---|---|---|
| 1 | 45 β 48 | 3 (45, 48, 47) |
| 2 | 49 β 52 | 5 (50, 52, 49, 51, 50) |
| 3 | 53 β 56 | 2 (55, 53) |
| Total | 10 |
π΄ Tingkat Sulit
1. Data nilai ujian 20 siswa disajikan dalam tabel distribusi frekuensi:
| Interval | f |
|---|---|
| 40β49 | 2 |
| 50β59 | 4 |
| 60β69 | 7 |
| 70β79 | 5 |
| 80β89 | 2 |
Hitunglah mean, median, dan modus!
Pembahasan
Mean:
| Interval | f | xα΅’ (titik tengah) | fΒ·xα΅’ |
|---|---|---|---|
| 40β49 | 2 | 44,5 | 89 |
| 50β59 | 4 | 54,5 | 218 |
| 60β69 | 7 | 64,5 | 451,5 |
| 70β79 | 5 | 74,5 | 372,5 |
| 80β89 | 2 | 84,5 | 169 |
| 20 | 1300 |
xΜ = 1300/20 = 65
Median: Data ke-10 dan ke-11. F kum: 2, 6, 13, 18, 20. Median di kelas 60β69.
Median = Tb + [(n/2 β F_kum_sebelum) / f_median] Γ p
= 59,5 + [(10 β 6) / 7] Γ 10 = 59,5 + 5,71 = 65,21
Modus: Kelas modus = 60β69 (f tertinggi = 7)
dβ = 7 β 4 = 3, dβ = 7 β 5 = 2
Mo = Tb + [dβ/(dβ+dβ)] Γ p = 59,5 + [3/5] Γ 10 = 59,5 + 6 = 65,5
2. Dua kelas memiliki data sebagai berikut: Kelas A (n=30, xΜ=72, s=8), Kelas B (n=20, xΜ=68, s=10). Hitunglah mean gabungan dan tentukan kelas mana yang lebih homogen!
Pembahasan
Mean gabungan:
xΜ_gab = (nβΒ·xΜβ + nβΒ·xΜβ) / (nβ + nβ) = (30Γ72 + 20Γ68) / 50 = (2160 + 1360) / 50 = 3520/50 = 70,4
Homogenitas: Gunakan Koefisien Variasi (KV):
KV_A = (s/xΜ) Γ 100% = (8/72) Γ 100% = 11,11%
KV_B = (10/68) Γ 100% = 14,71%
Kelas A lebih homogen (KV lebih kecil = data lebih seragam).
3. Dari tabel distribusi frekuensi berikut, hitunglah simpangan baku!
| Interval | f |
|---|---|
| 10β19 | 3 |
| 20β29 | 5 |
| 30β39 | 8 |
| 40β49 | 4 |
Pembahasan
| Interval | f | xα΅’ | fΒ·xα΅’ | xα΅’βxΜ | (xα΅’βxΜ)Β² | f(xα΅’βxΜ)Β² |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10β19 | 3 | 14,5 | 43,5 | β15 | 225 | 675 |
| 20β29 | 5 | 24,5 | 122,5 | β5 | 25 | 125 |
| 30β39 | 8 | 34,5 | 276 | 5 | 25 | 200 |
| 40β49 | 4 | 44,5 | 178 | 15 | 225 | 900 |
| 20 | 620 | 1900 |
xΜ = 620/20 = 31. (Catatan: xα΅’βxΜ dihitung ulang: 14,5β31=β16,5 dst. Mari koreksi:)
xΜ = 620/20 = 31
f(xα΅’βxΜ)Β²: 3(β16,5)Β²=816,75; 5(β6,5)Β²=211,25; 8(3,5)Β²=98; 4(13,5)Β²=729
Ξ£f(xα΅’βxΜ)Β² = 816,75+211,25+98+729 = 1855
sΒ² = 1855/(20β1) = 1855/19 = 97,63
s = β97,63 β 9,88
4. Jika setiap data dikalikan 3 kemudian ditambah 5, dan diketahui data awal memiliki mean = 20 dan varians = 16, tentukan mean dan varians data baru!
Pembahasan
Transformasi: Y = 3X + 5
Mean baru: Θ³ = 3Β·xΜ + 5 = 3(20) + 5 = 65
Varians baru: sΒ²_y = 3Β² Β· sΒ²_x = 9 Γ 16 = 144
Simpangan baku baru: s_y = 3 Β· s_x = 3 Γ 4 = 12
(Aturan: jika Y = aX + b, maka Θ³ = aΒ·xΜ + b dan sΒ²_y = aΒ²Β·sΒ²_x)
5. Data tinggi badan 5 siswa: 160, 165, 170, 155, 175. Satu data baru (x) ditambahkan sehingga mean menjadi 166. Tentukan nilai x, lalu hitung simpangan baku dari 6 data tersebut!
Pembahasan
Ξ£5 data = 160+165+170+155+175 = 825
Mean baru = (825 + x)/6 = 166 β 825 + x = 996 β x = 171
Data lengkap: 155, 160, 165, 170, 171, 175. xΜ = 166.
Ξ£(xα΅’ β 166)Β²:
(β11)Β² + (β6)Β² + (β1)Β² + 4Β² + 5Β² + 9Β² = 121 + 36 + 1 + 16 + 25 + 81 = 280
sΒ² = 280/(6β1) = 56
s = β56 β 7,48
Latihan Soal β Data Kuantitatif
(Kerjakan tanpa melihat pembahasan!)
π’ Mudah
- Tentukan data diskrit atau kontinu: (a) Lama belajar per hari (b) Jumlah buku di rak (c) Suhu ruangan (d) Banyak siswa hadir
- Hitunglah mean dari data: 12, 15, 18, 10, 20
- Tentukan median dari data: 8, 3, 6, 11, 5, 9
- Tentukan modus dari data: 4, 7, 2, 7, 5, 7, 3, 5
- Hitunglah range dari data: 25, 30, 18, 42, 35, 27
π‘ Sedang
- Data: 6, 8, 5, 9, 7, 10, 4, 8, 6, 7. Hitunglah mean, median, modus, varians, dan simpangan baku!
- Tentukan Q1, Q2, Q3 dari data: 3, 5, 7, 8, 10, 12, 15, 18, 20
- Data memiliki mean = 45 dan simpangan baku = 6. Setiap data dikurangi 5. Tentukan mean dan simpangan baku baru!
- Buatlah tabel distribusi frekuensi dari data: 23, 28, 31, 35, 27, 22, 30, 33, 29, 25, 36, 24 menggunakan 4 kelas!
- Dua kelompok data: A (n=15, xΜ=60) dan B (n=25, xΜ=72). Hitunglah mean gabungan!
π΄ Sulit
- Dari tabel distribusi frekuensi: 30β39(4), 40β49(8), 50β59(12), 60β69(6). Hitunglah mean, median, modus, dan simpangan baku!
- Data memiliki mean = 30, varians = 25. Setiap data dikalikan 2 lalu dikurangi 10. Tentukan mean, varians, dan simpangan baku baru!
- Dari 10 data diketahui Ξ£xα΅’ = 80 dan Ξ£xα΅’Β² = 720. Hitunglah varians dan simpangan baku!
- Nilai rata-rata 40 siswa adalah 65. Setelah diperiksa ulang, nilai 55 seharusnya 75 dan nilai 80 seharusnya 60. Hitunglah mean yang benar!
- Tiga kelas memiliki data: Kelas A (n=20, xΜ=70, s=5), Kelas B (n=30, xΜ=75, s=8), Kelas C (n=25, xΜ=68, s=6). Hitunglah mean gabungan dan tentukan kelas mana yang paling heterogen!
C. Perbandingan Data Kualitatif dan Kuantitatif
| Aspek | Data Kualitatif | Data Kuantitatif |
|---|---|---|
| Bentuk | Kategori, label, atribut | Angka, bilangan |
| Operasi hitung | Tidak bisa (+, β, Γ, Γ·) | Bisa (+, β, Γ, Γ·) |
| Ukuran pemusatan | Modus (nominal); Modus & Median (ordinal) | Mean, Median, Modus |
| Ukuran penyebaran | Tidak ada (nominal); terbatas (ordinal) | Range, Varians, Simpangan baku |
| Penyajian | Diagram batang, lingkaran, tabel frekuensi | Histogram, diagram garis, box plot, scatter plot |
| Contoh | Jenis kelamin, agama, warna | Tinggi badan, nilai ujian, suhu |
| Sub-jenis | Nominal, Ordinal | Diskrit, Kontinu |
π‘ Tips Mengidentifikasi:
- Tanyakan: “Bisakah data ini dijumlahkan/dirata-ratakan dan hasilnya bermakna?”
- Jika Ya β Data Kuantitatif
- Jika Tidak β Data Kualitatif
- Ingat: angka yang berfungsi sebagai label (nomor HP, kode pos) tetap kualitatif!