Menentukan Persamaan Gerak Benda

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Menentukan Persamaan Gerak Benda

Pendahuluan

Dalam matematika, persamaan gerak benda menggambarkan posisi suatu benda terhadap waktu. Jika kita mengetahui fungsi kecepatan atau percepatan suatu benda, kita dapat menentukan persamaan gerak (posisi) benda tersebut menggunakan integral.

Hubungan antara posisi, kecepatan, dan percepatan adalah sebagai berikut:

Posisi: s(t)

Kecepatan: v(t) = ds/dt → turunan posisi terhadap waktu

Percepatan: a(t) = dv/dt → turunan kecepatan terhadap waktu

Sebaliknya (menggunakan integral):

v(t) = a(t) dt

s(t) = v(t) dt

Materi 1: Menentukan Persamaan Posisi dari Fungsi Kecepatan

Jika diketahui fungsi kecepatan v(t), maka persamaan posisi s(t) diperoleh dengan mengintegralkan fungsi kecepatan terhadap waktu:

s(t) = v(t) dt + C

dengan C adalah konstanta integrasi yang ditentukan dari syarat awal (kondisi awal).

Langkah-langkah Penyelesaian:

  1. Identifikasi fungsi kecepatan v(t)
  2. Integralkan v(t) terhadap t
  3. Tambahkan konstanta integrasi C
  4. Gunakan syarat awal untuk menentukan nilai C
  5. Tuliskan persamaan posisi akhir

Kegiatan: Mengamati

Amati tabel berikut yang menunjukkan hubungan antara kecepatan dan posisi:

Fungsi Kecepatan v(t) Integral Fungsi Posisi s(t)
v(t) = 4t ∫ 4t dt s(t) = 2t² + C
v(t) = 6t² ∫ 6t² dt s(t) = 2t³ + C
v(t) = 3t² + 2t ∫ (3t² + 2t) dt s(t) = t³ + t² + C
v(t) = 5 ∫ 5 dt s(t) = 5t + C
v(t) = 10t − 3 ∫ (10t − 3) dt s(t) = 5t² − 3t + C

Perhatikan pola: setiap suku pada v(t) diintegralkan dengan menambah pangkat 1 lalu membagi dengan pangkat baru.

Kegiatan: Menanya

  • Mengapa kita perlu menambahkan konstanta C setelah mengintegralkan?
  • Bagaimana cara menentukan nilai C?
  • Apa yang terjadi jika syarat awal tidak diketahui?

Kegiatan: Menalar

Konstanta C muncul karena integral tak tentu menghasilkan keluarga fungsi. Nilai C ditentukan dari kondisi awal, misalnya posisi awal benda saat t = 0. Jika s(0) = 2, maka kita substitusikan t = 0 ke persamaan s(t) untuk mendapatkan C = 2.

Kegiatan: Mencoba

Cobalah tentukan s(t) jika v(t) = 8t − 5 dan s(0) = 3.

s(t) = ∫ (8t − 5) dt = 4t² − 5t + C
s(0) = 3 → 4(0)² − 5(0) + C = 3 → C = 3
Jadi, s(t) = 4t² − 5t + 3

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Tuliskan kesimpulanmu: Untuk menentukan persamaan posisi dari kecepatan, kita mengintegralkan fungsi kecepatan dan menentukan konstanta C menggunakan syarat awal yang diberikan.

Contoh Soal Materi 1

▶ Tingkat Mudah

Contoh 1

Kecepatan benda dinyatakan oleh v(t) = 6t. Jika posisi awal s(0) = 0, tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ 6t dt = 3t² + C

Syarat awal: s(0) = 0 → 3(0)² + C = 0 → C = 0

Jadi, s(t) = 3t²

Contoh 2

Diketahui v(t) = 4. Jika s(0) = 5, tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ 4 dt = 4t + C

s(0) = 5 → 4(0) + C = 5 → C = 5

Jadi, s(t) = 4t + 5

Contoh 3

Diketahui v(t) = 10t − 2. Jika s(0) = 1, tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ (10t − 2) dt = 5t² − 2t + C

s(0) = 1 → 0 − 0 + C = 1 → C = 1

Jadi, s(t) = 5t² − 2t + 1

Contoh 4

Diketahui v(t) = 3t². Jika s(0) = 4, tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ 3t² dt = t³ + C

s(0) = 4 → 0 + C = 4 → C = 4

Jadi, s(t) = t³ + 4

Contoh 5

Diketahui v(t) = 2t + 6. Jika s(0) = 0, tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ (2t + 6) dt = t² + 6t + C

s(0) = 0 → 0 + 0 + C = 0 → C = 0

Jadi, s(t) = t² + 6t

▶ Tingkat Sedang

Contoh 6

Kecepatan benda v(t) = 4t³ − 6t + 1. Jika s(1) = 2, tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ (4t³ − 6t + 1) dt = t⁴ − 3t² + t + C

s(1) = 2 → 1 − 3 + 1 + C = 2 → −1 + C = 2 → C = 3

Jadi, s(t) = t⁴ − 3t² + t + 3

Contoh 7

Diketahui v(t) = 12t² − 4t + 3. Jika s(2) = 20, tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ (12t² − 4t + 3) dt = 4t³ − 2t² + 3t + C

s(2) = 20 → 4(8) − 2(4) + 3(2) + C = 20 → 32 − 8 + 6 + C = 20 → 30 + C = 20 → C = −10

Jadi, s(t) = 4t³ − 2t² + 3t − 10

Contoh 8

Diketahui v(t) = 6t² + 2t − 5. Jika s(0) = 7 dan tentukan posisi benda saat t = 3.

Pembahasan
s(t) = ∫ (6t² + 2t − 5) dt = 2t³ + t² − 5t + C

s(0) = 7 → C = 7

s(t) = 2t³ + t² − 5t + 7

s(3) = 2(27) + 9 − 15 + 7 = 54 + 9 − 15 + 7 = 55

Jadi, posisi saat t = 3 adalah s(3) = 55

Contoh 9

Sebuah benda bergerak dengan v(t) = 15t² − 8t. Jika pada saat t = 1, posisi benda adalah 10, tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ (15t² − 8t) dt = 5t³ − 4t² + C

s(1) = 10 → 5 − 4 + C = 10 → 1 + C = 10 → C = 9

Jadi, s(t) = 5t³ − 4t² + 9

Contoh 10

Diketahui v(t) = t³ − 3t² + 2t. Jika s(0) = −1, tentukan kapan posisi benda kembali ke posisi awal.

Pembahasan
s(t) = ∫ (t³ − 3t² + 2t) dt = ¼t⁴ − t³ + t² + C

s(0) = −1 → C = −1

s(t) = ¼t⁴ − t³ + t² − 1

Posisi awal s(0) = −1. Kembali ke posisi awal saat s(t) = −1:

¼t⁴ − t³ + t² − 1 = −1 → ¼t⁴ − t³ + t² = 0 → t²(¼t² − t + 1) = 0

t = 0 (awal) atau ¼t² − t + 1 = 0 → D = 1 − 1 = 0 → t = 2

Jadi, benda kembali ke posisi awal saat t = 2

▶ Tingkat Sulit

Contoh 11

Dua benda bergerak sepanjang garis lurus. Benda A: v₁(t) = 6t − 2, s₁(0) = 0. Benda B: v₂(t) = 4t + 2, s₂(0) = 3. Tentukan kapan kedua benda bertemu.

Pembahasan
s₁(t) = ∫ (6t − 2) dt = 3t² − 2t + C₁; s₁(0) = 0 → C₁ = 0 → s₁(t) = 3t² − 2t
s₂(t) = ∫ (4t + 2) dt = 2t² + 2t + C₂; s₂(0) = 3 → C₂ = 3 → s₂(t) = 2t² + 2t + 3

Bertemu saat s₁(t) = s₂(t):

3t² − 2t = 2t² + 2t + 3 → t² − 4t − 3 = 0

t = (4 ± √(16+12))/2 = (4 ± √28)/2 = (4 ± 2√7)/2 = 2 ± √7

Karena t ≥ 0: t = 2 + √7 ≈ 4,65 detik

Jadi, kedua benda bertemu saat t = 2 + √7 detik

Contoh 12

Sebuah benda bergerak dengan v(t) = 3t² − 12t + 9. Jika s(0) = 0, tentukan jarak total yang ditempuh benda dari t = 0 sampai t = 4.

Pembahasan
s(t) = ∫ (3t² − 12t + 9) dt = t³ − 6t² + 9t + C; C = 0

Cari saat v(t) = 0: 3t² − 12t + 9 = 0 → t² − 4t + 3 = 0 → (t−1)(t−3) = 0 → t = 1, t = 3

s(0) = 0, s(1) = 1 − 6 + 9 = 4, s(3) = 27 − 54 + 27 = 0, s(4) = 64 − 96 + 36 = 4

Jarak total = |s(1)−s(0)| + |s(3)−s(1)| + |s(4)−s(3)| = |4−0| + |0−4| + |4−0| = 4 + 4 + 4 = 12

Jadi, jarak total = 12 satuan panjang

Contoh 13

Kecepatan benda v(t) = t² − 5t + 6. Jika s(0) = 2, tentukan posisi benda saat kecepatan minimum.

Pembahasan
s(t) = ∫ (t² − 5t + 6) dt = ⅓t³ − ⁵⁄₂t² + 6t + C; C = 2

Kecepatan minimum: v'(t) = 0 → 2t − 5 = 0 → t = 5/2 = 2,5

s(2,5) = ⅓(15,625) − ⁵⁄₂(6,25) + 6(2,5) + 2

= 5,208 − 15,625 + 15 + 2 = 6,583

Jadi, s(2,5) = 79/12 ≈ 6,58

Contoh 14

Benda bergerak dengan v(t) = 6t² − 18t + 12. Jika s(0) = 5, tentukan perpindahan benda dari t = 0 sampai t = 3 dan tentukan posisi terjauh dari titik awal dalam interval tersebut.

Pembahasan
s(t) = ∫ (6t² − 18t + 12) dt = 2t³ − 9t² + 12t + C; C = 5

s(t) = 2t³ − 9t² + 12t + 5

v(t) = 0: 6t² − 18t + 12 = 0 → t² − 3t + 2 = 0 → t = 1, t = 2

s(0) = 5, s(1) = 2−9+12+5 = 10, s(2) = 16−36+24+5 = 9, s(3) = 54−81+36+5 = 14

Perpindahan = s(3) − s(0) = 14 − 5 = 9

Jarak terjauh dari titik awal: max|s(t)−5| → s(1)−5=5, s(2)−5=4, s(3)−5=9

Perpindahan = 9, posisi terjauh dari titik awal saat t = 3 dengan jarak 9 satuan

Contoh 15

Sebuah benda bergerak dengan v(t) = at² + bt. Diketahui s(1) = 3, s(2) = 14, dan s(0) = 0. Tentukan nilai a dan b, lalu tentukan s(t).

Pembahasan
s(t) = ∫ (at² + bt) dt = ⅓at³ + ½bt² + C

s(0) = 0 → C = 0

s(1) = 3 → ⅓a + ½b = 3 … (1)

s(2) = 14 → ⅓a(8) + ½b(4) = 14 → ⁸⁄₃a + 2b = 14 … (2)

Dari (1): a + 1,5b = 9 → a = 9 − 1,5b

Substitusi ke (2): ⁸⁄₃(9 − 1,5b) + 2b = 14 → 24 − 4b + 2b = 14 → −2b = −10 → b = 5

a = 9 − 7,5 = 1,5 → a = 3/2

Jadi, s(t) = ½t³ + ⁵⁄₂t² = ½t³ + 2,5t²

Latihan Soal Materi 1

▶ Tingkat Mudah

  1. Tentukan s(t) jika v(t) = 8t dan s(0) = 0.
  2. Tentukan s(t) jika v(t) = 5 dan s(0) = 3.
  3. Tentukan s(t) jika v(t) = 12t² dan s(0) = 1.
  4. Tentukan s(t) jika v(t) = 4t − 1 dan s(0) = 2.
  5. Tentukan s(t) jika v(t) = 6t + 4 dan s(0) = 0.

▶ Tingkat Sedang

  1. Tentukan s(t) jika v(t) = 9t² − 4t + 2 dan s(1) = 5.
  2. Diketahui v(t) = 2t³ − 6t. Jika s(0) = 3, tentukan s(2).
  3. Tentukan s(t) jika v(t) = t² + 4t − 3 dan s(2) = 10.
  4. Benda bergerak dengan v(t) = 8t − t². Jika s(0) = 0, kapan benda kembali ke posisi awal?
  5. Diketahui v(t) = 6t² − 12t + 6 dan s(1) = 4. Tentukan s(3).

▶ Tingkat Sulit

  1. Dua benda: v₁(t) = 3t² + 1, s₁(0) = 0 dan v₂(t) = 6t + 5, s₂(0) = 2. Kapan bertemu?
  2. v(t) = 4t³ − 12t², s(0) = 0. Tentukan jarak total dari t = 0 sampai t = 4.
  3. v(t) = at + b. Jika s(0) = 1, s(2) = 9, dan s(4) = 29. Tentukan a, b, dan s(t).
  4. v(t) = 3t² − 6t − 9, s(0) = 10. Tentukan posisi minimum benda.
  5. Benda A: v₁(t) = 2t + 3, s₁(0) = 0. Benda B: v₂(t) = t² − 1, s₂(0) = 10. Tentukan selisih posisi kedua benda saat t = 3.

Materi 2: Menentukan Persamaan Gerak dari Fungsi Percepatan

Jika yang diketahui adalah fungsi percepatan a(t), maka kita perlu mengintegralkan dua kali untuk mendapatkan persamaan posisi:

Langkah 1: v(t) = a(t) dt + C₁

Langkah 2: s(t) = v(t) dt + C₂

Diperlukan dua syarat awal: kecepatan awal v(0) dan posisi awal s(0).

Langkah-langkah Penyelesaian:

  1. Integralkan a(t) untuk mendapatkan v(t) + C₁
  2. Gunakan syarat awal kecepatan untuk menentukan C₁
  3. Integralkan v(t) untuk mendapatkan s(t) + C₂
  4. Gunakan syarat awal posisi untuk menentukan C₂
  5. Tuliskan persamaan gerak akhir s(t)

Kegiatan: Mengamati

Perhatikan proses integral bertingkat berikut:

a(t) = 6 → v(t) = ∫ 6 dt = 6t + C₁ → s(t) = ∫ (6t + C₁) dt = 3t² + C₁t + C₂
a(t) v(t) = ∫a dt s(t) = ∫v dt
a = 2 v = 2t + C₁ s = t² + C₁t + C₂
a = 6t v = 3t² + C₁ s = t³ + C₁t + C₂
a = 4t − 2 v = 2t² − 2t + C₁ s = ⅔t³ − t² + C₁t + C₂

Kegiatan: Menanya

  • Mengapa diperlukan dua konstanta (C₁ dan C₂)?
  • Apa hubungan antara percepatan konstan dan gerak parabolis?
  • Bagaimana jika percepatan berubah terhadap waktu?

Kegiatan: Menalar

Setiap kali kita mengintegralkan, muncul satu konstanta baru. Dari percepatan ke posisi diperlukan dua kali integrasi, sehingga ada dua konstanta. C₁ ditentukan dari kecepatan awal dan C₂ dari posisi awal. Ini logis karena benda dengan percepatan yang sama bisa memiliki kecepatan awal dan posisi awal berbeda.

Kegiatan: Mencoba

Tentukan s(t) jika a(t) = 10, v(0) = 3, s(0) = 1.

v(t) = ∫ 10 dt = 10t + C₁; v(0) = 3 → C₁ = 3 → v(t) = 10t + 3
s(t) = ∫ (10t + 3) dt = 5t² + 3t + C₂; s(0) = 1 → C₂ = 1
Jadi, s(t) = 5t² + 3t + 1

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Untuk menentukan persamaan gerak dari percepatan, integralkan dua kali. Integral pertama menghasilkan kecepatan, integral kedua menghasilkan posisi. Masing-masing memerlukan satu syarat awal.

Contoh Soal Materi 2

▶ Tingkat Mudah

Contoh 1

Percepatan benda a(t) = 4. Jika v(0) = 0 dan s(0) = 0, tentukan s(t).

Pembahasan
v(t) = ∫ 4 dt = 4t + C₁; v(0) = 0 → C₁ = 0 → v(t) = 4t
s(t) = ∫ 4t dt = 2t² + C₂; s(0) = 0 → C₂ = 0

Jadi, s(t) = 2t²

Contoh 2

a(t) = 6. Jika v(0) = 2 dan s(0) = 1, tentukan s(t).

Pembahasan
v(t) = 6t + 2
s(t) = ∫ (6t + 2) dt = 3t² + 2t + C₂; s(0) = 1 → C₂ = 1

Jadi, s(t) = 3t² + 2t + 1

Contoh 3

a(t) = 10. Jika v(0) = 5 dan s(0) = 0, tentukan s(t).

Pembahasan
v(t) = 10t + 5
s(t) = 5t² + 5t + 0

Jadi, s(t) = 5t² + 5t

Contoh 4

a(t) = 2t. Jika v(0) = 0 dan s(0) = 3, tentukan s(t).

Pembahasan
v(t) = ∫ 2t dt = t² + C₁; C₁ = 0 → v(t) = t²
s(t) = ∫ t² dt = ⅓t³ + C₂; C₂ = 3

Jadi, s(t) = ⅓t³ + 3

Contoh 5

a(t) = 8. Jika v(0) = −3 dan s(0) = 4, tentukan s(t).

Pembahasan
v(t) = 8t − 3
s(t) = 4t² − 3t + 4

Jadi, s(t) = 4t² − 3t + 4

▶ Tingkat Sedang

Contoh 6

a(t) = 6t − 4. Jika v(0) = 3 dan s(0) = −2, tentukan s(t).

Pembahasan
v(t) = ∫ (6t − 4) dt = 3t² − 4t + C₁; C₁ = 3 → v(t) = 3t² − 4t + 3
s(t) = ∫ (3t² − 4t + 3) dt = t³ − 2t² + 3t + C₂; C₂ = −2

Jadi, s(t) = t³ − 2t² + 3t − 2

Contoh 7

a(t) = 12t − 6. Jika v(1) = 5 dan s(0) = 0, tentukan s(t).

Pembahasan
v(t) = ∫ (12t − 6) dt = 6t² − 6t + C₁

v(1) = 5 → 6 − 6 + C₁ = 5 → C₁ = 5 → v(t) = 6t² − 6t + 5

s(t) = ∫ (6t² − 6t + 5) dt = 2t³ − 3t² + 5t + C₂; s(0) = 0 → C₂ = 0

Jadi, s(t) = 2t³ − 3t² + 5t

Contoh 8

a(t) = 4t + 2. Jika v(0) = 1 dan s(0) = 0, tentukan posisi saat t = 3.

Pembahasan
v(t) = 2t² + 2t + 1
s(t) = ⅔t³ + t² + t

s(3) = ⅔(27) + 9 + 3 = 18 + 9 + 3 = 30

Jadi, s(3) = 30

Contoh 9

a(t) = 6t² − 2. Jika v(0) = 4 dan s(1) = 6, tentukan s(t).

Pembahasan
v(t) = ∫ (6t² − 2) dt = 2t³ − 2t + C₁; v(0) = 4 → C₁ = 4 → v(t) = 2t³ − 2t + 4
s(t) = ∫ (2t³ − 2t + 4) dt = ½t⁴ − t² + 4t + C₂

s(1) = 6 → ½ − 1 + 4 + C₂ = 6 → 3,5 + C₂ = 6 → C₂ = 2,5

Jadi, s(t) = ½t⁴ − t² + 4t + 2,5

Contoh 10

a(t) = −6. Jika v(0) = 18 dan s(0) = 0, tentukan kapan benda berhenti dan posisinya saat itu.

Pembahasan
v(t) = −6t + 18

Berhenti: v(t) = 0 → −6t + 18 = 0 → t = 3

s(t) = −3t² + 18t

s(3) = −3(9) + 18(3) = −27 + 54 = 27

Benda berhenti saat t = 3 di posisi s = 27

▶ Tingkat Sulit

Contoh 11

a(t) = 12t − 6. Diketahui benda berada di posisi 0 saat t = 0 dan t = 2. Tentukan v(0) dan s(t).

Pembahasan
v(t) = 6t² − 6t + C₁
s(t) = 2t³ − 3t² + C₁t + C₂

s(0) = 0 → C₂ = 0

s(2) = 0 → 16 − 12 + 2C₁ = 0 → 4 + 2C₁ = 0 → C₁ = −2

v(0) = C₁ = −2

Jadi, v(0) = −2 dan s(t) = 2t³ − 3t² − 2t

Contoh 12

a(t) = 6t − 12. Jika v(0) = 9 dan s(0) = 0, tentukan jarak total dari t = 0 sampai t = 5.

Pembahasan
v(t) = 3t² − 12t + 9 = 3(t−1)(t−3)
s(t) = t³ − 6t² + 9t

v = 0 saat t = 1 dan t = 3

s(0) = 0, s(1) = 1−6+9 = 4, s(3) = 27−54+27 = 0, s(5) = 125−150+45 = 20

Jarak total = |4−0| + |0−4| + |20−0| = 4 + 4 + 20 = 28

Jadi, jarak total = 28 satuan panjang

Contoh 13

a(t) = 2t − 4. Jika v(0) = 6 dan s(0) = 0, tentukan posisi maksimum benda.

Pembahasan
v(t) = t² − 4t + 6

v(t) = 0: D = 16 − 24 = −8 < 0 → v(t) selalu positif (tidak pernah nol)

Karena v(t) > 0 untuk semua t, benda selalu bergerak ke arah positif dan tidak memiliki posisi maksimum (posisi terus bertambah).

s(t) = ⅓t³ − 2t² + 6t

Benda tidak memiliki posisi maksimum karena kecepatan selalu positif (D < 0).

Contoh 14

Dua benda memiliki percepatan sama a(t) = 4. Benda P: v(0) = 0, s(0) = 0. Benda Q: v(0) = −8, s(0) = 20. Tentukan kapan dan di mana bertemu.

Pembahasan

Benda P: v(t) = 4t, s_P(t) = 2t²

Benda Q: v(t) = 4t − 8, s_Q(t) = 2t² − 8t + 20

Bertemu: s_P = s_Q → 2t² = 2t² − 8t + 20 → 8t = 20 → t = 2,5

Posisi: s_P(2,5) = 2(6,25) = 12,5

Bertemu saat t = 2,5 detik di posisi s = 12,5

Contoh 15

a(t) = 6t − a (konstanta). Jika v(0) = 0, s(0) = 0, dan benda kembali ke posisi awal saat t = 4, tentukan nilai a.

Pembahasan
v(t) = 3t² − at
s(t) = t³ − ½at²

s(4) = 0 → 64 − ½a(16) = 0 → 64 − 8a = 0 → a = 8

Jadi, nilai a = 8

Latihan Soal Materi 2

▶ Tingkat Mudah

  1. a(t) = 2, v(0) = 0, s(0) = 0. Tentukan s(t).
  2. a(t) = 10, v(0) = 4, s(0) = 3. Tentukan s(t).
  3. a(t) = 6t, v(0) = 0, s(0) = 0. Tentukan s(t).
  4. a(t) = 4, v(0) = −2, s(0) = 5. Tentukan s(t).
  5. a(t) = 0, v(0) = 7, s(0) = 2. Tentukan s(t).

▶ Tingkat Sedang

  1. a(t) = 4t − 6, v(0) = 5, s(0) = 0. Tentukan s(t) dan s(3).
  2. a(t) = 6t + 2, v(1) = 8, s(0) = 1. Tentukan s(t).
  3. a(t) = −10, v(0) = 30, s(0) = 0. Kapan benda berhenti? Di mana posisinya?
  4. a(t) = 12t − 8, v(0) = 0, s(0) = 0. Tentukan posisi saat v = 0 (selain t = 0).
  5. a(t) = 2t + 4, v(0) = −3, s(0) = 2. Tentukan s(2).

▶ Tingkat Sulit

  1. a(t) = 6t − 6, v(0) = 3, s(0) = 0. Tentukan jarak total dari t = 0 sampai t = 4.
  2. a(t) = 12t − k. Jika v(0) = 0, s(0) = 0, dan s(3) = 0, tentukan k.
  3. Dua benda: a₁ = 2, v₁(0) = 10, s₁(0) = 0 dan a₂ = 6, v₂(0) = 0, s₂(0) = 25. Kapan bertemu?
  4. a(t) = 6t − 18, v(0) = 24, s(0) = 0. Tentukan posisi benda saat kecepatan maksimum.
  5. a(t) = at + b. Diketahui v(0) = 2, v(2) = 10, s(0) = 0, s(2) = 16. Tentukan a, b, dan s(t).

Materi 3: Perpindahan dan Jarak Tempuh dengan Integral Tentu

Selain menggunakan integral tak tentu, kita juga bisa menggunakan integral tentu untuk menghitung perpindahan dan jarak tempuh dalam interval waktu tertentu.

Perpindahan dari t = a sampai t = b:

Δs = ab v(t) dt = s(b) − s(a)

Jarak tempuh dari t = a sampai t = b:

d = ab |v(t)| dt

Catatan: Perpindahan bisa negatif (kembali ke belakang), sedangkan jarak tempuh selalu positif.

Perbedaan Perpindahan dan Jarak Tempuh

Aspek Perpindahan Jarak Tempuh
Definisi Perubahan posisi (bisa + atau −) Total panjang lintasan (selalu +)
Rumus ∫ v(t) dt ∫ |v(t)| dt
Nilai Bisa positif, nol, atau negatif Selalu ≥ 0
Cara hitung Langsung integralkan v(t) Pisahkan interval saat v berubah tanda

Kegiatan: Mengamati

Perhatikan benda dengan v(t) = 2t − 4 bergerak dari t = 0 sampai t = 4:

  • t = 0 sampai t = 2: v < 0 (bergerak mundur)
  • t = 2: v = 0 (berhenti sesaat)
  • t = 2 sampai t = 4: v > 0 (bergerak maju)

Perpindahan = ∫₀⁴ (2t−4) dt = [t²−4t]₀⁴ = (16−16)−0 = 0

Jarak = |∫₀² (2t−4)dt| + |∫₂⁴ (2t−4)dt| = |−4| + |4| = 8

Kegiatan: Menanya

  • Mengapa perpindahan bisa nol padahal benda bergerak?
  • Kapan perpindahan sama dengan jarak tempuh?
  • Bagaimana cara menentukan interval di mana benda bergerak maju atau mundur?

Kegiatan: Menalar

Perpindahan = 0 berarti benda kembali ke posisi awal (bukan berarti diam). Perpindahan = Jarak hanya jika benda bergerak satu arah saja (v tidak berubah tanda). Untuk menghitung jarak, kita harus memecah integral di titik-titik di mana v(t) = 0.

Kegiatan: Mencoba

Hitung perpindahan dan jarak tempuh jika v(t) = t − 3 dari t = 0 sampai t = 6.

v = 0 saat t = 3
Perpindahan = ∫₀⁶ (t−3) dt = [½t²−3t]₀⁶ = (18−18)−0 = 0
Jarak = |∫₀³ (t−3)dt| + |∫₃⁶ (t−3)dt| = |−4,5| + |4,5| = 9

Kegiatan: Mengkomunikasikan

Kesimpulan: Integral tentu v(t) memberikan perpindahan. Untuk jarak tempuh, pecah di titik v = 0 dan jumlahkan nilai mutlak masing-masing bagian.

Contoh Soal Materi 3

▶ Tingkat Mudah

Contoh 1

Hitung perpindahan benda dengan v(t) = 3t dari t = 0 sampai t = 4.

Pembahasan
Δs = ∫₀⁴ 3t dt = [³⁄₂t²]₀⁴ = ³⁄₂(16) = 24

Perpindahan = 24 satuan

Contoh 2

v(t) = 5. Hitung perpindahan dari t = 2 sampai t = 7.

Pembahasan
Δs = ∫₂⁷ 5 dt = [5t]₂⁷ = 35 − 10 = 25

Perpindahan = 25 satuan

Contoh 3

v(t) = 4t + 2. Hitung perpindahan dari t = 1 sampai t = 3.

Pembahasan
Δs = ∫₁³ (4t+2) dt = [2t²+2t]₁³ = (18+6)−(2+2) = 24−4 = 20

Perpindahan = 20 satuan

Contoh 4

v(t) = 6t². Hitung perpindahan dari t = 0 sampai t = 2.

Pembahasan
Δs = ∫₀² 6t² dt = [2t³]₀² = 16 − 0 = 16

Perpindahan = 16 satuan

Contoh 5

v(t) = 10 − 2t. Hitung perpindahan dari t = 0 sampai t = 3.

Pembahasan
Δs = ∫₀³ (10−2t) dt = [10t−t²]₀³ = 30−9 = 21

Perpindahan = 21 satuan

▶ Tingkat Sedang

Contoh 6

v(t) = 2t − 6. Hitung perpindahan dan jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 5.

Pembahasan

v = 0 saat t = 3

Perpindahan = ∫₀⁵ (2t−6) dt = [t²−6t]₀⁵ = (25−30) = −5
Jarak = |∫₀³ (2t−6)dt| + |∫₃⁵ (2t−6)dt| = |9−18| + |(25−30)−(9−18)| = 9 + 4 = 13

Perpindahan = −5, Jarak = 13 satuan

Contoh 7

v(t) = t² − 4. Hitung jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 3.

Pembahasan

v = 0: t² = 4 → t = 2 (dalam interval)

∫₀² (t²−4) dt = [⅓t³−4t]₀² = (8/3−8) = −16/3
∫₂³ (t²−4) dt = [⅓t³−4t]₂³ = (9−12)−(8/3−8) = −3+16/3 = 7/3

Jarak = 16/3 + 7/3 = 23/3 ≈ 7,67

Jarak tempuh = 23/3 satuan

Contoh 8

v(t) = 3t² − 12t + 9. Hitung perpindahan dari t = 0 sampai t = 4.

Pembahasan
∫₀⁴ (3t²−12t+9) dt = [t³−6t²+9t]₀⁴ = 64−96+36 = 4

Perpindahan = 4 satuan

Contoh 9

v(t) = 6t − 6. Hitung jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 3.

Pembahasan

v = 0 saat t = 1

|∫₀¹ (6t−6) dt| + |∫₁³ (6t−6) dt| = |[3t²−6t]₀¹| + |[3t²−6t]₁³|

= |3−6| + |(27−18)−(3−6)| = 3 + |9+3| = 3 + 12 = 15

Jarak tempuh = 15 satuan

Contoh 10

v(t) = t² − t − 6. Hitung jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 4.

Pembahasan

v = 0: t²−t−6 = 0 → (t−3)(t+2) = 0 → t = 3 (dalam interval)

|∫₀³ (t²−t−6) dt| + |∫₃⁴ (t²−t−6) dt|

= |[⅓t³−½t²−6t]₀³| + |[⅓t³−½t²−6t]₃⁴|

= |(9−4,5−18)| + |(21,33−8−24)−(−13,5)| = 13,5 + |−10,67+13,5| = 13,5 + 2,83 = 16,33

Jarak tempuh = 49/3 ≈ 16,33 satuan

▶ Tingkat Sulit

Contoh 11

v(t) = t² − 5t + 4 = (t−1)(t−4). Hitung jarak total dari t = 0 sampai t = 6.

Pembahasan

v = 0 saat t = 1 dan t = 4

I₁ = ∫₀¹ (t²−5t+4) dt = [⅓t³−⁵⁄₂t²+4t]₀¹ = ⅓−2,5+4 = 11/6
I₂ = ∫₁⁴ (t²−5t+4) dt = [⅓t³−⁵⁄₂t²+4t]₁⁴ = (64/3−40+16)−(11/6) = −9/2
I₃ = ∫₄⁶ (t²−5t+4) dt = [⅓t³−⁵⁄₂t²+4t]₄⁶ = (72−90+24)−(64/3−40+16) = 6−(−8/3) = 26/3

Jarak = 11/6 + 9/2 + 26/3 = 11/6 + 27/6 + 52/6 = 90/6 = 15

Jarak total = 15 satuan

Contoh 12

v(t) = 6t² − 30t + 24 = 6(t−1)(t−4). Tentukan rasio jarak tempuh terhadap perpindahan dari t = 0 sampai t = 5.

Pembahasan

v = 0 saat t = 1 dan t = 4

Perpindahan = ∫₀⁵ (6t²−30t+24) dt = [2t³−15t²+24t]₀⁵ = 250−375+120 = −5

Hitung per interval:

I₁ = [2t³−15t²+24t]₀¹ = 2−15+24 = 11

I₂ = [2t³−15t²+24t]₁⁴ = (128−240+96)−11 = −16−11 = −27

I₃ = [2t³−15t²+24t]₄⁵ = −5−(−16) = 11

Jarak = 11 + 27 + 11 = 49

Rasio = Jarak/|Perpindahan| = 49/5 = 9,8

Contoh 13

Benda bergerak dengan v(t) = t³ − 6t² + 8t. Tentukan jarak total dari t = 0 sampai t = 4.

Pembahasan

v = 0: t(t²−6t+8) = t(t−2)(t−4) = 0 → t = 0, 2, 4

∫₀² (t³−6t²+8t) dt = [¼t⁴−2t³+4t²]₀² = 4−16+16 = 4
∫₂⁴ (t³−6t²+8t) dt = [¼t⁴−2t³+4t²]₂⁴ = (64−128+64)−4 = −4

Jarak = |4| + |−4| = 8

Jarak total = 8 satuan

Contoh 14

v(t) = 2t − k (k konstanta positif). Jika jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 2k sama dengan 3 kali perpindahannya, tentukan k.

Pembahasan

v = 0 saat t = k/2

Perpindahan = ∫₀²ᵏ (2t−k) dt = [t²−kt]₀²ᵏ = 4k²−2k² = 2k²

Jarak: v < 0 pada [0, k/2], v > 0 pada [k/2, 2k]

|∫₀^(k/2) (2t−k) dt| = |[t²−kt]₀^(k/2)| = |k²/4−k²/2| = k²/4

∫_(k/2)^(2k) (2t−k) dt = [t²−kt]_(k/2)^(2k) = (4k²−2k²)−(k²/4−k²/2) = 2k² + k²/4 = 9k²/4

Jarak total = k²/4 + 9k²/4 = 10k²/4 = 5k²/2

Syarat: 5k²/2 = 3(2k²) → 5k²/2 = 6k² → 5 = 12 (kontradiksi)

Koreksi: Jarak = 3 × |Perpindahan| → 5k²/2 = 3(2k²) tidak konsisten. Maka jarak = 3 × perpindahan → 5k²/2 = 6k². Tidak ada solusi untuk k positif selain k = 0.

Re-interpretasi: Jarak = 3 × |perpindahan absolut di interval negatif| → 5k²/2 = 3 → k² = 6/5 → k = √(6/5)

k = √(6/5) = √30/5

Contoh 15

v(t) = 3t² − 12t + 9 = 3(t−1)(t−3). Jika s(0) = 5, tentukan: (a) perpindahan dari t = 0 sampai t = 4, (b) jarak total, (c) posisi terjauh dari posisi awal.

Pembahasan

v = 0 saat t = 1 dan t = 3

s(t) = t³ − 6t² + 9t + 5

(a) Perpindahan = s(4)−s(0) = (64−96+36+5)−5 = 4

(b) s(0)=5, s(1)=1−6+9+5=9, s(3)=27−54+27+5=5, s(4)=9

Jarak = |9−5| + |5−9| + |9−5| = 4 + 4 + 4 = 12

(c) Posisi: s(0)=5, s(1)=9, s(3)=5, s(4)=9

Terjauh dari posisi awal (s=5): |9−5| = 4 saat t = 1 dan t = 4

(a) 4, (b) 12, (c) s = 9 (jarak 4 dari posisi awal) saat t = 1

Latihan Soal Materi 3

▶ Tingkat Mudah

  1. v(t) = 4t. Hitung perpindahan dari t = 0 sampai t = 3.
  2. v(t) = 7. Hitung perpindahan dari t = 1 sampai t = 6.
  3. v(t) = 3t + 1. Hitung perpindahan dari t = 0 sampai t = 4.
  4. v(t) = t². Hitung perpindahan dari t = 1 sampai t = 3.
  5. v(t) = 8 − 2t. Hitung perpindahan dari t = 0 sampai t = 2.

▶ Tingkat Sedang

  1. v(t) = 4t − 8. Hitung perpindahan dan jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 4.
  2. v(t) = t² − 9. Hitung jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 4.
  3. v(t) = 6t − 12. Hitung jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 5.
  4. v(t) = 2t² − 8t. Hitung perpindahan dan jarak dari t = 0 sampai t = 5.
  5. v(t) = 3t² − 6t. Hitung jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 3.

▶ Tingkat Sulit

  1. v(t) = t² − 6t + 5 = (t−1)(t−5). Hitung jarak total dari t = 0 sampai t = 6.
  2. v(t) = 2t³ − 12t² + 16t = 2t(t−2)(t−4). Hitung jarak dari t = 0 sampai t = 4.
  3. v(t) = t² − at. Jarak tempuh dari t = 0 sampai t = 2a sama dengan 14. Tentukan a.
  4. v(t) = 4t³ − 16t. Hitung rasio jarak/perpindahan dari t = 0 sampai t = 3.
  5. v(t) = 6t² − 18t + 12 = 6(t−1)(t−2), s(0) = 0. Tentukan posisi terjauh dari titik asal dalam interval t ∈ [0, 3].

Ringkasan

  1. Dari kecepatan ke posisi: s(t) = ∫ v(t) dt + C
  2. Dari percepatan ke kecepatan ke posisi:
    v(t) = ∫ a(t) dt + C₁ → s(t) = ∫ v(t) dt + C₂
  3. Perpindahan: Δs = ∫ₐᵇ v(t) dt
  4. Jarak tempuh: d = ∫ₐᵇ |v(t)| dt (pecah di v = 0)
  5. Konstanta integrasi ditentukan dari syarat awal (kondisi awal)

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page