Integral Tentu – Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Matematika SMA/MA/SMK/MAK

Integral Tentu

1. Pengertian Integral Tentu

Integral tentu adalah integral yang memiliki batas atas dan batas bawah. Jika f(x) merupakan fungsi yang kontinu pada interval [a, b], dan F(x) adalah antiturunan dari f(x), maka:

ab f(x) dx = F(b) − F(a)

Teorema Fundamental Kalkulus (Teorema Newton-Leibniz)

Keterangan:

  • a = batas bawah integrasi
  • b = batas atas integrasi
  • f(x) = fungsi integran (fungsi yang diintegralkan)
  • F(x) = antiturunan atau primitif dari f(x)
  • dx = variabel integrasi

Notasi penulisan integral tentu:

ab f(x) dx = [F(x)]ab = F(b) − F(a)

Berbeda dengan integral tak tentu yang menghasilkan fungsi (ditambah konstanta C), integral tentu menghasilkan nilai bilangan (konstanta).

🔍 Kegiatan: Mengamati

Perhatikan hubungan antara integral tentu dan luas daerah di bawah kurva:

a b y x f(x) Luas

Luas daerah yang diarsir = ab f(x) dx

Amati bahwa integral tentu ab f(x) dx secara geometris menyatakan luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x), sumbu-x, garis x = a, dan garis x = b.

❓ Kegiatan: Menanya

  1. Apa perbedaan antara integral tentu dan integral tak tentu?
  2. Mengapa integral tentu menghasilkan nilai bilangan, bukan fungsi?
  3. Bagaimana jika batas bawah lebih besar dari batas atas?
  4. Apakah hasil integral tentu selalu positif?

2. Sifat-sifat Integral Tentu

Berikut adalah sifat-sifat integral tentu yang perlu dipahami:

Sifat 1: Batas sama

aa f(x) dx = 0

Sifat 2: Pertukaran batas

ab f(x) dx = −ba f(x) dx

Sifat 3: Konstanta pengali

ab k · f(x) dx = k · ab f(x) dx

Sifat 4: Penjumlahan dan pengurangan

ab [f(x) ± g(x)] dx = ab f(x) dx ± ab g(x) dx

Sifat 5: Interval terpisah

ab f(x) dx = ac f(x) dx + cb f(x) dx

untuk a ≤ c ≤ b

💡 Kegiatan: Menalar

Buktikan bahwa Sifat 1 benar dengan menggunakan definisi integral tentu:

aa f(x) dx = F(a) − F(a) = 0 ✓

Jelaskan secara geometris: jika batas atas dan batas bawah sama, maka tidak ada luas daerah yang terbentuk.

3. Langkah-langkah Menghitung Integral Tentu

Langkah-langkah menghitung integral tentu:

  1. Tentukan antiturunan F(x) dari f(x) (tanpa konstanta C)
  2. Substitusikan batas atas ke dalam F(x) → dapatkan F(b)
  3. Substitusikan batas bawah ke dalam F(x) → dapatkan F(a)
  4. Kurangkan: Hasil = F(b) − F(a)

✏️ Kegiatan: Mencoba

Coba hitung integral tentu berikut step by step:

13 2x dx

Langkah 1: Antiturunan dari 2x adalah

Langkah 2: Substitusi batas atas: F(3) = 3² = 9

Langkah 3: Substitusi batas bawah: F(1) = 1² = 1

Langkah 4: Hasil = 9 − 1 = 8

4. Integral Tentu Fungsi Aljabar

Rumus-rumus dasar yang digunakan untuk menghitung integral tentu fungsi aljabar:

No Fungsi f(x) Antiturunan F(x)
1 k (konstanta) kx
2 xn xn+1n+1 , n ≠ −1
3 ax + b a2 + bx
4 ax² + bx + c a3 + b2 + cx

📢 Kegiatan: Mengkomunikasikan

Diskusikan dengan teman sekelompok: Jelaskan dengan kata-katamu sendiri mengapa pada integral tentu kita tidak perlu menuliskan konstanta C. Presentasikan jawabanmu di depan kelas.

5. Integral Tentu dan Luas Daerah

Integral tentu memiliki interpretasi geometris sebagai luas daerah. Namun perlu diperhatikan:

Aturan Penting:

  • Jika f(x) ≥ 0 pada [a, b], maka Luas = ab f(x) dx
  • Jika f(x) ≤ 0 pada [a, b], maka Luas = −ab f(x) dx = |ab f(x) dx|
  • Jika kurva memotong sumbu-x, pisahkan interval dan jumlahkan nilai mutlak masing-masing

Luas daerah antara dua kurva:

Luas = ab |f(x) − g(x)| dx

dengan f(x) adalah kurva atas dan g(x) adalah kurva bawah

f(x) g(x) Luas a b

Luas daerah antara kurva f(x) dan g(x)

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN

A. Contoh Soal Mudah

Mudah

Contoh 1:

Hitunglah 02 3 dx

Pembahasan:

02 3 dx = [3x]02

= 3(2) − 3(0)

= 6 − 0

= 6

Mudah

Contoh 2:

Hitunglah 14 2x dx

Pembahasan:

14 2x dx = []14

= 4² − 1²

= 16 − 1

= 15

Mudah

Contoh 3:

Hitunglah 03 x² dx

Pembahasan:

03 x² dx = [13]03

= 13(3³) − 13(0³)

= 273 − 0

= 9

Mudah

Contoh 4:

Hitunglah 12 (x + 1) dx

Pembahasan:

12 (x + 1) dx = [12 + x]12

= (12(4) + 2) − (12(1) + 1)

= (2 + 2) − (12 + 1)

= 4 − 32

= 52 = 2,5

Mudah

Contoh 5:

Hitunglah 01 4x³ dx

Pembahasan:

01 4x³ dx = [x⁴]01

= 1⁴ − 0⁴

= 1 − 0

= 1

B. Contoh Soal Sedang

Sedang

Contoh 6:

Hitunglah 13 (2x² − 3x + 1) dx

Pembahasan:

13 (2x² − 3x + 1) dx = [2332 + x]13

= (23(27) − 32(9) + 3) − (23(1) − 32(1) + 1)

= (18 − 272 + 3) − (2332 + 1)

= (21 − 13,5) − (0,667 − 1,5 + 1)

= 7,5 − 0,167

= 223 = 713

Sedang

Contoh 7:

Hitunglah 14 (3√x) dx = 14 3x½ dx

Pembahasan:

14 3x½ dx = [3 · x3/232]14 = [2x3/2]14

= 2(4)3/2 − 2(1)3/2

= 2(8) − 2(1)

= 16 − 2

= 14

Sedang

Contoh 8:

Hitunglah −12 (x³ − x) dx

Pembahasan:

= [14x⁴12]−12

= (14(16) − 12(4)) − (14(1) − 12(1))

= (4 − 2) − (1412)

= 2 − (−14)

= 2 + 14 = 94

Sedang

Contoh 9:

Jika 14 f(x) dx = 10 dan 14 g(x) dx = 3, hitunglah 14 [2f(x) − g(x)] dx

Pembahasan:

Menggunakan sifat linearitas integral tentu:

14 [2f(x) − g(x)] dx

= 214 f(x) dx14 g(x) dx

= 2(10) − 3

= 17

Sedang

Contoh 10:

Hitunglah 12 3 dx = 12 3x−2 dx

Pembahasan:

= [3x−1−1]12 = [3x]12

= (−32) − (−31)

= −32 + 3

= 32 = 1,5

C. Contoh Soal Sulit

Sulit

Contoh 11:

Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x² − 4, sumbu-x, x = 0, dan x = 3.

Pembahasan:

Pertama, cari titik potong dengan sumbu-x: x² − 4 = 0x = 2 (dalam interval [0,3])

Pada [0, 2]: f(x) ≤ 0 (di bawah sumbu-x)

Pada [2, 3]: f(x) ≥ 0 (di atas sumbu-x)

Luas = |02 (x²−4) dx| + 23 (x²−4) dx

02 (x²−4) dx = [13x³ − 4x]02 = (83 − 8) − 0 = −163

23 (x²−4) dx = [13x³ − 4x]23 = (9 − 12) − (83 − 8) = −3 + 163 = 73

Luas = 163 + 73 = 233 satuan luas

Sulit

Contoh 12:

Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x² dan y = 2x.

Pembahasan:

Titik potong: x² = 2xx² − 2x = 0x(x−2) = 0x = 0 atau x = 2

Pada [0, 2]: 2x ≥ x², jadi kurva atas = 2x, kurva bawah =

Luas = 02 (2x − x²) dx

= [13]02

= (4 − 83) − 0

= 43 satuan luas

Sulit

Contoh 13:

Tentukan nilai a jika 0a (6x − 2) dx = 16, dengan a > 0.

Pembahasan:

[3x² − 2x]0a = 16

(3a² − 2a) − 0 = 16

3a² − 2a − 16 = 0

Menggunakan rumus kuadrat atau faktorisasi:

(3a − 8)(a + 2) = 0

a = 83 atau a = −2

Karena a > 0, maka a = 83

Sulit

Contoh 14:

Hitunglah 04 |x − 2| dx

Pembahasan:

Pecah berdasarkan definisi nilai mutlak:

Untuk x < 2: |x−2| = −(x−2) = 2−x

Untuk x ≥ 2: |x−2| = x−2

= 02 (2−x) dx + 24 (x−2) dx

= [2x − 12]02 + [12x² − 2x]24

= (4 − 2) − 0 + (8 − 8) − (2 − 4)

= 2 + 0 − (−2)

= 4

Sulit

Contoh 15:

Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y = x² + 1, y = −x² + 4x + 1.

Pembahasan:

Titik potong: x² + 1 = −x² + 4x + 1

2x² − 4x = 02x(x − 2) = 0x = 0 atau x = 2

Pada [0, 2]: kurva atas = −x² + 4x + 1, kurva bawah = x² + 1

Luas = 02 [(−x²+4x+1) − (x²+1)] dx

= 02 (−2x² + 4x) dx

= [23x³ + 2x²]02

= (−163 + 8) − 0

= 83 satuan luas

LATIHAN SOAL

Kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan. Selamat mengerjakan!

A. Latihan Soal Mudah

Mudah

1. Hitunglah 05 4 dx

Mudah

2. Hitunglah 25 3x dx

Mudah

3. Hitunglah 02 x³ dx

Mudah

4. Hitunglah 13 (2x − 1) dx

Mudah

5. Hitunglah −11 5x⁴ dx

B. Latihan Soal Sedang

Sedang

6. Hitunglah 03 (x² + 2x − 3) dx

Sedang

7. Hitunglah 19 2√x dx

Sedang

8. Jika 25 f(x) dx = 8 dan 25 g(x) dx = 5, hitunglah 25 [3f(x) + 2g(x)] dx

Sedang

9. Hitunglah 13 4 dx

Sedang

10. Jika 16 f(x) dx = 12 dan 13 f(x) dx = 5, hitunglah 36 f(x) dx

C. Latihan Soal Sulit

Sulit

11. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = x² − 2x, sumbu-x, x = 0, dan x = 3.

Sulit

12. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y = x² dan y = x + 2.

Sulit

13. Tentukan nilai p jika 1p (4x − 2) dx = 12, dengan p > 1.

Sulit

14. Hitunglah −13 |x² − 4| dx

Sulit

15. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh y = 6x − x² dan y = x² − 2x.

Materi Matematika – Epres.web.id & Ngelumath.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page