Penerapan Fungsi Eksponen dalam Kehidupan Nyata

Penerapan Fungsi Eksponen dalam Kehidupan Nyata

Matematika – Materi Fungsi Eksponen

Pendahuluan

Fungsi eksponen adalah fungsi yang memiliki bentuk umum:

f(x) = a · bx

Dimana:
a = nilai awal (konstanta, a ≠ 0)
b = basis/bilangan pokok (b > 0, b ≠ 1)
x = variabel (eksponen/pangkat)

Fungsi eksponen banyak diterapkan dalam kehidupan nyata, antara lain:

  • Pertumbuhan populasi (bakteri, penduduk)
  • Peluruhan radioaktif
  • Bunga majemuk (compound interest)
  • Penyusutan nilai barang (depresiasi)
  • Penyebaran penyakit (epidemiologi)
  • Pendinginan benda (Hukum Newton tentang Pendinginan)

Kegiatan 1: Mengamati

Amatilah tabel pertumbuhan bakteri berikut. Satu bakteri membelah menjadi dua setiap jam.

Waktu (jam) 0 1 2 3 4 5
Jumlah Bakteri 1 2 4 8 16 32
Bentuk Eksponen 20 21 22 23 24 25

Perhatikan bahwa jumlah bakteri mengikuti pola f(t) = 2t, dimana t = waktu dalam jam.

0 1 2 3 4 5 Waktu (jam) Jumlah Bakteri 1 8 16 24 32

Grafik Pertumbuhan Bakteri f(t) = 2t

Kegiatan 2: Menanya

Setelah mengamati, coba ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Mengapa jumlah bakteri bertambah semakin cepat seiring waktu?
  2. Bagaimana jika pertumbuhan bukan kelipatan 2, melainkan kelipatan 3?
  3. Apakah ada situasi di mana nilai berkurang secara eksponensial?
  4. Bagaimana menghitung jumlah bakteri pada jam ke-10 tanpa menghitung satu per satu?
  5. Di mana lagi kita jumpai pola pertumbuhan seperti ini dalam kehidupan sehari-hari?

Materi 1: Pertumbuhan Populasi

A. Konsep Dasar

Pertumbuhan populasi mengikuti model eksponensial ketika laju pertumbuhan sebanding dengan jumlah populasi saat itu. Rumus yang digunakan:

P(t) = P0 · (1 + r)t

Keterangan:
• P(t) = populasi setelah waktu t
• P0 = populasi awal
• r = laju pertumbuhan (dalam desimal)
• t = waktu

Jika populasi berkurang (peluruhan), maka rumusnya:

P(t) = P0 · (1 − r)t

B. Ciri-ciri Pertumbuhan Eksponensial

  • Pertumbuhan semakin cepat seiring waktu (bukan konstan)
  • Grafik berbentuk kurva yang naik tajam
  • Rasio perubahan antar periode selalu tetap (kelipatan konstan)

Kegiatan 3: Menalar

Perhatikan dua situasi berikut:

Situasi A: Penduduk kota bertambah 500 orang setiap tahun (pertumbuhan linear).

Situasi B: Penduduk kota bertambah 2% setiap tahun (pertumbuhan eksponensial).

Jika populasi awal = 10.000 orang, bandingkan hasilnya setelah 20 tahun:

Tahun Linear (A) Eksponensial (B)
0 10.000 10.000
5 12.500 11.041
10 15.000 12.190
15 17.500 13.459
20 20.000 14.859
50 35.000 26.916
100 60.000 72.446

Kesimpulan: Pada awalnya pertumbuhan linear terlihat lebih besar, tetapi pertumbuhan eksponensial akan menyalip karena sifatnya yang berlipat ganda.

Contoh Soal – Pertumbuhan Populasi

MUDAH

Contoh 1:

Sebuah koloni bakteri berjumlah 100 bakteri. Setiap jam jumlahnya menjadi 2 kali lipat. Berapa jumlah bakteri setelah 4 jam?

Lihat Pembahasan

Diketahui: P0 = 100, b = 2, t = 4

Rumus: P(t) = P0 · bt

P(4) = 100 · 24

P(4) = 100 · 16

P(4) = 1.600 bakteri

Contoh 2:

Populasi ikan di kolam berjumlah 50 ekor. Setiap bulan bertambah 10%. Berapa jumlah ikan setelah 3 bulan?

Lihat Pembahasan

Diketahui: P0 = 50, r = 10% = 0,1, t = 3

P(t) = P0 · (1 + r)t

P(3) = 50 · (1,1)3

P(3) = 50 · 1,331

P(3) = 66,55 ≈ 66 ekor

Contoh 3:

Suatu virus menggandakan dirinya setiap 2 jam. Jika awalnya ada 5 virus, berapa jumlahnya setelah 8 jam?

Lihat Pembahasan

Diketahui: P0 = 5, mengganda setiap 2 jam, t = 8 jam

Jumlah penggandaan = 8 ÷ 2 = 4 kali

P = 5 · 24 = 5 · 16

P = 80 virus

Contoh 4:

Populasi kelinci di suatu daerah berjumlah 200 ekor dan bertumbuh 5% per tahun. Berapa populasinya setelah 2 tahun?

Lihat Pembahasan

P(2) = 200 · (1,05)2

P(2) = 200 · 1,1025

P(2) = 220,5 ≈ 220 ekor

Contoh 5:

Sebuah kota memiliki 1.000.000 penduduk dengan pertumbuhan 1% per tahun. Berapa penduduknya setelah 1 tahun?

Lihat Pembahasan

P(1) = 1.000.000 · (1,01)1

P(1) = 1.000.000 · 1,01

P(1) = 1.010.000 penduduk

SEDANG

Contoh 6:

Populasi bakteri awalnya 500. Setiap 3 jam menjadi 3 kali lipat. Berapa jumlahnya setelah 12 jam?

Lihat Pembahasan

Diketahui: P0 = 500, menjadi 3× setiap 3 jam, t = 12 jam

Jumlah periode = 12 ÷ 3 = 4

P = 500 · 34 = 500 · 81

P = 40.500 bakteri

Contoh 7:

Penduduk suatu desa berjumlah 8.000 orang pada tahun 2020 dengan laju pertumbuhan 3% per tahun. Berapa penduduknya pada tahun 2025?

Lihat Pembahasan

P(5) = 8.000 · (1,03)5

(1,03)5 = 1,03 × 1,03 × 1,03 × 1,03 × 1,03 = 1,15927

P(5) = 8.000 · 1,15927

P(5) ≈ 9.274 orang

Contoh 8:

Populasi rusa di hutan berkurang 8% per tahun karena perburuan. Jika saat ini ada 1.200 ekor, berapa yang tersisa setelah 5 tahun?

Lihat Pembahasan

P(5) = 1.200 · (1 − 0,08)5

P(5) = 1.200 · (0,92)5

(0,92)5 = 0,6591

P(5) = 1.200 · 0,6591

P(5) ≈ 791 ekor

Contoh 9:

Jumlah sel kanker menjadi 1,5 kali lipat setiap minggu. Jika awalnya terdeteksi 1.000 sel, berapa jumlahnya setelah 6 minggu?

Lihat Pembahasan

P(6) = 1.000 · (1,5)6

(1,5)6 = 11,3906

P(6) ≈ 11.391 sel

Contoh 10:

Populasi lalat buah berjumlah 30 ekor. Populasinya bertambah 50% setiap 2 hari. Berapa jumlahnya setelah 10 hari?

Lihat Pembahasan

Jumlah periode = 10 ÷ 2 = 5

P = 30 · (1,5)5

(1,5)5 = 7,59375

P ≈ 228 ekor

SULIT

Contoh 11:

Populasi bakteri awalnya 200. Setelah 5 jam menjadi 6.400. Tentukan faktor pertumbuhannya per jam!

Lihat Pembahasan

P(t) = P0 · bt

6.400 = 200 · b5

b5 = 6.400 ÷ 200 = 32

b = 321/5 = (25)1/5 = 2

Faktor pertumbuhan = 2 (populasi berlipat dua setiap jam)

Contoh 12:

Populasi sebuah kota 500.000 pada tahun 2010 dan 650.000 pada tahun 2020. Tentukan laju pertumbuhan per tahun!

Lihat Pembahasan

650.000 = 500.000 · (1 + r)10

(1 + r)10 = 650.000 ÷ 500.000 = 1,3

1 + r = 1,31/10

1 + r = 1,30,1 ≈ 1,0266

r ≈ 0,0266

Laju pertumbuhan ≈ 2,66% per tahun

Contoh 13:

Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar populasi 1.000 organisme menjadi 8.000, jika pertumbuhannya 20% per jam?

Lihat Pembahasan

8.000 = 1.000 · (1,2)t

(1,2)t = 8

Menggunakan logaritma: t · log(1,2) = log(8)

t = log(8) ÷ log(1,2)

t = 0,9031 ÷ 0,0792

t ≈ 11,4 jam

Contoh 14:

Dua koloni bakteri: A mulai dengan 100 dan berlipat 2 setiap jam, B mulai dengan 3.200 dan berlipat 1,5 setiap jam. Kapan jumlah A menyalip B?

Lihat Pembahasan

A(t) = 100 · 2t dan B(t) = 3.200 · 1,5t

Syarat A = B: 100 · 2t = 3.200 · 1,5t

2t / 1,5t = 32

(2/1,5)t = 32

(4/3)t = 32

t · log(4/3) = log(32)

t = log(32) ÷ log(1,333)

t = 1,5051 ÷ 0,1249

t ≈ 12,05 jam (A menyalip B setelah sekitar 12 jam)

Contoh 15:

Populasi awal suatu kota adalah P0. Setelah t tahun dengan laju r per tahun, populasinya menjadi 3P0. Jika r = 5%, tentukan nilai t!

Lihat Pembahasan

3P0 = P0 · (1,05)t

(1,05)t = 3

t · log(1,05) = log(3)

t = log(3) ÷ log(1,05)

t = 0,4771 ÷ 0,0212

t ≈ 22,5 tahun

Latihan Soal – Pertumbuhan Populasi

MUDAH

  1. Bakteri berjumlah 80. Berlipat dua setiap jam. Berapa jumlahnya setelah 5 jam?
  2. Populasi ikan 300 ekor, bertambah 20% per bulan. Hitung jumlahnya setelah 2 bulan.
  3. Koloni semut berjumlah 1.000 dan bertambah 3 kali lipat setiap minggu. Berapa setelah 3 minggu?
  4. Penduduk desa 5.000 orang, bertumbuh 2% per tahun. Berapa setelah 1 tahun?
  5. Virus berlipat 4 setiap hari. Awalnya 10 virus. Berapa setelah 3 hari?

SEDANG

  1. Populasi 2.000 hewan bertumbuh 6% per tahun. Berapa setelah 8 tahun?
  2. Bakteri awalnya 150, berlipat 2 setiap 4 jam. Berapa setelah 20 jam?
  3. Populasi berkurang 12% per tahun. Awalnya 10.000. Berapa setelah 4 tahun?
  4. Tanaman air berlipat 1,8 setiap minggu. Awalnya 40. Berapa setelah 5 minggu?
  5. Populasi kota 200.000, bertumbuh 1,5% per tahun. Berapa setelah 10 tahun?

SULIT

  1. Populasi bakteri dari 400 menjadi 51.200 dalam 7 jam. Tentukan faktor pertumbuhannya!
  2. Penduduk kota dari 120.000 menjadi 180.000 dalam 15 tahun. Berapa laju pertumbuhan per tahun?
  3. Berapa lama populasi 500 menjadi 10.000 jika bertumbuh 15% per periode?
  4. Koloni A: 50 bakteri berlipat 3/jam. Koloni B: 10.000 bakteri berlipat 1,2/jam. Kapan A menyalip B?
  5. Populasi awal P0 menjadi 5P0 dengan laju 8% per tahun. Tentukan waktu yang dibutuhkan!

Materi 2: Bunga Majemuk (Compound Interest)

A. Konsep Dasar

Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung dari modal pokok ditambah bunga yang telah terkumpul sebelumnya. Inilah yang membedakannya dari bunga tunggal.

A = P · (1 + rn)n·t

Keterangan:
• A = jumlah akhir (modal + bunga)
• P = modal awal (principal)
• r = suku bunga tahunan (desimal)
• n = frekuensi pembungaan per tahun
• t = waktu dalam tahun

Jika bunga dihitung setahun sekali (n = 1), rumus menjadi lebih sederhana:

A = P · (1 + r)t

B. Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

Aspek Bunga Tunggal Bunga Majemuk
Perhitungan Dari modal pokok saja Dari modal + bunga sebelumnya
Rumus A = P(1 + rt) A = P(1 + r)t
Pertumbuhan Linear Eksponensial
Grafik Garis lurus Kurva naik

Kegiatan 4: Mencoba

Hitunglah sendiri! Kamu menabung Rp1.000.000 dengan bunga 6% per tahun. Lengkapi tabel berikut:

Tahun Bunga Tunggal Bunga Majemuk Selisih
1 Rp1.060.000 Rp1.060.000 Rp0
2 Rp1.120.000 Rp1.123.600 Rp3.600
5 Rp1.300.000 Rp1.338.226 Rp38.226
10 Rp1.600.000 Rp1.790.848 Rp190.848
20 Rp2.200.000 Rp3.207.135 Rp1.007.135

Perhatikan: Selisih semakin besar seiring waktu. Inilah kekuatan bunga majemuk!

Contoh Soal – Bunga Majemuk

MUDAH

Contoh 1:

Andi menabung Rp2.000.000 dengan bunga majemuk 5% per tahun. Berapa tabungannya setelah 3 tahun?

Lihat Pembahasan

A = 2.000.000 · (1,05)3

A = 2.000.000 · 1,157625

A = Rp2.315.250

Contoh 2:

Modal Rp5.000.000, bunga 10% per tahun. Berapa setelah 2 tahun?

Lihat Pembahasan

A = 5.000.000 · (1,1)2 = 5.000.000 · 1,21

A = Rp6.050.000

Contoh 3:

Rp1.000.000 ditabung dengan bunga 8% per tahun selama 1 tahun. Berapa bunga yang diperoleh?

Lihat Pembahasan

A = 1.000.000 · (1,08)1 = 1.080.000

Bunga = 1.080.000 − 1.000.000

Bunga = Rp80.000

Contoh 4:

Tabungan Rp3.000.000, bunga 4% per tahun. Berapa total setelah 4 tahun?

Lihat Pembahasan

A = 3.000.000 · (1,04)4 = 3.000.000 · 1,16986

A ≈ Rp3.509.580

Contoh 5:

Investasi Rp10.000.000 dengan bunga 6% per tahun. Berapa nilainya setelah 2 tahun?

Lihat Pembahasan

A = 10.000.000 · (1,06)2 = 10.000.000 · 1,1236

A = Rp11.236.000

SEDANG

Contoh 6:

Rp4.000.000 ditabung dengan bunga 12% per tahun yang dibungakan setiap 3 bulan (triwulan). Berapa setelah 2 tahun?

Lihat Pembahasan

r = 12% = 0,12; n = 4 (triwulan); t = 2

A = 4.000.000 · (1 + 0,12/4)4×2

A = 4.000.000 · (1,03)8

(1,03)8 = 1,26677

A ≈ Rp5.067.080

Contoh 7:

Budi meminjam Rp8.000.000 dengan bunga majemuk 15% per tahun. Berapa total yang harus dibayar setelah 3 tahun?

Lihat Pembahasan

A = 8.000.000 · (1,15)3

(1,15)3 = 1,520875

A ≈ Rp12.167.000

Contoh 8:

Rp6.000.000 diinvestasikan dengan bunga 9% per tahun dibungakan bulanan. Berapa setelah 1 tahun?

Lihat Pembahasan

A = 6.000.000 · (1 + 0,09/12)12×1

A = 6.000.000 · (1,0075)12

(1,0075)12 = 1,09381

A ≈ Rp6.562.860

Contoh 9:

Berapa bunga yang diperoleh dari tabungan Rp20.000.000 dengan bunga 7% per tahun selama 5 tahun (bunga majemuk tahunan)?

Lihat Pembahasan

A = 20.000.000 · (1,07)5 = 20.000.000 · 1,40255

A = Rp28.051.000

Bunga = 28.051.000 − 20.000.000

Bunga ≈ Rp8.051.000

Contoh 10:

Dua bank menawarkan: Bank A bunga 10% per tahun (tahunan), Bank B bunga 9,5% per tahun (bulanan). Mana yang lebih menguntungkan untuk tabungan Rp10.000.000 selama 3 tahun?

Lihat Pembahasan

Bank A: A = 10.000.000 · (1,1)3 = 10.000.000 · 1,331 = Rp13.310.000

Bank B: A = 10.000.000 · (1 + 0,095/12)36

= 10.000.000 · (1,00792)36 = 10.000.000 · 1,3295 = Rp13.295.000

Bank A sedikit lebih menguntungkan (selisih Rp15.000)

SULIT

Contoh 11:

Berapa modal awal yang harus ditabung agar setelah 10 tahun menjadi Rp50.000.000 dengan bunga 8% per tahun?

Lihat Pembahasan

50.000.000 = P · (1,08)10

P = 50.000.000 ÷ (1,08)10

(1,08)10 = 2,15892

P ≈ Rp23.159.500

Contoh 12:

Berapa lama Rp5.000.000 menjadi Rp10.000.000 dengan bunga 6% per tahun (bunga majemuk)?

Lihat Pembahasan

10.000.000 = 5.000.000 · (1,06)t

(1,06)t = 2

t = log(2) ÷ log(1,06)

t = 0,3010 ÷ 0,0253

t ≈ 11,9 tahun (sekitar 12 tahun)

Contoh 13:

Tabungan Rp15.000.000 menjadi Rp21.000.000 dalam 4 tahun. Berapa suku bunga per tahun?

Lihat Pembahasan

21.000.000 = 15.000.000 · (1 + r)4

(1 + r)4 = 1,4

1 + r = 1,41/4 = 1,40,25 ≈ 1,0878

r ≈ 0,0878 = 8,78% per tahun

Contoh 14:

Rp10.000.000 ditabung dengan bunga 10% per tahun dibungakan per semester. Berapa lama agar menjadi Rp20.000.000?

Lihat Pembahasan

20.000.000 = 10.000.000 · (1 + 0,1/2)2t

2 = (1,05)2t

2t · log(1,05) = log(2)

2t = 0,3010 ÷ 0,02119 = 14,21

t ≈ 7,1 tahun

Contoh 15:

Seorang investor menanamkan Rp100.000.000 dengan bunga 12% per tahun dibungakan bulanan. Berapa nilai investasinya setelah 5 tahun? Bandingkan jika bunga dibungakan tahunan!

Lihat Pembahasan

Bulanan: A = 100.000.000 · (1 + 0,12/12)60

= 100.000.000 · (1,01)60 = 100.000.000 · 1,8167

= Rp181.670.000

Tahunan: A = 100.000.000 · (1,12)5

= 100.000.000 · 1,7623 = Rp176.230.000

Selisih = Rp5.440.000 (bulanan lebih menguntungkan)

Latihan Soal – Bunga Majemuk

MUDAH

  1. Tabungan Rp4.000.000, bunga 5% per tahun. Berapa setelah 3 tahun?
  2. Modal Rp7.500.000, bunga 8% per tahun. Berapa setelah 2 tahun?
  3. Rp1.500.000 ditabung, bunga 6% per tahun. Berapa bunga setelah 1 tahun?
  4. Investasi Rp12.000.000, bunga 4% per tahun, selama 2 tahun. Berapa hasilnya?
  5. Pinjaman Rp3.000.000 dengan bunga 10% per tahun. Berapa yang harus dikembalikan setelah 2 tahun?

SEDANG

  1. Rp8.000.000, bunga 12% per tahun dibungakan triwulan. Berapa setelah 3 tahun?
  2. Rp15.000.000, bunga 9% per tahun dibungakan bulanan. Berapa setelah 2 tahun?
  3. Berapa bunga yang diperoleh dari Rp25.000.000 dengan bunga 7% per tahun selama 6 tahun?
  4. Bank X: bunga 11% tahunan. Bank Y: bunga 10,5% dibungakan semester. Mana lebih untung untuk 4 tahun?
  5. Tabungan Rp5.000.000 dengan bunga 8% dibungakan bulanan. Berapa setelah 18 bulan?

SULIT

  1. Berapa modal yang harus ditabung agar menjadi Rp100.000.000 setelah 15 tahun dengan bunga 7% per tahun?
  2. Berapa lama Rp20.000.000 menjadi Rp60.000.000 dengan bunga 9% per tahun?
  3. Tabungan dari Rp8.000.000 menjadi Rp12.500.000 dalam 5 tahun. Berapa suku bunganya?
  4. Rp50.000.000, bunga 10% dibungakan semester. Berapa lama agar menjadi Rp80.000.000?
  5. Bandingkan hasil akhir Rp30.000.000: (a) bunga 8% tahunan selama 10 tahun, (b) bunga 7,5% bulanan selama 10 tahun.

Materi 3: Peluruhan dan Penyusutan (Depresiasi)

A. Konsep Dasar

Peluruhan eksponensial terjadi ketika suatu nilai berkurang dengan persentase tetap setiap periode. Contohnya: penyusutan harga kendaraan, peluruhan radioaktif, dan berkurangnya obat dalam tubuh.

N(t) = N0 · (1 − r)t

Keterangan:
• N(t) = nilai setelah waktu t
• N0 = nilai awal
• r = laju peluruhan/penyusutan (desimal)
• t = waktu

B. Waktu Paruh (Half-Life)

Waktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan agar suatu zat berkurang menjadi setengahnya.

N(t) = N0 · (½)t/T

Dimana T = waktu paruh

½ N₀ 0 T 2T 3T 4T 5T Waktu (kelipatan T) N₀ ½N₀ ¼N₀

Grafik Peluruhan Eksponensial (Waktu Paruh)

Contoh Soal – Peluruhan/Penyusutan

MUDAH

Contoh 1:

Harga sebuah motor Rp20.000.000 dan menyusut 10% per tahun. Berapa harganya setelah 2 tahun?

Lihat Pembahasan

N(2) = 20.000.000 · (1 − 0,1)2

= 20.000.000 · (0,9)2 = 20.000.000 · 0,81

= Rp16.200.000

Contoh 2:

Zat radioaktif memiliki waktu paruh 5 tahun. Jika massa awal 100 gram, berapa yang tersisa setelah 10 tahun?

Lihat Pembahasan

N(10) = 100 · (½)10/5 = 100 · (½)2

= 100 · 0,25

= 25 gram

Contoh 3:

Laptop seharga Rp12.000.000 menyusut 20% per tahun. Berapa nilainya setelah 1 tahun?

Lihat Pembahasan

N(1) = 12.000.000 · (0,8)1

= Rp9.600.000

Contoh 4:

Obat dalam tubuh berkurang 25% setiap jam. Jika dosis awal 400 mg, berapa yang tersisa setelah 3 jam?

Lihat Pembahasan

N(3) = 400 · (0,75)3 = 400 · 0,4219

≈ 168,75 mg

Contoh 5:

Suhu kopi berkurang 15% dari selisih suhu setiap 5 menit. Awalnya selisih suhu dengan ruangan 60°C. Berapa selisihnya setelah 5 menit?

Lihat Pembahasan

Selisih(1 periode) = 60 · (0,85)1

= 51°C

SEDANG

Contoh 6:

Mobil seharga Rp250.000.000 menyusut 15% per tahun. Berapa nilainya setelah 5 tahun?

Lihat Pembahasan

N(5) = 250.000.000 · (0,85)5

(0,85)5 = 0,4437

N(5) ≈ Rp110.925.000

Contoh 7:

Zat radioaktif Karbon-14 memiliki waktu paruh 5.730 tahun. Jika sampel awal 80 gram, berapa yang tersisa setelah 17.190 tahun?

Lihat Pembahasan

N = 80 · (½)17.190/5.730 = 80 · (½)3

= 80 · 1/8

= 10 gram

Contoh 8:

Harga mesin Rp80.000.000 menyusut 12% per tahun. Kapan nilainya menjadi di bawah Rp40.000.000?

Lihat Pembahasan

40.000.000 = 80.000.000 · (0,88)t

(0,88)t = 0,5

t = log(0,5) ÷ log(0,88)

t = (−0,3010) ÷ (−0,0555) ≈ 5,42

Setelah sekitar 5,5 tahun (pada tahun ke-6)

Contoh 9:

Kafein dalam tubuh berkurang dengan waktu paruh 5 jam. Jika seseorang minum kopi mengandung 200 mg kafein, berapa yang tersisa setelah 15 jam?

Lihat Pembahasan

N = 200 · (½)15/5 = 200 · (½)3

= 200 · 1/8

= 25 mg

Contoh 10:

Peralatan kantor seharga Rp45.000.000 menyusut 18% per tahun. Berapa total penyusutan selama 4 tahun?

Lihat Pembahasan

N(4) = 45.000.000 · (0,82)4 = 45.000.000 · 0,4521

N(4) = Rp20.344.500

Penyusutan = 45.000.000 − 20.344.500

= Rp24.655.500

SULIT

Contoh 11:

Harga mobil turun dari Rp300.000.000 menjadi Rp150.000.000 dalam 4 tahun. Berapa laju penyusutan per tahun?

Lihat Pembahasan

150.000.000 = 300.000.000 · (1 − r)4

(1 − r)4 = 0,5

1 − r = 0,50,25 = 0,8409

r = 1 − 0,8409

r ≈ 0,159 = 15,9% per tahun

Contoh 12:

Suatu isotop radioaktif memiliki massa 64 gram. Setelah 24 jam tersisa 4 gram. Tentukan waktu paruhnya!

Lihat Pembahasan

4 = 64 · (½)24/T

(½)24/T = 4/64 = 1/16 = (½)4

24/T = 4

T = 6 jam

Contoh 13:

Obat dalam darah berkurang 30% per jam. Dosis minimum efektif adalah 50 mg. Jika dosis awal 500 mg, berapa lama obat masih efektif?

Lihat Pembahasan

50 = 500 · (0,7)t

(0,7)t = 0,1

t = log(0,1) ÷ log(0,7)

t = (−1) ÷ (−0,1549) ≈ 6,46

Obat efektif selama sekitar 6,5 jam

Contoh 14:

Dua mesin: Mesin A seharga Rp100 juta menyusut 10%/tahun, Mesin B seharga Rp80 juta menyusut 8%/tahun. Kapan nilai keduanya sama?

Lihat Pembahasan

100 · (0,9)t = 80 · (0,92)t

(0,9/0,92)t = 80/100 = 0,8

(0,9783)t = 0,8

t = log(0,8) ÷ log(0,9783)

t = (−0,0969) ÷ (−0,00952) ≈ 10,18

Setelah sekitar 10,2 tahun

Contoh 15:

Populasi radioaktif awalnya 1.000 atom. Waktu paruhnya 8 hari. Berapa atom yang meluruh setelah 24 hari? Dan berapa laju peluruhan per hari?

Lihat Pembahasan

Sisa: N = 1.000 · (½)24/8 = 1.000 · (½)3 = 125 atom

Yang meluruh = 1.000 − 125 = 875 atom

Laju per hari: (½)1/8 = 0,9170

Laju peluruhan = 1 − 0,9170 = 8,3% per hari

Latihan Soal – Peluruhan/Penyusutan

MUDAH

  1. Harga HP Rp8.000.000 menyusut 15% per tahun. Berapa setelah 2 tahun?
  2. Zat radioaktif 200 gram, waktu paruh 4 jam. Berapa sisanya setelah 12 jam?
  3. Sepeda motor Rp18.000.000 menyusut 12% per tahun. Berapa setelah 1 tahun?
  4. Obat 300 mg berkurang 20% per jam. Berapa setelah 2 jam?
  5. Suhu air panas berkurang 10% dari selisih suhu setiap menit. Selisih awal 80°C. Berapa setelah 3 menit?

SEDANG

  1. Mesin Rp120.000.000 menyusut 14% per tahun. Berapa setelah 6 tahun?
  2. Isotop 500 gram, waktu paruh 3 tahun. Berapa setelah 9 tahun?
  3. Kapan harga gedung Rp500.000.000 (penyusutan 8%/tahun) menjadi di bawah Rp250.000.000?
  4. Kafein 300 mg, waktu paruh 6 jam. Berapa setelah 18 jam?
  5. Berapa total penyusutan mobil Rp350.000.000 (penyusutan 13%/tahun) selama 5 tahun?

SULIT

  1. Harga alat turun dari Rp60.000.000 menjadi Rp25.000.000 dalam 5 tahun. Tentukan laju penyusutannya!
  2. Isotop: massa awal 256 gram, setelah 20 jam tersisa 16 gram. Tentukan waktu paruhnya!
  3. Obat berkurang 35%/jam. Dosis awal 800 mg, dosis minimum 30 mg. Berapa lama obat masih efektif?
  4. Mesin P: Rp200 juta menyusut 11%/tahun. Mesin Q: Rp160 juta menyusut 7%/tahun. Kapan nilainya sama?
  5. Zat radioaktif memiliki waktu paruh 10 hari. Berapa persen yang tersisa setelah 25 hari?

Materi 4: Penyebaran Penyakit (Model Eksponensial Sederhana)

A. Konsep Dasar

Pada tahap awal penyebaran penyakit menular, jumlah orang yang terinfeksi dapat dimodelkan secara eksponensial:

I(t) = I0 · Rt

Keterangan:
• I(t) = jumlah orang terinfeksi pada waktu t
• I0 = jumlah terinfeksi awal
• R = angka reproduksi (berapa orang yang ditulari 1 orang sakit per periode)
• t = jumlah periode penularan

Kegiatan 5: Mengkomunikasikan

Buatlah presentasi singkat (bisa lisan atau tertulis) yang menjelaskan:

  1. Mengapa social distancing efektif menurunkan penyebaran penyakit? (Hint: menurunkan nilai R)
  2. Jika R = 2, setiap 1 orang menulari 2 orang. Dalam 10 periode, berapa orang baru yang terinfeksi?
  3. Apa yang terjadi jika R < 1? Jelaskan artinya dan berikan contoh nyata.

Tips: Gunakan tabel atau grafik untuk memperjelas penjelasanmu. Bandingkan skenario R = 3 vs R = 1,5 vs R = 0,8.

Contoh Soal – Penyebaran Penyakit

MUDAH

Contoh 1:

5 orang terinfeksi flu. Setiap hari masing-masing menulari 2 orang baru. Berapa total terinfeksi setelah 3 hari?

Lihat Pembahasan

I(3) = 5 · 23 = 5 · 8 = 40 orang

Contoh 2:

1 orang terinfeksi virus. R = 3 per hari. Berapa terinfeksi setelah 4 hari?

Lihat Pembahasan

I(4) = 1 · 34 = 81 orang

Contoh 3:

10 orang sakit, masing-masing menulari 1,5 orang per minggu. Berapa setelah 2 minggu?

Lihat Pembahasan

I(2) = 10 · (1,5)2 = 10 · 2,25 = 22,5 ≈ 23 orang

Contoh 4:

Penyakit dengan R = 2. Dari 3 orang awal, berapa setelah 5 periode?

Lihat Pembahasan

I(5) = 3 · 25 = 3 · 32 = 96 orang

Contoh 5:

Virus menyebar dengan R = 4 per minggu. Awalnya 2 orang. Berapa setelah 3 minggu?

Lihat Pembahasan

I(3) = 2 · 43 = 2 · 64 = 128 orang

SEDANG

Contoh 6:

Wabah dimulai dari 20 orang. R = 1,8 per hari. Berapa terinfeksi setelah 1 minggu (7 hari)?

Lihat Pembahasan

I(7) = 20 · (1,8)7

(1,8)7 = 61,2 (pembulatan)

I(7) ≈ 1.224 orang

Contoh 7:

Setelah vaksinasi, R turun dari 3 menjadi 0,7. Dari 1.000 orang terinfeksi, berapa yang tersisa setelah 5 periode?

Lihat Pembahasan

I(5) = 1.000 · (0,7)5 = 1.000 · 0,16807

I(5) ≈ 168 orang (penyakit mereda karena R < 1)

Contoh 8:

Tanpa karantina: R = 2,5. Dengan karantina: R = 1,2. Dari 10 kasus awal, bandingkan hasilnya setelah 6 hari!

Lihat Pembahasan

Tanpa karantina: I = 10 · (2,5)6 = 10 · 244,14 ≈ 2.441 orang

Dengan karantina: I = 10 · (1,2)6 = 10 · 2,986 ≈ 30 orang

Karantina mengurangi penyebaran secara drastis!

Contoh 9:

Penyakit menyebar dari 50 orang dengan R = 1,4 per hari. Kapan jumlah terinfeksi mencapai 500?

Lihat Pembahasan

500 = 50 · (1,4)t

(1,4)t = 10

t = log(10) ÷ log(1,4) = 1 ÷ 0,1461 ≈ 6,8 hari

Contoh 10:

Virus A: R = 2, mulai dari 5 orang. Virus B: R = 1,5, mulai dari 100 orang. Kapan jumlah terinfeksi virus A menyalip virus B?

Lihat Pembahasan

5 · 2t = 100 · (1,5)t

(2/1,5)t = 20

(4/3)t = 20

t = log(20) ÷ log(4/3) = 1,3010 ÷ 0,1249 ≈ 10,4 hari

SULIT

Contoh 11:

Dari 8 kasus awal, setelah 4 hari menjadi 648 kasus. Tentukan nilai R!

Lihat Pembahasan

648 = 8 · R4

R4 = 81

R = 811/4 = (34)1/4 = 3

Contoh 12:

Pemerintah ingin agar R turun dari 2,5 menjadi cukup rendah sehingga 1.000 kasus tidak menjadi lebih dari 2.000 dalam 7 hari. Berapa R maksimum yang diperbolehkan?

Lihat Pembahasan

2.000 = 1.000 · R7

R7 = 2

R = 21/71,104

R harus di bawah 1,104 agar target tercapai.

Contoh 13:

Dua kota: Kota A memiliki 50 kasus dengan R = 2,2. Kota B memiliki 200 kasus dengan R = 1,3. Kapan jumlah kasus di A melebihi B?

Lihat Pembahasan

50 · (2,2)t = 200 · (1,3)t

(2,2/1,3)t = 4

(1,692)t = 4

t = log(4) ÷ log(1,692) = 0,6021 ÷ 0,2284 ≈ 2,64 hari

Contoh 14:

Sebuah penyakit memiliki R = 2,8. Vaksin menurunkan R sebesar 60%. Dari 100 kasus, bandingkan total terinfeksi setelah 10 hari tanpa dan dengan vaksin!

Lihat Pembahasan

R tanpa vaksin = 2,8; R dengan vaksin = 2,8 × 0,4 = 1,12

Tanpa: I = 100 · (2,8)10 = 100 · 296.196 ≈ 29.619.600

Dengan: I = 100 · (1,12)10 = 100 · 3,1058 ≈ 311 orang

Vaksin mengurangi penyebaran lebih dari 95.000 kali lipat!

Contoh 15:

Model penyebaran: I(t) = 15 · e0,3t (model kontinu, e ≈ 2,718). Berapa orang terinfeksi setelah 10 hari? Kapan mencapai 10.000?

Lihat Pembahasan

I(10) = 15 · e3 = 15 · 20,086 ≈ 301 orang

Untuk I = 10.000:

10.000 = 15 · e0,3t

e0,3t = 666,67

0,3t = ln(666,67) = 6,502

t ≈ 21,7 hari

Latihan Soal – Penyebaran Penyakit

MUDAH

  1. 3 orang terinfeksi, R = 2 per hari. Berapa setelah 4 hari?
  2. 1 orang sakit, menulari 5 orang per minggu. Berapa setelah 3 minggu?
  3. 15 kasus awal, R = 1,5. Berapa setelah 4 periode?
  4. R = 3, awalnya 4 orang. Berapa setelah 3 hari?
  5. 6 orang terinfeksi, R = 2. Berapa setelah 6 periode?

SEDANG

  1. 30 kasus, R = 1,6. Berapa setelah 8 hari?
  2. Tanpa masker R = 2,4; dengan masker R = 1,1. Dari 20 kasus, bandingkan setelah 5 hari!
  3. Kapan 25 kasus menjadi 1.000 jika R = 1,8 per hari?
  4. Penyakit dengan R = 0,6 (setelah vaksinasi). Dari 500 kasus, berapa setelah 7 periode?
  5. Virus X: 10 kasus, R = 2,5. Virus Y: 80 kasus, R = 1,4. Kapan X menyalip Y?

SULIT

  1. Dari 12 kasus menjadi 972 dalam 3 hari. Tentukan R!
  2. Target: 500 kasus tidak boleh lebih dari 1.500 dalam 10 hari. Berapa R maksimum?
  3. Kota P: 30 kasus, R = 2,8. Kota Q: 500 kasus, R = 1,1. Kapan P menyalip Q?
  4. R = 3,2. Lockdown menurunkan R sebesar 70%. Dari 200 kasus, bandingkan setelah 8 hari!
  5. I(t) = 20 · e0,25t. Berapa setelah 12 hari? Kapan mencapai 50.000?

Rangkuman

Penerapan Rumus Keterangan
Pertumbuhan P(t) = P0 · (1+r)t b > 1, grafik naik
Bunga Majemuk A = P · (1+r/n)nt n = frekuensi pembungaan
Peluruhan/Penyusutan N(t) = N0 · (1−r)t 0 < b < 1, grafik turun
Waktu Paruh N(t) = N0 · (½)t/T T = waktu paruh
Penyebaran Penyakit I(t) = I0 · Rt R = angka reproduksi

Poin Penting:

  • Jika basis b > 1 → pertumbuhan (grafik naik tajam)
  • Jika basis 0 < b < 1 → peluruhan (grafik turun)
  • Logaritma digunakan untuk mencari waktu (t) atau laju (r)
  • Semakin sering bunga dibungakan, semakin besar hasilnya
  • Menurunkan nilai R (angka reproduksi) sangat efektif mengendalikan wabah

Materi Penerapan Fungsi Eksponen dalam Kehidupan Nyata

Matematika Kelas X – Disusun untuk pembelajaran interaktif

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page